Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Maluku Utara Alami Kemarau yang Tetap Basah

Maluku Utara Alami Kemarau yang Tetap Basah

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
  • visibility 837

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Republik Indonesia,  pada  April  hingga September biasanya terjadi musim kemarau. Meskipun  saat ini Indonesia  memasuki musim kemarau, namun hamper setiap hari diwarnai oleh hujan  ringan sampai lebat.

BMKG Stasiun Meteorologi  Ternate misalnya,   bahkan memberi warning  kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Maluku Utara untuk tetap waspada dengan adanya hujan ringan hingga lebat diseratai petir dan angin kencang. “BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai  adanya potensi hujan sedang  hingga lebat disertai petir dan angin kencang  di wilayah Pulau Kasiruta, Labuha Pulau Bacan, Pulau Obi dan sekitarnya di Halmahera Selatan,” demikia peringatan BMKG melalui webisitenya Selasa 11/7/2023).

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan hingga saat musim kemarau terjadi, tetapi  hujan masih tetap terjadi?

Peneliti klimatologi di Pusat Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN di Bandung, Erma Yulihastin mengatakan, Indonesia saat ini tengah mengalami musim kemarau basah. Kejadian itu bersamaan dengan menguatnya fase El Nino atau kondisi yang bisa menyebabkan kemarau semakin panjang dan kering.  “Inilah yang terjadi di Indonesia saat ini,” ujarnya Jumat, 7 Juli 2023 seperti dirilis hamper semua media di Indonesia.

Menurutnya, unsur ketidakpastian dan iregularitas yang semakin tinggi membuat dinamika atmosfer semakin acak mempengaruhi cuaca dan membuat  musim tidak menentu. Di musim yang biasanya kemarau saat ini,  namun faktanya masih sering terjadi hujan di berbagai wilayah di Indonesia.   “Bahkan berdampak pada kejadian banjir di berbagai wilayah di Sumatra beberapa hari ini,” kata dia.

Erma mengatakan kemarau basah yang terjadi pada 2023 dipicu oleh beberapa faktor, seperti dinamika vorteks atau pusaran angin secara luas di Samudra Hindia sekitar ekuator dekat Sumatra. Kondisi itu membuat anomali angin barat sehingga kelembaban dikirim dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia.

Suhu permukaan laut yang menghangat di Samudra Hindia dan Laut Jawa, memusatkan awan-awan konvektif sehingga pergerakan hujan dari Sumatra juga dapat menuju ke wilayah Jawa dan Kalimantan.

Kemudian, ada interaksi atmosfer dengan laut yang kuat sehingga sistem konveksi yang terbentuk di atas Laut Jawa dan selat Karimata dekat Bangka Belitung mengalami multiplikasi. “Kondisi itu membuat hujan dari laut menjalar ke darat,” katanya.

Selama ini indeks untuk El Nino menurut Erma, hanya dibuat dengan mempertimbangkan kondisi di wilayah Samudra Pasifik ekuator. “Tanpa memasukkan wilayah di dekat Papua sebagai indikator yang lebih mewakili efektivitas dampak El Nino,” ujarnya. Suhu muka laut dekat Papua seperti juga di Samudra Pasifik kondisinya kini masih tergolong hangat. Akibatnya awan dan hujan masih banyak terbentuk di timur Indonesia.

Erma mengatakan, variasi suhu muka laut di perairan Indonesia semakin tinggi secara spasial sehingga sudah saatnya diciptakan indeks baru yang lebih representatif dan menjadi acuan untuk memahami kondisi cuaca dan iklim di Indonesia. Tim Variabilitas, Perubahan Iklim dan Awal Musim BRIN, telah membuat indeks baru untuk suhu muka laut di Samudra Hindia sektor Sumatra-Jawa dan perairan Banda.

Kondisi di wilayah itu dinilai sebagai indikator yang dapat menunjukkan peluang pembentukan awan dan hujan di Indonesia. Riset sebelumnya kata Erma, membuktikan kemarau basah lebih dipengaruhi oleh suhu muka laut di dua sektor tersebut. “Kemarau basah saat El Nino kuat tercatat baru pertama kalinya terjadi sejak 2001 di Indonesia berdasarkan dokumentasi riset kami di BRIN.”

Diolah dari berbagai sumber.   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maluku Utara Masuk Wilayah Ancaman La Nina

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Desember- Januari  Curah Hujan Tinggi, Perlu Antisipasi Pemda Hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La-Nina sedang berkembang. Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati […]

  • Saatnya Pariwisata Go Digital

    • calendar_month Jum, 27 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Cry Jailolo Ramaikan Ultah GenPI dan Pasar Teluk   Pada 25 November 2020 lalu,  Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Halmahera Barat dan Pasar Teluk, genap berusia dua tahun.  Dalam perayaan ulang tahun kedua itu banyak atraksi ditampilkan. Salah satunya seni tari Cry Jailolo  yang sudah go internasional itu. Rilis yang dikirimkan GenPi kepada kabarpulau.co.id/ menyebutkan, dengan […]

  • Mengunjungi Mayau, Pulau Terluar Kota Ternate (1)

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 1.540
    • 1Komentar

    Merekam Masalah Infrastruktur hingga Layanan Dasar    Kamis (24/8/2023) lalu saya berkesempatan  mengunjungi Pulau Mayau di Kecamatan Batang Dua. Pulau ini secara adminstratif berada di wilayah pemerintahan Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Di kecamatan ini ada dua  pulau yakni Mayau dan Tifure  dengan 6 kelurahan. Di Pulau Mayau ada 4 kelurahan.Sementara di Tifure ada dua […]

  • Bokimoruru Aset Kawasan Lindung Geologi di Halmahera

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 933
    • 0Komentar

    Sungaun Fio Bokimoruru foto Adlun Fikri

  • Kejar Kualitas Riset, LIPI-Unkhair Jalin Kerjasama

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 709
    • 1Komentar

    Untuk mendorong adanya riset yang berkualitas, hal yang utama dibutuhkan adalah adanya kerjasama  atau kolaborasi antarlembaga.  Hal inilah yang saat ini dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan  Indonesia (LIPI)  dengan Universitas Khairun Ternate (Unkhair).  Kedua lembaha ini  menjalin Kerjasama untuk tujuan ke arah tersebut.  Kesepakatan kolaborasi tertuang dalam naskah perjanjian kerja sama antara Deputi Bidang Ilmu Kebumian […]

  • Fenomena Meluapnya Air Laut hingga Daratan

    • calendar_month Ming, 5 Des 2021
    • account_circle
    • visibility 939
    • 1Komentar

    Aksi nekat seorang anak muda yang menantang ombak ketika terjadi terjangan ombak di kawasan pantai Falajawa

expand_less