Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Sukses KPP Fodudara Tubo Ubah Perilaku Warga

Sukses KPP Fodudara Tubo Ubah Perilaku Warga

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 16 Mar 2021
  • visibility 738

Dari  Bank Sampah, Buat Kompos hingga Tanam Sayur

Aktivitas di gedung Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce dan Recycle (TPS3R) yang dibangun  Kementerian PUPR Sabtu (12/3)  pagi jelang siang itu,  tak seramai biasanya. Belum ada aktivitas menimbang sampah yang telah disortir. Belum juga ada aktivitas bongkar muat sampah.  Dua pengurus lembaga baik LKM Ake Tubo dan KPP  Fodudara Kelurahan Tubo Ternate Utara yang sejak pagi di situ juga hanya bercakap seadanya. 

Saat saya datang ke tempat itu mereka sambut penuh keakraban. Tujuannya ingin melihat  bagaimana lembaga ini mendorong perubahan perilaku di tengah masyarakat  Tubo. Perubahan perilaku itu terutama menyangkut pengelolaan sampah. Mulai dari menyortir sampah, buat kompos hingga ajak ibu-ibu menanami pekarangan dengan tanaman hortukultura.  Gerakan yang memiliki   nilai penting bagi perbaikan dan penyehatan lingkungan ini, sudah berjalan  tiga tahun terakhir ini. 

“Kami mulai aktif sejak 2018 lalu. Memang awalnya diinisiasi sejak 2015 tetapi  lancar bergerak  itu    2018  atau tiga tahun ini setelah  masuknya program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU),” jelas Jadid Kader Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat  (LKM) Kelurahan Tubo.

LKM ini turut mendorong pembentukan  Kelompok Pemanfaatan dan Pemeliharaan  (KPP)  dengan   membuat bank sampah di Kelurahan Tubo. Termasuk juga ikut mendorong ibu-ibu menanam .

Bicara penyadaran warga dalam pengelolaan sampah,  keberadaan KPP dengan nama Fodudara itu  memiliki peran signifikan. Salah satunya mengajak warga memisahkan sampah organic dan  plastic yang bisa  dibawa ke bank sampah sehinga bisa dijua dan menjadi sumber pendapatan baru.  Sementara  sampah organiknya bisa diolah menjadi kompos.

Ada beberapa jenis sampah yang bisa didaur ulang seperti  karton, kertas koran,  botol  plastic  besi tua   dan   bisa dibawa ke TPS3R  Tubo yang jadi pusat kegiatan bank sampah. Di sana   ditimbang  dan  dibayar. Gerakan ini memunculkan perubahan perilaku masyarakat di mana  sebelumnya  tidak  peduli sampah. Saat ini selain sudah mengelola  sampah yang bisa didaur ulang juga berkembang menjadi  upaya  menjaga lingkungan. 

Contoh nyatanya, saat ini  setiap rumah tangga  di kelurahan Tubo sudah mengumpulkan sampah  berdasarkan jenis dan di bawa ke  bank sampah  KPP Fodudara. Atau juga sampah sampah itu jika sudah  terkumpul dan banyak stok, langsung dikontak petugas  bank  sampah dan mereka yang menjemput.   

”Sampah yang dibawa ke TPS3TR  itu kemudian dipilah oleh petugas di KPP, lalu  ditimbang dan dibayar dengan  harga per kilo untuk kertas Rp 500. Harga ini berbeda untuk karton atau besi tua dan  botol plastik. Artinya warga mulai  sadar karena sudah tahu jenis sampah yang dibawa TPS. Ada juga hasilnya dalam bentuk uang.  Hasilnya ada yang langsung diambil ada juga yang ditabung,”  jelas Asgandi Samsudin Ketua KPP  Fodudara.  

Saat ini ada ratusan warga Tubo  punya tabungan  di bank sampah.  Ada 120 orang  punya tabungan. Mereka biasanya  mencairkan atau menarik uang  ketika masuk bulan Ramadan  atau hari raya.

Jika sampah yang disortir  sudah banyak terkumpul selanjutnya KPP menjualnya ke mitra pembeli di Kota Ternate.  KPP sendiri memiliki satu mitra.    “Ada   pembeli lain sudah negosiasi untuk mengambil sampah yang dikumpulkan ini,” jelas Jadid. Dalam sebulan 1 ton sampah dari  beberapa jenis   ditampung  di TPS3R Tubo.   

Dia mengakui saat ini mereka belum bisa mengolah sampah  plastic misalnya  jadi bahan setengah jadi, karena belum memiliki peralatan. Padahal, jika ada alat pengolah biji plastic misalnya akan lebih baik dan  bisa membantu pengembangan gerakan ini.

Jadid  bilang,  di 2015  ada bantuan mesin penghancur plastic yang digerakkan manual. Sayang karena tenaga  tak mampu mengoperasikan alat  itu,  akhirnya tidak digunakan.

Soal bantuan untuk memudahkan operasional  bank sampah,  KPP  juga mendapatkan bantuan sebuah  motor angkut jenis Kaisar yang digunakan mengangkut dan menjemput sampah.

Saat ini  KPP  memiliki mitra kerjasama dengan PT Pertamina. Pihak Pertamina   telah membantu  fasilitas pendukung. Tidak hanya  itu mereka juga membantu pengembangan kapasitas KPP dan kelompok-kelompok binaannya.    

Salah satu  yang sangat nyata adalah  kelompok binaan KPP untuk kelompok ibu-ibu yang saat ini telah mengembangkan  tanaman hortikutura. Ada tiga kelompok yang sudah  memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran, cabe dan tomat.  Dalam hal peningkatan kapasitas kelompok ini juga ikut dilatih bagaimana memanfaatkan sampah organic  dibuat menjadi kompos.  Tiga kelompok ini kemudian  belajar membuat kompos dan dimanfaatkan untuk   tanaman sayuran yang mereka tanam.

Jadid bilang, dalam hal mendampingi masyarakat dan mengubah perilaku warga ini memang tidak mudah karena butuh kesabaran. Jika tidak maka sulit berhasil. 

Dia contohkan untuk  mendampingi ibu-ibu  kelompok menanam sayur misalnya, ada yang timbul tenggelam karena mereka  ada kesibukan masing-masing. Tetapi akhirnya tetap berjalan, dan hasil tanaman mereka bisa dijual ke pasar atau  warga yang datang beli ke pekarangan dan kebun. 

“Kelompok ibu-ibu  di bawah KPP ini tetap eksis dengan menanam. Awalnya banyak orang tetapi kemudian   tersisa tiga kelompok   tetap eksis  menanam tanaman hortukultura ini,” katanya.

Prestasi LKM dengan gerakan KPP dan kelompok binaanya ini mendapatkan award   dari  Kementerian PUPR sebagai salah satu KPP terbaik. Prestasi  ini diraih karena dianggap berhasil mengubah perilaku warga yang sebelumnya  tidak menyortir dan memilah sampah,  akhirnya    bisa memilah sampah. Tidak itu saja warga  ikut membuat kompos dan memanfaatkan  lahan pekarangan untuk menanam.

“Penghargaan ini diberikan karena kehadiran KPP telah mampu mengubah perilaku warga terutama dalam  pengelolaan sampah dan upaya pemanfaatannya.  Kompos  yang dihasilkan misalnya bermanfaat   untuk  ibu-ibu yang menanam tanaman hortikultura.Hasilnya    tidak hanya dimakan  tetapi  sudah dijual,”jelas Hi Hamid Salasa Sub Proffesional   Communication  Program KOTAKU.

Butuh Perhatian   Lintas Sektor 

Kehadiran KPP dengan kelompok binaanya terutama bank sampah dan kelompok ibu-ibu menanam, sebenarnya memiliki prospek  cukup baik.  Untuk  keberlanjutannya  sangat membutuhkan  dukungan berbagai pihak. Salah satunya  pemerintah   dan lintas sektor.  Dukungannya terutama  penyediaan fasilitas dan modal yang memadai untuk  memperluas dan memperbesar kegiatan. Dalam hal  keberlanjutan  bank sampah, butuh  perhatian dan bantuan pemerintah baik Kota Ternate maupun instansi terkait.    

“Kami  masih   dengan usaha sendiri  yang   sangat terbatas. Dalam hal modal  sangat mengharapkan dukungan pemerintah   kota dan provinsi.  Begitu juga   swasta   bisa mendukung kami sehingga kegiatan ini   tidak hanya  di Kelurahan Tubo,” harap  Jadid.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • DOB Pulau Obi Harus Digaungkan Lagi

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 995
    • 0Komentar

    Pulau Obi atau bisa disebut juga Pulau Obira menjadi perhatian berbagai kalangan. Merupakan pulau terbesar yang terletak di gugusan Kepulauan Obi, dikelilingi banyak pulau- pulau kecil di antaranya Pulau Obilatu, Pulau Bisa, Pulau Gata-gata, Pulau Latu, Pulau Woka, dan Pulau Tomini. Data Halmahera Selatan Dalam Angka 2018  menunjukan luas Obi mencapai 1.073,15 km², dengan jumlah penduduk mencapai 2020 berjumlah 16.628 jiwa. Pulau Obi […]

  • Begini Cara Siapkan Warga Tubo Tanggap Bencana

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 722
    • 0Komentar

    Kolaborasi Pertamina, IAGI, PRB dan PMI Kuatkan Warga Puluhan warga Tubo antusias mengikuti Simulasi Manajemen Posko dan Bantuan Pertama (First Aid) di sebuah tenda pengungsi di halaman Kantor Lurah Tubo Selasa (21/2/2-23). Mereka serius mendengar penjelasan dari para fasilitator. Sekdar diketahui warga Kelurahan Tubo di Kota Ternate Utara Ternate Maluku Utara ini,  rentan terhadap  bencana […]

  • Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

    • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 995
    • 1Komentar

    Pulau Sibu dilihat dari udara, foto opan Jacky

  • Bekali Aktivis Mahasiswa dan NGO dengan Pengorganisasian Masyarakat

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Forum Studi Halmahera (Foshal) Maluku Utara menggelar Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di kantor Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku utara  yang digelar  Sabtu (18/10/2025)  dan Jumat (19/10/2025). Pelatihan ini melibatkan  mahasiswa dan anggota lembaga   Walhi. Pelatihan   ini bertujuan memberikan penguatan kepada para aktivis mahasiswa dan anggota lembaga WALHI  memahami […]

  • Tiga Isu Fokus ICMI untuk Masa Depan Malut

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
    • account_circle
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Ada banyak persoalan di bidang lingkungan yang menghantui dunia saat ini. Beberapa di antaranya  adalah dampak perubahan iklim (climate change) dan problem pangan. Sementara kepedulian public terhadap dua persoalan ini masih masih terbilang minim. Karena itulah  Organisasi Wilayah (ORWIL) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maluku Utara menjadikan dua isyu ini    didorong  ke tengah masyarakat dan […]

  • Dicari Tim SAR, Warga Sanana Pulang Rumah dengan Selamat

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 637
    • 2Komentar

    Pencarian Salim Fatgehipon yang dilakukan Tim SAR Gabungan Sabtu malam. foto Tim SAR

expand_less