Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
  • visibility 559

Dari Terumbu Karang hingga Fauna Kharismatik  

Laut Pulau Ternate memiliki kaneakaragaman hayati yang luar biasa. Tidak hanya  jenis terumbu karang dan ikan kecil, tetapi juga satwa laut kharismatik. Di kawasan laut ini juga ada  hewan laut endemic seperti  hiu berjalan.

Di beberapa lokasi di laut pulau Ternate ditemukan beberapa jenis satwa kharismatik laut seperti hiu paus. Ada juga  oceanic manta, dugong, lumba-lumba  dan hiu. 

Di kawasan laut Taman Nukila di pusat kota Ternate misalnya, banyak ditemukan hiu berjalan atau walking shark. Hewan nocturnal yang biasa ke luar mencari makan di malam hari ini, terbilang  banyak karena bisa ditemukan di laut ini  siang hari. Tidak itu saja ukurannya juga terbilang besar.

Sementara di laut kawasan wisata Kasetela sering kali ditemukan dugong bermain oleh para penyelam. Beberapa diver berulangkali menemukan dugong melintasi dan makan di kawasan laut tersebut.     

Begitu juga di kawasan wisata Jikomalamo Ternate yang berada di bagian barat Pulau Ternate,  seringkali ditemukan hiu paus, oceanic manta, lumba lumba dan penyu.   

Hiu-paus-saat-bermain-di-kawasan-laut-jikomalamo beberpa waktu lalu, foto Sahmar

Untuk hewan- hewan kharismatik, pada 2020 lalu di kawasan laut Jiko Malamo karena muncul udang kril   yang merupakan jenis crustacea, ikut menarik pula  3 ekor hiu paus makan dan bermain di kawasan laut tersebut. Bahkan beberapa penyelam yang sempat melakukan aktivitas diving di kawasan tersebut bermain- main dengan hewan laut ini dan diabadikan melalui foto dan video. Tidak itu saja ikut juga ditemukan oceanic manta  yang makan  kril dan bermain di kawasan laut Jikomalamo.  

Sahmar Ishak salah satu diver yang menyaksikan langsung hiu paus dan oceanic manta di kawasan laut Jikomalamo bercerita,  di laut Ternate ini  selain banyak jenis ikan karang  juga hewan hewan laut  kharismatik, seringkali muncul.  Satwa dilindungi ini cari makan di  laut ini.  “Karena di sini tempat  mencari makanya tentu dia juga memiliki tempat bermain  yang tidak akan berpindah pindah.  Hewan hewan ini  paling jauh bermain kurang lebih 2 mil dari kawasan ini.  Jadi   hiu paus ini bermain di tengah bukan di daerah teluknya. Begitu juga untuk  oceanic manta sebagai fauna penjelajah mungkin saja ada di situ karena mencari makan setelah itu pergi.  Bahkan di kawasan ini juga seringkali ditemukan lumba lumba yang lewat dan bermain.

Dugong yang ditemukan di laut pantai-Kastela foto Iki Tamanyira Dodoku Dive Centre

“Karena kaya keanekaragamanhayati laut  maka perlu ada perlindungan kawasan lautnya. Saat ini kawasan laut Ternate tidak masuk  kawasan konservasi perairan (KKP). Hal ini akan sangat rawan,” katanya.

Karena itu dia mengimbau Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara yang memiliki kewenangan  hingga 12 mil laut maka perlu segera memikirkan dan   memasukan kawasan laut Ternate sebagai kawasan konservasi.

Dia bilang, contoh saja di kawasan laut Taman Nukila  saat ini banyak hiu berjalan, tetapi tidak masuk kawasan konservasi sehingga terancam oleh mereka yang menangkap ikan, maupun aktivitas lainnya. Contoh lain katanya di kawasan laut Pulau  Hiri juga terdapat tempat bermain ikan duyung yang perlu dilindungi. Karena itu tidak ada alasan tidak memasukan kawasan laut Ternate dan sekitarnya sebagai kawasan konservasi perairan (KKP). “Kita berharap soal ini bisa direspon oleh DKP Provinsi dan instansi terkait lainnya agar laut dan keanekaragaman hayatinya bisa terlindungi,” katanya.  

Pelepasan-anak-penyu-di-pantai-Tobololo Ternate, foto Antara Andre

Selain berbagai jenis ikan dan hewan kharismatik, kekayaan laut lainnya adalah  terumbu karang. Menurut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melalui risetnya pada tahun 2012 di Perairan Ternate, Tidore dan sekitarnya memiliki kekayaan hayati laut yang tinggi dan dapat dipastikan bahwa perairan ini merupakan bagian dari pusat  kekayaan keanekaragaman laut dunia.

walking shark yang ditemukan di laut Ternate, foto Adit Nasijaha dive center

Berdasarkan data Pusat Oseanografi LIPI  terumbu karang di perairan Ternate, Tidore dan sekitarnya memiliki keanekaragaman karang relatif tinggi. Setidaknya berhasil dijumpai 144 jenis, yang termasuk dalam 44 marga dan 17 suku. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senjakala Hutan dan Lahan di Maluku Utara

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 710
    • 0Komentar

    WALHI: 2019 Malut Kehilangan 7.041 Ha Hutan Primer Maluku Utara terdiri dari pulau-pulau. Ada yang menyebut jumlahnya 805, dimana  berpenghuni  85 pulau  dan tak berpenghuni  723 pulau. Ada  juga data yang menyebutkan  jumlah pulau di Maluku Utara  ada1474. Dari jumlah itu 89 berpenghuni dan 1385 tidak berpenghuni.  Terlepas dari data jumlah pulau yang masih diperdebatkan, […]

  • Akademisi: Ancaman Ekosistem Halmahera Serius

    • calendar_month Sel, 9 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Maluku Utara sebagai daerah kaya bahan mineral,   menjadi incaran investor asing. Baru baru ini pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Samsudin Abd Kadir menyampaikan bahwa investasi asing masuk ke Maluku Utara yang mengelola tambang, sudah menginvestasikan modalnya di atas 100 triliun. Angka ini dianggap sebagai sebuah keberhasilan menggenjot perekonomian Maluku Utara. Termasuk […]

  • Sekolah Penggerak PAUD Akegaale Lepas Siswa  

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 356
    • 1Komentar

    Pendidikan anak usia dini sangat menentukan nasib generasi di masa depan. Penanaman nilai Pancasila berbudaya, beriman dan berakhlak menjadi salah satu syarat penting diajarkan kepada anak anak. Syarat merdeka belajar ini juga   diterapkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ake Gaale Malaha di Kelurahan Sangaji Ternate Utara Kota Ternate yang Senin (20/6),  berhasil melepas 15 siswa […]

  • Melihat Perempuan- perempuan Tangguh Pulau Kolorai

    • calendar_month Kam, 21 Feb 2019
    • account_circle
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Bantu Suami Menjaring Ikan dan Menanam Rumput Laut    Fajar baru menyingsing di ufuk Timur Pulau Kolorai. Pulau kecil berpasir putih seluas 8 hektar  dengan laut tosqoea   subuh itu disapu angin  timur  yang dinginya  menusuk   hingga ke tulang- tulang.  Sepagi  itu, dalam suasana gelap dan dingin, ada seorang  perempuan berusia sekitar 38 tahun, tetap bangun pagi  membantu […]

  • Negara Pulau dan Kepulauan akan Gelar Kongres

    • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 403
    • 1Komentar

    Bahas Masalah Lingkungan dan Climate Change   Indonesia yang tergabung dalam Forum Negara Pulau dan Kepulauan berencana  menggelar Forum Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island States/Ais Forum)  yang rencana diselenggarakan di Bali pada 10-11 Oktober 2023. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Kemenko Marves menyebut, forum tersebut akan menghadirkan delegasi dari 51 negara anggota Ais […]

  • Ini Cara Perkuat Kapasitas Warga Kampung

    • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Belajar Pemetaan  dan Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat   Puluhan anak muda   dari  beberapa lembaga dan pemuda kampung berkumpul di Training Centre Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku Utara Selasa hingga Sabtu (9-13/8/2022). Mereka mengikuti Pelatihan, Pemetaan serta Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dan Perlindungan  Hutan Kampung. Pelatihan  ini  digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PAKATVA Maluku […]

expand_less