Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
  • visibility 926

Dari Terumbu Karang hingga Fauna Kharismatik  

Laut Pulau Ternate memiliki kaneakaragaman hayati yang luar biasa. Tidak hanya  jenis terumbu karang dan ikan kecil, tetapi juga satwa laut kharismatik. Di kawasan laut ini juga ada  hewan laut endemic seperti  hiu berjalan.

Di beberapa lokasi di laut pulau Ternate ditemukan beberapa jenis satwa kharismatik laut seperti hiu paus. Ada juga  oceanic manta, dugong, lumba-lumba  dan hiu. 

Di kawasan laut Taman Nukila di pusat kota Ternate misalnya, banyak ditemukan hiu berjalan atau walking shark. Hewan nocturnal yang biasa ke luar mencari makan di malam hari ini, terbilang  banyak karena bisa ditemukan di laut ini  siang hari. Tidak itu saja ukurannya juga terbilang besar.

Sementara di laut kawasan wisata Kasetela sering kali ditemukan dugong bermain oleh para penyelam. Beberapa diver berulangkali menemukan dugong melintasi dan makan di kawasan laut tersebut.     

Begitu juga di kawasan wisata Jikomalamo Ternate yang berada di bagian barat Pulau Ternate,  seringkali ditemukan hiu paus, oceanic manta, lumba lumba dan penyu.   

Hiu-paus-saat-bermain-di-kawasan-laut-jikomalamo beberpa waktu lalu, foto Sahmar

Untuk hewan- hewan kharismatik, pada 2020 lalu di kawasan laut Jiko Malamo karena muncul udang kril   yang merupakan jenis crustacea, ikut menarik pula  3 ekor hiu paus makan dan bermain di kawasan laut tersebut. Bahkan beberapa penyelam yang sempat melakukan aktivitas diving di kawasan tersebut bermain- main dengan hewan laut ini dan diabadikan melalui foto dan video. Tidak itu saja ikut juga ditemukan oceanic manta  yang makan  kril dan bermain di kawasan laut Jikomalamo.  

Sahmar Ishak salah satu diver yang menyaksikan langsung hiu paus dan oceanic manta di kawasan laut Jikomalamo bercerita,  di laut Ternate ini  selain banyak jenis ikan karang  juga hewan hewan laut  kharismatik, seringkali muncul.  Satwa dilindungi ini cari makan di  laut ini.  “Karena di sini tempat  mencari makanya tentu dia juga memiliki tempat bermain  yang tidak akan berpindah pindah.  Hewan hewan ini  paling jauh bermain kurang lebih 2 mil dari kawasan ini.  Jadi   hiu paus ini bermain di tengah bukan di daerah teluknya. Begitu juga untuk  oceanic manta sebagai fauna penjelajah mungkin saja ada di situ karena mencari makan setelah itu pergi.  Bahkan di kawasan ini juga seringkali ditemukan lumba lumba yang lewat dan bermain.

Dugong yang ditemukan di laut pantai-Kastela foto Iki Tamanyira Dodoku Dive Centre

“Karena kaya keanekaragamanhayati laut  maka perlu ada perlindungan kawasan lautnya. Saat ini kawasan laut Ternate tidak masuk  kawasan konservasi perairan (KKP). Hal ini akan sangat rawan,” katanya.

Karena itu dia mengimbau Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara yang memiliki kewenangan  hingga 12 mil laut maka perlu segera memikirkan dan   memasukan kawasan laut Ternate sebagai kawasan konservasi.

Dia bilang, contoh saja di kawasan laut Taman Nukila  saat ini banyak hiu berjalan, tetapi tidak masuk kawasan konservasi sehingga terancam oleh mereka yang menangkap ikan, maupun aktivitas lainnya. Contoh lain katanya di kawasan laut Pulau  Hiri juga terdapat tempat bermain ikan duyung yang perlu dilindungi. Karena itu tidak ada alasan tidak memasukan kawasan laut Ternate dan sekitarnya sebagai kawasan konservasi perairan (KKP). “Kita berharap soal ini bisa direspon oleh DKP Provinsi dan instansi terkait lainnya agar laut dan keanekaragaman hayatinya bisa terlindungi,” katanya.  

Pelepasan-anak-penyu-di-pantai-Tobololo Ternate, foto Antara Andre

Selain berbagai jenis ikan dan hewan kharismatik, kekayaan laut lainnya adalah  terumbu karang. Menurut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melalui risetnya pada tahun 2012 di Perairan Ternate, Tidore dan sekitarnya memiliki kekayaan hayati laut yang tinggi dan dapat dipastikan bahwa perairan ini merupakan bagian dari pusat  kekayaan keanekaragaman laut dunia.

walking shark yang ditemukan di laut Ternate, foto Adit Nasijaha dive center

Berdasarkan data Pusat Oseanografi LIPI  terumbu karang di perairan Ternate, Tidore dan sekitarnya memiliki keanekaragaman karang relatif tinggi. Setidaknya berhasil dijumpai 144 jenis, yang termasuk dalam 44 marga dan 17 suku. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKP Walidata Informasi Geospasial Lamun dan Terumbu Karang

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 822
    • 0Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima mandat sebagai penyelenggara atau walidata informasi geospasial tematik (IGT) lamun dan terumbu karang di Indonesia. Sebelumnya mandat tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Oseanografi, BRIN (LIPI). Terumbu karang dan padang lamun adalah ekosistem yang sangat  berharga bagi kelangsungan hidup laut dan manusia. Kekayaan alam ini memberikan manfaat ekologi, ekonomi dan […]

  • Ikan Ngafi dan Udang yang Terus Menyusut di Kao Halmahera

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 776
    • 0Komentar

    Selasa (18/8) Sore itu, Meisar Hi Ngole ngole (60) sedang memishkan ikan ngafi (teri,red)  dengan jenis  lain yang  sudah kering dari tempat penjemuran.  Ikan ini adalah hasil tangkapan suaminya yang turun melaut pagi  akhir Agustus lalu. Hasil tangkapan hari itu  tidak cukup tiga kilogram. Ini setelah dibagi dengan 8 nelayan lainnya yang ikut  bersama  suaminya. […]

  • Percepat Pengakuan Hutan Adat, Pemerintah Daerah Harus Proaktif

    • calendar_month Sel, 13 Feb 2018
    • account_circle
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Pengakuan  dan perlindungan hak-hak masyarakat adat masih minim di negeri ini. Dalam dua tahun terakhir, kurang dari 50.000 hektar hutan adat mendapatkan penetapan dari 9,3 juta hektar pemetaan partisiatif yang diserahkan Badan Registrasi Wilayah Adat. Untuk itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diminta lebih aktif demi percepatan ini.  Di Provinsi Maluku Utara sendiri saat ini diusulkan […]

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    Banjir dan Longsor  Berulang  hingga Nelayan Terus  jadi Korban di Laut Hari jelang sore di Rabu (17/9/2025) itu, Salma M Arif dan suaminya Ongen Ramli warga Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate, berada di dalam rumah. Mereka  baru saja pulang ke rumah setelah  aktivitas di luar. Sore itu, berawan mesti seharian  tidak terjadi hujan. Tiba-tiba mereka […]

  • Ekowisata di Punggung Gamalama

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 806
    • 0Komentar

    Menikmati  Keindahan  Ternate dari  Puncak Hutan Pala dan Cengkih  Pagi jelang siang di pertengahan Juli lalu, ketika udara hutan pala dan cengkih masih  segar, saya  coba menyusuri  punggung Gunung Gamalama. Lokasi ini berada tepat di kawasan puncak Kelurahan Moya Kota Ternate Tengah Maluku Utara. Lokasi ini dalam beberapa  bulan belakangan  menjadi salah satu spot paling […]

  • Sampah dan Krisis Air Masalah Serius Ternate

    • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 861
    • 0Komentar

    Sampah yang muncul di kawasan pelabuhan Bastiong usai hujan

expand_less