Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
  • visibility 429

DARUBA— Direktur SDM dan Umum PT. Pelayaran Nasional Indonesia Detep Purwa Saputera  baru-baru ini berkunjung ke Daruba Kabupaten Pulau Morotai.

Kedatangan mereka disambut Pemkab Pulau Morotai  pihak Lanal Morotai dan Dishub Pulau Morotai  di ruang Kadis Pariwisata dan Kebudayaan.

Kedatangan mereka dalam rangka survei ekspedisi Pelayaran Nasional Indonesia ke Morotai, karena Morotai akan dijadikan sebagai rute pelayaran nasional. Ini merupakan program pemerintah pusat. Selain itu, sasarannya mendukung sektor pariwisata, perhubungan dan perikanan.

Detep Purwa Saputera dalam pertemuan itu, mengatakan, Morotai merupakan daerah strategis dalam membangun tiga sektor tersebut. Misalnya, morotai didorong sebagai sektor pariwisata dan layak sebagai destinasi dunia.  Ini karena Morotai memiliki nilai sejarah dan keindahan  dengan letaknya  yang sangat strategis.

Setelah itu, dia bersama rombongan berkunjung ke beberapa lokasi objek wisata  dan situs sejarah, seperti di museum Perang Dunia ke II, air kaca, Bandara Pitu dan ke Pulau Dodola sekaligus diving  melihat bawah laut. Mereka juga mencari tahu titik labuh dan rute masuk Kota Daruba. Hasil survei itu akan dilaporkan ke Kementerian Perhubungan untuk mengeluarkan jadwal rute pelayaran.

Bagi Pemkab  Morotai  mereka menyambut baik program Pemerintah Pusat yang akan menjadikan sebagai rute pelayana nasional. Artinya, Pemkab Pulau Morotai saat ini terus berupaya mendorong  daerah ini berkembang seperti daerah- daerah lain di Indonesia. 

Sektor wisata dan mengsinkronkan program dengan Kementerian Perikanan. Morotai sebagai basis maritim dan kami tetap berkomitmen mengangkat potensi objek wisata di pulau Morotai. Jika rute pelayaran nasional sudah berjalan, akan menguntungkan bagi daerah ini. 

Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Disparbud Pulau Morotai Arafik menambahkan, pihaknya memanfaatkan kunjungan itu, dengan membagikan spot-spot diving dalam bentuk brosur dan buku promosi pariwiata, sebagai referensi bahwa Morotai  memiliki kekayaan alam begitu banyak bias dijual ke kancah nasional maupun internasional.

.”Di bidang promosi kami bekerja sama dengan PT.Pelni bagian IT, dalam rangka mempromosikan potensi wisata di beberapa titik pelayaran nasional  ,”pungkasnya. (end/ici)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maluku Utara Masuk Wilayah Ancaman La Nina

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Desember- Januari  Curah Hujan Tinggi, Perlu Antisipasi Pemda Hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La-Nina sedang berkembang. Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati […]

  • Alihfungsi Lahan Penyebab Banjir di Halmahera Utara?

    • calendar_month Kam, 21 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Aktivitas penebangan di kawasan DAS Tiabo, foto Ahsun Inayah

  • Nikmati Tiga Mata Air di Hutan Mangrove Gamtala

    • calendar_month Jum, 4 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 459
    • 1Komentar

    Para pengunjung menikmati kawasan wisata hutan mangrove Gamtala

  • Sopik, Cara Orang Makean Tahane Jadikan Laut Sumber Keadilan

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Laut tidak hanya menyediakan sumber protein dan kekayaan lainnya bagi manusia. Dia juga menjadi pengadilan bagi sebagian orang di Tahane Pulau Makean/

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Banjir dan Longsor  Berulang  hingga Nelayan Terus  jadi Korban di Laut Hari jelang sore di Rabu (17/9/2025) itu, Salma M Arif dan suaminya Ongen Ramli warga Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate, berada di dalam rumah. Mereka  baru saja pulang ke rumah setelah  aktivitas di luar. Sore itu, berawan mesti seharian  tidak terjadi hujan. Tiba-tiba mereka […]

  • Cerita Kehancuran Pulau  di Halmahera dan Sulawesi Hadir Dalam Diskusi COP di  Brazil

    Cerita Kehancuran Pulau  di Halmahera dan Sulawesi Hadir Dalam Diskusi COP di  Brazil

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Nikel jadi Sumber Kehancuran Ruang Masayarakat Adat  Di tengah  gegap gempita janji-janji iklim yang digaungkan para pemimpin dunia dalam ruang-ruang negosiasi COP30 di Belém, Brazil, nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global. Dalam diskusi side event COP30 Centering Justice and Responsible Critical Minerals Governance di Ford Foundation Pavilion, suara-suara masyarakat […]

expand_less