Peneliti Unkhair Coba Domestikasi Kepiting Kenari di Gemia Patani
- account_circle Redaksi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 19

Tim peneliti sedang melakukan presentasi dan sosialiasi tentang kegiatan domestikasi yang akan dilaksanakan di Desa Memiya Patani HalmaheraTengah, foto dok pribadi
Halmaherapedia— Kepiting kenari atau birgus latro adalah salah satu sumber daya perikanan di Maluku Utara. Potensi ini berada di hamper semua pulau di Maluku Utara.salah satunya di Desa Gemia Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah.
Untuk mengelola secara berkelanjutan sumberdaya alam ini agar tidak habis di alam, maka perlu dilakukan pembudidayaan. Selama ini masyarakat masih mengandalkan tangkapan di alam, hal ini berpotensi menurunkan populasi dan mengancam keberlanjutan di alam.
Untuk menjaga tetap lestari dilakukan upaya domestikasi atau pembudidayaan. Caranya dilkukan pemijahan buatan dan pembesaran benih, rekayasa pakan, sampai berkembang menjadi dewasa.
Setidaknya hal ini dinisiasi oleh tim peneliti dari Fakultas Perikanan Univesitas Khairun Ternate yang terdri terdiri dari Dr. Mufti Abdul Murhum sebagai ketua, Dr. Waode Munaeni dan Dr. Aqshan S. Nurdin sebagai anggota
Mufti dan timnnya mengembangkan model penangkaran menggunakan wadah terkontrol (Birgus Tera Box) dengan rekayasa pakan buatan.

foto bersama tim peneliti Fakultas Perikanan Unkhair bersama warga penangkap kepiting kenari yang akan melakukan domestikasi, foto dok pribadi
Hasil penelitian tersebut saat ini diuji cobakan di masyarakat penangkap kepiting kelapa di Desa Gemia. “Kita berdayakan mereka dengan Kelompok Penangkar Kepiting Kelapa (B.latro),” katanya Mingggu (17/5/20206)
Melalui model budidaya berbasis Teknologi Tepat Guna di Desa Gemia, Halmahera Tengah”, skema pemberdayaan berbasis masyarakat dari pendanaan Bima Kementrian Ristekdikti tahun 2026 dapat dilaksanakan.
Menurut Mufti tujuan dan target kegiatan ini adalah berdayanya kelompok penangkaran dengan Teknologi Tepat Guna untuk meningkatkan produksi, pendapatan dan keberlanjutan usaha.
Kita awali dengan sosialisasi, koordinasi dan pelatihan pengguatan kapasitas mitra,”ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Pemerintah Desa tokoh masyarakat dan ketua/anggota kelompok.
Untuk selanjutnya akan ada kegiatan pendampingan teknis budidaya dan manajemen usaha mulai Mei hingga Desember nanti.(aji)
- Penulis: Redaksi
