Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Tekanan Ruang Hidup Ohongana Manyawa Disorot dalam Forum Mineral Kritis Multipihak

Tekanan Ruang Hidup Ohongana Manyawa Disorot dalam Forum Mineral Kritis Multipihak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 18

Ekspansi pertambangan masih menghadapi tantangan lingkungan dan sosial. Persoalan tersebut mencakup bencana ekologis di kawasan tambang nikel Sulawesi Tengah, tekanan terhadap ruang hidup masyarakat adat O’Hongana Manyawa di Halmahera Tengah, serta keselamatan pekerja.

Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Pembangunan (UN Special Rapporteur on the Right to Development), Surya Deva, mengingatkan bahwa transisi energi harus tetap menjamin hak masyarakat atas tanah, lingkungan yang sehat, dan keterlibatan dalam menentukan masa depan wilayahnya.

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 104 kecelakaan kerja di industri nikel selama 2019-2025 dengan 107 korban jiwa. Sementara itu, longsor tambang bawah tanah Freeport pada September 2025 menewaskan tujuh pekerja.

Isu strategis ini menjadi pembahasan dalam Forum Mineral Kritis Multipihak Indonesia 2026 yang diselenggarakan Koalisi Responsi Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Kamis, (5/10/2026) lalu di Ballroom Lantai 2 Widya Graha, Kawasan BRIN Gatot Subroto, Jakarta.

Dalam diskusi itu diulas soal percepatan hilirisasi mineral kritis Indonesia tidak cukup hanya mengejar peningkatan investasi dan nilai tambah industri.  Hal ini harus diiringi dengan tata kelola yang bertanggung jawab, perlindungan hak masyarakat, serta pemerataan manfaat ekonomi. Tanpa komitmen tersebut, ambisi Indonesia menjadi pemain utama rantai pasok mineral global berisiko memunculkan ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan.

Indonesia sendiri memiliki posisi strategis dalam rantai pasok mineral global, terutama nikel dengan produksi bijih mencapai 2,6 juta ton pada 2025 dan cadangan sekitar 62 juta ton. Kebijakan hilirisasi melalui pembatasan ekspor bahan mentah turut mendorong investasi pengolahan mineral yang sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau tumbuh 43,3 persen. Penguatan industri juga dilakukan melalui pembentukan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) dan Badan Industri Mineral (BIM), termasuk kerja sama pengolahan rare earth antara PT Timah dan Perminas di Bangka Belitung.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan mineral kritis dunia untuk mendukung transisi energi mendorong persaingan penguasaan rantai pasok global. Panel Mineral Kritis PBB memproyeksikan kebutuhan mineral kritis meningkat hampir tiga kali lipat pada 2030. Panel tersebut juga menekankan tujuh prinsip panduan, termasuk penghormatan HAM, pembagian manfaat ekonomi (benefit sharing), dan pembiayaan bertanggung jawab.

“Keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur dari besarnya investasi dan nilai ekspor. Pemerataan manfaat ekonomi serta perlindungan masyarakat terdampak harus menjadi indikator penting. Karena itu, pembiayaan perbankan perlu disertai uji tuntas HAM dan lingkungan, transparansi, serta akuntabilitas,” kata Direktur Eksekutif PRAKARSA sekaligus Koordinator Koalisi ResponsiBank Indonesia, Victoria Fanggidae dalam diskusi tersebut.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyoroti pentingnya dukungan riset dan inovasi dalam pengembangan industri mineral kritis. Riset diperlukan untuk mengidentifikasi dampak sosial dan ekologis secara menyeluruh, sekaligus mendorong teknologi pengolahan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menekankan pentingnya investasi hilirisasi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui forum ini, Koalisi ResponsiBank Indonesia mendorong empat agenda strategis, yaitu pelibatan generasi muda dalam kebijakan transisi energi, penguatan pengawasan masyarakat sipil terhadap pembiayaan mineral kritis, penerapan standar bisnis dan rantai pasok yang bertanggung jawab, serta pengembangan mekanisme pembagian manfaat ekonomi yang adil bagi daerah penghasil dan masyarakat terdampak.

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan bersama untuk memperkuat tata kelola mineral kritis Indonesia. Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi instrumen peningkatan investasi dan daya saing industri, tetapi juga mendorong transisi energi yang berkeadilan, melindungi lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (aji/rilis BRIN)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Optimisme Anak Muda Tentang Indonesia

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 798
    • 1Komentar

    Yakin Kebutuhan Dasar Terpenuhi, Sangat Prihatin Kondisi Politik dan Hukum Survei Optimisme 2022 yang digelar oleh GoodNews From Indonesia (GNFI) bekerjasama  dengan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), dirilis  hasilnya  dan didiskusikan Rabu (10/8/2022) lalu. Peluncuran dan diskusi secara online itu memaparkan hasil   survei itu  yang menyimpulkan  ada optimisme  dan keprihatinan di kalangan […]

  • Stadion Gelora Kie Raha

    Stadion Gelora Kie Raha

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Stadion Gelora Kie Raha yang telah direnovasi di Ternate, Maluku Utara, Minggu (24/11/2024).Stadion yang berkapasitas 15 ribu penonton itu sudah mulai digunakan Klub Malut United FC untuk latihan dan pertandingan liga satu, menyusul telah rampungnya renovasi stadion pada akhir Oktober 2024 oleh PT. Mineral Trobos.FOtO/ADEX  

  • SMART Patrol Tools Perlindungan dan Pemantauan Biodiversitas

    • calendar_month Kam, 23 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Sesuai Dokumen Rencana Aksi dan Strategi Biodiversitas Indonesia 2015-2020,  Indonesia  memiliki keunikan geologi dan ekosistem. Hal ini yang menyebabkan endemisitas satwa liar menjadi tinggi. Endemisitas jenis satwa liar ini tertinggi di dunia untuk kelas burung, mamalia, reptil dan amfibi. Satwa liar endemis Indonesia diperkirakan berjumlah masing-masing 270 jenis mamalia, 386 jenis burung, 328 jenis reptil […]

  • Warga Protes Pembangunan Jetty di Lalubi Gane

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 902
    • 1Komentar

    Jetty atau dermaga yang dibangun perusahaan jasa konstruksi di kawasan pantai Gorua Lalubi Gane Timur foto Asrul Lamunu

  • PakaTiva Kumpul Kaum Muda Belajar Climate Change  

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas  aktivis lingkungan Maluku Utara akan dikumpulkan untuk diberi pemahaman menyangkut dampak perubahan iklim  (climate change,red)  yang saat ini melanda dunia. Pertemuan dalam bentuk  Kelas Camp Kaum Muda Estuaria   ini  akan dilaksanakan selama 3 hari. Mereka   akan diberi penyadaran dan pengetahuan  terkait penyelamatan  hutan tersisa di Maluku Utara.Sebagai bagian […]

  • 65 Ekor Paruh Bengkok Pulang ke Habitatnya

    • calendar_month Jum, 2 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Bersiap siap untuk kegiatan lepasliaran. Berbagai pihak yang hadir bersiap melepas burung tersebut ke alam liar. Foto Seksi KSDA Wilayah Ternate

expand_less