Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » 65 Ekor Paruh Bengkok Pulang ke Habitatnya

65 Ekor Paruh Bengkok Pulang ke Habitatnya

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 2 Apr 2021
  • visibility 532

Burung paruh bengkok yang dipelihara atau diperjualbelikan  orang tidak bertanggung jawab  ternyata masih sangat banyak. Buktinya  di masa pandemic ini petugas terus mengamankan   hasil sitaan  hingga puluhan ekor.  Selasa 30/3/2021)  pekan ini ada  65 ekor paruh bengkok hasil sitaan  itu telah lepasliar  ke habitatnya.    Paruh bengkok  itu   terdiri dari, 16 ekor Kakatua Putih (Cacatua alba), 31 ekor Kasturi Ternate (Lorius garrulus), 3 ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata) dan 15 ekor Nuri Bayan (Eclectus roratus).

Burung-burung ini lepasliar  di kawasan  hutan  Bukit Tanah Putih, Desa Domato, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat.

Kepala  Seksi Konservasi Wilayah I Ternate Abas Hurasan menjelaskan, satwa-satwa yang dilepasliarkan ini merupakan hasil sitaan, temuan serta penyerahan dari TNI, POLRI, masyarakat serta hasil pengamanan petugas POLHUT BKSDA Maluku lingkup Seksi Konservasi Wilayah I Ternate.

Sebelum lepasliar, satwa-satwa tersebut telah menjalani proses rehabilitasi di Kandang Transit SKW I Ternate selama kurang lebih  4 bulan. Selanjutnya melalui pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dinyatakan sehat, serta menjalani proses habituasi selama   dua hari di kandang habituasi yang telah disiapkan.

 Usai proses itu selanjutnya dilakukan proses lepasliaran. Abas Hurasan bilang  lepasliaran  paruh bengkok di tahun 2021 ini   merupakan yang  pertama. Sebelumnya    Januari lalu, Seksi  BKSDA Ternate juga melakukan lepasliar dua ekor elang bondol di daerah kawasan wisata Jikomalamo Kota Ternate.

Dia bilang lagi, untuk jenis paruh bengkok yang belum lepasliar dan  masih dirawat di kendang transit saat ini masih ada lebih dari 30 ekor.   Satwa ini masih akan dirawat  hingga pulih dan siap dipulangkan ke habitat aslinya.  “Yang ada iru semua  adalah hasil penyerahan dari warga, aparat TNI maupun pihak kepolisian,” jelas Abas.  

 Abas juga  bilang saat   lepasliaran  di  Batu Putih Sidangoli Halmahera Barat itu juga,  bertepatan dengan  kunjungan kerja  Kepala Balai KSDA Maluku,   Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M.Si.

 Dany H Pattipeilohy yang hadir dan melakukan proses lepasliaran  di Saidangoli  mengatakan, kegiatan  ini merupakan sebuah aksi konservasi yang dilakukan  menyongsong Hari Konservasi Alam Nasional yang  dirayakan tiap tahun  pada 10 Agustus.

Dia bilang lagi, satwa-satwa liar ini merupakan warisan sehingga diharapkan keterlibatan seluruh pihak terkait untuk menjaga dan melestarikannya.

“Karena warisan untuk anak cucu apabila ditemukan indikasi ada pengumpulan satwa liar dalam jumlah besar dapat dilaporkan kepada petugas untuk dilakukan penindakan, ” harapnya.

Bahkan katanya, kegiatan pelepasliaran ini akan memberikan dampak terhadap kelestarian satwa-satwa tersebut di habitatnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, petugas dari berbagau pihak, mulai dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Camat Jailolo Selatan, Danramil Jailolo Selatan, Kapolsek Jailolo Selatan, Perwakilan KPH Halmahera Barat, Kepala Desa Domato serta seluruh personil SKW I Ternate. (*) 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampus Wajib Implementasikan Pendidikan Antikorupsi

    • calendar_month Jum, 11 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 578
    • 1Komentar

    Kegiatan seminar antikorupsi oleh KPK dan kampus di Bali, foto KPK

  • Ini Hasil Kajian Climate Right Internasional

    • calendar_month Kam, 18 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 793
    • 1Komentar

    Proyek Nikel Raksasa di Halmahera Rusak  Lingkungan, Iklim dan  Pelanggaran HAM Hasil kajian yang dikeluarkan Climate Right Internasional di Jakarta pada Kamis 17 Januari 2024  menyebutkan  industri nikel raksasa bernilai milyaran dollar di Maluku Utara dan pertambangan nikel di sekitarnya telah melanggar hak asasi penduduk lokal, termasuk Masyarakat Adat, menyebabkan deforestasi yang signifikan, pencemaran udara […]

  • Bank Indonesia umumkan uang beredar di masyarakat

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Petugas menghitung uang pecahan milik nasabah di salah satu agen BRILink di Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/10/2025).Bank Indonesia (BI) mengumumkan uang beredar di masyarakat M2 pada Agustus 2025 sebesar Rp 9.657,1 triliun atau tumbuh 7,6 persen tumbuh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 6,6 persen yang didorong uang beredar sempit (M1) sebesar 10,5 persen dan […]

  • Dugaan Korupsi Gubernur Malut, KPK Harus Sasar Praktik Korupsi Sektor Tambang  

    • calendar_month Sen, 25 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 713
    • 3Komentar

    Thabrani: Petinggi Harita Tersangka jadi Jalan Masuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK), sebagai tersangka korupsi lelang jabatan dan pengadaan barang dan jasa. KPK telah menetapkan 7 orang tersangka yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 18 Desember 2023 lalu. Selain Gubernur  Malut, ada  6 tersangka lainnya, […]

  • Galala, Identitas Kampung yang Terancam Punah

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 1.237
    • 2Komentar

    Daun Pohon Galala

  • Jalan Pendek

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
    • account_circle
    • visibility 853
    • 1Komentar

    Sketsa Kehidupan di Pulau Hiri Siang itu saya dan dua kawan jalan-jalan ke Pulau Hiri. Pulau kecil yang letaknya dekat dengan pulau Ternate. Hanya 20 menit menyeberangi pulau itu menggunakan perahu motor. Pulau Hiri masih terjaga, tradisi dan budayanya. Meskipun struktur geografis di pulau tersebut tidak jauh beda dengan pulau-pulau lain di Maluku Utara, namun […]

expand_less