Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Ini Optimisme Anak Muda Tentang Indonesia

Ini Optimisme Anak Muda Tentang Indonesia

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
  • visibility 270

Yakin Kebutuhan Dasar Terpenuhi, Sangat Prihatin Kondisi Politik dan Hukum

Survei Optimisme 2022 yang digelar oleh GoodNews From Indonesia (GNFI) bekerjasama  dengan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), dirilis  hasilnya  dan didiskusikan Rabu (10/8/2022) lalu.

Peluncuran dan diskusi secara online itu memaparkan hasil   survei itu  yang menyimpulkan  ada optimisme  dan keprihatinan di kalangan anak muda. Di mana dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar penduduk  bisa, kaum muda yakin bisa dipenuhi tetapi dalam urusan politik dan hokum sangat memprihatinkan.  

Akhyari Hananto

Founder GNFI Akhyari Hananto menjelaskan,  usai melalui situasi pelik akibat pandemi selama dua tahun terakhir, kini kasus positif COVID-19 kian menurun. Melihat perkembangan yang berangsur pulih dan membaik, GNFI

melalui survei ini mencoba mengulik pemikiran terkini para pemuda bangsa dan pengaruh pandemi terhadap dinamika kehidupan masyarakat, khususnya dalam hal pandangan akan  masa depan Indonesia di berbagai sektor kehidupan.

Jika dilakukan kilas balik  tahun sebelumnya, dalam survei yang sama, sebanyak 72 persen responden menjawab optimis dengan keadaan Indonesia di masa mendatang. Meski berada di tengah pandemi yang penuh ketidakpastian, justru ada kenaikan tingkat optimisme dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur ini, untuk pertama kalinya, Indonesia menerima kepercayaan untuk memegang Presidensi Group of 20 (G20) yang akan

berpengaruh pada tingkat optimisme generasi muda. Terlebih menurut prediksi, Indonesia  pada 2030 hingga 2040 mendatang akan mengalami masa bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif lebih banyak.  

“Survei ini termasuk bagian kecil dari usaha GoodNews From Indonesia untuk mengetahui pendapat kawan-kawan akan hal yang sudah bagus dan hal yang perlu kita perbaiki atau tingkatkan. Kemudian, bersama dengan elemen bangsa yang lain, bergerak ke depan mengajak

yang masih tertinggal dan menyambut Indonesia

yang terus lebih baik di masa yang akan datang,” kata Akhyari.

Senada, CEO GNFI Wahyu Aji yang memoderatori acara  bilang, survei ini merupakan strategi pemetaan atau mapping sehingga masyarakat Indonesia lebih memahami

 bagian yang perlu ditingkatkan sebagai kekuatan. Lalu, jika ada hasil yang pesimis, nantinya akan mengetahui upaya yang perlu  dilakukan untuk memperbaikinya.

Peluncuran dan diskusi online yang  turut dihadiri, Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko  menyampaikan bahwa Indonesia 2045 harus menuju ke negara maju. Jangan sampai terjebak dalam middle

income trap. Jika masih terjebak, akan sulit melompat lagi.  

Moeldoko selalu mengingatkan bahwa generasi muda punya ruang yang sangat luas.  “Entah di mana dan dari mana mereka berasal, tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam meraih mimpinya. Indonesia sebagai negara hukum harus memperlakukan sama,” katanya.

Sementara menurut penyaji hasil survei, Kunto Adi Wibowo sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Survei

KedaiKOPI sekaligus Peneliti Komunikasi dan Media, survei berhasil mengumpulkan 906 responden. Komposisinya terbagi atas perempuan 58,9 persen dan laki-laki 41,1 persen,  dengan generasi Y (25-40 tahun) 58,4 persen dan generasi Z (17-24 tahun) 41,6 persen.

Dari sisi demografi tertinggi pendidikan tamat SLTA sederajat (52,3 persen), pekerjaan  sebagai karyawan swasta (30,7 persen), hingga socio-economic status (SES) AB dengan  pendapatan di atas Rp3.000.000 (36,5 persen).

Adapun Survei Optimisme Generasi Muda Indonesia 2022 terbagi ke dalam 5 isu utama,  yakni Kebutuhan Dasar, Pendidikan dan Kebudayaan, Ekonomi dan Kesehatan, Kehidupan  Sosial, serta Politik dan Hukum.

Generasi Muda Sangat Optimis pada Sektor Kebutuhan Dasar

Hasil survei mengungkapkan bahwa tingkat optimisme generasi muda yang paling tinggi berada pada sektor kebutuhan dasar, mencakup aspek pemenuhan gizi seimbang untuk diri  sendiri, pasangan, dan anak serta pembelian pakaian dan rumah yang layak di masa depan.

Tepatnya, 81,5 persen responden mengaku optimis.

Dari hasil tersebut, generasi muda terlihat optimis dalam 4 (empat) sektor, yakni kebutuhan dasar, pendidikan dan kebudayaan, ekonomi dan kesehatan, serta kehidupan sosial karena hasil net indeks melampaui di atas 50 persen. Namun, generasi muda cenderung pesimis  pada sektor hukum dan politik.

Menurut Indra Dwi Prasetyo selaku Co Chair Y20 Indonesia 2022, generasi muda Indonesia masih memiliki

optimisme di tengah bombardir berita  akan ketidakpastian global. “Saya berpikir tentang bagaimana

menangkap optimisme ini. Pada akhirnya, ini adalah

mesin yang siap untuk berlari kencang, entah kendala apapun di depan jalan. Teman muda di daerah pun menangkap semangat G20 yang luar biasa masif. Fokus pada penyediaan isu skill, kami percaya bahwa isu skill di

masa depan harus disiapkan. Jika tidak, kita tidak bisa berlari dan beralih dari teknologi sederhana ke teknologi lebih advance.

Rendahnya Optimisme Generasi Muda pada Politik dan Hukum

Menurut pemaparan sebelumnya, sektor politik dan hukum masih menduduki tingkat terendah. Artinya, hanya 16,0 persen generasi muda yang optimis bahwa Indonesia mampu menegakan hukum secara tidak diskriminatif serta menerapkan sistem pemerintahan yang bersih, baik, dan transparan di masa depan.

Generasi muda cenderung pesimis pada sektor tersebut karena berdasarkan hasil net indeks, tingkat optimisme ini mengalami penurunan angka yang terbilang drastis, hanya

sebesar -10,2 persen dari 28,1 persen. Tingginya praktek korupsi di Indonesia termasuk alasan utama penguat sektor politik dan hukum memiliki tingkat optimisme rendah daripada sektor lainnya. Namun, Hendri Satrio selaku Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI memandang, pada saat indeks optimisme hukum dan politik menurun, bukan berarti semuanya negatif. Mungkin saja ada keberanian melaporkan yang akhirnya menguak berbagai hal. Saat keberanian berpendapat muncul, maka akan ada gerakan perubahan yang terlihat. Itu nampaknya dibaca oleh generasi muda sebagai hal yang optimis.”

“Kita harus melakukan penggalian data dari beberapa hal yang ada di sini, bukan hanya tentang politik dan hukum, tetapi bisa pula keberadaban di media sosial. Generasi muda kitapun menyoroti hal tersebut, sangat dibutuhkan kedewasaan dalam mengungkapkan apapun yang ada di dalam pikiran,” tandasnya.

Isu Perhatian dan Rencana Prioritas Masa Depan

Survei pun berusaha mengulik permasalahan utama yang tengah Indonesia hadapi. Generasi muda pada 2022 memerhatikan 3 (tiga) isu utama, yaitu pelecehan seksual,

penyebaran berita hoax atau konten yang tidak memberikan manfaat, serta lapangan pekerjaan yang sulit.

Menanggapi hal tersebut,Rahayu Saraswati selaku Founder dan Chairwoman Parinama Astha Foundation berusaha fokus hal positif terlebih dahulu yang akan menguatkan Indonesia sehingga tidak patah semangat. Baginya, optimisme berarti generasi muda mau melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan.

“Saat ini, isu top of mind atau paling memprihatinkan bagi generasi muda adalah pelecehan seksual. Berarti sudah banyak yang sadar. Kita sebagai aktivis telah menjalankan tugas untuk mengedukasi masyarakat tentang permasalahan kekerasan seksual di Indonesia, fenomena gunung es yang akan berdampak pada perdagangan dan eksploitasi seksual.

Optimismenya, lebih banyak kasus terungkap merupakan hal baik. Masyarakat memiliki perasaan berani untuk melaporkan, tidak ada lagi ketakutan, menahan diri, dan malu,” ungkap Rahayu.

Sementara itu, rencana prioritas pada tahun yang akan datang, generasi muda ingin sukses mendapatkan pekerjaan atau membangun karier, memiliki atau meneruskan usaha, hingga melanjutkan atau menyelesaikan pendidikan.

Hasil survei optimisme dirilis melalui kanal media sosial GNFI (Instagram, Twitter, Facebook, Youtube) dan YouTube KedaiKOPI. Jika ingin membaca hasil lengkap dari Survei Optimisme Generasi Muda Indonesia 2022, Goodmates dapat mengunduh di sini.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bokimoruru Aset Kawasan Lindung Geologi di Halmahera

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Sungaun Fio Bokimoruru foto Adlun Fikri

  • Ini Penjelasan Masyarakat Speleologi Indonesia Soal Bokimoruru

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 332
    • 1Komentar

    Masyarakat Speleologi Indonesia (MSI) yang memiliki spesifikasi keilmuan mempelajari gua termasuk  proses pembuatan dan lingkungannya   melihat kasus di Sungai Sagea dan Goa Bokimoruru  penting diberitanggapan. Melalui rilis MSI yang diterima kabarpulau.co.id/ Kamis (7/9/2023) menyampaikan  bahwa Gua Bokimoruru adalah Salah Satu Sistem Gua Sungai Bawah Tanah Terpanjang  di Indonesia. Gua  di Pulau Halmahera itu  saat ini tercemar  diduga […]

  • Bangun IPAH di Pulau Kecil dan Terluar

    • calendar_month Rab, 30 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Besa Ma Cahaya Bangun 6 Unit di Kecamatan Batang Dua Kota Ternate Besa Macahaya dalam bahasa Ternate berarti cahaya hujan  adalah  komunitas  yang bergerak dalam gerakan panen air hujan. Gerakan ini dinamai Sedekah Air Hujan. Melalui donasi dari berbagai pihak lembaga ini sudah membantu warga di beberapa pulau di Maluku Utara.   Sampai saat ini, Besa […]

  • Tumbuhnya Tambang, Tumbangnya Pulau

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Oleh: Herman Oesman Dosen Sosiologi FISIP UMMU Pulau-pulau kecil di Indonesia telah lama menjadi ruang hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan pada laut, hutan, dan tanah. Namun, dalam dua dekade terakhir, pesona kandungan mineral yang terkubur di dalam perut bumi pulau-pulau itu menjelma menjadi kutukan. Ekspansi tambang besar-besaran yang didorong oleh kepentingan ekonomi nasional justru […]

  • Suara Kaum Disabilitas dari Ternate untuk Keadilan Iklim Dunia

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Dampak perubahan iklim  bisa menghantam berbagai kelompok. Tidak hanya petani, nelayan, kaum buruh, perempuan dan anak-anak. Salah satu yang turut merasakan  hasil dari proses industrialisasi itu adalah kaum difabel/disabilitas. Sebagai kelompok yang memiliki kebutuhan khusus mereka sangat terdampak dengan  perubahan iklim yang terjadi saat ini. Apalagi untuk mereka yang berada di pesisir dan pulau-pulau seperti […]

  • Kayu Besi di Hutan Halmahera yang Terancam  

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena kekerasannya, di wilayah Maluku, Maluku Utara  dan Papua barat  juga dinamai  kayu besi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan peraturan yang dikhawatirkan mengancam keanekaragaman hayati dan ekologi hutan. Melalui Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 […]

expand_less