Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Ini Optimisme Anak Muda Tentang Indonesia

Ini Optimisme Anak Muda Tentang Indonesia

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
  • visibility 664

Yakin Kebutuhan Dasar Terpenuhi, Sangat Prihatin Kondisi Politik dan Hukum

Survei Optimisme 2022 yang digelar oleh GoodNews From Indonesia (GNFI) bekerjasama  dengan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), dirilis  hasilnya  dan didiskusikan Rabu (10/8/2022) lalu.

Peluncuran dan diskusi secara online itu memaparkan hasil   survei itu  yang menyimpulkan  ada optimisme  dan keprihatinan di kalangan anak muda. Di mana dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar penduduk  bisa, kaum muda yakin bisa dipenuhi tetapi dalam urusan politik dan hokum sangat memprihatinkan.  

Akhyari Hananto

Founder GNFI Akhyari Hananto menjelaskan,  usai melalui situasi pelik akibat pandemi selama dua tahun terakhir, kini kasus positif COVID-19 kian menurun. Melihat perkembangan yang berangsur pulih dan membaik, GNFI

melalui survei ini mencoba mengulik pemikiran terkini para pemuda bangsa dan pengaruh pandemi terhadap dinamika kehidupan masyarakat, khususnya dalam hal pandangan akan  masa depan Indonesia di berbagai sektor kehidupan.

Jika dilakukan kilas balik  tahun sebelumnya, dalam survei yang sama, sebanyak 72 persen responden menjawab optimis dengan keadaan Indonesia di masa mendatang. Meski berada di tengah pandemi yang penuh ketidakpastian, justru ada kenaikan tingkat optimisme dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur ini, untuk pertama kalinya, Indonesia menerima kepercayaan untuk memegang Presidensi Group of 20 (G20) yang akan

berpengaruh pada tingkat optimisme generasi muda. Terlebih menurut prediksi, Indonesia  pada 2030 hingga 2040 mendatang akan mengalami masa bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif lebih banyak.  

“Survei ini termasuk bagian kecil dari usaha GoodNews From Indonesia untuk mengetahui pendapat kawan-kawan akan hal yang sudah bagus dan hal yang perlu kita perbaiki atau tingkatkan. Kemudian, bersama dengan elemen bangsa yang lain, bergerak ke depan mengajak

yang masih tertinggal dan menyambut Indonesia

yang terus lebih baik di masa yang akan datang,” kata Akhyari.

Senada, CEO GNFI Wahyu Aji yang memoderatori acara  bilang, survei ini merupakan strategi pemetaan atau mapping sehingga masyarakat Indonesia lebih memahami

 bagian yang perlu ditingkatkan sebagai kekuatan. Lalu, jika ada hasil yang pesimis, nantinya akan mengetahui upaya yang perlu  dilakukan untuk memperbaikinya.

Peluncuran dan diskusi online yang  turut dihadiri, Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko  menyampaikan bahwa Indonesia 2045 harus menuju ke negara maju. Jangan sampai terjebak dalam middle

income trap. Jika masih terjebak, akan sulit melompat lagi.  

Moeldoko selalu mengingatkan bahwa generasi muda punya ruang yang sangat luas.  “Entah di mana dan dari mana mereka berasal, tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam meraih mimpinya. Indonesia sebagai negara hukum harus memperlakukan sama,” katanya.

Sementara menurut penyaji hasil survei, Kunto Adi Wibowo sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Survei

KedaiKOPI sekaligus Peneliti Komunikasi dan Media, survei berhasil mengumpulkan 906 responden. Komposisinya terbagi atas perempuan 58,9 persen dan laki-laki 41,1 persen,  dengan generasi Y (25-40 tahun) 58,4 persen dan generasi Z (17-24 tahun) 41,6 persen.

Dari sisi demografi tertinggi pendidikan tamat SLTA sederajat (52,3 persen), pekerjaan  sebagai karyawan swasta (30,7 persen), hingga socio-economic status (SES) AB dengan  pendapatan di atas Rp3.000.000 (36,5 persen).

Adapun Survei Optimisme Generasi Muda Indonesia 2022 terbagi ke dalam 5 isu utama,  yakni Kebutuhan Dasar, Pendidikan dan Kebudayaan, Ekonomi dan Kesehatan, Kehidupan  Sosial, serta Politik dan Hukum.

Generasi Muda Sangat Optimis pada Sektor Kebutuhan Dasar

Hasil survei mengungkapkan bahwa tingkat optimisme generasi muda yang paling tinggi berada pada sektor kebutuhan dasar, mencakup aspek pemenuhan gizi seimbang untuk diri  sendiri, pasangan, dan anak serta pembelian pakaian dan rumah yang layak di masa depan.

Tepatnya, 81,5 persen responden mengaku optimis.

Dari hasil tersebut, generasi muda terlihat optimis dalam 4 (empat) sektor, yakni kebutuhan dasar, pendidikan dan kebudayaan, ekonomi dan kesehatan, serta kehidupan sosial karena hasil net indeks melampaui di atas 50 persen. Namun, generasi muda cenderung pesimis  pada sektor hukum dan politik.

Menurut Indra Dwi Prasetyo selaku Co Chair Y20 Indonesia 2022, generasi muda Indonesia masih memiliki

optimisme di tengah bombardir berita  akan ketidakpastian global. “Saya berpikir tentang bagaimana

menangkap optimisme ini. Pada akhirnya, ini adalah

mesin yang siap untuk berlari kencang, entah kendala apapun di depan jalan. Teman muda di daerah pun menangkap semangat G20 yang luar biasa masif. Fokus pada penyediaan isu skill, kami percaya bahwa isu skill di

masa depan harus disiapkan. Jika tidak, kita tidak bisa berlari dan beralih dari teknologi sederhana ke teknologi lebih advance.

Rendahnya Optimisme Generasi Muda pada Politik dan Hukum

Menurut pemaparan sebelumnya, sektor politik dan hukum masih menduduki tingkat terendah. Artinya, hanya 16,0 persen generasi muda yang optimis bahwa Indonesia mampu menegakan hukum secara tidak diskriminatif serta menerapkan sistem pemerintahan yang bersih, baik, dan transparan di masa depan.

Generasi muda cenderung pesimis pada sektor tersebut karena berdasarkan hasil net indeks, tingkat optimisme ini mengalami penurunan angka yang terbilang drastis, hanya

sebesar -10,2 persen dari 28,1 persen. Tingginya praktek korupsi di Indonesia termasuk alasan utama penguat sektor politik dan hukum memiliki tingkat optimisme rendah daripada sektor lainnya. Namun, Hendri Satrio selaku Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI memandang, pada saat indeks optimisme hukum dan politik menurun, bukan berarti semuanya negatif. Mungkin saja ada keberanian melaporkan yang akhirnya menguak berbagai hal. Saat keberanian berpendapat muncul, maka akan ada gerakan perubahan yang terlihat. Itu nampaknya dibaca oleh generasi muda sebagai hal yang optimis.”

“Kita harus melakukan penggalian data dari beberapa hal yang ada di sini, bukan hanya tentang politik dan hukum, tetapi bisa pula keberadaban di media sosial. Generasi muda kitapun menyoroti hal tersebut, sangat dibutuhkan kedewasaan dalam mengungkapkan apapun yang ada di dalam pikiran,” tandasnya.

Isu Perhatian dan Rencana Prioritas Masa Depan

Survei pun berusaha mengulik permasalahan utama yang tengah Indonesia hadapi. Generasi muda pada 2022 memerhatikan 3 (tiga) isu utama, yaitu pelecehan seksual,

penyebaran berita hoax atau konten yang tidak memberikan manfaat, serta lapangan pekerjaan yang sulit.

Menanggapi hal tersebut,Rahayu Saraswati selaku Founder dan Chairwoman Parinama Astha Foundation berusaha fokus hal positif terlebih dahulu yang akan menguatkan Indonesia sehingga tidak patah semangat. Baginya, optimisme berarti generasi muda mau melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan.

“Saat ini, isu top of mind atau paling memprihatinkan bagi generasi muda adalah pelecehan seksual. Berarti sudah banyak yang sadar. Kita sebagai aktivis telah menjalankan tugas untuk mengedukasi masyarakat tentang permasalahan kekerasan seksual di Indonesia, fenomena gunung es yang akan berdampak pada perdagangan dan eksploitasi seksual.

Optimismenya, lebih banyak kasus terungkap merupakan hal baik. Masyarakat memiliki perasaan berani untuk melaporkan, tidak ada lagi ketakutan, menahan diri, dan malu,” ungkap Rahayu.

Sementara itu, rencana prioritas pada tahun yang akan datang, generasi muda ingin sukses mendapatkan pekerjaan atau membangun karier, memiliki atau meneruskan usaha, hingga melanjutkan atau menyelesaikan pendidikan.

Hasil survei optimisme dirilis melalui kanal media sosial GNFI (Instagram, Twitter, Facebook, Youtube) dan YouTube KedaiKOPI. Jika ingin membaca hasil lengkap dari Survei Optimisme Generasi Muda Indonesia 2022, Goodmates dapat mengunduh di sini.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Masalah Warga Pulau Kecil di Halmahera Selatan  

    • calendar_month Jum, 4 Feb 2022
    • account_circle
    • visibility 797
    • 1Komentar

    Tambyambut atan perahu desa Hatejawa Moari yang tenggelam jika air pasang. Terlihat anak anak desa ini berdiri menyambut speed boat yang akan sandar di tambatan perahu desa ini

  • Hilangnya Tradisi Padi Ladang di Halmahera (1)

    Hilangnya Tradisi Padi Ladang di Halmahera (1)

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Pukul 10.30 WIT jelang siang itu,  matahari belum begitu terik. Muddin Hasan (69) beristrihat sejenak di sebuah jojaga-rumah kebun, setelah sejak pagi menyiangi  padi yang ditumpangsarikan dengan jagung, cabe, terong dan kangkung. Hari itu meski suasana Idul Fitri belum sepenuhnya berakhir, dia tetap ke kebun merawat tanaman di kebunnya. “Torang pe karja  bakobong ini sudah. […]

  • Jumlah Pulau di Maluku Utara Bertambah

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 1.349
    • 1Komentar

    Dari 805 Jadi 1080 Pulau, Terbanyak di Halmahera Selatan Julukan negeri seribu pulau bagi Maluku Utara  benar adanya. Pasalnya jumlah pulau di daerah ini yang sebelumnya sesuai data resmi pemerintah hanya 805,   telah berubah menjadi 1080 pulau. Data ini berubah berdasarkan hasil revisi yang  dilakukan Badan Informasi Geospasial (BIG). Perubahan data jumlah pulau ini, juga […]

  • Negara Tetapkan Bidadari Halmahera sebagai SDG Penting

    Negara Tetapkan Bidadari Halmahera sebagai SDG Penting

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Semioptera wallacii atau Burung Bidadari Halmahera adalah salah satu spesies burung endemik Pulau Halmahera, Maluku Utara. Burung yang  sudah menjadi ikon itu, kini telah tercatat secara resmi sebagai Sumber Daya Genetik (SDG).Dengan begitu  burung ini memperoleh pelindungan dari negara melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Burung yang dikenal karena keindahan dengan mahkota berwarna […]

  • Perkici dada-merah Sangat Terancam

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 672
    • 0Komentar

    Nuri Ternate yang dilepasliarkan setelah di tempatkan di kandang transit Ternte

  • Keppres Moratorium Sawit Segera Terbit?

    • calendar_month Jum, 26 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Ini Poin- poinnya   Ini kabar baik bagi warga Maluku Utara yang saat ini sedang  berjuang membebaskan daerahnya dari  industry perkebunan sawit. Pasalnya, saat ini  sedang digodok inpres yang mengatur tentang  moratorium perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Seperti dilansir )Mongabay.co.id http://www.mongabay.co.id/2018/01/25/moratorium-sawit-segera-terbit-berikut-poin-poin-draf-inpresnya/) Setelah hampir dua tahun—sejak April 2016– rencana pemerintah keluarkan aturan tunda sementara (moratorium) izin […]

expand_less