Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Anak Muda Ternate akan Dapat Ilmu Gratis Soal Medsos

Anak Muda Ternate akan Dapat Ilmu Gratis Soal Medsos

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 30 Nov 2018
  • visibility 277

Kolaborasi  Greeneration- Kedubes Amerika dan  Kabarpulau   

Sebuah kesempatan langka diperoleh anak muda Ternate dan sekitarnya. Di tengah perkembangan  internet yang luar biasa,  diikuti hadirnya media social  dalam keseharian hidup masyarakat,    sangat rugi jika  tidak menambah pengetahuan soal pemanfaatannya.

Untuk menambah pengetahuan itu tiga lembaga berkolaborasi mendatangkan pemateri untuk kegiatan tersebut.  Kerjasama Greeneration Foundation  Kedutaan Besar Amerika dan Kabarpulau.com menghadirkan  lokakarya Social Media for Social Good atau #SocMed 4SocGood di Ternate. Dengan    tema “The Role of Millenials in Promoting Culture & Diversity Through Social Media akan digelar Sabtu (1/12) pagi  di Aula Kantor Wali Kota Ternate.

Lalu  kenapa program ini  hadir?  Sebenrnya ini tidak terlepas dari peran pengguna internet yang semakin meningkat dan tingginya pengguna media sosial di Indonesia.    Akhyari Hananto – Founder Good News From Indonesia yang juga  nanti menjadi narasumber dalam    #SocMed4SocGood    pernah mengatakan bahwa,   pengguna internet di Indonesia mencapai  127 juta orang, di mana  55% nya  anak muda dengan rentang usia 18 sampai 25 tahun. Sedangkan total  pengguna media sosial di indonesia mencapai 110 juta pengguna. Sebuah perusahaan riset dan analisis dari Inggris, TNS, menyebutkan   Indonesia berada di peringkat ke-3 pengguna Instagram. Data lain menyebutkan   Indonesia merupakan pengguna terbesar ke-3 Twitter, dan pengguna terbesar ke-4 media social Facebook.

Survei yang dipresentasikan  Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII)  tercatat  sekitar 86,3 juta orang atau 65 persen dari angka total pengguna internet  2017 berada di Pulau Jawa. Begitu pun penggunaan media sosial yang masih didominasi kalangan anak muda dan di kawasan perkotaan seperti Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa.

Sementara di daerah-daerah dan pulau lain pengguna media sosial masih relatif rendah, padahal di beberapa daerah  itu  memiliki potensi keberagaman budaya yang sangat menarik untuk dipromosikan. “Program ini hadir  mengajak dan memberikan wawasan kepada masyarakat lokal, baik individu maupun komunitas dari berbagai sektor dan latar belakang  memanfaatkan kekuatan teknologi digital sehingga mampu berperan dalam promosi budaya maupun mengatasi permasalahan local atau nasional yang dihadapi,” ujarnya.

Sebelumnya menurut Program Manager Greeneration Foundation Saiful Hamdi kegiatan yang sama dilaksanakan di  Banjarmasin, Bangka Belitung, Ambon, dan Medan.   Ternate merupakan kota terakhir  SocMed4SocGood pada tahun 2018. Kegiatan di Ternate ini  berkerjasama dengan Kabar Pulau sebagai mitra  dengan  mengundang 150 peserta yang merupakan pegiat media sosial di Ternate, yang mendaftar terlebih dahulu melalui form pendaftaran online. “Tahun lalu lokakarya ini sudah mengaktifkan 1.050 peserta #SocMed4SocGood 2017 di 7 kota, dengan menghadirkan lebih dari 12 narasumber gerakan sosial di Indonesia dan mencapai lebih dari 50 juta impresi di media social dengan tagar #SocMed4SocGood. “Harapan kami   lokakarya di 6 kota   tahun ini semakin banyak peserta yang ikut dan aktif di gerakan sosial di Indonesia, dimulai dari media sosial  kemudian  terwujud di kehidupan nyata,” tutupnya.(ici)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara Mendorong Warga Memetakkan Wilayah Adatnya

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 250
    • 0Komentar

    AMAN- Burung Indonesia dan CEPF Latih Masyarakat Adat Warga terutama kelompok masyarakat adat perlu didorong melakukan pemetaan wilayah kelolanya, termasuk  agar mereka bisa mengetahu klaim wilayah adatnya. Upaya ini memerlukan pelatihan atau training  pemetaan wilayah kelola mereka,    Dengan pemetaan itu juga masyarakat adat  bisa melakukan  proses penyatuan, mencatat dan mengesahkan pengetahuan tradisional yang  sudah tumbuh dalam […]

  • Pelaksanaan Perhutanan Sosial Masih Bermasalah

    • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 393
    • 1Komentar

    Rapat Pokja PS Maluku Utara,foto Ahmad Zakih

  • Ada Apa, Ikan di Pesisir Ternate Mati Mendadak?

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 415
    • 2Komentar

    Peristiwa tidak biasa terjadi di pantai Kelurahan Sasa Kota Ternate Selatan Kota Ternate Maluku Utara  Minggu (10/9/2023) pagi.  Warga di  kawasan pantai  RT05/RW02  itu digegerkan adanya ribuan ikan mati terdampar. Kawasan pantai  yang juga dipenuhi berbagai jenis sampah baik plastic dan  sisa aktivitas rumah tangga itu berserakan bangkai beberapa jenis ikan. Beberapa    yang diidentifikasi […]

  • 153 Pulau Kecil Ditambang, 6  Ada di Maluku Utara   

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 1.388
    • 0Komentar

    Berapa jumlah pasti pulau kecil dan sangat kecil di Indonesia yang saat ini dieksploitasi terutama kandungan tambangnya?  Jawaban pemerintah,   ternyata mencapai ratusan pulau. Dikutip dari Liputan6.com,   Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan ada 370 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tersebar di 153 pulau-pulau kecil di Indonesia. Dari jumlah izin di pulau kecil itu  ada yang […]

  • Nelayan Tidore Bakar Sate Tuna Terbanyak di Dunia  

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 324
    • 3Komentar

    Peringatan Hari Nusantara (Harnus) yang jatuh pada  13 Desember 2023 ini dipusatkan di Kota Tidore Provinsi Maluku Utara. Acara ini diisi berbagai kegiatan.  Salah satunya  Bakar Sate Ikan Tuna terbanyak.Kegiatan ini termasuk salah satu agenda yang masuk  catatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Bakar sate ikan tuna yang dilaksanakan Senin (11/12/2023) itu dipusatkan di  Kelurahan […]

  • Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Catatan dari Timur Nusantara untuk Indonesia Sir WinstonChurchill sekali dalam pidatonya mengatakan bahwa demokrasi adalah sistem buruk diantara yang terburuk yang harus kita pilih karena tidak ada sistem lain yang lebih baik lagi. Padahal dalam sejarahnya banyak sekali bentuk-bentuk pemerintah maupun negara yang telah dipraktekkan sejak zaman Yunani kuno.Termasuk demokrasi sendiri berasal dari era Yunani […]

expand_less