Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Korban Lakalaut Tinggi, Butuh Kolaborasi Penanganan

Korban Lakalaut Tinggi, Butuh Kolaborasi Penanganan

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
  • visibility 304

POSSI-BASARNAS Teken MoU

Maluku Utara terdiri dari pulau-pulau serta dikelilingi wilayah laut yang sangat luas. Karena itu pergerakan warganya selau mengandalkan transportasi laut. Kondisi ini ikut menyimpan sejumlah persoalan. Salah satunya ketika terjadi kecelakaan transportasi laut.

Dalam kasus seperti ini, penangannya membutuhkan  rescue atau penyelamatan  yang pelakunya mesti memiliki  kemampuan dan keahlian khusus. Untuk penanganan korban lakalaut membutuhkan perlakuan dan kemampuan selam dan penyelamatan pertama yang mumpuni. Atas masalah inilah membuat Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Maluku Utara berkolaborasi dengan Kantor Search and Rescue (SAR) Ternate menggelar pelatihan penyelamatan bagi  korban kecelakaan laut  selama dua hari, yakni Sabtu (4/2/2023) dan Minggu (5/2/2023) dipusatkan di  Nukila Dive   Taman Nukila Kota Ternate. Selain pelatihan itu, POSSI dan Kantor SAR Ternate melakukan penandatanganan kerja sama atau MoU untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan SAR.  

Pelatihan yang diikuti 33  penyelam dari dive center di Ternate dan Tidore itu, mereka dibekali pengetahuan menyangkut manajemen penanganan korban, serta memberi pengetahuan basic life support dan resusitasi jantung paru (RJP) bagi korban lakalaut.

“Pematerinya dari POSSI, Kantor SAR Ternate dan PMI Maluku Utara,” jelas Idham Kurniawan Andili Sekretatris POSSI Maluku Utara usai pembukaan pelatihan.

Kepala Kantor SAR Ternate,  Faturahman  sebelum penandatanganan kerjasama mengatakan, apa yang digagas ini sangat baik dan didukung penuh. Yang melakukan ini adalah pihak-pihak yang masuk dalam potensi SAR yang tentu ikut membantu tugas SAR.   

Evakuasi korban kecelakaan kapal KM Cahaya Aafah di laut Tokoka Halmahera Selatan Juli 2022 lalu foto ist

Ini adalah potensi SAR. Bahwa semua masyarakat yang memiliki potensi pencarian dan  pertolongan sesuai UU  Tetang SAR sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, yang mengamanatkan adanya Peraturan Pemerintah tentang pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan. Ketentuan dalam Pasal 9 ayat (5) UU 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan dilaksanakan dengan PP 21 tahun 2017 tentang Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan.  

Menurutnya, ketika ada bencana sesuai SOP yang ada  Basarnas adalah koordinator pencarian. Nah di sini ada peran pihak lain    yang bertujuan meng-klsuter, siapa mau berbuat apa ketika ada kejadian.  Adanya MoU ini  menjadi  bertukar kerja  dengan peran masing masing pihak. Begitu ada kejadian kapal atau kondisi apapun yang membahayakan, para pihak mengerjakan perannya masing-masing.

“Kami sangat berterima kasih dengan hadirnya POSSI sebagai potensi SAR  termasuk TNI dan polisi. Jika ada kejadian, potensi SAR yang ada disitu bisa langsung melakukan pertolongan awal,” jelasnya.

Basarnas juga katanya welcome tidak hanya membantu korban di air saja, termasuk di darat dengan tingkat resiko  yang sudah di-cluster. Misalnya ketika adanya fenomena gempa bumi.

Ketua POSSI Maluku Utara  M Rahmi Husen mengatakan  Maluku Utara yang memiliki daerah perairan yang sangat  luas  dan dikelilingi laut,  sangat rentan dengan bencana dan kejadian kecelakaan laut.  Nah, untuk menguatkan potensi SAR yang ada, perlu  ada pelatihan khusus tidak hanya berharap Basarnas dan Lanal.

“Berangkat dari itu sini POSSI ingin berpartisipasi jika ada kecelakaan di laut. Karena itu pesertanya diberikan penguatan manajemen pertolongan baik di bawah air maupun di permukaan air.  Ini bagian  dari sama sama peduli  terhadap munculnya potensi kecelakaan laut,” katannya .

Komandan Pangkalan Angkatan Laut Ternate Kolonel Marinir Ridwan Azis yang juga sebagai Pembina POSSI Maluku Utara  turut hadir dalam acara ini, memberikan dorongan penuh agar penanganan Lakalaut ini tidak hanya  melatih para diver melakukan penyelamatan di dalam laut dan dipermukaan air. Lebih dari itu, perlu ada sosialisasi secara umum dan terbuka kepada masyarakat. Terutama para pemilik kapal hingga kapten dan Anak Buah Kapal (ABK).  Hal ini penting demi  membantu masyarakat  ketika menggunakan  transportasi laut.   

Dia  bilang,  potensi bencana dan lakalaut sangat besar karena itu perlu mengorganisir potensi yang dimiliki. Butuh kampanye untuk komunitas maritim  membekali diri. “Jangan sampai kita capek tapi mereka tidak mencegah kecelakaan di laut. Selama ini belum ada kegiatan begini, terutama berhubungan dengan upaya penyelamatan penumpang.  Padahal ambil contoh  kemana  mana ketika kita naik pesawat,  sebelum berangkat sudah ada anjuran. Bahkan penumpang tidak peduli sekalipun penyampaian itu tetap dilakukan,”ujar  Danlanal.

Hal ini juga perlu dipraktekan di kapal terutama oleh para ABK. Karena itu dia meminta POSSI dan TNI Angkatan Laut  bersama komunitas maritim harus memulai untuk melakukan   sosialisasi  terkait  sarana angkut  yang aman. Salah satunya harus memiliki peralatan penyelamatan. “Selain manifest, untuk meminimalisir kecelakaan bila perlu para motoris juga ikut dilatih agar punya pengetahuan soal ini. Penyelamatan tidak hanya diri mereka tapi juga penumpang yang dibawa,” harapnya.

Tingkat Kecelakaan Laut  di Malut Tinggi  

Tingkat kecelakaan laut di Maluku Utara terbilang sangat tinggi. Selain kecelakaan  kapal melalui pelayaran rakyat, perahu milik masyarakat secara pribadi juga mengalami kecelakaan setiap saat. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber peristiwa terbaru  sebuah  longboat  tenggelam dihantam ombak, di Perairan Taliabu Timur, Pulau Taliabu. Beruntung empat penumpang termasuk motoris  ditemukan selamat di laut wilayah Perairan Kecamatan Mangoli Barat, Kepulauan Sula pada  Jumat (3/2/2023).  Long boat dalam posisi mengapung dan terombang-ambing penumpangnya  berpegangan erat ke badan longboat  yang awalnya dilaporkan tenggelam  setelah dihantam gelombang sehari sebelumnya.

Korban yang ditemukan oleh warga,sudah dievakuasi anggota polisi perairan laut menuju Kabupaten Kepulauan Sula untuk dirawat intens di Puskesmas Mangoli Utara.  Keduanya ditemukan oleh warga Desa Dofa dan dalam keadaan selamat. Kedua korban  atas nama Asna Abjan dan Deni Hamang.

Sebelumnya tiga korban selamat setelah insiden kecelakaan ini adalah Amrin Amrudin, Rini Kadir, dan Imelda Asnar. Para korban kapal longboat ini sebelum tenggelam, dilaporkan bertolak dari Dofa menuju ke Desa Penu, Taliabu Timur. Sementara untuk  data korban lakalaut sepanjang 2021 dan 2022 masih  tinggi.  Jumlah korban kecelakaan tahun 2022 meningkat dibanding 2021.  Jasa Raharja Malut mencatat, sepanjang Januari hingga September 2021 ada 138 korban kecelakaan laut. Sementara di periode sama 2022  ada 164 korban kecelakaan laut.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Hari yang Sunyi di Bumi Maluku Utara 

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 391
    • 3Komentar

    Peringatan Hari Air Sedunia oleh Komunitas Save Ake Gaale

  • Ini Cara Menyiapkan Warga Adaptif Ketika Bencana (1)

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Penyiapan Pangan Warga Sangatlah Penting Bencana baik alam maupun non alam berdampak cukup serius bagi warga.  Pandemi Covid-19 misalnya, membuat hampir semua orang menjadi kurang produktif.  Pemenuhan kebutuhan hidup di masa pandemi pun  jadi tantangan.   Warga menjadi sangat rentan terutama  dalam memenuhi kebutuhan pangan. Karena itu perlu membangun  ketangguhan. Menata kembali kehidupan sosial dan lingkungan, […]

  • Warga “Usir” PT Priven Lestari dari Gunung Wato-wato Halmahera Timur?

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Gunung Wato- wato,  yang menyerupai manusia di Halmahera Timur Maluku Utara saat ini menghadapi ancaman serius.  Ancaman itu karena adanya  rencana penambangan nikel oleh salah satu perusahaan  bernama PT PL. Aktivitas perusahaan yang belakangan memunculkan protes warga.    Protes   karena  rencana penambangan itu dikuatirkan berdampak buruk menghancurkan ruang hidup mereka.  Karena itu warga lalu bergabung […]

  • Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

    • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 462
    • 1Komentar

    Pulau Sibu dilihat dari udara, foto opan Jacky

  • Selamatkan Hutan Tropis Papua, Maluku dan Malut

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Suasana tenang sungai Tayawi yang dikelilingi hutan lebat

  • Kejar Kualitas Riset, LIPI-Unkhair Jalin Kerjasama

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 281
    • 1Komentar

    Untuk mendorong adanya riset yang berkualitas, hal yang utama dibutuhkan adalah adanya kerjasama  atau kolaborasi antarlembaga.  Hal inilah yang saat ini dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan  Indonesia (LIPI)  dengan Universitas Khairun Ternate (Unkhair).  Kedua lembaha ini  menjalin Kerjasama untuk tujuan ke arah tersebut.  Kesepakatan kolaborasi tertuang dalam naskah perjanjian kerja sama antara Deputi Bidang Ilmu Kebumian […]

expand_less