Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Begini Cara Siapkan Warga Tubo Tanggap Bencana

Begini Cara Siapkan Warga Tubo Tanggap Bencana

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
  • visibility 364

Kolaborasi Pertamina, IAGI, PRB dan PMI Kuatkan Warga

Puluhan warga Tubo antusias mengikuti Simulasi Manajemen Posko dan Bantuan Pertama (First Aid) di sebuah tenda pengungsi di halaman Kantor Lurah Tubo Selasa (21/2/2-23). Mereka serius mendengar penjelasan dari para fasilitator. Sekdar diketahui warga Kelurahan Tubo di Kota Ternate Utara Ternate Maluku Utara ini,  rentan terhadap  bencana gunungapi dan banjir lahar dingin. Karena itu kegiatan tersebut sangat penting . Peristiwa berulang yang dialami  tidak hanya menimbulkan korban harta tetapi juga nyawa. Bencana banjir lahar dingin  Mei 2012 lalu misalnya,  ditemukan tiga korban jiwa  dan ratusan rumah mengalami kerusakan parah. Usai peristiwa itu, para korban  dipindahkan ke tempat yang lebih aman di kelurahan  tersebut, dengan dibuatkan perumahan oleh pemerintah.

Sebagai daerah rawan bencana, warga    perlu disiapkan dan diberi penguatan  agar  paham dan tanggap terhadap bencana   yang setiap datang setiap saat. Melalui dukungan program CSR PT Pertamina  Patra Niaga Depot Pengisian Pesat Udara (DPPU) Baabullah, Selasa (21/2/2-23) digelar  pelatihan Manajemen Posko dan Pertolongan Pertama. Kegiatan ini  melibatkan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dan PMI Kota Ternate.  Para peserta pelatihan berjumlah 20 orang   yang terdiri dari Lurah, tokoh agama / masyarakat, ketua RT / RW, Pemuda dan Staf lurah.

Melalui program Kelurahan Tanggap Bencana ini warga  mendapat pelatihan  dari para trainer berkompeten dengan beberapa materi. Yaitu simulasi pertolongan pertama bagi korban oleh PMI. Misalnya menolong korban cidera jaringan lunak,  perdarahan  dan korban patah. Sementara  kegiatan posko  tanggap darurat,  warga disiapkan untuk paham soal komando, logistic dan PRB  atau penguranan resiko bencana (PRB). Dalam pelatihan ini mereka juga diberian perlengkapan pendukung keselamatan kebencanaan.

Operation Head PT Pertamina Patra Niaga DPPU Babullah Citra Arisandi Wibowo menjelaskan, Tubo sebagai ring 1 CSR PT Pertamina Patra Niaga DPPU Babullah  sangat rentan terhadap letusan gunung api dan banjir lahar dingin. Karena itulah penting CSR nya berkaitan dengan kebencanaan dan  krusial dilaksanakan di kelurahan  Tubo. “Harapannya, Kelurahan Tubo bisa benar-benar menjadi kelurahan yang tangguh terhadap berbagai bencana,” katanya.   Untuk CSR pelaksaaan CSR sendiri ada tiga lokasi di yakni Tubo sebagai keliurahan tanggap darurat,  konservasi penyu di Tobololo dan kawasan geowisata  Batu Angus.  Di  Tubo merupakan kegiatan tahun ke dua. Di mana untuk tahun sebelumnya dilaksanakan revitalisasi plang evakuasi dan informasi  bencana di  di Kelurahan Tubo dan Tafure.

“Pelatihan ini sebenarnya sudah dimulai sejak Desmber lalu dan   ini adalaha pelaksanaan tindaklanjutnya,” jelasnya.

Suasana kegiatan simulasi manajemen posko dan bantuan pertama foto Dedy

Citra mengatakan, hal-hal berkaitan dengan pertolongan pertama dan keselamatan merupakan perhatian utama.  “Kami menyadari bahwa keselamatan adalah faktor determinan dalam kegiatan operasional perusahaan.  Jadi, simulasi posko dan pertolongan pertama ini sudah seperti transfer pengetahuan dari perusahaan ke warga,” tambahnya.

Ketua IAGI Maluku Utara Abdul Kadir D Arif menyatakan, simulasi posko serta pertolongan pertama tidak hanya sejalan dengan program utama Pemerintah Kota Ternate. Lebih dari itu,  kegiatan  ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan ketangguhan kota. Ke depannya,  diharapkan kelurahan lain   di Ternate bisa melakukan kegiatan serupa. “Tentu saja,  harus dikoordinasi oleh BPBD Kota Ternate sebagai lembaga teknis,”  harapnya.  

Ketua Bidang Penelitian Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Ternate Jefry Bemba menyebutkan, kegiatan ini perlu diapresiasi, dan digalakkan di Kota Ternate. Terlebih, PT Pertamina Patra Niaga DPPU Babullah memberikan perlengkapan pendukung keselamatan kebencanaan kepada warga. “Dengan kegiatan seperti inilah, kapasitas masyarakat dalam penanganan tanggap darurat benar-benar bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Praktek Pertolongan pertama bagi korban oleh PMI Kota Ternate, foto Dedy

Sementara fasilitator Palang Merah Indonesia Kota Ternate Yamin Diadi menyampaikan, kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan di kelurahan lain di Kota Ternate dalam menghadapi bencana alam dan non-alam.  “Hanya dengan begitu, sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan, warga benar-benar bisa memberikan atau mengadakan pertolongan secara cepat dan tepat,” tambahnya.  

Lurah Tubo Roswita Soleman mengapreasi pemberian perlengkapan pendukung keselamatan kebencanaan, seperti tenda bencana, handy talk, sepatu boot, jas hutan dan lainnya. Pasalnya, sebelum adanya kegiatan ini, Kelurahan Tubo belum memiliki berbagai perlengkatan tersebut. Ia  menyambut positif simulasi posko dan pertolongan pertama ini. Sebab, warga bisa terlibat langsung, dan akhirnya dapat memahami dan mempraktikkan apa yang sudah disampaikan  para pemateri. “Semoga apa yang  didapatkan warga ini ke  bisa ditransfer ke masyarakat  luas lagi,”  katanya.  Kelurahan Tubo dengan 18 RT dan 3 RW  memiliki 2957 jiwa  di mana   satu RT merupakan daerah paling rawan bencana banjir lahar dingin. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulau Kecil, Kaya Biodiversitas Tapi Rentan

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Pembangunan di pulau-pulau kecil tidak cukup sekadar membangun berbagai fasilitas, salah satunya seperti pariwisata. Keberadaan  fasilitas yang menunjang wisatawan  di satu sisi bisa menjadi ancaman kelestarian sumber daya alam. Karena itu  pemerintah perlu menyusun peta jalan pembangunan berkelanjutan untuk pulau-pulau kecil. “Perlu memerhatikan daya dukung lingkungan pulau-pulau kecil,’’kata Guru Besar Kelautan Universitas Mataram Prof Sitti […]

  • Pegiat Lingkungan Dorong Capres Kaji Ulang Kebijakan Bioenergi Berbasis Hutan

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Pegiat lingkungan Indonesia mendesak para pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan berkontestasi pada Pemilu 2024 untuk mengkaji kembali penggunaan bionergi dalam program transisi energi. Penggunaan dua jenis bioenergi yang mengandalkan bahan baku hasil hutan, yakni biofuel dan biomassa, dinilai dapat menimbulkan dampak negatif yang mengganggu kelestarian alam. Pegiat lingkungan dari Traction Energy Asia, […]

  • “Oji” Si Yakis Bacan akan Dikembalikan ke Alam Liar

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Seekor monyet atau “yakis Bacan” berjenis kelamin laki-laki yang dipelihara oleh salah satu warga Guraping Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan, akhirnya diamankan pihak petugas Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata. Yakis Bacan ini   selanjutnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) untuk dirawat sebelum dilepas ke alam liar. Pengambilan  satwa dilindungi ini dilakukan petugas dari […]

  • Hutan dan Laut  Malut Makin Terancam

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle
    • visibility 420
    • 1Komentar

    Salah satu peserta aksi Hari Bumi yang membawa Pamflet berisi pesan Jaga Laut Maluku Utara foto M Ichi

  • Hilangnya Ruang Hidup Warga Adat Sawai Gemaf

    Hilangnya Ruang Hidup Warga Adat Sawai Gemaf

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    Hari hari Elisa Nusu salah satu warga adat Sawai habis lahan kebunnya dan saat ini hanya di rumah saja

  • Pembangunan Ekonomi Belum Menghitung Kerusakan Lingkungan  

    • calendar_month Sen, 15 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 400
    • 1Komentar

    Implementasi “sustainability” dan mitigasi perubahan iklim bukan lagi pilihan tapi kewajiban. Itulah yang mendorong Indonesia ikut “Paris Agreement”, mencoba melakukan transisi energi menuju energi terbarukan, dan memiliki rencana “net zero emission” di 2060. Hanya saja untuk mencapai semua yang telah direncanakan sepertinya tak semudah membalikkan telapak tangan. Energi yang digunakan dalam pembangunan masih banyak menggunakan […]

expand_less