Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » Ketika Bantuan Nelayan Ternate Dipersoalkan  

Ketika Bantuan Nelayan Ternate Dipersoalkan  

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
  • visibility 855

Sudah  rahasia umum, bantuan untuk rakyat kecil selalu menuai masalah. Terutama yang dikhususkan bagi  warga  berkemampuan ekonomi terbatas, petani dan nelayan. Tidak sedikit bantuan  itu tidak tepat sasaran bahkan  disalah gunakan.

Dalam hal bantuan alat tangkap nelayan misalnya, selalu menuai protes. Meski tidak secara langsung  disampaikan ke pemerintah, namun dari praktek yang dilakukan ketika bantuan turun dan tidak sesuai penerimanya, selalu jadi polemik.

Seperti disuarakan beberapa nelayan kecil Kelurahan Sangaji Kota Ternate Utara. Mereka mempertanyakan  penyaluran bantuan alat tangkap nelayan perahu fiber dan mesin 15 PK  yang dibagikan tahun 2022 maupun pada tahun- tahun sebelumnya. Mereka mempertanyakan karena  selalu  tidak kebagian. Padahal mereka adalah   nelayan yang  keluar melaut dini hari dan pulang siang hingga sore.   

Bantuan itu dikeluhkan karena  mereka yang teridentifikasi bukan nelayan malah dapatkan bantuan. Sejumlah nelayan yang sehari hari menangkap ikan pelagis besar dan  kecil di laut sekitar pulau Ternate dan Halmahera itu mengungkapkan,    hamper setiap tahun  bantuan langsung dalam   bentuk alat tangkap sering memunculkan masalah terutama ketepatan  siapa sebenarnya yang berhak menerima bantuan.

 Idhar Ma’rus salah satu nelayan  kelurahan Sangaji mengatakan sudah banyak bukti  bantuan yang salah sasaran tersebut. Saat disalurkan bantuan alat tangkap berupa perahu 1 GT  dilengkapi mesinnya ternyata  bukan diterima nelayan.  Setelah bantuan diserahkan alat tangkap itu hanya menjadi sarana hiburan  mancing  hiburan  saat liburan. Dia bilang ada bantuan yang saat ini dijangkarkan di Kawasan pantai Sangaji, setelah diterima sudah hamper  dua bulan ini hanya dibiarkan begitu saja. Mesinya dibungkus dan ditarik ke kawasan pantai Sangaji.

 “Ada body perahu  yang diterima setelah itu dibiarkan begitu saja  tidak dipakai melaut,” katanya sambal menunjuk perahu yang diparkir  di Kawasan Sangaji  Pantai itu. Dia mengaku tak kenal siapa yang dapatkan bantuan itu karena bukan nelayan yang ada di Sangaji.

Dia  ungkapkan bantuan untuk nelayan   di Kelurahan Sangaji  semisal alat tangkap jarang didapatkan. Alat tangkap yang kebanyakan merupakan usaha mereka sendiri. Sementara  bantuan yang diberikan oleh pemerintah didapatkan orang  yang sebenarnya tidak berhak menerimanya.

“Kami contohkan saja beberapa tahun lalu ada pegawai bank  dapat bantuan alat tangkap. Bahkan  mereka yang  tidak berada di pesisir pantai  dan bukan nelayan juga dapat bantuan. Jadi alat tangkap tersebut hanya jadi sarana hiburan karena pekerjaan mereka  bukan sebagai nelayan,” katanya awal Februari 2023 lalu. Dia lantas  cerita,  jika bantuan alat tangkap yang tak tepat sasaran itu banyak tersebar di kota Ternate, tidak hanya yang dijangkarkan di Pantai Kelurahan Sangaji.      

kapa nelayan milik nelayan kelurahan sangaji

Dia contohkan ada beberapa alat tangkap yang dibagikan kepada mereka yang bukan nelayan, akhirnya terbiar percuma. “Saya lihat sendiri ada alat tangkap  body fiber  yang  dijangkarkan  sejak 2017 lalu sampai sekira tahun lalu masih ada.Jarang  dipakai untuk mengangkap ikan,” katanya.

Sementara Risno juga nelayan Sangaji mengatakan bantuan alat tangkap kebanyakan salah sasaran. Padahal  mereka yang benar benar nelayan sangat membutuhkan  alat tangkap  tersebut. “Kita   yang nelayan asli ini mau beli BBM saja sudah susah kenapa tidak dibantu  dengan alat tangkap seperti itu. Malah yang  dapat  diketahui kolega pejabat atau tim sukses.” katanya.

Dia lantas mempertanyakan kepada instansi terkait, apakah selama ini tidak  tidak dikroscek  penerima bantuan itu nelayan atau bukan. “Yang sebenarnya mereka mesti mengecek  penerimanya nelayan atau  pegawai. Jika tidak dilakukan,  maka praktek seperti ini tetap terjadi,” ujarnya.

Perahu bantulan yan sudah berbulan bulan tak digunakan dan ditarik di kawasan pantai Sangaji disoal nelayan Sangaji, foto M Ichi

Sebelumnya Senin (26/12/22) akhir tahun lalu. Wali Kota Ternate Dr. M. Tauhid Soleman, M.Si secara simbolis menyerahkan bantuan armada penangkap ikan kepada masyarakat kelompok nelayan di Kota Ternate. Penyerahan tersebut dilakukan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate dan dihadiri juga  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Faisal H. Danu Husein dan jajaran.

Bantuan yang diserahkan untuk kelompok nelayan  itu  bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2022. Bantuan  sebesar 3 miliar,   itu  terdiri dari, armada penangkap ikan tuna 2 GT sebanyak 7 unit, armada penangkapan ikan tuna 3 GT sebanyak 9 unit, mesin 15 PK sebanyak 17 unit, alat tangkap sebanyak 40 paket serta coolbox PC 600 sebanyak 30 unit. Sedangkan bantuan yang bersumber dari DAU sebesar Rp 800 juta terdiri dari, armada penagkapan ikan 2 GT sebanyak 2 unit, armada penangkapan ikan 3 GT sebanyak 13 unit, armada penangkapan ikan 1,5 GT sebanyak 1 unit, mesin 30 PK sebanyak 3 unit, rumpon sebanyak 1 unit, jaring sebanyak 1 paket. “Bantuan ini diserahkan untuk kelompok nelayan di dalam wilayah Kota Ternate, dan tiga Kecamatan di luar pulau Ternate,”  

Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman dalam sambutannya menyampaikan, Pemkot Ternate terus berupaya memberdayakan masyarakat Ternate termasuk kelompok-kelompok nelayan, meski dengan keterbatasan APBD.

Wali Kota berharap, pembiayaan melalui DAU untuk kelompok nelayan ini, dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Ternate, karena salah satu penyumbang inflasi terbesar bagi Kota Ternate adalah harga ikan yang terbilang mahal. https://ternatekota.go.id/berita/pemkot-ternate-beri-bantuan-3-miliar-untuk-kelompok-nelayan)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulihkan Ekonomi Warga dari Covid-19 dengan Tanam Mangrove

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 793
    • 0Komentar

    Pandemic Covid 19 benar-benar berdampak buruk bagi seluruh sendi kehidupan.   Hal ini juga ikut berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat terutama masyarakat kecil yang berada di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Secara nasional kondisi ini ikut  menekan pertumbuhan ekonomi.  Data resmi Badan Statitistik  5 Agustus 2020, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2018-2020 relatif menurun, hingga triwulan […]

  •  Ini Urgensinya Energi Bersih dan Terbarukan  

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Salah satu penyumbang emisi terbesar yang berdampak pada Krisis iklim adalah sektor energi, sementara komitmen untuk transisi energi menuju energi bersih dan terbarukan seolah berjalan lambat. Di sisi lain masih banyak wilayah di Indonesia yang belum menikmati listrik seperti yang dinikmati di daerah perkotaan. Untuk membedah masalah ini, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama BBC […]

  • WALHI Malut: Pemerintah Harus Terbuka ke Publik  Rencana  PLTN Terapung di Malut

    WALHI Malut: Pemerintah Harus Terbuka ke Publik  Rencana  PLTN Terapung di Malut

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara, meminta agar Pemeirntah Indonesia bisa menjelaskan lebih detail kepada masyarakat  rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terapung yang berkapasitas 200 MW di Maluku Utara. Bagi  WALHI rencana  ini belum mendapatkan penjelasan kepada  publik  terkait recana tata kelola lingkungan, keselamatan, dan dampaknya terhadap pesisir dan pulau-pulau kecil di […]

  • KLHK Sosialisasikan FOLU Net Sink 2030 di Maluku Utara

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Indonesia Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink 2030 merupakan suatu kondisi dimana tingkat serapan karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya sudah berimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi yang dihasilkan sektor tersebut pada tahun 2030 merupakan   Komitmen Indonesia  untuk mendorong tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030 […]

  • Kelompok Tani Hutan di Tidore Kembangkan Minyak Kelapa

    • calendar_month Rab, 20 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 829
    • 0Komentar

    Tulisan Kiriman  Andy Taufik Marasabessy Dishut Malut Sumberdaya kelapa yang melimpah di bumi Maluku Utara menjadi berkah. Selain dibuat kopra juga diolah menjadi minyak kelapa kampong. Seperti yang dilakukan Kelompok Tani Hutan (KTH)   Balibunga Lestari Kelurahan Rum  Kota Tidore. Mereka mengolah buah kelapa menjadi minyak. Dari hasil olahannya   dijual ke pasar serta dikonsumsi. Untuk pengembangan […]

  • Ada Apa, Kecelakaan Nelayan Selalu Berulang?  

    • calendar_month Ming, 4 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 866
    • 0Komentar

    Sebulan Tiga Orang  Jatuh dan Tewas  di Laut Tingkat kecelakaan nelayan makin mengkhawatirkan. Para nelayan  dengan perahu  kecil saat mencari ikan berulangkali  alami kecelakaan.  Terbaru  nelayan  Morotai yang keluar melaut selama tiga hari belum kunjung pulang. Laporan  yang diterima pihak Basarnas  nelayan bernama Kasmin Bangunan (45) asal Desa Tanjung Saleh Kabupaten  Pulau Morotai, Maluku Utara […]

expand_less