Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » TFFF Dorong Pembiayaan Skala Besar untuk Konservasi Hutan Tropis

TFFF Dorong Pembiayaan Skala Besar untuk Konservasi Hutan Tropis

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
  • visibility 388

Pemerintah Brasil dan United Nations Development Programme (UNDP)  bersama-sama menyelenggarakan lokakarya regional tentang Tropical Forest Forever Facility (TFFF) bersama Negara-negara Anggota ASEAN dan para pemangku kepentingan di Jakarta Senin (20/10/2025).

Lokakarya ini adalah milestone penting untuk memperkuat kerja sama multilateral dan membangun momentum menjelang peluncuran resmi TFFF pada Leaders’ Summit COP30 di Belém, Brasil, pada   6 November 2025 mendatang.

Sesi ini mempertemukan perwakilan utama dari berbagai pemerintah, misi diplomatik, akademisi, masyarakat sipil, lembaga penelitian, dan organisasi internasional di seluruh Asia Tenggara. Para peserta membahas bagaimana negara-negara ASEAN—rumah bagi beberapa hutan tropis dengan keanekaragaman hayati dan cadangan karbon tertinggi di dunia— dapat mendapatkan manfaat dari upaya menjaga hutan tropis yang berperan penting bagi dunia, termasuk dalam menjaga kestabilan iklim.

Henrique Ferraro, Duta Besar Brasil untuk ASEAN menegaskan visi bersama untuk kolaborasi global ini. “TFFF sejalan dengan aspirasi ASEAN untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif menuju masa depan yang netral karbon. Bulan lalu, dalam sebuah acara di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva mengumumkan bahwa Brasil akan berkontribusi sebesar 1 miliar dolar AS untuk TFFF, hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Brasil, baik sebagai penerima manfaat maupun negara donor yang berinvestasi dalam TFFF,” ujarnya.

Dipimpin oleh Brasil dan dirancang bersama oleh komite pengarah interim yang terdiri dari negara-negara tropis (Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Indonesia, dan Malaysia), bersama lima negara sponsor (Perancis, Jerman, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Inggris), serta didukung partisipasi aktif organisasi masyarakat sipil, masyarakat adat dan komunitas lokal, dan sektor swasta.

Henrique Ferraro, Duta Besar Brasil untuk ASEAN menegaskan visi bersama kolaborasi global ini

Diketahui TFFF adalah mekanisme pembiayaan inovatif untuk memberi penghargaan kepada negara-negara tropis untuk pelestarian hutan. Mekanisme ini akan memberikan insentif jangka panjang dan berkesinambungan bagi negara-negara berhutan tropis, memastikan sumber daya yang signifikan menjangkau mereka yang melindungi dan memulihkan hutan di lapangan, terutama masyarakat adat dan komunitas lokal.

“TFFF merupakan contoh nyata bagaimana negara-negara di kawasan Global South merancang solusi yang menjawab tantangan bersama mereka. Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, memiliki peran penting dalam membentuk kerangka inovatif ini agar pendanaan iklim dan kehutanan dikelola secara transparan, menjangkau masyarakat lokal, serta mendorong pembangunan manusia dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Sara Ferrer Olivella, Resident Representative UNDP Indonesia. Ia menambahkan, “UNDP siap mendukung negara-negara dalam memperkuat sistem tata kelola dan kapasitas kelembagaan yang diperlukan agar mekanisme ini benar-benar bermanfaat bagi manusia dan bagi planet ini.”

Menekankan pentingnya upaya tersebut, Ida Bagus Made Bimantara, Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN, Kementerian Luar Negeri, menyatakan, “Indonesia dan Brasil, bersama dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan, merupakan rumah bagi hutan tropis yang berperan penting dalam mengatur iklim global, melestarikan keanekaragaman hayati, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. TFFF menghadirkan kerangka kerja pembiayaan inovatif untuk mengatasi kesenjangan ini. Dukungan terhadap inisiatif seperti ini sangat penting agar hutan tropis tetap lestari dan terus berkontribusi pada stabilitas iklim global serta pelestarian keanekaragaman hayati.”

“TFFF merupakan inisiatif baru yang berani yang bertujuan untuk memberikan nilai terhadap hutan tropis yang berperan penting dalam mengatur iklim, menjaga siklus hidrologi, serta menjadi habitat bagi sebagian besar keanekaragaman hayati dunia. TFFF akan menyediakan pendanaan berskala besar dan berkelanjutan untuk konservasi hutan tropis, sehingga negara-negara dapat menerapkan kebijakan pelestarian jangka panjang, termasuk memberikan insentif kepada komunitas yang menjaga hutan tersebut. Model pembiayaan ini juga dirancang untuk menarik pendanaan dari sektor swasta dan memaksimalkan penggunaan dana publik yang terbatas, sehingga menjadi contoh nyata dari mekanisme blended finance,” ujar André Aquino, Penasihat Bidang Ekonomi pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Brasil.

Lokakarya tersebut menegaskan kembali peran penting Asia Tenggara dalam tata kelola hutan global dan menggarisbawahi solidaritas yang semakin kuat di antara negara-negara berhutan tropis. Pemerintah Brasil dan UNDP menekankan komitmen mereka untuk memperkuat kolaborasi dengan negara-negara anggota ASEAN menjelang COP30, memastikan bahwa suara negara-negara Global Selatan, dan para penjaga hutan dunia, tetap menjadi pusat agenda iklim global.(aji/rilis)

 

 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Titik Nol Jalur Rempah adalah Soal Geopolitik (3)

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 649
    • 1Komentar

    Untuk menentukan Titik Nol Rempah, bukan lagi sekedar soal romantisme sejarah masa lalu, namun ia adalah soal identitas, nasionalisme, dan soal geopolitik global, untuk menentukan pada titik manakah Indonesia harus memainkan peranannya dalam percaturan global dewasa ini. Jika menoleh apa yang dilakukan China sepeninggalnya Mao Tze Tung, Deng Xiao Ping telah berani mengangkat identitas masa […]

  • Malut Tak Masuk Agenda Sepekan MKP Serap Aspirasi dari Timur

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Maluku Utara memiliki berbagai program pembangunan di bidang perikanan. Salah satunya adalah Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang digembar gemborkan beberapa tahun lalu. Kini program yang digadang-gadang menjadi mercusuar bidang perikanan itu seperti hilang ditelan bumi. Program yang sempat menghadirkan diskursus berbagai kalangan di Malut itu,  sudah tak terdengar lagi. Padahal  terbilang sudah banyak […]

  • Anak Muda Pulau Bacan Dorong Literasi, Konservasi dan Ekonomi

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 709
    • 0Komentar

    Bentuk Komunitas, Kampanye Lindungi  Satwa, Buat Perdes dan  Kelompok Tani Suasana di kawasan zero point pusat Kota Labuha Halmahera Selatan terlihat sibuk. Jumat (11/7/2025) siang  itu  sejumlah anak muda tengah menyiapkan acara pendukung kegiatan Merayakan Hari Keragaman Burung Indonesia  (MKBI) yang dilaksanakan  LSM Burung Indonesia.  Kegiatan ini  adalah bagian dari Festival Konservasi Satwa  Liar Maluku […]

  • Perkumpulan Pakatifa Ikut Kampanyekan Perlindungan Satwa Laut

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2020
    • account_circle
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    Pagi pukul 04.30 WIT Sahman Hasyim (40) warga Desa Samo Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara turun ke pantai hendak menyiapkan jaringnya   dipasang di kawasan laut kampung itu. Saat menuju ke perahu yang berisi jaring, di sampingnya  ada seekor penyu jenis lekang sedang bertelur. Karena kebiasaan sebagian warga desa ini mengkonsumsi daging penyu, […]

  • Awas Bahaya Limbah Tailing Nikel di Balik Transisi Energi

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 894
    • 34Komentar

    Cerita  Film Dokumenter Ungkap Korban Nyawa dan Lingkungan Indonesia, merupakan negara produsen nikel terbesar dunia dengan kontribusi 54%–61% pasokan global (diproyeksikan meningkat hingga 74% pada 2028). Sering disebut sebagai kunci transisi energi global,namun, di balik narasi optimisme hilirisasi tambang, mengintai ancaman yang jarang disorot: limbah beracun industri nikel yang mengancam lingkungan dan kesehatan manusia. Di […]

  • Menelisik Implementasi Kota Jasa berbasis Agro-marine Kota Tidore Kepulauan

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle
    • visibility 1.487
    • 0Komentar

    Penulis M. Faizal Banapon, ST., MT Konsultan Perencanaan, Pengembangan Wilayah dan Kota Jum’at sore (15/02/19,) digelar diskusi publik  yang buat saya sebagai praktisi Perencanaan, dan Pengembangan Wilayah dan Kota cukup menarik perhatian. Diskusi itu memancing saya  memberikan opini ini. Poin dari diskusi tersebut mempertanyakan kinerja pencapaian Visi Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) Periode 2016 – […]

expand_less