Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » TFFF Dorong Pembiayaan Skala Besar untuk Konservasi Hutan Tropis

TFFF Dorong Pembiayaan Skala Besar untuk Konservasi Hutan Tropis

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
  • visibility 393

Pemerintah Brasil dan United Nations Development Programme (UNDP)  bersama-sama menyelenggarakan lokakarya regional tentang Tropical Forest Forever Facility (TFFF) bersama Negara-negara Anggota ASEAN dan para pemangku kepentingan di Jakarta Senin (20/10/2025).

Lokakarya ini adalah milestone penting untuk memperkuat kerja sama multilateral dan membangun momentum menjelang peluncuran resmi TFFF pada Leaders’ Summit COP30 di Belém, Brasil, pada   6 November 2025 mendatang.

Sesi ini mempertemukan perwakilan utama dari berbagai pemerintah, misi diplomatik, akademisi, masyarakat sipil, lembaga penelitian, dan organisasi internasional di seluruh Asia Tenggara. Para peserta membahas bagaimana negara-negara ASEAN—rumah bagi beberapa hutan tropis dengan keanekaragaman hayati dan cadangan karbon tertinggi di dunia— dapat mendapatkan manfaat dari upaya menjaga hutan tropis yang berperan penting bagi dunia, termasuk dalam menjaga kestabilan iklim.

Henrique Ferraro, Duta Besar Brasil untuk ASEAN menegaskan visi bersama untuk kolaborasi global ini. “TFFF sejalan dengan aspirasi ASEAN untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif menuju masa depan yang netral karbon. Bulan lalu, dalam sebuah acara di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva mengumumkan bahwa Brasil akan berkontribusi sebesar 1 miliar dolar AS untuk TFFF, hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Brasil, baik sebagai penerima manfaat maupun negara donor yang berinvestasi dalam TFFF,” ujarnya.

Dipimpin oleh Brasil dan dirancang bersama oleh komite pengarah interim yang terdiri dari negara-negara tropis (Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Indonesia, dan Malaysia), bersama lima negara sponsor (Perancis, Jerman, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Inggris), serta didukung partisipasi aktif organisasi masyarakat sipil, masyarakat adat dan komunitas lokal, dan sektor swasta.

Henrique Ferraro, Duta Besar Brasil untuk ASEAN menegaskan visi bersama kolaborasi global ini

Diketahui TFFF adalah mekanisme pembiayaan inovatif untuk memberi penghargaan kepada negara-negara tropis untuk pelestarian hutan. Mekanisme ini akan memberikan insentif jangka panjang dan berkesinambungan bagi negara-negara berhutan tropis, memastikan sumber daya yang signifikan menjangkau mereka yang melindungi dan memulihkan hutan di lapangan, terutama masyarakat adat dan komunitas lokal.

“TFFF merupakan contoh nyata bagaimana negara-negara di kawasan Global South merancang solusi yang menjawab tantangan bersama mereka. Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, memiliki peran penting dalam membentuk kerangka inovatif ini agar pendanaan iklim dan kehutanan dikelola secara transparan, menjangkau masyarakat lokal, serta mendorong pembangunan manusia dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Sara Ferrer Olivella, Resident Representative UNDP Indonesia. Ia menambahkan, “UNDP siap mendukung negara-negara dalam memperkuat sistem tata kelola dan kapasitas kelembagaan yang diperlukan agar mekanisme ini benar-benar bermanfaat bagi manusia dan bagi planet ini.”

Menekankan pentingnya upaya tersebut, Ida Bagus Made Bimantara, Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN, Kementerian Luar Negeri, menyatakan, “Indonesia dan Brasil, bersama dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan, merupakan rumah bagi hutan tropis yang berperan penting dalam mengatur iklim global, melestarikan keanekaragaman hayati, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. TFFF menghadirkan kerangka kerja pembiayaan inovatif untuk mengatasi kesenjangan ini. Dukungan terhadap inisiatif seperti ini sangat penting agar hutan tropis tetap lestari dan terus berkontribusi pada stabilitas iklim global serta pelestarian keanekaragaman hayati.”

“TFFF merupakan inisiatif baru yang berani yang bertujuan untuk memberikan nilai terhadap hutan tropis yang berperan penting dalam mengatur iklim, menjaga siklus hidrologi, serta menjadi habitat bagi sebagian besar keanekaragaman hayati dunia. TFFF akan menyediakan pendanaan berskala besar dan berkelanjutan untuk konservasi hutan tropis, sehingga negara-negara dapat menerapkan kebijakan pelestarian jangka panjang, termasuk memberikan insentif kepada komunitas yang menjaga hutan tersebut. Model pembiayaan ini juga dirancang untuk menarik pendanaan dari sektor swasta dan memaksimalkan penggunaan dana publik yang terbatas, sehingga menjadi contoh nyata dari mekanisme blended finance,” ujar André Aquino, Penasihat Bidang Ekonomi pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Brasil.

Lokakarya tersebut menegaskan kembali peran penting Asia Tenggara dalam tata kelola hutan global dan menggarisbawahi solidaritas yang semakin kuat di antara negara-negara berhutan tropis. Pemerintah Brasil dan UNDP menekankan komitmen mereka untuk memperkuat kolaborasi dengan negara-negara anggota ASEAN menjelang COP30, memastikan bahwa suara negara-negara Global Selatan, dan para penjaga hutan dunia, tetap menjadi pusat agenda iklim global.(aji/rilis)

 

 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mari Saksikan Konser Hutan Merdeka

    Mari Saksikan Konser Hutan Merdeka

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Sekira 50,1% dari total daratan di wilayah Indonesia merupakan bentangan hutan. Berbagai hewan dan tumbuhan endemik tinggal di hutan-hutan Indonesia, membuat negara kita dijuluki sebagai zamrud khatulistiwa yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.Hutan adalah sumber kehidupan yang menyediakan oksigen, air, menyimpan cadangan karbon, penyeimbang iklim dan sumber penghidupan bagi masyarakat adat yang tinggal di sekitarnya. […]

  •  Ini Urgensinya Energi Bersih dan Terbarukan  

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Salah satu penyumbang emisi terbesar yang berdampak pada Krisis iklim adalah sektor energi, sementara komitmen untuk transisi energi menuju energi bersih dan terbarukan seolah berjalan lambat. Di sisi lain masih banyak wilayah di Indonesia yang belum menikmati listrik seperti yang dinikmati di daerah perkotaan. Untuk membedah masalah ini, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama BBC […]

  • Widi, Sepotong Surga di Negeri Giman

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 960
    • 2Komentar

    Pemandangan yang menwan di pulau Widi foto M Ichi

  • KKR-MU Desak Presiden Cabut Perppu Cipta Kerja

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Aksi Protes UU Omnibus Law 2020 lalu foto Halmahera Post

  • Nasib Miris PLTS di Halmahera Selatan (2) Habis

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Tak Cuma Bangun, Butuh Perawatan untuk Keberlanjutan Provinsi Maluku Utara dengan 805 pulau memiliki banyak desa di pulau kecil. Dari total desa, 898 ada di tepi laut  sementara bukan di tepi laut  ada 305  desa. Mayoritas desa di pesisir dan pulau, memikul beban  ketersediaan energi listriknya. Di pulau kecil yang memiliki penghuni belum semua tersedia […]

  • Ternate Masuk 10 Kota Berketahanan Iklim Inklusive

    • calendar_month Rab, 13 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 733
    • 1Komentar

    Pelatihan rencana aksi iklim yang digelar Senin (1/10/2021)

expand_less