Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Tekanan Ruang Hidup Ohongana Manyawa Disorot dalam Forum Mineral Kritis Multipihak

Tekanan Ruang Hidup Ohongana Manyawa Disorot dalam Forum Mineral Kritis Multipihak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 17

Ekspansi pertambangan masih menghadapi tantangan lingkungan dan sosial. Persoalan tersebut mencakup bencana ekologis di kawasan tambang nikel Sulawesi Tengah, tekanan terhadap ruang hidup masyarakat adat O’Hongana Manyawa di Halmahera Tengah, serta keselamatan pekerja.

Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Pembangunan (UN Special Rapporteur on the Right to Development), Surya Deva, mengingatkan bahwa transisi energi harus tetap menjamin hak masyarakat atas tanah, lingkungan yang sehat, dan keterlibatan dalam menentukan masa depan wilayahnya.

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 104 kecelakaan kerja di industri nikel selama 2019-2025 dengan 107 korban jiwa. Sementara itu, longsor tambang bawah tanah Freeport pada September 2025 menewaskan tujuh pekerja.

Isu strategis ini menjadi pembahasan dalam Forum Mineral Kritis Multipihak Indonesia 2026 yang diselenggarakan Koalisi Responsi Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Kamis, (5/10/2026) lalu di Ballroom Lantai 2 Widya Graha, Kawasan BRIN Gatot Subroto, Jakarta.

Dalam diskusi itu diulas soal percepatan hilirisasi mineral kritis Indonesia tidak cukup hanya mengejar peningkatan investasi dan nilai tambah industri.  Hal ini harus diiringi dengan tata kelola yang bertanggung jawab, perlindungan hak masyarakat, serta pemerataan manfaat ekonomi. Tanpa komitmen tersebut, ambisi Indonesia menjadi pemain utama rantai pasok mineral global berisiko memunculkan ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan.

Indonesia sendiri memiliki posisi strategis dalam rantai pasok mineral global, terutama nikel dengan produksi bijih mencapai 2,6 juta ton pada 2025 dan cadangan sekitar 62 juta ton. Kebijakan hilirisasi melalui pembatasan ekspor bahan mentah turut mendorong investasi pengolahan mineral yang sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau tumbuh 43,3 persen. Penguatan industri juga dilakukan melalui pembentukan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) dan Badan Industri Mineral (BIM), termasuk kerja sama pengolahan rare earth antara PT Timah dan Perminas di Bangka Belitung.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan mineral kritis dunia untuk mendukung transisi energi mendorong persaingan penguasaan rantai pasok global. Panel Mineral Kritis PBB memproyeksikan kebutuhan mineral kritis meningkat hampir tiga kali lipat pada 2030. Panel tersebut juga menekankan tujuh prinsip panduan, termasuk penghormatan HAM, pembagian manfaat ekonomi (benefit sharing), dan pembiayaan bertanggung jawab.

“Keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur dari besarnya investasi dan nilai ekspor. Pemerataan manfaat ekonomi serta perlindungan masyarakat terdampak harus menjadi indikator penting. Karena itu, pembiayaan perbankan perlu disertai uji tuntas HAM dan lingkungan, transparansi, serta akuntabilitas,” kata Direktur Eksekutif PRAKARSA sekaligus Koordinator Koalisi ResponsiBank Indonesia, Victoria Fanggidae dalam diskusi tersebut.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyoroti pentingnya dukungan riset dan inovasi dalam pengembangan industri mineral kritis. Riset diperlukan untuk mengidentifikasi dampak sosial dan ekologis secara menyeluruh, sekaligus mendorong teknologi pengolahan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menekankan pentingnya investasi hilirisasi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui forum ini, Koalisi ResponsiBank Indonesia mendorong empat agenda strategis, yaitu pelibatan generasi muda dalam kebijakan transisi energi, penguatan pengawasan masyarakat sipil terhadap pembiayaan mineral kritis, penerapan standar bisnis dan rantai pasok yang bertanggung jawab, serta pengembangan mekanisme pembagian manfaat ekonomi yang adil bagi daerah penghasil dan masyarakat terdampak.

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan bersama untuk memperkuat tata kelola mineral kritis Indonesia. Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi instrumen peningkatan investasi dan daya saing industri, tetapi juga mendorong transisi energi yang berkeadilan, melindungi lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (aji/rilis BRIN)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini  Kondisi Kepiting Kenari di Malut Saat Ini

    • calendar_month Sab, 2 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 883
    • 0Komentar

    Salah satu hewan dilindungi yang hingga kini masih ditangkap diperjual belikan dan dikonsumsi dengan harga mahal adalah kepitng kenari atau nama latinnya  Birgus Latro. Hewan ini di Maluku Utara   bisa dijumpai di hampir seluruh pulau kecil  di sekitar kawasan ini. Meskpiun tersebar hampir di seluruh pulau kecil di Maluku Utara, namun  i sudah dianggap langka […]

  • Bank Indonesia umumkan uang beredar di masyarakat

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Petugas menghitung uang pecahan milik nasabah di salah satu agen BRILink di Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/10/2025).Bank Indonesia (BI) mengumumkan uang beredar di masyarakat M2 pada Agustus 2025 sebesar Rp 9.657,1 triliun atau tumbuh 7,6 persen tumbuh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 6,6 persen yang didorong uang beredar sempit (M1) sebesar 10,5 persen dan […]

  • Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Hanya dalam waktu satu tahun, Prabowo-Gibran telah mengingkari semua janji kampanye pemberantasan korupsi dan bahkan memukul mundur agenda reformasi. Pola-pola yang dulu menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sekaligus menopang rezim Orde Baru justru semakin dirawat pemerintahan Prabowo-Gibran. Demikian rilis bersama koalisi 22 NGO di Indonesia terkait dengan peringatan Hari Antikorupsi sedunia yang jatuh pada […]

  • Pulau-pulau Makin Terancam Sampah Plastik

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 911
    • 0Komentar

    Kawasan Pasir Putih di Morotai Tertutupi Sampah Pulau-pulau di Maluku Utara saat ini sangat terancam dengan sampah. Terutama sampah yang masuk ke laut  dan kemudian kembali ke pantai.  Ada beragam jenis sampah ditemui di tepi pantai. Plastic terutama kantong kresek, botol bekas minuman, sachet  berbagai makanan ringan dan beragam kebutuhan lainnya. Tidak itu saja ada […]

  • Pelaksanaan Perhutanan Sosial Masih Bermasalah

    • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 899
    • 1Komentar

    Rapat Pokja PS Maluku Utara,foto Ahmad Zakih

  • Korban Lakalaut Tinggi, Butuh Kolaborasi Penanganan

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 792
    • 1Komentar

    Ketua POSSI dan SAR Ternate didampingi Danlanal Ternate menunjukan isi MoU yang telah ditandatantangani foto M Ichi

expand_less