Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Menikmati Ekowisata Bukit Lona Pulau Tidore

Menikmati Ekowisata Bukit Lona Pulau Tidore

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
  • visibility 1.055

Kiriman Tulisan Andy Taufik  Marasabessy

Pulau Tidore dan Ternate, memiliki kawasan ekowisata  yang tidak pernah habisnya. Beberapa  spot di daerah puncak gunung dua pulau ini, menyimpan beragam potensi wisata  alam pegunungan. Terbaru adalah Bukit Lona di Lingkungan Lada Ake Kelurahan Jaya Keamatan Tidore Utara. Kawasan ini menyimpan sejuta potensi ekowisata.

Sebagai daerah di puncak Pulau Tidore, bukit yang memiliki pemandangan  eksotis ini,  bisa menjadi pilihan  wisata  alam  bebas. Dari sini   bisa juga menikmati  wanginya  bau rempah pala dan cengkih. Termasuk ikut menyaksikan proses panen pala dan cengkih dari warga setempat.  Kawasan ini  bisa  jadi pilihan tempat wisata penting di Kota Tidore dan Ternate.

Untuk mencapai ekowisata ini bisa lewat Kelurahan Soasio ke Kelurahan Gurabunga,  selanjutnya  menuju  Lada Ake atau juga dari Tidore Utara melalui Kelurahan Rum menuju Kelurahan Jay dan selanjutnya ke Lada Ake.  Akses ke kawasan ini juga terbilang lancar bisa  dengan  kendaraan roda dua maupun roda empat.  

Lalu apa kelebihan Bukit Lona?  Bukit Lona  Lada Ake    di alam pegunungan Tidore  ini sangat sejuk dihiasi hutan cengkih dan pala. Dari sini juga,  bisa menyaksikan  pemandangan  indah  jejeran pulau  Maitara dan Ternate dari ketinggian Tidore. Para pengunjung bahkan bisa mengambil camping di kawasan  ini untuk beberapa hari.  

Biji pala yang menjadi ikon kawasan ekowisata Bukit Lona

Tempat wisata ini mulai dirinitis awal 2020 lalu. Digagas  oleh  Penyuluh  Kehutanan Pendamping Bahrun Marsaoly dan  Kasie Perencanaan KPH Ternate Tidore Iwan Jus Marsaoly. Keduanya menggolkan kawasan ini jadi tempat wisata.

“Awal  Januari  2020 saat Iwan Jus Marsaoly mendatangi kebun pala orang tuanya di Desa Lada Ake Kelurahan Jaya Tidore Utara. Beristirahat sejenak di kebun pamannya Wahab Marsaoly dan Thalib Marsaoly. Iwan  melihat  spot view Bukit Lona yang indah.  Dia lalu  mengabadikan gambar- gambar dari ketinggian. Usai kunjungan, selanjutnya dia serahkan foto-foto kepada saya karena masuk wilayah kerja saya diDesa  Lada Ake ini. Atas informasi itu kemudian  terinspirasi  membuat spot ekowisata jasa  lingkungan di Bukit Lona ini,” cerita  Bahrun.

Dia bilang niat awalnya meningkatkan kesejahteraan Kelompok Tani Hutan (KTH) di daerah ini. Bermodal laptop,  Bahrun  membuat proposal kepada 13 mitra kehutanan atau  penampung kayu di Kota Tidore  agar membantu merealisasikan mimpi tersebut. Lewat proposal itu,  didapat dana Rp7 juta sebagai modal awal  mengembangkan spot ini. Dana   itu kemudian  dibelikan material dan dibangun  fasilitas satu panggung foto dan 4 tempat duduk.

“Memang usaha ini sempat terhenti beberapa waktu karena Covid 19 yang merebak. Meski begitu  karena sudah diperkenalkan melalui media social facebook,  jadi tetap dikunjungi  warga.  Mereka  penasaran  dan terus berdatangan ke  bukit Lona ini,” ujar Bahrun.

Spot Selfi yang menarik bagi pengunjung Bukit Lona/foto Andy Taufik

Juni 2019 Bahrun  menyampaikan  proposalnya ke Kepala  Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ternate Tidore Ibrahim Tuheteru. Tujuannya, agar KTH Mafulada dapat menjadi binaan dan diusulkan menjadi Kelompk Tani Hutan (KTH)/Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS)   dalam mendukung Perhutanan Sosial di Maluku Utara. “Lewat usulan itu ada respon baik dari KPH Ternate Tidore dan dikomunikasikan ke Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Maluku Papua  di Ambon sambil  menunggu tindak lanjutnya,” jelasnya.

Oktober 2020, saat pendemi Covid  mulai mereda KTH Jasa Lingkungan Bukit Lona   bergeliat dengan membuat spot  baru  secara swadaya seperti sekarang ini.

“Jika Bukit Lona sudah menjadi  KTH Perhutanan Sosial maka akan meminta bantuan untuk mengembangkan agroforestry dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan alat menanam dan bibit sayuran,” kata  Bahruin lagi. Bibit sayuran  ini  akan ditanam di sela-sela pohon hutan dan koloni madu trigona agar Bukit Lona selain menawarkan keindahan alam, juga menjadi penghasil sayuran dan beragam hortikultura. Tidak itu saja, ke depan  bisa menghasilkan madu trigona dari hasil budidaya lebah madu, sekaligus menjadi tempat penelitian.  Dia bilang lagi ide ini perlu didukung instansi terkait dan para pihak lainnya agar berhasil dan dapat menginspirasi para pejuang  pemberdayaan KTH di mana pun.

Tangga menuju Bukit Lona/foto Andi Taufik

“Saya berterima kasih Kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara H. M. Sukur Lila,  dan Kepala KKPH Ternate Tidore Ibrahim Tuheteru dan jajarannya bersama Kasie Perencanaan KPH Ternate Tidore Iwan Marsaoly bersama 13 Mitra Kehutanan  di Kota Tidore Kepulauan. Mereka telah mendukung perjuangan  mensejahterakan KTH dengan tetap menjaga kelestarian hutan.  Satu tujuan kita  Masyarakat Sejahtera dan Hutan Lestari,” kata Bahrun.    

Beberapa sarana wisata yang telah dibangun di Bukit Lona/foto Andy Taufik

Kepala KPH Ternate Tidore Ibrahim Tuhateru yang dihubungi kabarpulau.co.id/ Rabu (24/11) siang menjelaskan, kawasan wisata ini bisa jadi pilihan dalam menikmati keindahan alam bahkan  bisa  camping. Ke depan KPH akan mengembangkan kawasan  ekowisata  ini. “Luasanya tidak cukup satu hektar.  Kawan kawan sudah melakukan pembicaraan  untuk diperluas  ke kiri kanan  dari spot yang  ada sekarang.  Untuk masuk kawasan wisata ini  biaya seikhlasnya karena masih menunggu  usulan izin perhutanan sosial agar pengelolaanya diberikan kepada  kelompok tani hutan setempat,” jelas Kepala KPH Ternate Tidore  Ibrahim Tuhateru  yang dihubungi Rabu (25/11/2020) siang. (*) 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Kasubibi Kembangkan Padi Ladang

    • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 723
    • 2Komentar

    Program TEKAD Dampingi dan Buat Sekolah Lapang Program pemerintah bernama Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) menunjukan hasil menggembirakan.  Program yang didanai APBN dan International Fund for Agriculture Development (IFAD)  ini,  di Maluku Utara  difokuskan di Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera  Barat  dan Halmahera Tengah di  4 kecamatan dan 20 desa.   Salah satu daerah dampingan TEKAD […]

  • Hutan Orang Tobaru Terus Menyusut

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 708
    • 0Komentar

    Yusak Bulere (67 tahun) sibuk mengasapi kelapa yang telah diolah menjadi kopra. Saat ditemui di kebunnya Minggu sekira pukul 11.30 WIT pertengahan Februari 2021 lalu, Ayah tiga ini sibuk melemparkan  gonofu  (sabut kelapa dan tempurung kelapa,red) ke dalam api untuk menambah  api bafufu (pengasapan,red). Yusak sejak pagi menunggu kopra matang untuk segera dijual  kepada pedagang  […]

  • Mangrove Makin Terancam, Butuh Pelibatan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 12 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Kondisi hutan mangrove yang masih llebat di Kao Halmahera Utara, foto M Ichi

  • Banjir Sumatera: Krisis Iklim yang Menuntut Aksi Nyata

    Banjir Sumatera: Krisis Iklim yang Menuntut Aksi Nyata

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 806
    • 0Komentar

    Krisis iklim menghantam  Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Per 3 Desember 2025: 3,3 juta orang terdampak, 753 tewas, 600 hilang, 2 juta orang mengungsi. Kerugian materiil mencapai Rp 68,67 triliun (CELIOS). Bantuan sulit masuk karena akses logistik terputus. Cyclone Senyar yang terjadi di Selat Malaka pada saat bencana terjadi merupakan fenomena langka di garis katulistiwa dan […]

  • UGM Riset Kosmopolis Rempah di Malut

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 734
    • 1Komentar

    Sudah Jalin Kerjasama dengan Pemkab Halut Wilayah Provinsi Maluku Utara dikenal sebagai penghasil  rempah pala dan cengkeh.  Tak salah di Kota Ternate misalnya saat ini membangun icon kotanya dengan sebutan   Kota Rempah. Karena itu juga  Maluku Utara patut menyandang The Spicy Island  karena menjadi penghasil rempah yang merupakan sebuah warisan masa lalu Upaya mengembalikan kejayaan […]

  • Perusahaan Tambang Wajib Punya PKKPRL

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 778
    • 0Komentar

    Kawasan-laut-di-depan-pulau-gebe-dan-fofao-kini-menjadi-tempat-parkir-kapal-dan-tongkang-yang-mengangkut-ore-tambang foto M ICI

expand_less