Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Banjir dan Longsor, Perparah Jalan Sayoang-Yaba

Banjir dan Longsor, Perparah Jalan Sayoang-Yaba

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 3 Feb 2021
  • visibility 886

Berikut Ini Foto dan Videonya

Kondisi jalan Sayoang-Yaba di Bacan Halmahera Selatan  tidak hanya rusak parah. Jika sebelumnya sempat tertutup longsor dan belum  diperbaiki, jalan tersebut kini kembali longsor hingga  badan jalan tertutup dan tak bisa dilewati kendaraan. Akibatnya, warga makin kesulitan menggunakan ruas jalan milik pemerintah Provinsi Maluku Utara ini.

https://www.youtube.com/watch?v=h0HZNxkbMHw

Longsor yang terjadi di kilometer 11 jalan tersebut     terjadi akibat hujan  Sabtu  (30/1) lalu. Informasi yang dihimpun kabarpulau.co.id/ di lapangan menyebutkan, akibat longsor sebuah mobil avansa yang membawa penumpang dari Babang menuju Yaba sempat terperosok. Meski begitu tidak  ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Jalan ini juga dihantam banjir yang karena meluapnya sungai ake rica di antara Sayoang yaba, footo nachrawi

“Setelah longsor ada mobil  dari Babang menuju ke Yaba  melalui  jalan tersebut. Karena  kendaraan lewat di luar badan jalan  mobil sempat terperosok. Mobil tidak bisa melewati badan jalan dan berusaha melewati tepi jalan karena jalan dipenuhi material tanah,” jelas Nachrawi Rabbul  warga Babang yang berkebun  tak jauh dari kawasan ini. 

Untuk melintas dengan kendaraan roda dua warga terpaksa menggunakan alat seadanya membuka akses agar bisa lewat. 

Nachrawi bilang, longsor  ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya saat hujan deras beberapa waktu lalu diikuti banjir terjadi longsor. Hanya saja belum  menutupi seluruh badan jalan. Saat  longsor kedua semua badan jalan tertutup material.  

Material longsor menutup jalan/foto nachrawi

Sebelumnya Sabtu (30/1/2021) akibat hujan lebat di  pulau Bacan menyebabkan banjir di  Sungai  Ake Rica  hingga  meluap  dan melewati  bahkan menyapu badan  jalan di kilometer 09  Sayoang- Yaba. Banjir tersebut semakin memperparah  kondisi jalan.

Karena kondisi yang menyulitkan ini,  warga meminta segera ada perhatian dari pemerintah provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum.

“Ini ruas jalan provinsi. Harapan kami karena jalan milik provinsi maka  segera diturunkan alat untuk diperbaiki.  Jika tidak, warga makin menderita karena akses yang terputus. Jalan  ini merupakan akses utama warga dari Kota Labuha menuju  Bacan Barat Utara dan sebaliknya,”  kata  Jufri   Hasan salah satu petani di kawasan Ake Rica.  

Kondisi jalan Sayoang Yaba yang belum diaspal/foto nachrawi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku Utara Santrani Abusama yang dikonfirmasi sebelumnya mengaku segera menurunkan staf mengecek dan melakukan  perbaikan. Hanya saja sampai saat ini belum ada tanda tanda perbaikan tersebut. Bahkan hingga longsor bertambah  dan menutup badan jalan ini belum  ada perbaikan dilakukan. “Belum ada orang yang turun melihat kondisi jalan ini,,” kata Jufri. (*) 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Inovator Bisnis Dapat Penghargaan Econovation 2021

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle
    • visibility 627
    • 1Komentar

    Tiga inovator bisnis terbaik mendapatkan penghargaan dalam program Econovation 2021. Penghargaan  itu dalam bentuk dukungan usaha pengembangan bisnis  yang diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional khususnya selama pandemi Covid-19 serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan, edukasi dan kesehatan berbasis masyarakat. Penghargaan tersebut merupakan akhir dari rangkaian acara […]

  • Tiga Persen APBD Harus Dialokasikan Atasi Sampah

    • calendar_month Sen, 16 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    Gubernur/Bupati Wali Kota Didesak Buat Aksi Nyata Kepala Daerah di Indonesia termasuk Provinsi Maluku Utara  dan Kabupaten/kota  didesak segera melakukan aksi nyata  atasi sampah yang  makin tidak bisa tertangani  saat ini. Aksi nyata  yang harus dilakukan kepala daerah  Gubernur maupun Bupati dan Wali Kota itu, disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), […]

  • Hari Air Sedunia Warga Gelar Ritual Sigofi Ake

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 658
    • 0Komentar

    Bagian dari Upaya Konservasi Ake Gaale Selasa 22 Maret 2022 hari ini, menjadi momentum penting memperingati Hari Air Sedunia. Di berbagai belahan bumi, masyarakat  atau komunitas memperingati hari air dengan berbagai kegiatan, baik ceremony maupun aksi nyata.   Di Ternate Maluku Utara  terutama masyarakat yang bermukim di sekitar sumber mata air Ake Gaale di Kelurahan […]

  • KKP Kepulauan Sula Kaya Potensi Belum Terkelola Baik

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 2.638
    • 0Komentar

    Kawasan konservasi Kepulauan Sula di Kabupaten Kepulauan Sula  di Provinsi Maluku Utara mencakup enam kecamatan, yaitu Kecamatan Sanana, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kecamatan Sulabesi Timur, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kecamatan Mangoli Timur, dan Kecamatan Mangoli Tengah. Terdapat 35 desa di enam kecamatan  masuk di dalam wilayah konservasi  Kepulauan Sula. KKP Sula yang masuk dalam Taman Pesisir […]

  • Kampanye Hari  Air Sedunia Lewat Konten Digital

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 762
    • 1Komentar

    Warga Lingkungan Ake Gaale Kelurahan Sangaji Kota Ternate Utara  akan merayakan Hari Air Sedunia 23 Maret nanti dengan beragam kegiatan. Diawali dengan kegiatan Workshop Makin Cakap Digital pada Selasa (14/3/2023) malam. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya memiliki pemahaman dan pengetahuan soal pemanfaatan dan penggunaan  media social dan alat digital. Tidak […]

  • Lewat Hari Tani,  FPUD Soroti Konflik Agraria di Malut      

    Lewat Hari Tani, FPUD Soroti Konflik Agraria di Malut    

    • calendar_month Sab, 26 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

     Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) menggelar aksi unjuk rasa pusat kota Ternate. Aksi itu di gelar  di  Depan Pasar Barito dan  kantor walikota Ternate.  Kamis (24/09/2026) dua hari sebelumnya. Aksi ini untuk merespon Hari Tani Nasional (HTN) dengan mengangkat isu  “Hancurkan Kapitalisme-Neoliberalisme, Tanah untuk Rakyat dan wujudkan Reforma Agraria Sejati. Fahyudin M Yunus  Kordinator Lapangan […]

expand_less