Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Pulau Mitita Surganya Hiu Sirip Hitam

Pulau Mitita Surganya Hiu Sirip Hitam

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
  • visibility 1.011

Kabupaten Pulau Morotai memiliki 33 pulau kecil yang mengelilinginya. Pulau yang tidak berpenghuni berjumlah 26  dan yang berpenghuni   7 pulau. Pulau  yang berpenghuni adalah pulau Morotai (main island), pulau Kolorai, pulau Ngele-ngele kecil, pulau Ngele-ngele besar pulau Golo-golo, pulau Rao, dan pulau Saminyamau.

Tahun 2014, Presiden Jokowi menetapkan Pulau Morotai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata lewat Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2014. Setelah itu, pada 2016 Pulau Morotai ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata utama di Indonesia untuk jadi 10 ‘Bali Baru’.  

Penetapan itu bukan tanpa alasan, karena  punya banyak sekali peninggalan sejarah setelah Perang Dunia II. Pulau Morotai tak hanya punya keindahan alam lautnya, tapi juga kekayaan sejarahnya.

Semua pulau di Morotai memiliki potensi sumberdaya alam laut dan darat yang luar  biasa terutama  potensi perikanan dan pariwisata. Dari 27 pulau yang tidak berpenghuni itu salah satunya adalah pulau Mitita   di bagian selatan Pulau Morotai.  Pulau ini memiliki kekayaan wisata laut luar biasa. Dari 28 spot diving di Morotai satu di antaranya ada di Mitita.  Mitita memiliki luas 482,03 hektar. Pulau berpasir putih ini menyimpan  keindahan luar biasa baik pantai maupun bawah lautnya.

Untuk kondisi bawah lautnya, pulau dengan kekayaan sumber daya hayati penting ini masuk dalam sub zona rehabilitasi karang. Mitita  juga  masuk   dalam kawasan konservasi laut Pulau Rao Tanjung Dehegila yang saat ini sedang dilakukan pemulihan terumbu karang.    

Perairan Morotai di Maluku Utara masih memiliki kesehatan ekosistem terumbu karang yang baik. Ini ditunjukkan dengan kehadiran ikan hiu sirip hitam (black tip) dalam penyelaman di beberapa titik selamnya.  Setiap ada penyelam yang masuk ke spot ini dan memberi makan kelompok ikan hiu sirip hitam menyambut penyelam di perairan Pulau Mitita.   

Ikan hiu sirip hitam (black tip) tak canggung berdekatan dengan penyelam, di Pulai Mitita

KKP Pulau Rao yang telah dibentuk sejak 2012.  seluas 330 hektar diperluas menjadi 58.011 ha terdiri ekosistem terumbu karang, mangrove, dan tempat bersarang penyu.

Tidak semua orang mengenal indahnya Pulau Mitita. Pulau ini menawarkan alam indah dengan pantai yang  menawan.  Ada banyak jenis ikan seperti Manta Rays, Hiu, dan masih banyak lagi.  Di Pulau ini juga bisa menyaksikan atau mengamati burung, menyelam, dan snorkeling.  Pengunjung bisa menikmati sinar matahari yang hangat di dermaga kecil atau pantai.   

Mitita juga memiliki pantai yang indah dengan pasir putih. Meski begitu, daya tarik terbaik adalah kehidupan bawah lautnya yang beragam. Ada banyak ikan dan karang. Ikan kecil dan besar tinggal di sini. Penyelam bahkan bisa menemukan Manta Rays yang megah di beberapa tempat menyelam.    

Keindahan Pulau Mitita bisa menggoda semua orang. Lebih baik mengutamakan keamanan. Snorkeling sangat cocok untuk pemula. Bagi yang menyukai tantangan, diving yang dalam patut dicoba. Ada kesempatan melihat lebih banyak makhluk laut.(*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Iklim Mengancam Anak Pesisir  

    Krisis Iklim Mengancam Anak Pesisir  

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Harga Mahal Harus Dibayar  oleh Pembangunan yang Abai   Krisis iklim tidak lagi bisa dibaca sebatas cuaca ekstrem. Dia  adalah ancaman terhadap keadilan antar generasi. Laporan Children’s Climate Risk Report 2026 dari UNICEF menunjukkan hampir seluruh anak di dunia terpapar risiko iklim, dengan 1,1 miliar anak menghadapi tiga ancaman sekaligus: kekeringan, panas ekstrem, dan gelombang […]

  • Ini Cara Komikus Muda Kalesang Ternate

    • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 664
    • 1Komentar

    Para pengunjung yang datang menyaksikan pameran komik

  • Ini Cara Perkuat Kapasitas Warga Kampung

    • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 769
    • 0Komentar

    Belajar Pemetaan  dan Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat   Puluhan anak muda   dari  beberapa lembaga dan pemuda kampung berkumpul di Training Centre Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku Utara Selasa hingga Sabtu (9-13/8/2022). Mereka mengikuti Pelatihan, Pemetaan serta Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dan Perlindungan  Hutan Kampung. Pelatihan  ini  digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PAKATVA Maluku […]

  • Begini  Kondisi Kepiting Kenari di Malut Saat Ini

    • calendar_month Sab, 2 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 861
    • 0Komentar

    Salah satu hewan dilindungi yang hingga kini masih ditangkap diperjual belikan dan dikonsumsi dengan harga mahal adalah kepitng kenari atau nama latinnya  Birgus Latro. Hewan ini di Maluku Utara   bisa dijumpai di hampir seluruh pulau kecil  di sekitar kawasan ini. Meskpiun tersebar hampir di seluruh pulau kecil di Maluku Utara, namun  i sudah dianggap langka […]

  • Perkumpulan Pakatifa Ikut Kampanyekan Perlindungan Satwa Laut

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2020
    • account_circle
    • visibility 2.129
    • 0Komentar

    Pagi pukul 04.30 WIT Sahman Hasyim (40) warga Desa Samo Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara turun ke pantai hendak menyiapkan jaringnya   dipasang di kawasan laut kampung itu. Saat menuju ke perahu yang berisi jaring, di sampingnya  ada seekor penyu jenis lekang sedang bertelur. Karena kebiasaan sebagian warga desa ini mengkonsumsi daging penyu, […]

  • Perkici dada-merah Sangat Terancam

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 785
    • 0Komentar

    Nuri Ternate yang dilepasliarkan setelah di tempatkan di kandang transit Ternte

expand_less