Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Pulau Mitita Surganya Hiu Sirip Hitam

Pulau Mitita Surganya Hiu Sirip Hitam

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
  • visibility 599

Kabupaten Pulau Morotai memiliki 33 pulau kecil yang mengelilinginya. Pulau yang tidak berpenghuni berjumlah 26  dan yang berpenghuni   7 pulau. Pulau  yang berpenghuni adalah pulau Morotai (main island), pulau Kolorai, pulau Ngele-ngele kecil, pulau Ngele-ngele besar pulau Golo-golo, pulau Rao, dan pulau Saminyamau.

Tahun 2014, Presiden Jokowi menetapkan Pulau Morotai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata lewat Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2014. Setelah itu, pada 2016 Pulau Morotai ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata utama di Indonesia untuk jadi 10 ‘Bali Baru’.  

Penetapan itu bukan tanpa alasan, karena  punya banyak sekali peninggalan sejarah setelah Perang Dunia II. Pulau Morotai tak hanya punya keindahan alam lautnya, tapi juga kekayaan sejarahnya.

Semua pulau di Morotai memiliki potensi sumberdaya alam laut dan darat yang luar  biasa terutama  potensi perikanan dan pariwisata. Dari 27 pulau yang tidak berpenghuni itu salah satunya adalah pulau Mitita   di bagian selatan Pulau Morotai.  Pulau ini memiliki kekayaan wisata laut luar biasa. Dari 28 spot diving di Morotai satu di antaranya ada di Mitita.  Mitita memiliki luas 482,03 hektar. Pulau berpasir putih ini menyimpan  keindahan luar biasa baik pantai maupun bawah lautnya.

Untuk kondisi bawah lautnya, pulau dengan kekayaan sumber daya hayati penting ini masuk dalam sub zona rehabilitasi karang. Mitita  juga  masuk   dalam kawasan konservasi laut Pulau Rao Tanjung Dehegila yang saat ini sedang dilakukan pemulihan terumbu karang.    

Perairan Morotai di Maluku Utara masih memiliki kesehatan ekosistem terumbu karang yang baik. Ini ditunjukkan dengan kehadiran ikan hiu sirip hitam (black tip) dalam penyelaman di beberapa titik selamnya.  Setiap ada penyelam yang masuk ke spot ini dan memberi makan kelompok ikan hiu sirip hitam menyambut penyelam di perairan Pulau Mitita.   

Ikan hiu sirip hitam (black tip) tak canggung berdekatan dengan penyelam, di Pulai Mitita

KKP Pulau Rao yang telah dibentuk sejak 2012.  seluas 330 hektar diperluas menjadi 58.011 ha terdiri ekosistem terumbu karang, mangrove, dan tempat bersarang penyu.

Tidak semua orang mengenal indahnya Pulau Mitita. Pulau ini menawarkan alam indah dengan pantai yang  menawan.  Ada banyak jenis ikan seperti Manta Rays, Hiu, dan masih banyak lagi.  Di Pulau ini juga bisa menyaksikan atau mengamati burung, menyelam, dan snorkeling.  Pengunjung bisa menikmati sinar matahari yang hangat di dermaga kecil atau pantai.   

Mitita juga memiliki pantai yang indah dengan pasir putih. Meski begitu, daya tarik terbaik adalah kehidupan bawah lautnya yang beragam. Ada banyak ikan dan karang. Ikan kecil dan besar tinggal di sini. Penyelam bahkan bisa menemukan Manta Rays yang megah di beberapa tempat menyelam.    

Keindahan Pulau Mitita bisa menggoda semua orang. Lebih baik mengutamakan keamanan. Snorkeling sangat cocok untuk pemula. Bagi yang menyukai tantangan, diving yang dalam patut dicoba. Ada kesempatan melihat lebih banyak makhluk laut.(*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikmati Tiga Mata Air di Hutan Mangrove Gamtala

    • calendar_month Jum, 4 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 457
    • 1Komentar

    Para pengunjung menikmati kawasan wisata hutan mangrove Gamtala

  • Gelar Program Save The Small Island, Warga dan Walhi Malut Tanam Mangrove

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 201
    • 0Komentar

    LABUHA – Masyarakat Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan Halmahera Selatan, melakukan gerakan menanam 20  ribu anakan pohon mangrove. Aksi menanam di lahan-lahan mangrove yang rusak akibat perambahan orang tidak bertanggungjawab itu,  dilakukan selama  dua hari Rabu (5/11) dan Kamis (6/11) lalu. Program selamatkan lingkungan dengan menanam mangrove ini,  dilakukan bersama  LSM Wahana Lingkungan Hidup […]

  • Peringati Kemerdekaan dengan Tanam Pohon

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Warga Buat Komitmen Jaga Alam dan Kali Bersih Beragam cara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia  RI ke 75 17 Agustus 1945. Salah satunya dengan menanam pohon di sempadan sungai.  Sementara   warga di mana lokasi penanaman berada,  membuat  komitmen tertulis bersama dengan pemerintah desa   menjaga alam desa termasuk  kali agar airnya tetap bersih. Diinisiasi […]

  • Titik Nol Jalur Rempah Dunia:(1)

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Cengkih Afo cengkih tertua di dunia. Foto ini adalah gambar cengkoh afo generasi kedua yang sempat diabadikan gambarnya.

  • Kala Rusa Pulau Mare Tinggal Cerita

    • calendar_month Jum, 14 Sep 2018
    • account_circle
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Hamparan ilalang  mencapai 10 hektar di bagian Timur Gunung Mare itu merupakan hutan lindung. Ada juga pohon jambulang tumbuh liar bersama tanaman perdu lain. Tempat ini oleh warga dikenal dengan Bilarung Makota, bahasa Tidore, berarti tempat bermain rusa. Warga menyebut, tempat bermain rusa, karena di sinilah sekitar 15 tahun lalu bisa menyaksikan rusa-rusa di Puncak […]

  • Jaring Nusa: Visi Indonesia Emas 2045, Wajib Pastikan Hak Masyarakat Pesisir dan Pulau Kecil  

    • calendar_month Sen, 11 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 415
    • 2Komentar

    Jaring Nusa  sebuah konsorsium   masyarakat sipil yang dideklarasikan pada 19 Agustus 2021 lalu mendesak pemerintah dalam menetapkan visi Indonesia Emas 2045 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional RPJPN 2025 2045 memberi kepastian dan perlindungan  Hak Masyarakat Pesisir dan Pulau Kecil. Peryataan Jaring Nusa  yang di dalamnya  ada 18 lembaga dan 1 komunitas  itu, […]

expand_less