Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
  • visibility 929

Tulisan Sofyan Ansar Polhut Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Maluku Utara

Pulau Sibu merupakan sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Pulau ini, hanya memiliki luasan sekitar 370 hektar dan dikelilingi oleh ekosistem hutan mangrove yang masih sangat alami. Berjarak hanya 1,5 kilometer disebelah barat dari kelurahan Guraping, Oba Utara, Sofifi, Maluku Utara.

Pulau  yang dikelilingi oleh hutan mangrove ini mempunyai potensi ekosistem hutan mangrove dengan keanekaragaman hayati dan jenis terumbu karang. Di lautnya selain karang juga  sebaran padang lamun serta biota lautnya. Ada beragam keanekargaman hayati  yang hidup alami  bisa   dijumpai di pulau ini.

Sibu juga memiliki pantai yang dikelililingi terumbu karang.Air lautnya   begitu jernih, berwarna biru, bahkan saking jernih air lautnya, terumbu karang di sekitar pulau Sibu bisa terlihat begitu jelas.  Tanpa harus menyelam ke dasar laut dengan perahu saja sudah bisa melihat indahnya karang dan ikan ikannya.

Kekayaaan  hutan mangrove  serta ekosistem bawah lautnya menjadikan Pulau Sibu begitu istimewa.

Bila dilihat dari atas ketinggian atau menggunakan drone, Pulau Sibu terlihat begitu indah. berbentuk seperti hati dan dominan berwarna hijau dengan tutupan vegetasi hutan mangrove  cukup rapat.

Disebelah Utara Pulau Sibu, terdapat kawasan wisata hutan mangrove, telaga dan pantai teluk Guraping yang sangat menawan. Menjadi bagian dari kesatuan keindahan panorama alam yang dimiliki oleh kelurahan Guraping.

Dilihat dari peta kawasan hutan dan perairan Provinsi Maluku Utara, Pulau Sibu merupakan kawasan hutan lindung dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Bagi masyarakat Guraping, Pulau Sibu adalah pulau yang dikeramatkan, karena terdapat makam (Jere) tokoh adat yang dikenal bernama Gimalaha Sibu. Menurut legenda, Pulau Sibu merupakan pemukiman  (kampung) pertama,  jauh sebelum masyarakat Gamrange (Weda, Maba dan Patani) datang dan hidup bersama-sama dengan warga setempat dan membangun pemukiman atau kampung baru disekitar pesisir Pulau Sibu, yang saat ini dikenal menjadi Kelurahan Guraping.

Pada perayaan hari besar keagamaan, Pulau Sibu selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk berziarah ke makam Sibu untuk berdoa bersama sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kepada para leluhur. Ritual ini sudah menjadi tradisi turun temurun oleh masyarakat Guraping.

default

Kecantikan pulau kecil yang dikeramatkan ini, bisa kita nikmati dari kejauhan. Dari kantor Gubernur Maluku Utara, Pulau Sibu terlihat sangat mempesona dan menjadi pemandangan abadi dari atas puncak Gosale. Bila berkunjung ke Pulau Sibu, sobat wisata bisa menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh hanya sekitar 5 menit dari pantai Guraping.

Dikaji dari 3 faktor utama sebagai syarat mutlak untuk pengembangan sebuah destinasi wisata seperti atraksi, akses dan amenitas. Bisa dibilang, di kawasan wisata guraping ini sudah sangat terpenuhi dan sangat layak untuk dijadikan kawasan destinasi wisata prioritas di Provinsi Maluku Utara.

Keindahan dan keunikan panorama alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh kelurahan Guraping, merupakan aset berharga yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi denstinasi wisata unggulan di Provinsi Maluku Utara.

Sadar akan potensi yang dimiliki, para pemuda dan tokoh masyarakat kelurahan Guraping dengan penuh semangat, berinisiatif menggelar sebuah event festival kampung dengan tujuan agar bisa mencuri perhatian pemerintah dan masyarakat luas sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan pontensi pariwisata dan budaya yang terdapat di Kelurahan Guraping.

 Festival bertajuk “Festival Doe-Doe Guraping 2021” berhasil dilaksanakan pada 22 – 31 Desember 2021. “Guraping Kampong Wisata Budaya” menjadi tema besar dalam FDD 2021. Festival Doe Doe 2021 mengangkat tentang kearifan lokal dan potensi wisata alam yang terdapat di guraping. Berbagai konten budaya warisan asli para leluhur pun turut dihadirkan sebagai atraksi dalam festival ini.

Semoga dengan  adanya Festival Doe Doe Guraping 2021, bisa mendapat perhatian dari pemerintah guna pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata di kelurahan Guraping yang lebih baik dan berkelanjutan. (*)

Pulau Sibu merupakan sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Pulau ini, hanya memiliki luasan sekitar 370 hektar dan dikelilingi oleh ekosistem hutan mangrove yang masih sangat alami. Berjarak hanya 1,5 kilometer disebelah barat dari kelurahan Guraping, Oba Utara, Sofifi, Maluku Utara.

Pulau  yang dikelilingi oleh hutan mangrove ini mempunyai potensi ekosistem hutan mangrove dengan keanekaragaman hayati dan jenis terumbu karang. Di lautnya selain karang juga  sebaran padang lamun serta biota lautnya. Ada beragam keanekargaman hayati  yang hidup alami  bisa   dijumpai di pulau ini.

Sibu juga memiliki pantai yang dikelililingi terumbu karang.Air lautnya   begitu jernih, berwarna biru, bahkan saking jernih air lautnya, terumbu karang di sekitar pulau Sibu bisa terlihat begitu jelas.  Tanpa harus menyelam ke dasar laut dengan perahu saja sudah bisa melihat indahnya karang dan ikan ikannya.

Kekayaaan  hutan mangrove  serta ekosistem bawah lautnya menjadikan Pulau Sibu begitu istimewa.

Bila dilihat dari atas ketinggian atau menggunakan drone, Pulau Sibu terlihat begitu indah. berbentuk seperti hati dan dominan berwarna hijau dengan tutupan vegetasi hutan mangrove  cukup rapat.

Disebelah Utara Pulau Sibu, terdapat kawasan wisata hutan mangrove, telaga dan pantai teluk Guraping yang sangat menawan. Menjadi bagian dari kesatuan keindahan panorama alam yang dimiliki oleh kelurahan Guraping.

Dilihat dari peta kawasan hutan dan perairan Provinsi Maluku Utara, Pulau Sibu merupakan kawasan hutan lindung dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Bagi masyarakat Guraping, Pulau Sibu adalah pulau yang dikeramatkan, karena terdapat makam (Jere) tokoh adat yang dikenal bernama Gimalaha Sibu. Menurut legenda, Pulau Sibu merupakan pemukiman  (kampung) pertama,  jauh sebelum masyarakat Gamrange (Weda, Maba dan Patani) datang dan hidup bersama-sama dengan warga setempat dan membangun pemukiman atau kampung baru disekitar pesisir Pulau Sibu, yang saat ini dikenal menjadi Kelurahan Guraping.

Pada perayaan hari besar keagamaan, Pulau Sibu selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk berziarah ke makam Sibu untuk berdoa bersama sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kepada para leluhur. Ritual ini sudah menjadi tradisi turun temurun oleh masyarakat Guraping.

Kecantikan pulau kecil yang dikeramatkan ini, bisa kita nikmati dari kejauhan. Dari kantor Gubernur Maluku Utara, Pulau Sibu terlihat sangat mempesona dan menjadi pemandangan abadi dari atas puncak Gosale. Bila berkunjung ke Pulau Sibu, sobat wisata bisa menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh hanya sekitar 5 menit dari pantai Guraping.

Dikaji dari 3 faktor utama sebagai syarat mutlak untuk pengembangan sebuah destinasi wisata seperti atraksi, akses dan amenitas. Bisa dibilang, di kawasan wisata guraping ini sudah sangat terpenuhi dan sangat layak untuk dijadikan kawasan destinasi wisata prioritas di Provinsi Maluku Utara.

Keindahan dan keunikan panorama alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh kelurahan Guraping, merupakan aset berharga yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi denstinasi wisata unggulan di Provinsi Maluku Utara.

Sadar akan potensi yang dimiliki, para pemuda dan tokoh masyarakat kelurahan Guraping dengan penuh semangat, berinisiatif menggelar sebuah event festival kampung dengan tujuan agar bisa mencuri perhatian pemerintah dan masyarakat luas sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan pontensi pariwisata dan budaya yang terdapat di Kelurahan Guraping.

 Festival bertajuk “Festival Doe-Doe Guraping 2021” berhasil dilaksanakan pada 22 – 31 Desember 2021. “Guraping Kampong Wisata Budaya” menjadi tema besar dalam FDD 2021. Festival Doe Doe 2021 mengangkat tentang kearifan lokal dan potensi wisata alam yang terdapat di guraping. Berbagai konten budaya warisan asli para leluhur pun turut dihadirkan sebagai atraksi dalam festival ini.

Semoga dengan  adanya Festival Doe Doe Guraping 2021, bisa mendapat perhatian dari pemerintah guna pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata di kelurahan Guraping yang lebih baik dan berkelanjutan. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara Mendorong Warga Memetakkan Wilayah Adatnya

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 581
    • 0Komentar

    AMAN- Burung Indonesia dan CEPF Latih Masyarakat Adat Warga terutama kelompok masyarakat adat perlu didorong melakukan pemetaan wilayah kelolanya, termasuk  agar mereka bisa mengetahu klaim wilayah adatnya. Upaya ini memerlukan pelatihan atau training  pemetaan wilayah kelola mereka,    Dengan pemetaan itu juga masyarakat adat  bisa melakukan  proses penyatuan, mencatat dan mengesahkan pengetahuan tradisional yang  sudah tumbuh dalam […]

  • Makna Lelayan Bagi Orang Patani, Maba dan Weda

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 1.158
    • 0Komentar

    Leleyan dalam pengertain umum  orang Maluku Utara adalah sebuah gerakan gotong royong yang terus dilestarikan hingga kini.   Tidak sekadar gotong royong,  tradisi ini  adalah  sebuah kecerdasan lokal (local genious) atas pandangan hidup masyarakat. Terutama untuk masyarakat  Patani, Maba dan Weda untuk saling membantu, mengasihi, memberi dukungan, baik materi maupun non materi terhadap dua peristiwa […]

  • Minim, Dana Desa Digunakan Kelola Sampah

    • calendar_month Sel, 14 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 656
    • 1Komentar

    Sampah yang dibuang warga ke tepi pantai di salah satu desa di Halmahera Selatan foto M Ichi

  •  Ini Urgensinya Energi Bersih dan Terbarukan  

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Salah satu penyumbang emisi terbesar yang berdampak pada Krisis iklim adalah sektor energi, sementara komitmen untuk transisi energi menuju energi bersih dan terbarukan seolah berjalan lambat. Di sisi lain masih banyak wilayah di Indonesia yang belum menikmati listrik seperti yang dinikmati di daerah perkotaan. Untuk membedah masalah ini, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama BBC […]

  • JustCOP Kritik Second NDC Indonesia: Minim Partisipasi, Lemah Substansi dan Komitmen terhadap Krisis Iklim

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup menggelar Konsultasi Second Nationally Determined Contribution (SNDC) Indonesia, pada Kamis, 23  Oktober 2025 di Jakarta. Acara yang digelar tersebut lebih layak disebut sebagai sosialisasi SNDC Indonesia ketimbang konsultasi sebab publik tidak mempunyai  kesempatan yang adil dan bermakna dalam penyusunan SNDC yang akan disetorkan  menjelang perhelatan Conference of the Parties (COP)30- […]

  • DOB Pulau Obi Harus Digaungkan Lagi

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Pulau Obi atau bisa disebut juga Pulau Obira menjadi perhatian berbagai kalangan. Merupakan pulau terbesar yang terletak di gugusan Kepulauan Obi, dikelilingi banyak pulau- pulau kecil di antaranya Pulau Obilatu, Pulau Bisa, Pulau Gata-gata, Pulau Latu, Pulau Woka, dan Pulau Tomini. Data Halmahera Selatan Dalam Angka 2018  menunjukan luas Obi mencapai 1.073,15 km², dengan jumlah penduduk mencapai 2020 berjumlah 16.628 jiwa. Pulau Obi […]

expand_less