Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Faisal Ratuela Pimpin WALHI Maluku Utara

Faisal Ratuela Pimpin WALHI Maluku Utara

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
  • visibility 780

Zenzi: Aktivis WALHI Selalu Mengedepankan Kerelawanan

Setelah melalui proses panjang, Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Rabu (23/3/2022) dan Kamis (24/3/2022), akhirnya memilih dan menetapkan Faisal Ratuela  sebagai Direktur Eksekutif (DE) WALHI Malut. Sementara Nursyahid Musa terpilih sebagai Dewan Daerah (DD). Proses penetapan direktur ekskutif dan dewan daerah ini dilakukan secara musyaarah mufakat setelah melalui proses pencalonan sebelum PDLH digelar.  Proses pencalonan sendiri dilakukan sebelum PDLH  dengan dibuka pendaftaran untuk direktur ekskutif  dan dewan daerah. Ternyata hanya satu nama untuk DE yakni Faisal Ratuela.  

Sementara untuk DD ada tiga calon yakni Nursyahid Musa, Hasmarani Nento  dan Zafira Daeng Barang. Dari tiga nama ini kemudian ditetapkan Nursyahid sebagai ketua sementara Hasmarani Nento sebagai sekretaris  dan Zafira sebagai anggota. Melalui proses itu, kemudian sesuai statuta  WALHI  mereka ditetapkan secara aklamasi.

Faisal saat menyampaikan pesan-pesan setelah ditetapkan sebagai DE menyampaikan  terimaksih atas kepercayaan  para kader WALHI dan anggota lembaga yang  telah mempercayakan kepadanya memimpin  untuk empat tahun ke depan (2022-2026). Dia juga menyampaikan bahwa tantangan 4 tahun ke depan cukup berat karena ada tantangan besar dalam penyelamatan lingkungan di tengah massivenya industry ekstraksi dan perampasan ruang  hidup warga.  

Pekerjaan  ini katanya tidak hanya menjadi tugas ekskutif WALHI tetapi juga konsolidasi  semua termasuk anggota lembaga di bawah WALHI. Ini terutama dalam mendrong upaya penyelamatan ruang hidup masyarakat pesisir dan pulau pulau kecil di Maluku Utara. “ Semua itu tidak terlaksana jika hanya dikerjakan ekskutif WALHI dalam kerja- kerja advokasi ke depan.  Yang terpenting dalam advokasi ini ada dua hal yang perlu dilakukan.

Proses berlangsungnya PDLH Kamis (24/3/22)

Pertama mendorng penguatan internel lembaga dan kedua mendorong kampanye secara massif penyelamatan lingkungan di Maluku  Utara.  “Problem lingkungan di Maluku Utara  yang perlu dintindklanjuti  dan diseriusi.  Banyak konflik terjadi  4 tahun terakhir  harus menjadi perhatian. Untuk masalah  masalah lingkungan yang belum diselesaikan pengurus sebelumnya  perlu diseriusi juga,” katanya.

Sementara Direktur Eksekutif Nasional WALHI Zenzi Suhadi saat menyapaikan pesan penutup PDLH menyampaikan bahwa, proses yang berjalan  cukup cair dan  riang gembira. Namun demikian dalam menghadapi persoalan lingkungan ke depan  bukan hal yang mudah. Kerja-kerja perjuangan untuk rakyat terutama mendukung ruang-ruang  hidup masyarakat  tetapi terjaga sangatlah  berat.

“Warga banyak yang berjuang hidup dan mati mempertahankan ruang hidupnya ketika dirampas.   Nah dalam menjalankan misi dan visi WALHI harus mengedepankan kerelawanan. Kita adalah harapan terakhir untuk generasi masa depan membedakan mana benar atau salah terkait pengelolaan lingkungan,”katanya. 

Dia bilang lagi orang-orang yang berjuang dengan kerelawanan ini tidak banyak. Di sinilah rakyat  punya pedoman. Begitu juga dalam proses pergantian estafet pimpan WALHI  bukan hal mudah. Ada beban cukup berat. Tapi yaknilah sejarah WALHI  akan selalu dicatat dan dikenang. Karena orang yang peduli seperti ini tidak banyak,” tutupnya. (*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkumpulan Pakatifa Ikut Kampanyekan Perlindungan Satwa Laut

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2020
    • account_circle
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Pagi pukul 04.30 WIT Sahman Hasyim (40) warga Desa Samo Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara turun ke pantai hendak menyiapkan jaringnya   dipasang di kawasan laut kampung itu. Saat menuju ke perahu yang berisi jaring, di sampingnya  ada seekor penyu jenis lekang sedang bertelur. Karena kebiasaan sebagian warga desa ini mengkonsumsi daging penyu, […]

  • Hilangnya Tradisi Padi Ladang di Halmahera (1)

    Hilangnya Tradisi Padi Ladang di Halmahera (1)

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pukul 10.30 WIT jelang siang itu,  matahari belum begitu terik. Muddin Hasan (69) beristrihat sejenak di sebuah jojaga-rumah kebun, setelah sejak pagi menyiangi  padi yang ditumpangsarikan dengan jagung, cabe, terong dan kangkung. Hari itu meski suasana Idul Fitri belum sepenuhnya berakhir, dia tetap ke kebun merawat tanaman di kebunnya. “Torang pe karja  bakobong ini sudah. […]

  • Hemiscyllium halmahera Terancam, Perlukah Perlindungan?  

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 764
    • 0Komentar

    Hemyscillium-halmahera yang-ditemukan-di-laut-Ternate-foto-Nasijaha-Dive Center

  • Liberika Bacan, yang Tersisa dari Warisan Belanda

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 1.200
    • 0Komentar

    Salah satu daerah di Maluku Utara yang memiliki sejarah masa lalu  di bidang perkebunan kopi  ada   pulau Bacan Halmahera Selatan. Sisa sisa  perkebunan tersebut masih ada  hingga sekarang. Produksi perkebunan  zaman  Belanda itu sudah mulai dibudidayakan kembali, yakni   jenis  Liberika.  Kehadiran kopi  ini di Bacan Halmahera Selatan   memiliki sejarah panjang. Diambil dari Afrika […]

  • Bahasa Kayoa Terancam Punah

    • calendar_month Sel, 28 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 786
    • 0Komentar

    Suasana Sosialisadi 4 Pilar Kebangsaan di Kayoa Halmahera Selatan

  • Pulau Kecil, Kaya Biodiversitas Tapi Rentan

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Pembangunan di pulau-pulau kecil tidak cukup sekadar membangun berbagai fasilitas, salah satunya seperti pariwisata. Keberadaan  fasilitas yang menunjang wisatawan  di satu sisi bisa menjadi ancaman kelestarian sumber daya alam. Karena itu  pemerintah perlu menyusun peta jalan pembangunan berkelanjutan untuk pulau-pulau kecil. “Perlu memerhatikan daya dukung lingkungan pulau-pulau kecil,’’kata Guru Besar Kelautan Universitas Mataram Prof Sitti […]

expand_less