Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Warga Kasubibi Kembangkan Padi Ladang

Warga Kasubibi Kembangkan Padi Ladang

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
  • visibility 723

Program TEKAD Dampingi dan Buat Sekolah Lapang

Program pemerintah bernama Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) menunjukan hasil menggembirakan.  Program yang didanai APBN dan International Fund for Agriculture Development (IFAD)  ini,  di Maluku Utara  difokuskan di Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera  Barat  dan Halmahera Tengah di  4 kecamatan dan 20 desa.  

Salah satu daerah dampingan TEKAD yang mulai menunjukan hasilnya itu, ada di Halmahera Selatan. Salah satu desa yang didampingi program ini adalah Kasubibi Bacan Barat. Pada Mei 2023 lalu  warga dampingan setempat melakukan panen padi ladang di demonstrasi plot (demplot)  seluas 1,5 hektar.

Demplot  itu menjadi media pembelajaran bagi warga untuk selanjutnya dikembangkan masyarakat. Pengelola demplot atau sekolah lapang ini  dari berbagai  kelompok, baik  difabel, berdasarkan  gender dan keluarga  miskin sebagai penerima manfaat. Warga pengelola demplot   yang menamakan dirinya Kelompok Tani Suka Maju Desa Kusubibi Kabupaten  Halmahera Selatan. Mereka   metargetkan hasil panen dari  demplot  ini  dua  sampai tiga ton.  Saat ini masih proses perontokan dan pengeringan.    

“5 Juni  2023 lalu, kami  lakukan panen padi. Saat ini  kelompok tani ini masih lakukan pengeringan dan perontokan hasil  dipanen,”jelas Sahril Adam Ketua Kelompok Tani  Suka Maju.

Pihaknya  sangat berterimakasih dengan masuknya program ini,  karena mendorong masyarakat untuk kembali  menanam padi, yang sebenarnya   ditanam warga sudah turun temurun  dan perlahan mulai ditinggalkan.   

Sementara, Koordinator TEKAD  Kabupaten Halmahera Selatan Bahri Saleh bilang,  TEKAD adalah program unggulan Kementerian Desa  dan PDTT bekerja sama  IFAD. Program  ini  kehadiranya  untuk  memicu serta  mendorong  pertumbuhan ekonomi di desa. Tidak itu saja, melaui pendampingan yang dilakukan  diharapkan mengubah  prilaku masyarakat  desa dari cara bercocok tanam secara tradisional  selanjutnya   menggunakan   teknologi tepat guna.

“Targetnya memenuhi kebutuhan dasar hidup bagi masyarakat desa, terutama  yang ada di Kabupaten Halmahera selatan saat ini,” jelas Bahri.   

Program   ini  menyasar tiga  kelompok masyarakat.    Yakni kaum difabel,  sesuai  gender dan rumah tangga miskin. Target cepaian   program  dengan kelompok penerima manfaat  juga, yakni melakukan invosi pembelajaran,  mengatasi  kelangkaan pasokan beras terutama di desa. Karena itu  penting adanya improvisasi dan Inovasi  serta kolaborasi.  Terutama peran penting  serta dukungan  pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan   Masyarakat Desa (DPMD), Balitbangda, Dinas Pertanian Tanaman Pangan bersama  koordinator TEKAD,   dan fasilitatornya yang terlibat langsung  di lapangan. 

“Fasilitator berperan penting  melakukan pendampingan yang  intensif kepada  masyarakat sehingga musyawarah yang  dilakukan melahirkan usulan yang bersifat botom up, dengan metode partisipatif berbasis perencanaan. Pelaksanaannya sampai pada pertanggungjawaban anggaran juga terjamin,” jelasnya. 

Kelompok  sasaran juga akan tetap melakukan inovasi pembelajaran dengan menjaga, merawat dan membesarkan atau (manifesto M3).  

“Saat ini Kelompok Penerima Bantuan  (KPB) desa Kusubibi telah memenuhi target dan capaian yang telah diinginkan  sesuai misi Kementerian Desa dan misi IFAD, walaupun belum memenuhi target sempurna.   Karena itu  kami juga butuh dukungan dan masukan  untuk kemajuan program ini ke depan,”  harap Bahri. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Dapat Penguatan Usaha Kelapa dan Hortikultura

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 795
    • 0Komentar

    Hasil Kolaborasi Pakativa – Disperindag dan Distan Provinsi Turunan hasil kelapa yang  mencapai 50 jenis produk hingga kini belum dimanfaatkan  oleh petani  di Maluku Utara.  Mereka hanya mengandalkan kopra sebagai sumber pendapatan utama. Karena itu ketika harga kopra anjlok petani menjadi  terpuruk. Sementara, hasil lain dari kelapa  seperti tempurung, air dan sabuk kelapa  hanya dibuang […]

  • Kiprah Jamal Adam Jaga dan Rawat Paruh Bengkok    

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 895
    • 2Komentar

    Sabtu (17/12/2023) siang sekira pukul 12.30 WIT itu terasa menyengat.  Suasana Suaka Paruh Bengkok (SPB) di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata (TNAL) Desa Koli Oba Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara itu juga, terlihat hanya ada 3 pengunjung. Mereka adalah karyawan sebuah perusahaan tambang yang datang selain berwisata juga menyerahkan seekor kakatua jambul kuning (cacatua […]

  • Cerita Anak Muda Tomolou Tidore Perangi Sampah

    • calendar_month Kam, 26 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 750
    • 0Komentar

    Buat Kampung  Bersih, Beri PAD Buat Kota Tikep Memasuki  kampong  Tomolou di Kota Tidore Kepulauan   dipastikan tidak akan menemukan sampah tercecer di jalanan. Begitu juga pantainya. Tidak ada lagi warga membuang sampah ke tepi pantai. Kondisi hari ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Di mana kebanyakan buang sampah ke laut dan pantai sebagaimana kebiasaan sebagian warga di Maluku […]

  • Pulau Kecil Bisa Dikuasai 70 Persen Pemodal

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2023
    • account_circle
    • visibility 748
    • 0Komentar

    Data resmi jumlah pulau di Maluku Utara mencapai 1080. Pengaturan pemanfaatan pulau-pulau kecil di daerah ini masih terbilang serampangan. Misalnya pulau kecil yang sebenarnya  rentan  tetapi  dieksploitasi tak tersisa. Kasus di pulau Ge Halmahera Timur dan beberapa pulau kecil lainnya adalah contoh nyata pulau kecil dikuasai  dan dibabat habis. Kementerian  KKP  berjanji  memperketat  aturan main […]

  • KKR-MU Desak Presiden Cabut Perppu Cipta Kerja

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Aksi Protes UU Omnibus Law 2020 lalu foto Halmahera Post

  • Kanari Makeang Sasar Pasar Eropa

    • calendar_month Rab, 16 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Ibu inu di ksmpung Samsuma Makeang Pulau sedang memecah tempurung kenari untuk diambil kacang kenari, foto M Ichi

expand_less