Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Warga Kasubibi Kembangkan Padi Ladang

Warga Kasubibi Kembangkan Padi Ladang

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
  • visibility 495

Program TEKAD Dampingi dan Buat Sekolah Lapang

Program pemerintah bernama Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) menunjukan hasil menggembirakan.  Program yang didanai APBN dan International Fund for Agriculture Development (IFAD)  ini,  di Maluku Utara  difokuskan di Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera  Barat  dan Halmahera Tengah di  4 kecamatan dan 20 desa.  

Salah satu daerah dampingan TEKAD yang mulai menunjukan hasilnya itu, ada di Halmahera Selatan. Salah satu desa yang didampingi program ini adalah Kasubibi Bacan Barat. Pada Mei 2023 lalu  warga dampingan setempat melakukan panen padi ladang di demonstrasi plot (demplot)  seluas 1,5 hektar.

Demplot  itu menjadi media pembelajaran bagi warga untuk selanjutnya dikembangkan masyarakat. Pengelola demplot atau sekolah lapang ini  dari berbagai  kelompok, baik  difabel, berdasarkan  gender dan keluarga  miskin sebagai penerima manfaat. Warga pengelola demplot   yang menamakan dirinya Kelompok Tani Suka Maju Desa Kusubibi Kabupaten  Halmahera Selatan. Mereka   metargetkan hasil panen dari  demplot  ini  dua  sampai tiga ton.  Saat ini masih proses perontokan dan pengeringan.    

“5 Juni  2023 lalu, kami  lakukan panen padi. Saat ini  kelompok tani ini masih lakukan pengeringan dan perontokan hasil  dipanen,”jelas Sahril Adam Ketua Kelompok Tani  Suka Maju.

Pihaknya  sangat berterimakasih dengan masuknya program ini,  karena mendorong masyarakat untuk kembali  menanam padi, yang sebenarnya   ditanam warga sudah turun temurun  dan perlahan mulai ditinggalkan.   

Sementara, Koordinator TEKAD  Kabupaten Halmahera Selatan Bahri Saleh bilang,  TEKAD adalah program unggulan Kementerian Desa  dan PDTT bekerja sama  IFAD. Program  ini  kehadiranya  untuk  memicu serta  mendorong  pertumbuhan ekonomi di desa. Tidak itu saja, melaui pendampingan yang dilakukan  diharapkan mengubah  prilaku masyarakat  desa dari cara bercocok tanam secara tradisional  selanjutnya   menggunakan   teknologi tepat guna.

“Targetnya memenuhi kebutuhan dasar hidup bagi masyarakat desa, terutama  yang ada di Kabupaten Halmahera selatan saat ini,” jelas Bahri.   

Program   ini  menyasar tiga  kelompok masyarakat.    Yakni kaum difabel,  sesuai  gender dan rumah tangga miskin. Target cepaian   program  dengan kelompok penerima manfaat  juga, yakni melakukan invosi pembelajaran,  mengatasi  kelangkaan pasokan beras terutama di desa. Karena itu  penting adanya improvisasi dan Inovasi  serta kolaborasi.  Terutama peran penting  serta dukungan  pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan   Masyarakat Desa (DPMD), Balitbangda, Dinas Pertanian Tanaman Pangan bersama  koordinator TEKAD,   dan fasilitatornya yang terlibat langsung  di lapangan. 

“Fasilitator berperan penting  melakukan pendampingan yang  intensif kepada  masyarakat sehingga musyawarah yang  dilakukan melahirkan usulan yang bersifat botom up, dengan metode partisipatif berbasis perencanaan. Pelaksanaannya sampai pada pertanggungjawaban anggaran juga terjamin,” jelasnya. 

Kelompok  sasaran juga akan tetap melakukan inovasi pembelajaran dengan menjaga, merawat dan membesarkan atau (manifesto M3).  

“Saat ini Kelompok Penerima Bantuan  (KPB) desa Kusubibi telah memenuhi target dan capaian yang telah diinginkan  sesuai misi Kementerian Desa dan misi IFAD, walaupun belum memenuhi target sempurna.   Karena itu  kami juga butuh dukungan dan masukan  untuk kemajuan program ini ke depan,”  harap Bahri. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kayu Besi di Hutan Halmahera yang Terancam  

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena kekerasannya, di wilayah Maluku, Maluku Utara  dan Papua barat  juga dinamai  kayu besi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan peraturan yang dikhawatirkan mengancam keanekaragaman hayati dan ekologi hutan. Melalui Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 […]

  • BMKG: Waspada, Hujan Hebat hingga 21 Januari

    • calendar_month Ming, 17 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Kondisi-jenbatan-yang-putus-di-hantam-banjir-di-Galela-Barat-Halmahera-Utara/ foto-warga-Galela

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (Habis)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (Habis)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    Dampak  Langsung Perubahan Iklim  di Kota  Ternate   Dampak perubahan iklim yang mengancam kehidupan manusia saat ini nyata adanya.  Kondisi itu dirasakan  tidak hanya  oleh mereka  di pulau besar. Di pulau kecil  seperti Ternate juga sama. Pulau kecil memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi  dan dampaknya pun berlapis. Ancaman perubahan iklim dalam 10 tahun terakhir tidak hanya […]

  • Masyarakat Adat Terancam  Program Biofuel

    Masyarakat Adat Terancam  Program Biofuel

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Ikrar Belém 4x akan Sia-Sia bila Hutan dan Masyarakat Adat terus Dieksploitasi Bersama lebih dari 1.900 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Climate Action Network (CAN), Greenpeace menolak “Belém 4x Pledge,” inisiatif guna melipatgandakan produksi bahan bakar berkelanjutan (biofuel) hingga empat kali lipat dalam satu dekade mendatang. Kepala Kampanye Solusi untuk Hutan Global Greenpeace, Syahrul […]

  • 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

    16 Hari Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Negara Harus Hadir Selamatkan Anak Bangsa Lebih dari 3.000 masyarakat suarakan anti kekerasan terhadap  anak dan perempuan bersama Koalisi  Masyarakat Sipil dan KemenPPPA yang digelar di Jakarta Minggu (7/12/2025). Tanda tangan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, anak-anak, remaja, orang tua, aktivis, hingga pegiat perlindungan anak,  bersatu   dalam acara bertajuk “Melangkah Bersama Lawan Kekerasan Seksual, Perkuat […]

  • LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 1.011
    • 1Komentar

    Laut selat Oi foto M Ichi

expand_less