Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Ada 3 Spesies Baru Ditemukan Pada 2023

Ada 3 Spesies Baru Ditemukan Pada 2023

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
  • visibility 898

Sejak 2021 -2023 Ada 90 Spesies TSL Baru

Berdasarkan hasil eksplorasi BRIN dan KLHK, lebih dari 90  jenis spesies baru telah ditemukan dalam kurun waktu tahun 2021-2023. Berbagai spesies baru tumbuhan dan satwa liar (TSL) telah banyak ditemukan, baik di dalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan hutan.

Rilis yang dikeluarkan oleh Kementeruan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agustus lalu menyebutkan bahwa temuan temuan tersebut menjadi sebuah langkah maju menuju peradaban baru Indonesia, yang dilandasi oleh kekayaan pengetahuan atau knowledge pulling-nya masyarakat.

Menteri LHK Siti Nurbaya melalui rilis itu menjelaskan bahwa  penemuan jenis-jenis baru tersebut memberikan harapan baru pada dunia konservasi. Hal ini juga merupakan salah satu indikator bahwa keanekaragaman hayati Indonesia sangat melimpah, serta menunjukkan keberhasilan upaya konservasi yang telah dilakukan.

“Ini merupakan   awal, bisa dibilang sebagai langkah menuju peradaban baru Indonesia, yang dilandasi oleh kekayaan pengetahuan atau knowledge pulling-nya masyarakat. Saya harap penemuan spesies baru menjadi asa baru untuk masa depan dunia konservasi, dan untuk peradaban baru Indonesia. Kita akan lanjutkan ini dan tidak boleh berhenti,” ujar Menteri Siti dalam sambutannya saat membuka Focus Group Discussion KLHK bertajuk Spesies Baru, Asa Baru Dunia Konservasi Agustus lalu.

Seperti dikutip dari situs KLHK (https://ppid.menlhk.go.id/berita/siaran-pers?page=2) menyebutkan bahwa secara khusus, pada pertemuan ini juga turut diekspos tiga spesies TSL baru. Pertama, Hanguana sitinurbayai dari genus Hanguana, yang berasal dari Cagar Alam Gunung Nyiut, Kalimantan Barat. Spesies yang ditemukan pada tahun 2022 ini dinamai berdasarkan nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Penemuan spesies baru tersebut telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional Phytotaxa tanggal 31 Juli 2023.

Kedua, pada awal tahun 2023 juga telah dipublikasikan spesies tumbuhan Bulbophyllum wiratnoi yaitu merupakan spesies anggrek dengan habitus epifit, yakni cara hidup yang menempel pada batang atau ranting pohon tanpa merugikan inangnya. Anggrek ini ditemukan pada habitat yang teduh (tidak terkena sinar matahari langsung) di ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dengan ketinggian 114 meter dpl. B. wiratnoi memiliki bunga berwarna kuning pucat dengan spot warna merah keunguan yang rapat, lebar bunga sekitar 2 cm, dan bibir bunga memiliki banyak papila. Keunikan spesies ini yang tidak dijumpai pada spesies lain terletak pada bagian mahkota bunga (petals) yang tereduksi menjadi rambut-rambut kaku berwarna ungu dengan stalks yang lentur.

aglonema sitinurbaya foto ist

Ketiga, pada tahun 2018, terdapat jenis satwa burung baru di Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang turut memperkaya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Jenis baru yang ditemukan oleh Pusat Penelitian Biologi LIPI ini diberi nama Myzomela irianawidodoae, yang berasal dari nama Ibu Negara Indonesia, yaitu Iriana Widodo. Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dari Menteri Lingkungan Hidup  Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya. Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae.

Secara pribadi dan institusi, Menteri Siti menyampaikan terimakasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras penemu spesies Hanguana sitinurbayai yaitu Agusti Randi dan Tim Balai KSDA Kalimantan Barat atas penemuan dimaksud yang tentunya penemuan jenis baru tersebut memberikan kontribusi pada dunia konservasi.

“Saya berharap melimpahnya kekayaan hayati Indonesia dapat memberikan manfaat sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” katanya.

Lebih lanjut, Menteri Siti mengatakan peradaban baru juga akan diinternalisasikan oleh remaja generasi muda Indonesia melalui apa yang disebut Green Youth Movement.  

Menteri Siti menekankan pentingnya dapat terbangun generasi lingkungan, generasi yang lahir dengan internalisasi nilai-nilai cinta lingkungan. Saat ini, keinginan untuk berbuat konkret dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup mulai tumbuh, sehingga perlu disediakan wadah bagi generasi muda untuk mewujudkannya. Salah satunya lewat wadah pendidikan Green Youth Movement yang akan diikuti para peserta di 115 simpul belajar yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu 100 UPT KLHK dan 15 KPH Perhutani.

Green Youth Movement diharapkan dapat menjadi wadah dalam memfasilitasi tumbuhnya generasi muda sebagai pelopor dan duta penyelamat lingkungan hidup dan kehutanan.

Sementara itu, Direktur Jenderal KSDAE Satyawan Pudyatmoko menyampaikan melalui berbagai penemuan spesies baru tersebut, diharapkan manfaat yang sebesar-besarnya dapat diperoleh dengan tetap mengutamakan asas dan etika konservasi, dengan tidak merusak kelestarian keanekaragaman hayati, secara penuh menghargadi nilai-nilai yang sangat berharga terhadap pengetahuan lokal. Selain itu, memberikan manfaat sosial maupun ekonomi serta memberikan sumbangsih pada perekonomian nasional. Satyawan menghimbau agar melanjutkan langkah-langkah strategis konservasi dengan lebih melibatkan para pihak. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malut, Madura dan Kalbar Masuk Target Listrik Tenaga Nuklir

    Malut, Madura dan Kalbar Masuk Target Listrik Tenaga Nuklir

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Maluku Utara masuk dalam radar rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Selain Maluku Utara ada juga Madura dan Kalimantan Barat. Hal ini mengemuka dala   diskusi publik Economic Frontline tentang PLTN di Jakarta, Rabu (14/10/2026) lalu. Para pihak  dari Kalimantan Barat,  Maluku Utara dan Madura menyampaikan pandangan serta syarat masing-masing terkait pengembangan energi […]

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    Banjir dan Longsor  Berulang  hingga Nelayan Terus  jadi Korban di Laut Hari jelang sore di Rabu (17/9/2025) itu, Salma M Arif dan suaminya Ongen Ramli warga Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate, berada di dalam rumah. Mereka  baru saja pulang ke rumah setelah  aktivitas di luar. Sore itu, berawan mesti seharian  tidak terjadi hujan. Tiba-tiba mereka […]

  • Cerita Kehancuran Pulau  di Halmahera dan Sulawesi Hadir Dalam Diskusi COP di  Brazil

    Cerita Kehancuran Pulau  di Halmahera dan Sulawesi Hadir Dalam Diskusi COP di  Brazil

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Nikel jadi Sumber Kehancuran Ruang Masayarakat Adat  Di tengah  gegap gempita janji-janji iklim yang digaungkan para pemimpin dunia dalam ruang-ruang negosiasi COP30 di Belém, Brazil, nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global. Dalam diskusi side event COP30 Centering Justice and Responsible Critical Minerals Governance di Ford Foundation Pavilion, suara-suara masyarakat […]

  • Sampah Plastik di Laut Malut Menghawatirkan

    • calendar_month Sen, 16 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 726
    • 0Komentar

    sampah plastik yang mengapung di laut antara Halmahera dan Tidore,foto/michi

  • Bobato Adat Kie Goya, Jaga Hutan untuk Anak Cucu

    • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 1.046
    • 1Komentar

    Dikukuhkan  Saat Grand Launcing Suaka Paruh Bengkok Peranan perangkat adat dalam menjaga hutan dan lingkungan di daerah ini sangatlah penting. Ini demi  menjaga hutan dari berbagai ancaman,  gangguan    sehingga  tetap lestari.  Salah  satu  perangkat adat itu adalah  Bobato Adat Kie Goya  di Kesultanan Tidore Maluku Utara. Bobato Adat Kie Goya atau dikenal dengan Bobato yang […]

  • Tambang  PT MAI Beroperasi,  Desa Sagea Kiya Makin Terancam

    Tambang  PT MAI Beroperasi,  Desa Sagea Kiya Makin Terancam

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

     Warga Desa Sagea-Kiya, Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang tergabung dalam Koalisi Save Sagea kembali menggelar aksi protes  Senin, 13 Oktober 2025. Aksi ini  dilakukan berkaitan dengan  aktivitas tambang PT Mining Abadi Indonesia (PT MAI), kontraktor dari perusahaan tambang nikel PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia dan PT First Pacific Mining. Aktivitas penambangan […]

expand_less