Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Pakativa – Dinkes Lakukan Penyuluhan Kesehatan

Pakativa – Dinkes Lakukan Penyuluhan Kesehatan

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
  • visibility 261

Dalam upaya membangun kesadaran masyarakat di bidang  kesehatan, terutama menghindari penyebaran  Corona Virus Deseasse (Covid-19) yang hingga kini masih terjadi, perkumpulan Paka Tiva menggelar penyuluhan kesehatan dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Ternate.

Kegiatan dengan tema “Bangun Pola Hidup Bersih dan Sehat” ini dilaksanakan di Puskesmas Kelurahan Gambesi, Ternate Selatan Rabu (9/9) 2020.

Di Ternate  menyasar masyarakat  4 kelurahan yakni Gambesi, Sasa, Fitu Puncak dan  Ngade Ternate Selatan selama 4 hari.

Hari pertama, digelar di Kelurahan Sasa diikuti  perwakilan warga  dan pemerintah kelurahan serta ibu-ibu.  Dinas Kesehatan diwakili Kepala Puskesmas Kecamatan Ternate Selatan dokter Rita Yanti Sam Mongkito  bicara tentang ciri- ciri seseorang terjangkit Covid hingga upaya  menghindari penyebaran Covid-19.

Dalam penyuluhan ini, turut dijelaskan pola hidup bersih. Misalnya cara mencuci tangan yang baik hingga menggunakan masker  maupun hand sanitizer.

 Nurlela Yusuf SKM dari Puskesmas Gambesi saat mengisi penyuluhan menjelaskan,   pola hidup bersih  dan sehat di lingkungan masing-masing adalah sesuatu yang mutlak.  Dia juga menjelaskan, cara mencuci tangan yang baik untuk menghindari berkembangnya virus atau bakteri seperti  menyebarnya Covid-19  saat ini.

Pj Recovery Covid -19  Perkumpulan Paka Tiva,  Riski Belo  menjelaskan, sejak pertama kali ditemukan di Kota Wuhan China Desember 2019 lalu, virus ini menular  cepat hingga ke  Maluku Utara.  Hingga kini Maluku Utara   terkonfirmasi  yang positif COVID-19   1.896 orang, yang sembuh 1.579 dan 67 orang meninggal dunia. 

Pemerintah juga telah mensosialisasikan  agar menjaga kebersihan serta menerapkan Social Distancing dan physical distancing.  Menggunakan masker dan rajin mencuci tangan. Covid bahkan  membuat masyarakat  terdampak  ekonomi keluarga. 

Berkaca dengan hal   itu  maka komunikasi adalah bagian  penting  menghadapi ancaman ini. Tenaga kesehatan berperan penting  memberikan pemahaman dan menjadi tulang punggung menanggulangi penyebaran Covid.  Mereka  di garda terdepan memberikan pelayanan yang dibutuhkan  publik. 

“Mewujudkannya butuh  kerja sama pemerintah, petugas kesehatan dan media. Perkumpulan Pakativa sebagai kelompok masyarakat bergerak mendampingi warga untuk  isyu  literasi, budaya  dan ekologi  coba mendorong pemahaman bersama membantu tenaga medis  menghadapi COVID-19.  Salah satunya  dengan kampanye atau penyuluhan kesehatan. Termasuk pembagian  alat dan fasilitas kesehatan. Misalnya Alat Pelindung Diri (APD), masker dan hand sanitizer,” jelasnya.    

Kegiatan ini tidak hanya di Ternate tetapi di wilayah dampingan Paka Tiva. Yakni Kota Tidore Kepulauan, dan Gane Barat Halmahera Selatan.

“Pelaksanaanya 14 desa di Maluku Utara. Kita ingin membantu warga yang terdampak covid-19. Selain penyuluhan kesehatan, juga penguatan ekonomi masyarakat terutama 4 desa dampingan di Halmahera Selatan. Misalnya demplot pertanian,  membantu nelayan kecil  dan usaha ibu-ibu. Target  kita   warga terdampak covid-19,”jelas Riski.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Pulau Obi Rawan Tangkap dan Jual Paruh Bengkok

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 405
    • 1Komentar

    Penangkapan dan penjualan satwa liar dilindungi di Maluku Utara untuk jenis burung,  masih saja berlangsung. Tahun 2023 burung paruh bengkok yang diamankan BKSDA ditambah penyerahan suka rela sebanyak 35 ekor. Burung-burung tersebut telah dilepasliarkan pada November 2023 di Pulau Obi. Sebelumnya pada 21 Oktober 2023 Kantor Karantina Tumbuhan dan Hewan Wilayah Kerja Sanana mengamankan 26 ekor […]

  • Safri Bubu, Pahlawan Konservasi Mamua dari Galela Halmahera

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 401
    • 1Komentar

    “Saya hanya ingin suatu saat generasi  dari Galela, Maluku Utara bahkan dunia,  pada 50 atau 100 tahun mendatang masih bisa menyaksikan burung mamua/ bertelur dan berkembang biak di pantai Simau. Ini jadi dasar saya memperjuangkan dengan segala upaya konservasi burung Mamua ini. Konservasi ini saya gagas meski awalnya  dicemooh. Akhirnya semua orang di kampong ini  […]

  • Writing Challenge Kawan GNFI

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Halo Pembaca Setia GNFI! Ada kabar bahagia nih, sekarang situs Good News From Indonesia (GNFI) membuka kembali kesempatan bagi Kawan yang ingin menyalurkan karya tulisannya. Nah, dalam rangka memeriahkan kehadiran Kawan kembali, kami mengajak Kawan untuk ikut Writing Challenge Kawan GNF dengan mengusung tema “Kabar Baik dari Daerahku” ✨ dengan sub-tema Local Heroes, Sosial Budaya, […]

  • Ini Rencana Pesta Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di Malut

    • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Digelar di Kalaodi  dan  Kayoa  17  hingga 19 November Sebuah  pesta  berbasis  lingkungan   segera digelar  Wahana Lingkungan  Hidup (WALHI) Maluku Utara. Pekan lingkungan ini akan  digelar  di  Kalaodi  puncak Kota Tidore Kepualuan  dan Kayoa Halmahera Selatan.  Bertitel Pekan Lingkungan Hidup Pesisir Laut dan Pulau-pulau Kecil  akan   digelar sejumlah  acara.  Mulai dari  seminar lingkungan hidup  dan […]

  • Krisis Iklim Berdampak Serius bagi Anak Indonesia

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Save The Children-KLHK-AJI Usung Aksi  Generasi  Iklim Laporan global Save the Children “Born into the Climate Crisis” dan dirilis  September 2021 menjelaskan, krisis iklim di Indonesia membawa dampak nyata dan dirasakan oleh anak-anak saat ini. Anak-anak di Indonesia yang lahir tahun 2020 berisiko menghadapi 3 kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, 2 kali […]

  • Warga Gane Timur Minta Pemerintah Perhatikan Produksi Sagu

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle
    • visibility 295
    • 3Komentar

    Masyarakat Desa Kotalou Kecamatan Gane Timur, saat ini  banyak yang mengolah pohon sagu menjadi tepung.    Hasilnya  lalu  dijual ke daerah sekitar Halmahera Selatan dan Weda  Halmahera Tengah.    Dalam mengolah sagu warga tidak lagi melakukannya  secara manual tetapi  menggunakan  mesin penggilingan. Produksi sagunya  setiap orang menghasilkan 5 sampai 6 karung dalam sepekan. Sementara tiap karung […]

expand_less