Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Selamatkan Hutan Tropis Papua, Maluku dan Malut

Selamatkan Hutan Tropis Papua, Maluku dan Malut

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 30 Agu 2020
  • visibility 397

Catatan dari Pertemuan Bali  Awal 2020

Sebuah pertemuan digelar di Bali, awal 2020 lalu, (13 hingga 17 Februari). Pertemuan ini digelar  oleh Rain Forest Norwegia (RFN) bersama mitra kerjanya dari Papua, Maluku dan Maluku Utara. Pertemuan ini terbilang strategis karena berhubungan dengan upaya menyamakan presepsi program lembaga ini bersama mitranya, terutama dalam upaya menyelamatkan hutan hujant ropis di Papua, Maluku dan Maluku Utara.

Pertemuan ini menghadirkan 17 lembaga mitra yang berada di Papua Papua Barat, Maluku Maluku Utara dan Jakarta. Banyak soal dibicarakan dalam pertemuan selama 3 hari yang dipusatkan di Hotel Prama Sanur Beach Denpasar Bali. Lembaga mitra ini melakukan kerja kerja pendampingan dan advokasi bagi masyarakat di Papua, Papua Barat Maluku dan Maluku Utara serta beberapa lembaga dari Jakarta yang juga  focus kegiatannya di  Papua.

Pertemuan kala itu dibuka dengan penyampaian Ketua Tim RFN Elna Benstein. Elna memulai dengan menyampaikan  bahwa dia adalah advisor khusus RFN untuk hutan Indonesia.  Dalam pemaparannya Elna menjelaskan,  program RFN  di Indonesia  berkembang sangat baik. RFN saat ini focus membangun program yang dimulai dari bawah. Artinya dari tingkat masyarakat bersama mitra dan naik ke atas di tingkat regional nasional maupun internasional. Untuk isyu rain forest katanya ada usaha dimulai dari bawah atau dari masyarakat. Tujuannya Supaya masyarakat kuat. Karena itu  pendekatannya harus dari bawah.

Sekadar diketahui RFN, adalah sebuah lembaga donor dari Norwegia yang memfokuskan diri pada upaya-upaya penyelamatan hutan hujan tropis  di Indonesia. Lembaga ini telah menjalin mitra bersama lembaga lembaga local   di Indonesia. Elna  saat memaparkan singkat kiprah mereka di Indonesia menyebutkan bahwa, mereka sudah hamper 20 tahun bekerja di Indonesia. Kurang lebih 10 tahun telah memfokuskan kerjanya di 9 wilayah di Indonesia termasuk  Papua, Papua Barat.

Advisor Program RFN Indonesia Tchip menyatakan, petemuan ini sangat baik untuk pengembangan program RFN di Indonesia ke depan. Program ini sangat baik dan akan berkembang terus di Indonesia. Senada dengan Elna  dia bilang program RFN focus bottom up  atau dari masyarakat ke atas. “Jadi  program prioritas dari RFN ini tidak hanya di Indonesia tetapi dunia dan memulai dari bawah naik ke atas untuk mempengaruhi kebijakan,” katanya.

Usai  dua petinggi RFN  menyampaikan pengantar, pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan dari Ekonusa Indonesia salah satu lembaga mitra RFN yang menjadi inisiator pertemuan Bali tersebut. Bustar Maitar Direktur Econusa Indonesia memberikan pemaparan tentang program besar yang dijalankan lembaga ini sebagai lembaga mitra RFN yang dua tahun ini, bekerja untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Dia mengawali dengan  berbicara tentang Membangun Daya Tahan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumberdya ALam Berkelanjutan Hutan dan Iklim di Indonesia Timur. Pertama Bustar menjelaskan tentang wilayah kerja membangun reseliensi masyarakat dengan membagi cerita cerita baik kepada publik maupun pengambil kebijakan. Dari situ kemudian memengaruhi kebijakan dari tingkat lokal dan nasional.

Ada empat fokus wilayah yang   dijadikan sebagai tempat untuk membagi cerita cerita baik dan mempengaruhi kebijakan itu. Empat provinsi itu adalah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. Untuk provinsi Papua  focus di kabupaten Yapen Waropen, Paniai Asmat dan Merauke. Dia Papua Barat dipusatkan di Kaimana, Bintuni dan Raja Ampat, Sementara untuk Maluku di Seram dan Aru  serta Maluku Utara di Halmahera Selatan.

Dalam  mempengaruhi kebijakan menurutnya, bersama mitra lainnya mengakselerasi pembentukan Task Force dan Logframe Papua Barat dan Papua sebagai provinsi percontohan Pembangunan Rendah Karbon atau Low Carbon Development Indeks (LCDI). Dilakukan juga  dukungan teknis  dengan sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah terkait dengan implementasi NDC (Nationally Determined Contribution), Visi LCDI dan RENAKSI KPK di Papua Barat dan Papua.

Dukungan teknis untuk tinjauan lisensi perkebunan kelapa sawit di Papua Barat dan Papua – Didukung oleh NORAD, NICFI dan Packard.  Dukungan teknis jug dilakukan untuk mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan di Indonesia Timur (nasional, Maluku, Papua, dan Papua Barat). Mengkoordinasikan pemangku kepentingan tentang NDC dan LCDI di Papua Barat dan Papua (membentuk Help Desk). Memperkuat peran Masyarakat Sipil dalam Proses RTRW. Dukungan Koordinasi Mitra Pembangunan di Tingkat Nasional dan Provinsi.  

Lalu bagaimana  mendorong daya tahan masyarakat dalam menjaga hutan?

Menurutnya, ini adalah upaya memperkuat daya tahan masyarakat lokal untuk memastikan penyebaran informasi, meningkatkan kapasitas mereka untuk membuat keputusan yang berlandaskan persetujuan atas informasi awal tanpa paksaan (PADIATAPA).

Upaya membangun reseliensi warga Papua dengan menanam dan mengembangkan perikanan tambak. foto Bentara Papua

Dalam proses ini akan melakukan kegiatan EcoInvolvement. Transformasi Iklim dan Sosial di Tingkat Desa. Berfokus pada daerah / desa yang memiliki ketergantungan tinggi pada hutan dan mata pencaharian mereka. Ada juga ForestXVolunteer,ForestXchange, School of EcoDiplomacy, Focus pada pemuda-pemudi perkotaan di Tanah Papua, Papuan Youth Researcher (Periset Muda Papua).

Begitu juga dengan praktik baik masyarakat  dalam hal  manajemen sumber daya berkelanjutan, akan melakukan berbagai langkah dengan mempromosikan praktik terbaik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam.Termasuk pengembangan kapasitas tentang cara terbaik mengelola sumber daya alam. Upaya itu misalnya Initiatif Komoditas Asli, Identifikasi Jenis Produk Nilai Tambah Berbasis Lokal, Konektivitas Rantai Pasok Lokal, Promosi dan Marketing Produk, Ekowisata Lokal, Membangun Kanal-kanal Pembelajaran  Promosi dan Marketing serta membangun kapasitas warga.  Semua ini katanya tidak maksimal berjalan jika tidak dibarengi dengan  komunikasi yang strategis.

“Untuk menangkap, mengakomodasi, memproduksi, mengelola, dan membagi informasi yang diperoleh di seluruh program. Fokus utamanya membangun narasi positif terkait Papua  termasuk  Maluku/Malut di panggung nasional dan internasional,” kataya. Tujuan strategisnya sumber utama dalam menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang Papua dan Indonesia Timur dengan pendekatan yang efektif.

Selain itu mendukung penelitian dan pengembangan program dalam mentransformasikan perubahan di masyarakat dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip komunikasi dalam implementasi program. Memengaruhi audiens lokal, nasional, dan global untuk melibatkan mereka dalam tantangan dan peluangnya. Mendorong pembentukan tim program yang kuat untuk kinerja yang lebih besar dan memberikan hasil dengan dampak signifikan melalui komunikasi dan sistem informasi yang efektif.  

Dalam pertemuan itu juga, semua lembaga mitra mempresentasikan program yang telah dijalankan di lapangan, terutama dalam upaya menyelamatkan hutan tropis di Papua dan Maluku/Maluku Utara. (bersambung)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setahun Prabowo–Gibran: Reformasi Hukum Mandek, Perjalanan Demokrasi Masih Tersendat

    Setahun Prabowo–Gibran: Reformasi Hukum Mandek, Perjalanan Demokrasi Masih Tersendat

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Setahun perjalanan pemerintahan Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka, diwarnai pasang surut   reformasi huku dan tersendatnya perjalanan demokrasi.  Bagi Kurawal sebuah yayasan yang bekerja untuk memperkuat praktik, lembaga, dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia  dan kawasan Global South,serta mendorong persemaian ide baru dan eksperimentasi bagi terwujudnya tatanan demokrasi yang bermartabat dan bermaslahat bagi seluruh warga Negara, meihat […]

  • Menikmati Ekowisata Bukit Lona Pulau Tidore

    • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Pemandangan yang menawan dari kawasan ekowisata Bukit Lona/foto Andy Taufik

  • Ini Penjelasan Masyarakat Speleologi Indonesia Soal Bokimoruru

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 372
    • 1Komentar

    Masyarakat Speleologi Indonesia (MSI) yang memiliki spesifikasi keilmuan mempelajari gua termasuk  proses pembuatan dan lingkungannya   melihat kasus di Sungai Sagea dan Goa Bokimoruru  penting diberitanggapan. Melalui rilis MSI yang diterima kabarpulau.co.id/ Kamis (7/9/2023) menyampaikan  bahwa Gua Bokimoruru adalah Salah Satu Sistem Gua Sungai Bawah Tanah Terpanjang  di Indonesia. Gua  di Pulau Halmahera itu  saat ini tercemar  diduga […]

  • BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara umumnya, agar selalu  waspada dengan kondisi cuaca  beberapa hari ini. Kepala BMKG Ternate Joko Sumardiono melalui rilis  yang dikirim ke kabarpulau.co.id/ menyampaikan bahwa   umumnya hujan ringan di sebagian besar wilayah Maluku Utara dengan potensi hujan sedang-lebat di wilayah Taliabu. […]

  • Ini Win-win Solution Konflik Tenurial  TNAL dengan Warga Adat Kobe

    Ini Win-win Solution Konflik Tenurial TNAL dengan Warga Adat Kobe

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Penulis : Hamdan Volunter/ Kabarpulau.  Konflik tenurial di Maluku Utara masih sering terjadi. Misalnya  antara warga dengan korporasi atau juga dengan pemerintah. Contoh konflik tenurial antara warga dengan pemerintah,  sekarang ini  yakni  dengan  kawasan  Taman Nasional. Konflik ini perlu diselesaikan  sehingga tidak merugikan masyarakat  termasuk upaya  konservasi hutan juga tetap berjalan. Sekadar diketahui, penetapan Taman […]

  • Gerakan Tanam Pohon Serentak, 760 Batang Ditanam di Domato Halbar

    • calendar_month Jum, 5 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 382
    • 1Komentar

    Program menanam pohon serentak di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga dilaksanakan di Maluku Utara. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Domato Kecamatan Jailolo Selatan  Kabupaten Halmahera Barat pada Jumat (30/12/2023). Kegiatan  ini dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Subjek Politik Kebangsaan dan Sumber Daya Alam, Bpk. Ariyanto, dihadiri kurang lebih 166 peserta […]

expand_less