Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
  • visibility 446

Dari Terumbu Karang hingga Fauna Kharismatik  

Laut Pulau Ternate memiliki kaneakaragaman hayati yang luar biasa. Tidak hanya  jenis terumbu karang dan ikan kecil, tetapi juga satwa laut kharismatik. Di kawasan laut ini juga ada  hewan laut endemic seperti  hiu berjalan.

Di beberapa lokasi di laut pulau Ternate ditemukan beberapa jenis satwa kharismatik laut seperti hiu paus. Ada juga  oceanic manta, dugong, lumba-lumba  dan hiu. 

Di kawasan laut Taman Nukila di pusat kota Ternate misalnya, banyak ditemukan hiu berjalan atau walking shark. Hewan nocturnal yang biasa ke luar mencari makan di malam hari ini, terbilang  banyak karena bisa ditemukan di laut ini  siang hari. Tidak itu saja ukurannya juga terbilang besar.

Sementara di laut kawasan wisata Kasetela sering kali ditemukan dugong bermain oleh para penyelam. Beberapa diver berulangkali menemukan dugong melintasi dan makan di kawasan laut tersebut.     

Begitu juga di kawasan wisata Jikomalamo Ternate yang berada di bagian barat Pulau Ternate,  seringkali ditemukan hiu paus, oceanic manta, lumba lumba dan penyu.   

Hiu-paus-saat-bermain-di-kawasan-laut-jikomalamo beberpa waktu lalu, foto Sahmar

Untuk hewan- hewan kharismatik, pada 2020 lalu di kawasan laut Jiko Malamo karena muncul udang kril   yang merupakan jenis crustacea, ikut menarik pula  3 ekor hiu paus makan dan bermain di kawasan laut tersebut. Bahkan beberapa penyelam yang sempat melakukan aktivitas diving di kawasan tersebut bermain- main dengan hewan laut ini dan diabadikan melalui foto dan video. Tidak itu saja ikut juga ditemukan oceanic manta  yang makan  kril dan bermain di kawasan laut Jikomalamo.  

Sahmar Ishak salah satu diver yang menyaksikan langsung hiu paus dan oceanic manta di kawasan laut Jikomalamo bercerita,  di laut Ternate ini  selain banyak jenis ikan karang  juga hewan hewan laut  kharismatik, seringkali muncul.  Satwa dilindungi ini cari makan di  laut ini.  “Karena di sini tempat  mencari makanya tentu dia juga memiliki tempat bermain  yang tidak akan berpindah pindah.  Hewan hewan ini  paling jauh bermain kurang lebih 2 mil dari kawasan ini.  Jadi   hiu paus ini bermain di tengah bukan di daerah teluknya. Begitu juga untuk  oceanic manta sebagai fauna penjelajah mungkin saja ada di situ karena mencari makan setelah itu pergi.  Bahkan di kawasan ini juga seringkali ditemukan lumba lumba yang lewat dan bermain.

Dugong yang ditemukan di laut pantai-Kastela foto Iki Tamanyira Dodoku Dive Centre

“Karena kaya keanekaragamanhayati laut  maka perlu ada perlindungan kawasan lautnya. Saat ini kawasan laut Ternate tidak masuk  kawasan konservasi perairan (KKP). Hal ini akan sangat rawan,” katanya.

Karena itu dia mengimbau Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara yang memiliki kewenangan  hingga 12 mil laut maka perlu segera memikirkan dan   memasukan kawasan laut Ternate sebagai kawasan konservasi.

Dia bilang, contoh saja di kawasan laut Taman Nukila  saat ini banyak hiu berjalan, tetapi tidak masuk kawasan konservasi sehingga terancam oleh mereka yang menangkap ikan, maupun aktivitas lainnya. Contoh lain katanya di kawasan laut Pulau  Hiri juga terdapat tempat bermain ikan duyung yang perlu dilindungi. Karena itu tidak ada alasan tidak memasukan kawasan laut Ternate dan sekitarnya sebagai kawasan konservasi perairan (KKP). “Kita berharap soal ini bisa direspon oleh DKP Provinsi dan instansi terkait lainnya agar laut dan keanekaragaman hayatinya bisa terlindungi,” katanya.  

Pelepasan-anak-penyu-di-pantai-Tobololo Ternate, foto Antara Andre

Selain berbagai jenis ikan dan hewan kharismatik, kekayaan laut lainnya adalah  terumbu karang. Menurut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melalui risetnya pada tahun 2012 di Perairan Ternate, Tidore dan sekitarnya memiliki kekayaan hayati laut yang tinggi dan dapat dipastikan bahwa perairan ini merupakan bagian dari pusat  kekayaan keanekaragaman laut dunia.

walking shark yang ditemukan di laut Ternate, foto Adit Nasijaha dive center

Berdasarkan data Pusat Oseanografi LIPI  terumbu karang di perairan Ternate, Tidore dan sekitarnya memiliki keanekaragaman karang relatif tinggi. Setidaknya berhasil dijumpai 144 jenis, yang termasuk dalam 44 marga dan 17 suku. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laut Obi Dalam Tekanan Destruktif Fishing dan Tambang?

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Laut Kepualaun Obi Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara kaya sumberdaya perikanan. Dari jenis ikan pelagis maupun demersal, setiap saat ditangkap  untuk menghidupi masyarakat setempat.  Tidak itu saja, ikan–ikan itu juga dijual antarpulau ke Ternate, untuk kebutuhan lokal  maupun  eksport. Seiring waktu, saat ini kondisi sumberdaya laut Obi tidak  baik-baik saja. Ada dua persoalan serious […]

  • Tambang  PT MAI Beroperasi,  Desa Sagea Kiya Makin Terancam

    Tambang  PT MAI Beroperasi,  Desa Sagea Kiya Makin Terancam

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 387
    • 0Komentar

     Warga Desa Sagea-Kiya, Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang tergabung dalam Koalisi Save Sagea kembali menggelar aksi protes  Senin, 13 Oktober 2025. Aksi ini  dilakukan berkaitan dengan  aktivitas tambang PT Mining Abadi Indonesia (PT MAI), kontraktor dari perusahaan tambang nikel PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia dan PT First Pacific Mining. Aktivitas penambangan […]

  • Waspada, Cuaca Buruk Landa Maluku Utara

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 351
    • 2Komentar

    Angin kencang yang terjadi selasa (14/2/2023) malam pohon di kawasan Kasturian Ternate tumbang dan menutupi jalan di kawasan tak jauh dari Kantor Polsek Kota Ternate Utara tersebut. foto istimewa

  • Negara Pulau dan Kepulauan akan Gelar Kongres

    • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 308
    • 1Komentar

    Bahas Masalah Lingkungan dan Climate Change   Indonesia yang tergabung dalam Forum Negara Pulau dan Kepulauan berencana  menggelar Forum Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island States/Ais Forum)  yang rencana diselenggarakan di Bali pada 10-11 Oktober 2023. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Kemenko Marves menyebut, forum tersebut akan menghadirkan delegasi dari 51 negara anggota Ais […]

  • Jurnalisme Lingkungan, Jalan Pulang Melihat Isu  Publik

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 253
    • 0Komentar

    AMSI-BBC Media Action Program Kerjasama   Isu lingkungan  mestinya menjadi jalan pulang para jurnalis untuk melihat apa yang lebih dibutuhkan publik saat ini. Bukan sekadar traffic dan pageview atau  pengunjung. Pasalnya, dalam tren jurnalisme viral, banyak informasi penting yang terlewatkan untuk dikonsumsi publik. Pesan ini disampaikan oleh  Wenseslaus Manggut Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia […]

  • Sampah Plastik dari Laut Malut Diserahkan ke PT Unilever

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 552
    • 2Komentar

    PT Unilever Masuk Top 5 Penghasil Sampah Plastik LSM Internasional BreakFree From Plastic melaporkan  bahwa PT Unilever masuk dalam Top 5 plastic polluters  di Indonesia.  Dari laporan Break Free tersebut menyebutkan bahwa    produsen   sampah plastic terbesar pertama adalah The Coca-Cola Company,  Pepsi Co,  Nestle,  Unilever dan  Mondelez International. Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) setelah mengunjungi […]

expand_less