Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Wisata Danau di Halmahera Ini Layak Dikunjungi

Wisata Danau di Halmahera Ini Layak Dikunjungi

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 15 Des 2020
  • visibility 1.011

Cerita dari  Ekspedisi Cinta Talaga  Rano  

Wilayah Maluku Utara yang berada di kawasan  ring of fire atau cincin api, ternyata memiliki beberapa keistimewaan. Salah satunya, dari aktivitas vulkanis gunung api , ikut memunculkan  danau  di sekitarnya.  Danau yang ada menjadi potensi wisata yang sangat menjanjikan. 

Data yang dirilis Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Ake Malamo Ternate  sesuai hasil inventarisasi danau di Maluku Utara 2018,   ada 44 danau dengan berbagai tipe luasan. Hasil inventarisasi itu menyebutkan, danau kategori A  dengan luas di bawah 10 hektar ada 12, kategori  B dengan luas 10- 99 hektar 7 danau dan kategori C dengan luas 100-999 hektar  5 danau.  “Danau Rano atau Talaga Rano di Halmahera Barat  masuk kategori B,”jelas Muhammad Arbain  dari BPDAS-HL Ake Malamo.  

Dari data itu menyebutkan, secara  geografis Talaga Rano berada pada koordinat 1◦15’14,9”LU dan 127◦28’57.4”BT dan 545 meter DPL.    Secara administrative  berada di desa Susupu Sahu Timur Halmahera Barat. Luas kawasan Talaga Rano sekira 97,81 hektar. Termasuk salah satu obyek wisata di Halmahera Barat.Hingga kini danau ini belum dikelola maksimal  karena  berkaitan juga dengan akses mencapai lokasi yang terbilang  sulit.

Peserta Ekspedisi mengabadikan foto dengan latar belakang sebuah pulau kecil di tengah Talaga Rano/foto DEKAPALA

Pemandangan alam  Talaga Rano terbilang indah. Air danau ini diduga mengandung belerang. Hal ini disebabkan oleh pembentukan  Talaga Rano  sebagai akibat dari  aktivitas vulkanik Gunung Talaga Rano.  Kawasan Talaga  Rano terdiri dari hutan produksi konversi dan hutan lindung. Di hutan ini menyimpan beragam potensi wisata alam maupun  kekayaan  keanekragaman hayati yang perlu diidentifikasi lebih lanjut.  

Karena  potensi wisata maupun kenakeragaman hayati itu maka, Duta Kreator Pecinta Alam (Dekapala) Indonesia,   pada 12 hingga 14 Desember lalu menggelar ekspedisi  bertitel  Cinta  Talaga Rano.

Ketua Panitia Ekepedisi Fadila Asagaf melalui rilis yang dikirim ke kabarpulau.co.id/ Rabu (16/12/2020) menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menggali potensi Talaga Rano dan  diperkenalkan ke dunia luar. Kegiatan  selama 2 hari 2 malam itu pelepasannya  dilakukan oleh Kapolres Halmahera Barat Tri Okta Hendriyanto dihadiri  Kepala Desa Gamsungi serta wakil dari BPDASHL Ake Malamo Ternate.

 “Langkah ini diambil sebagai upaya menumbuhkan kembangkan semangat dan gelora cinta alam, Cinta Daerah Aliran Sungai (DAS) serta memperkenalkan destinasi wisata alam di Provinsi Maluku Utara,” jelas Fadila.

Ekspedisi  itu ikut menggandeng  peserta dari berbagai lembaga. Diikuti  200 peserta dari 32 lembaga dengan  berbagai latar profesi dengan melewati tahapan seleksi ketat oleh panitia. 

Para peserta juga telah menjelajahi eksotisnya  Talaga Rano dan melihat secara dekat ekosistem dan fenomena alam di  puncak Talaga Rano.

Foto bersama peserta Ekspedisi di Talaga Rano/foto DEKAPALA

Direktur DEKAPALA Indonesia Thamrin Ibrahim bilang, saat ini DEKAPALA gencar menggerakan penyadaran cinta alam dan DAS berkolaborasi dengan berbagai pihak. Baik organisasi lingkungan maupun lembaga  kreatif lainnya di daerah ini.

Thamrin turut menjelaskan,  keunggulan Talaga Rano  yang kaya tidak hanya flora dari vegetasi hutannya, tetapi juga  satwa   di alamnya  sehingga menjadi pilihan pelaksanaan ekspedisi ini.  

“Keunggulan vegetasi hutan terbaik dengan berbagai satwa, terutama  jenis burung endemik paruh bengkok. Ada nuri ternate, kakatua putih dan burung bidadari  halmahera (semioptera wallacea) tiap pagi dan sore menampakkan diri dan suaranya yang indah di pepohonon hutan Talaga Rano. Ini menjadi hiburan bagi  peserta ekspedisi,” jelas  Thamrin.  

Dari 200 pendaki dan penikmat destinasi alam  ikut menggelar berbagai agenda  selama  di Talaga Rano. Dari penanaman  atau  penghijauan,  diskusi alam raya, kompetisi photographer, inisiasi pembentukan Jaringan Pecinta Alam (JAPELA) INDONESIA, explore ekosistem  dan Pesona Talaga Rano. Juga  deklarasi Gerakan Cinta DAS Maluku Utara, pengukuhan Badan Pengurus KPA SASADU Jailolo, Silaturahmi Daerah Pecinta  Alam Maluku Utara dan  Riset Talaga Rano.

Soal potensi yang dimiliki Talaga Rano, selain alam hutan yang masih alami,  juga pemandangan  yang sangat eksotis. Di dalam telaga, ada satu pulau kecil yang indah sebagai pemanis  mereka  yang ingin berswafoto. Talaga Rano selain memiliki panorama indah, juga  ada luapan air panas  dari bibir talaga. Sesekali terdengar  ledakan  seperti letusan gunung api.  Saat malam hari ikut mengeluarkan api pada titik lubang seperti magma. Hutan Talaga Rano juga punya 2 sungai aktif yang airnya sangat jernih dan dapat d gunakan untuk mandi dan air minum pengunjung  atau pendaki    ke danau ini.

Peserta Ekspedisi melakukan penghijauan di kawasan Talaga Rano/foto DEKAPAL

“Saya kira pesona dan keunggulan Talaga Rano tak dapat digambarkan dengan deretan kalimat, kecuali menikmatinya secara langsung,” ujar Thamrin. Dia bilang lagi, Talaga Rano adalah  salah satu destinasi wisata alam yang layak dikunjungi dan wajib diperhatikan pemerintah Maluku Utara dan Halmahera Barat.

Dekapala Indonesia sebagai wahana pegiat pecinta alam dan pecinta destinasi alam terbuka, akan kembali menghelat Ekspedisi Pesona Malut 2021 dengan 10 agenda besar di 8 Kabupaten dan 2 Kota di Maluku Utara. Rencananya dihadiri Fiersa Besari dan Puteri Pariwisata serta Puteri Lingkungan Maret-hingga Juli 2021 nanti. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

    16 Hari Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Negara Harus Hadir Selamatkan Anak Bangsa Lebih dari 3.000 masyarakat suarakan anti kekerasan terhadap  anak dan perempuan bersama Koalisi  Masyarakat Sipil dan KemenPPPA yang digelar di Jakarta Minggu (7/12/2025). Tanda tangan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, anak-anak, remaja, orang tua, aktivis, hingga pegiat perlindungan anak,  bersatu   dalam acara bertajuk “Melangkah Bersama Lawan Kekerasan Seksual, Perkuat […]

  • HAM untuk Nelayan Kecil dan Awak Kapal Perikanan Lemah

    • calendar_month Kam, 3 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Upaya pemerintah dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) kepada nelayan kecil dan awak kapal perikanan sebagaimana diamanahkan di dalam UndangUndang No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam  terbilang lemah. Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan dalam rilisnya  Selasa (1/8/2023), menegaskan,  Pemenuhan HAM  kepada nelayan kecil dan awak kapal perikanan […]

  • Akademisi: Ancaman Ekosistem Halmahera Serius

    • calendar_month Sel, 9 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 753
    • 0Komentar

    Maluku Utara sebagai daerah kaya bahan mineral,   menjadi incaran investor asing. Baru baru ini pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Samsudin Abd Kadir menyampaikan bahwa investasi asing masuk ke Maluku Utara yang mengelola tambang, sudah menginvestasikan modalnya di atas 100 triliun. Angka ini dianggap sebagai sebuah keberhasilan menggenjot perekonomian Maluku Utara. Termasuk […]

  • Masyarakat Sipil Desak Bank Stop Danai Nikel Bertenaga Batu Bara Milik Grup Harita

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari Market Forces, Enter Nusantara, JATAM, dan Trend Asia, bersama dua pendeta dari Obi menggelar aksi teatrikal di depan kantor bank-bank yang masih mendanai operasi smelter nikel milik grup Harita di Pulau Obi, Maluku Utara pada 1 Oktober lalu. Dalam aksi ini, para aktivis menampilkan instalasi kuda troya sebagai […]

  • Atasi Sampah, Malut Butuh PLTSa?

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 956
    • 1Komentar

    Sampah menjadi masalah paling serius. Tidak hanya di kota tetapi juga di  desa- desa di seluruh Indonesia. Dia menjadi masalah dan  sangat mengancam lingkungan dan manusia  terutama sampah plastic. Sampah  jenis ini   sulit terurai  sehingga dilakukan berbagai riset  untuk mengatasi  makin banyaknya sebaran di lingkungan darat maupun laut.   Ada sejumlah cara  mengatasi sampah ini […]

  • Dua Hari yang Sunyi di Bumi Maluku Utara 

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 654
    • 3Komentar

    Peringatan Hari Air Sedunia oleh Komunitas Save Ake Gaale

expand_less