Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Di Musyawarah IKAPERIK, Bahas Perikanan Malut dan Tantangan Era 4.0

Di Musyawarah IKAPERIK, Bahas Perikanan Malut dan Tantangan Era 4.0

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 24 Jan 2021
  • visibility 664

Farid Terpilih Secara Aklamasi

Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate menggelar musyawarah memilih pengurus baru untuk masa jabatan 4 tahun ke depan Sabtu (22/1) kemarin.  Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gamalama Hotel Sahid  itu, turut diisi dengan seminar bertema   “Perikanan Maluku Utara dan Tantangan Industri era 4.0” Beberapa pemateri penting turut hadir yakni Dirjen Perikanan Tangkap Dr. Ir. Muhammad Zaini, MM yang mengisi seminar secara online  bersama  Sekretaris Daerah Maluku  Utara Samsudin Abdul Kadir, Plt Kepala Dinas  Perikanan  Abdullah Assagaf dan Prof. Dr Irfan Koda dari Fakultas Perikanan Unkhair Ternate. Keempatnya membahas  Tema besar Perikanan Maluku Utara dan tantangannya terutama di bidang teknologi  di era 4.0.

Tema ini menjadi catatan penting  karena, bagi IKAPERIK  ini isu kekinian  berhubungan dengan  upaya akselarasi Maluku Utara  yang masih kalah bersaing dengan provinsi tetangga yang bersentuhan langsung di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)   715,716,717.

“Dalam soal ini kita masih dalam menghitung potensi. Sementara di wilayah lain sudah bicara produksi dan industri,” jelas Ketua Panitia Musyawarah IKAPERIK Sahmar Ishak .

Karena itu katanya, saatnya tidak lagi bicara pada angka infografis tetapi model industri yang harus disiapkan agar berdaya saing  di masa mendatang.

Dia bilang lagi, cerita masa lalu membuat  bangga. Terutama soal kekayaan sumberdaya laut   yang berlimpah. Belum lagi dipuji karena berada di jantung  segitiga terumbu karang dunia. Hal ini  membuat para peniliti Jepang bingung soal ruaya ikan yang ditandai dengan GPS  selalu membuat jalur ke  laut Halmahera.

“Benar kita kaya SDA lebih khusus perikanan dan kelautan tetapi kenyaatannya miskin dalam mengelola.  Dari SDM yang belum siap pakai dan miskin teknologi membuat kita masih berputar pikiran dan diam di tempat,” ujarnya.

 Apalagi  dengan ditetapkannya kawasan industri di Maluku Utara seperti di Pulau Obi, Halmahera Selatan dan Halmahera Tengah.  Pertanyaanya apakah beroirentasi pada pengembangan industri perikanan ataukah hanya fokus Industri pengolahan biji nikel.

Begitu  juga dengan KEK Morotai, yang kemudian oleh Mentri Susi telah membangun SKPT di Daeo dan mencanangkan Kawasan Konservasi Perairan Daerah di Maluku Utara yang oleh USAID – WCS telah selesai di kerjakan  dalam 4 tahun (2017-2020).

Semua ini apakah sudah berdampak pada nelayan dan masyarakat pesisir kita ?

“Pertanyaan mendasar ini bagi kami adalah  titik masuk membincangkan potensi dan kekayaan  perikanan di Maluku Utara  benar benar dikelola untuk kesejahteraan rakyaat,” katanya.

Foto bersama usai musyawarah IKAPERIK

Farid Yahya  Terpilih Secara Aklamasi  

Sementara itu dalam proses musyawarah dan tahapan pencalonan  sejak sore  berlangsung cukup alot.  Ada 11 nama yang muncul sebagai bakal calon ketua IKAPERIK. Melalui proses lobi kemudian mengkerucut menjadi  5 nama. Ketika memasuki proses pemilihan,  2 orang menyatakan  undur diri.  Sehingga tersisa 3 orang. Tiga calon itu masing-masing  Farid Yahya,  M. Yatim Sohi dan  Mardia Ambodalle. Dari tiga nama yang ikut mencalonkan diri melalui proses tidak terlalu lama,  kemudian terpilih secara aklamasi Farid Yahya, sekaligus dikukuhkan  menjadi Ketua Umum IKAPERIK Maluku Utara. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Petakan Kembali Mangrove untuk Karbon Biru

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Pemetaan kondisi terkini kawasan ekosistem mangrove, padang lamun (seagrass), dan kawasan pesisir di Indonesia diharapkan sudah ada pada 2019 mendatang. Proses mengungkap data terbaru itu, akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dengan menggandeng Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). (Mongabay.co.id http://www.mongabay.co.id/2018/07/19/indonesia-petakan-kembali-mangrove-untuk-karbon-biru/) Kebutuhan pemetaan data terbaru itu, menurut Deputi IV Bidang SDM, Iptek, dan […]

  • Kerusakan Hutan di Obi Cukup Serius

    • calendar_month Sen, 2 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 1.284
    • 0Komentar

    Temuan FWI 90 Persen Lahan Dikuasai Perusahaan Suara Muhammad  Risman terdengar lantang di pagi  menjelang siang pada Kamis (20/4) lalu. Dia bersuara  memprotes penderitaan  warga Pulau Obi yang hingga kini tak mendapatkan perhatian. Protes  ini cukup  beralasan karena  di Obi  saat ini  sedang terjadi eksploitasi  besaran- besaran oleh perusahaan tambang dan HPH. Sementara kondisi warganya […]

  • Hari Air Sedunia Warga Gelar Ritual Sigofi Ake

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Bagian dari Upaya Konservasi Ake Gaale Selasa 22 Maret 2022 hari ini, menjadi momentum penting memperingati Hari Air Sedunia. Di berbagai belahan bumi, masyarakat  atau komunitas memperingati hari air dengan berbagai kegiatan, baik ceremony maupun aksi nyata.   Di Ternate Maluku Utara  terutama masyarakat yang bermukim di sekitar sumber mata air Ake Gaale di Kelurahan […]

  • Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

    Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Dalam mendukung pemantauan dan pengelolaan kelestarian biodiversitas dibutuhkan data lapangan yang lebih luas. Menghadapi tantangan  luasnya wilayah dan keterbatasan sumber daya manusia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi menyelenggarakan DESAIN #8 (Dialog Eksplorasi Sains Data dan Informasi yang memberi Peran Citizen Science dalam Transformasi Data Biodiversitas belum lama […]

  • Tiga Inovator Bisnis Dapat Penghargaan Econovation 2021

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle
    • visibility 627
    • 1Komentar

    Tiga inovator bisnis terbaik mendapatkan penghargaan dalam program Econovation 2021. Penghargaan  itu dalam bentuk dukungan usaha pengembangan bisnis  yang diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional khususnya selama pandemi Covid-19 serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan, edukasi dan kesehatan berbasis masyarakat. Penghargaan tersebut merupakan akhir dari rangkaian acara […]

  • Ancaman Plastik Makin Mengerikan, Chair’s Draft Text Gagal Lindungi Planet

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 830
    • 3Komentar

      Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) mengecam keras teks baru yang dirilis oleh Chair Intergovernmental Negotiating Committee (INC) untuk Perjanjian Global Plastik pada 13 Agustus 2025. Dokumen ini merupakan kemunduran besar yang mengkhianati tiga tahun proses negosiasi yang menunjukkan dukungan luas terhadap perjanjian ambisius yang mengatur seluruh siklus hidup plastik, termasuk pembatasan produksi. Alih-alih menjadi […]

expand_less