Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Kiprah KTH Ake Guraci Marikurubu Ternate

Kiprah KTH Ake Guraci Marikurubu Ternate

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
  • visibility 588

Hijaukan Gamalama, Rencana Produksi Kopi Rampa

Luas hutan lindung Gamalama di Pulau Ternate mencapai 2.378 Ha. Dari luasan itu sebagian  menghadapi masalah menyangkut kelestarian hutan akibat adanya perambahan.  Sebagai sebuah pulau kecil dengan luasan hutan terbatas, jika tidak ada upaya pemulihan dari sekarang, ancaman ke depan akan lebih serius.

Upaya mendorong perbaikan hutan dilakukan melalui gerakan  masyarakat yang terhimpun dalam  Kelompok Tani  Hutan  (KTH). Salah satu yang sedang melakukan perbaikan lingkungan di Hutan Lindung Gamalama adalah KTH Ake Guraci di Kelurahan Marikurubu Ternate Tengah.  

Sekadar diketahui, KTH  ini adalah salah satu Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan atau KTH Perhutanan Sosial   yang berada di bawah binaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ternate Tidore. KTH yang diketahui  Hamadal Minggu itu dibentuk sejak   5 Januari 2005.  

KTH ini mendapat  izin  wilayah kelola  seluas 100 Ha.  “Pendampingannya dilakukan oleh penyuluh atau pendamping Perhutanan Sosial (PS),” jelas Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ternate Tidore Ibrahim Tuhateru Selasa (2/2/2021).

Dia  bilang, perambahan dilakukan oleh masyarakat sehingga dilakukan penggantian  tanaman hutan dengan tanaman multi purpose Tree  species (MPTS). Tanaman MPTS ini  memiliki  ragam fungsi seperti menghasilkan buah- buahan, dedaunan untuk pakan ternak, ranting dan dahannya untuk kayu bakar, serta fungsi-fungsi lain  yang sangat cocok dikembangkan di daerah ini.

Alhamdulillah saat ini kondisi tanamannya bagus,” jelas Ibrahim.

KTH ini juga  punya komitmen yang kuat untuk selalu menjaga kelestarian Hutan Lindung Gunung Gamalama.

Saat ini mereka menanam  bibit matoa, pala, cengkeh, dan kopi di lokasi Hutan Kemasyarakatan   100 hektar   tersebut.

Bibit kopi dan pala yang siap diangkut untuk ditanam oleh angggota KTH

“Penanaman ini bertujuan agar tidak terjadi erosi saat musim penghujan. Selain itu menciptakan iklim mikro, dan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HBBK) seperti buah pala, buah cengkeh, biji Kopi dan buah matoa,” kata Penyuluh Kehutanan dan Penyuluh Pendamping Perhutanan Sosial (PS) Juliaty Rahma Tuhulele, S.Hut.

Di 2020, KTH Ake Guraci  telah menanam kopi sebanyak 1000  bibit,  pala 1.000 bibit, pala dan  matoa 700 bibit.

Bibit ini merupakan  bantuan   dari UPT Kemen LHK Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Maluku Papua yang bekerjasama dengan KPH Ternate Tidore, UPTD serta Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara.

 Juliaty Rahma Tuhulele menyampaikan, KTH Hkm Ake Guraci binaannya selama ini, belum mendapatkan bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) dari BPSKL Maluku Papua.  Pada 2020 sudah diusulkan dan akan mendapat bantuan tersebut di 2021.   

Proses penanaman yang dilakukan oleh anggota KTH di kawasan Hutan Lindung Gamalama foto fb Juliaty Rahma

“Proposal AEP  ke BPSKL Maluku Papua di Ambon  sudah disampaikan.  Besar harapan kami  bisa memdapatkan bantuan ini di 2021 ini,”harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan seluruh anggota KTH HKm Ake Guraci  agar di 2021  ini mereka bisa mendapatkan bantuan AEP tersebut berupa alat pengolahan kopi eempah agar mereka bisa memanfaatkan  Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti  biji kopi, cengkeh dan pala yang telah ditanam. Selanjutnya akan diracik dengan resep tradisional menjadi kopi rempah.   Di lokasi  itu sebelumnya juga telah ada tanamam kopi dan hasil panen dari biji kopi sudah disimpan untuk persiapan digunakan sebagai bahan baku.

“ Saya dan Ketua KTH HKm Ake Guraci mewakili anggota  sangat mengharapkan bantuan AEP dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dan BPSKL Wilayah Maluku Papua, agar pada 2021  dapat dimanfaatkan  bantuan itu agar KTH ini bisa  mandiri dan sejahtera,” kata  Juliaty Rahma. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pakativa – Dinkes Lakukan Penyuluhan Kesehatan

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Jalannya kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar Paka Tiva dan Dinkes Ternate/foto Ima Paka tiva

  • Gempa dengan Magnitudo 7,0 Terasa hingga Morotai

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Basirun (36) warga Daruba Morotai dihubungi kabarpulau.co.id/ dari Ternate Kamis (21/1) pukul 23.00 WIT  mengaku, peristiwa gempa yang berpusat di  Kota Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud sangat terasa di  Pulau  Morotai Provinsi Maluku Utara. Dia mengaku  karena kuatnya gempa itu turut membuat panic warga. “Sangat terasa goyangan gempa malam ini. Memang pusat gempa di Talaud tetapi […]

  • Gurango Haga Pilihan Wisata Bawah Laut di Sail Tidore 2022 

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 690
    • 0Komentar

    H halmahera yang Ditemui di Perairan Pelabuhan Trikora Goto
    foto Tim Survey DKP Tikep

  • Ketika Orang Hiri Menuntut Merdeka

    • calendar_month Kam, 17 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 504
    • 1Komentar

    Ingatkan  Pemerintah, Kibarkan Bendera Setengah Tiang   Hari masih pagi, sekira pukul 07.50 WIT sebuah speedboat mengangkut pegawai yang bekerja di Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate Maluku Utara. Mereka adalah pegawai yang akan gelar upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Kamis (17/08/2023). Pegawai lelaki dan perempuan berbaju Korpri  itu  rata rata […]

  • Tumbuhnya Tambang, Tumbangnya Pulau

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 760
    • 0Komentar

    Oleh: Herman Oesman Dosen Sosiologi FISIP UMMU Pulau-pulau kecil di Indonesia telah lama menjadi ruang hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan pada laut, hutan, dan tanah. Namun, dalam dua dekade terakhir, pesona kandungan mineral yang terkubur di dalam perut bumi pulau-pulau itu menjelma menjadi kutukan. Ekspansi tambang besar-besaran yang didorong oleh kepentingan ekonomi nasional justru […]

  • Perempuan Mapala Bicara Perubahan Iklim

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Soroti  Reklamasi hingga  Sampah Pembalut Wanita  Perkumpukan Paka Tiva Maluku Utara,  sebuah lembaga non profit yang bekerja untuk pendampingan warga  dan concern  untuk isu literasi,  budaya dan ekologi,  menggelar Seri Diskusi Pencinta Alam Maluku Utara.  Diskusi Rabu (12/8) di jarod cafe BTN, adalah   kedua kalinya. Pesertanya  Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala)  dari berbagai perguruan tinggi di […]

expand_less