Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Produksi Sagu Melimpah, Butuh Bantuan Pemasaran

Produksi Sagu Melimpah, Butuh Bantuan Pemasaran

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 13 Feb 2021
  • visibility 1.032

Banyak sumberdaya hutan bisa dimanfaatkan. Terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Salah satunya  pohon sagu yang tumbuh di sekitar kawasan hutan. Ternyata,  jika diolah dan diproduksi besar besaran tidak hanya dikonsumsi di tingkat rumah tangga, tetapi menjadi sumber  pendapatan petani.   

Seperti dilakukan Kelompok Tani Hutan (KTH) Mandiri Sejati Kelurahan Aketobato Loleo Kota Tidore Kepulauan ini. Mereka mengelola hutan sagu  di belakang kampong   menjadi sumber makanan sekaligus menambah penghasilan  anggota  kelompok tani.  

Anggota Kelompok KTH sedang meremas pokok sagu, foto Rusdiyanti KPH

Pasalnya dari  produksi sagu yang mereka hasilkan tidak hanya dijual dalam bentuk tepung mentah, tetapi diolah menjadi lempengan sagu yang siap disantap, ke masyarakat  desa hingga tetangga kampong.  Bahkan sampai ke  Pulau  Tidore.  

“Mereka saat ini menghasilkan 50 tumang (tempat tepung sagu dari daun rumbia,red)  dalam sekali produksi,” jelas Penyuluh Kehutanan Pendamping Rusmiyanti Dano Yamin kepada kabar pulau.co,id. Kelompok tani hutan yang beranggotakan 15 orang itu semua mengolah sagu.  

Dari hasil sagu yang ada kemudian istri-istri  mereka mengolah  menjadi sagu lempeng meskipun  tidak semua diolah  jadi lempengan sagu.   

Kelompok tani ini, mengelola hutan sagu di areal tak jauh dari kampong. Saat ini potensi pohon sagunya masih   banyak tetapi  butuh peremajaan  untuk menjaga  kelestarian pohon sagu yang diproduksi setiap saat tersebut.

Pokok sagu yang selesai digiling dan siap diremas. foto Rusdiyanti/KPH Tikep

Rusmiyanti bilang, dari hasil produksi sagu itu kebanyakan masih dijual di tingkat lokal. Meski demikian sudah mulai ada pedagang pengumpul yang masuk membeli dan menjualnya  lagi ke Kota Tidore Kepulauan, terutama tepung sagu.  Untuk satu tumang sagu biasanya dijual Rp100 ribu hingga Rp120 ribu.

Untuk penjualannya  mereka sangat butuh sentuhan dari pemerintah terutama dalam hal pemasaranya. Pasalnya saat ini masyarakat  terutama kelompok tani sangat butuh  sagu yang dihasilkan bisa dipasarkan sampai ke luar daerah.  Di kampong tersebut belum ada  koperasi atau instansi pemerintah  yang ikut memfasilitasi dan bantu memasarkan hasil produksi mereka.

Proses bakar sagu menggunakan forno, foto Rusdiyanti, KPH Tikep

Meski demikian menurut Rusmiyanti, ada rencana dari KPH membantu mengambil produk  KTH  untuk dibantu dipasarkan.  

Dalam hal produksi  para petani sebenarnya membutuhkan perhatian pemerintah daerah kota  Tidore Kepulauan.  Terutama kebutuhan  alat angkut hasil. Pasalnya    ketika proses tepung sudah diisi ke dalam  tumang saat diangkut ke kampong butuh alat  alat angkut memadai. 

“Mereka sangat butuh kendaraan roda tiga semacam motor merek Kaisar yang bisa  angkut hasil sagu ke kampong.  Anggota KPH sangat  butuh   alat angkut.  ,” jelas Rusmiyanti .

Selain itu, hasil produksi mereka terutama untuk tepung sagu olahan dalam bentuk sagu lempeng baru dipasarkan di tingkat rumah tangga belum bisa masuk sampai ke toko dan supermarket. Hal ini katanya butuh pendampingan juga dari pemerintah daerah agar hasil produk olahan tepung sagu yang telah dikelola  tidak hanya dipasarkan di  sekitar desa tetapi bisa  masuk sampai Ternate dan Tidore terutama toko maupun  pasar.

Lempengan Sagu yang telah dibakar

“Mereka juga butuh semacam pelatihan dari Perindag Provinsi membantu melatih pembuatan sagu lempeng  yang bisa  dijual ke pasar  yang lebih luas,” ujarnya.

KPH sendiri berencana mendamping mereka membantu  melatih kelompok tani membuat kemasan produk.   

Irisan lempengan sagu yang telah ditaruh dalam kemasan plastik, foto Rusdiyanti/KPH Tikep

Sekadar diketahui, KTH Mandiri Sejati Kelurahan Aketobato Loleo Kota Tidore Kepulauan  yang dipimpin  Sinen Esa ini merupakan   binaan KPH Tidore Kepulauan   yang pernah mendapatkan bantuan Alat Ekonomi Produktif dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara 2018 lalu. Mereka mendapatkan mesin genzet dan  mesin parut sagu. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Protes Pembangunan Jetty di Lalubi Gane

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 886
    • 1Komentar

    Jetty atau dermaga yang dibangun perusahaan jasa konstruksi di kawasan pantai Gorua Lalubi Gane Timur foto Asrul Lamunu

  • Literasi Lingkungan dari Pulau Tulang Halmahera

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 993
    • 0Komentar

    Cerita Fahri Lolahi dan Rumah Botol Plastik untuk Perangi Sampah   Cuaca siang di Sabtu akhir Agustus lalu itu agak mendung. Ketika tiba dengan mobil di Tobelo dari Kao, saya dijemput oleh Fahmi Lolahi. Tujuan saya menuju pulau Tulang. Setelah menunggu sekira 30 menit, saya  melanjutkan perjalanan menuju Pulau Tulang.     Fahmi Lolahi adalah kakak  […]

  • Malut Tak Masuk Agenda Sepekan MKP Serap Aspirasi dari Timur

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 759
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Maluku Utara memiliki berbagai program pembangunan di bidang perikanan. Salah satunya adalah Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang digembar gemborkan beberapa tahun lalu. Kini program yang digadang-gadang menjadi mercusuar bidang perikanan itu seperti hilang ditelan bumi. Program yang sempat menghadirkan diskursus berbagai kalangan di Malut itu,  sudah tak terdengar lagi. Padahal  terbilang sudah banyak […]

  • Gaungkan Perikanan Berkelanjutan Melalui Jurnalisme   

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 968
    • 0Komentar

    Perikanan berkelanjutan menjadi salah satu isu penting sekarang dan di masa depan. Hal ini juga  berhubungan dengan masalah pangan dari kelautan. Terutama ketersediaan ikan  yang saat ini menghadapi berbagai  masalah. Dari penangkapan yang bersifat destruktif,  budidaya dan perlindungan  untuk  generasi di masa depan. Hal ini juga menjadi salah satu tema penting dari Green Press Community […]

  • Korban Lakalaut Tinggi, Butuh Kolaborasi Penanganan

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 759
    • 1Komentar

    Ketua POSSI dan SAR Ternate didampingi Danlanal Ternate menunjukan isi MoU yang telah ditandatantangani foto M Ichi

  • Aksi Hari Tani, Desak Wujudkan Reforma Agraria

    • calendar_month Sel, 26 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 795
    • 1Komentar

    Peringatan Hari Tani yang diperingati setiap  24 September  diperingati juga oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Maluku Utara bersama sejumlah organisasi gerakan mahasiswa  di Maluku Utara. Perayaan Hari Tani 2023 yang bertepatan dengan 63 tahun kelahiran UU Nomor 5/1960 tentang Undang–undang pokok Agraria (UUPA) itu, para aktivis turut menyuarakan  berbagai ketimpangan terkait persoalan agraria di daerah […]

expand_less