Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan

Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
  • visibility 963

DKP: Ada 805 Pulau  Sesuai Laporan Kabupaten/Kota

Berapa jumlah pasti pulau di Maluku Utara saat ini? Persoalan ini mengemuka saat digelar diskusi membahas tentang nasib perikanan Maluku Utara yang digagas  oleh Ikatan Alumni Perikanan  Universitas Khairun,  bersama Dinas Perikanan Provinsi Maluku Utara Sabtu (13/2/2021) malam tadi.

Persoalan data jumlah pulau ini menjadi menarik dan menjadi bahan disukusi yang dipertanyakan oleh salah satu peserta diskusi yang juga salah satu dosen di Fakultas Perikanan Unkhair, karena menganggap  jumlah pulau  ini juga merupakan sumberdaya penting  dalam  mendukung perkembangan pembangunan perikanan serta isu pulau dan pesisir di Maluku Utara.   

Diskusi bertema Pengelolaan Perikanan Maluku Utara itu menghadirkan  Kepala Dinas  Kelautan dan Perikanan Maluku Utara Abdullah Assagaf, Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailusy, Ketua Badan Pemenang Pemilu (BAPILU) DPD PDI Perjuangan Maluku Utara Irvan Hasanudin  bersama Mantan Dekan Faklutas Perikanan Dr Irham  Sangaji.   

Pulau Maitara dan Ternate dari kejauhan, foto KPH Ternate Tidore

Kesempatan itu Irwan  Hi Kader salah satu peserta diksusi   mempertanyakan perbedaan data jumlah pulau di Maluku Utara yang beredar.   Data pulau  ini menjadi tanda tanya besar. Dia mempertanyakan adanya tiga data yang berbeda. Pertama adalah 805 pulau. Ada lagi data yang dirilis dan banyak digunakan 1474   pulau. Ada data terakhir yang dikeluarkan  ada 1552 pulau. Dari data data  yang berbeda ini,  Irwan mengaku perlu ada verifikasi yang jelas dari instansi tekhnis.  

Dia menyentil secara nasional data jumlah pulau terbanyak berdasarkan data DKP,  urutan pertama Riau,  Papua  Barat  dan ketiga Provinsi Maluku Utara.  

Data Kementerian Dalam Negeri Tahun 2015 menunjukan jumlah pulau terbanyak di Indonesia adalah  Kepulauan Riau. Berdasarkan Data Kementerian Dalam Negeri, di Kepulauan Riau terdapat 2.408 pulau. Jumlah ini mengungguli Papua Barat yang berada di urutan kedua dengan 1.945 pulau dan Maluku Utara di urutan ketiga dengan 1.474 pulau.

Yang menarik data jumlah pulau di Malut ini berbeda beda.  Pemerintah provinsi Maluku Utara saat ini menggunakan data 805 pulau. Bahkan kata Irwan, saat ini ada data jumlah pulau terbaru disebutkan mengalami penambahan 1525 pulau.

Sementara data yang dipakai Badan Pusat Statistik (BPS)  adalah  sebanyak 805 pulau yakni sebagai berikut: Halmahera Barat 125 Pulau, Halmahera Tengah 46 Pulau, Kepulauan Sula 72 pulau Halmahera Selatan 371 pulau, Halmahwera Utara 82 pulau,Halmahera Timur 41 pulau Pulau Morotai 32,Pulau Taliab 16 pulau Ternate 9 pulau dan Tidore 11 Pulau.

Adanya berbagai versi data jumlah pulau itu, Irwan dalam diskusi tersebut meminta Dinas DKP Maluku Utara yang memiliki tugas dan kewenangan, apalagi ada bidang pesisir dan pulau-pulau kecil, perlu melakukan verifikasi untuk menentukan data pasti dari  banyaknya data yang berseliweran saat ini.  

Dia bilang, karena  ketidakjelasan data jumlah pulau saat ini bahkan sempat muncul perdebatan soal pulau terluar seperti Jiew di Halmahera Tengah pernah diklaim Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. 

Pulau Mtu Mya yang luasnya hanya aekira 70 meter persegi

“Pemerintah melalui DKP sebagai instrument atau lembaga  yang memiliki fungsi tersebut,  perlu segera melakukan monitoring dan identifikasi  berapa sebenarnya jumlah pulau di Maluku Utara,” katanya.

Ini tujuannya agar  ada data acuan yang jelas mengenai jumlah dan sebaran pulau.  Jika persoalan ini dibiarkan dan tidak ada upaya memastikan jumlah pulau  muncul   kasus –kasus  seperti Jiew itu akan terulang lagi.

Soal data jumlah pulau  menurut Plt Kepala Dinas Perikanan Provinsi Maluku Utara  Abdullah Assagaf   yang dipakai  adalah  jumlah 805 pulau dengan  89 pulau  berpenghuni  dan 714 pulau tidak berpenghuni. Data ini menjadi dasar karena sesuai laporan jumlah pulau dari masing-masing kabupaten/ kota di Maluku Utara.

 “Kami tetap mengacu data yang dikirimkan oleh Kabupaten/Kota di Maluku Utara. Data tersebut belum ada verifikasi,” katanya. Sementara soal usulan untuk dilakukan lagi identifikasi, Abdullah berjanji memerhatikan masalah ini.

Sementara untuk perdebatan pulau terluar Jiew di Halmahera Tengah sudah ditetapkan   menjadi milik dan masuk wilayah Kabupaten Halmahera Tengah sehingga tak ada masalah lagi. “Saya kira pulau Jiew sudah tidak ada masalah lagi,” katanya.  (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelas Estuaria: Bangun Kesadaran Anak Muda Pahami Isu Lingkungan

    Kelas Estuaria: Bangun Kesadaran Anak Muda Pahami Isu Lingkungan

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Belajar Ragam Isu, Menulis dan Kampanye hingga Bersih Pantai dan Tanam Pohon 10 anak muda duduk bersila di sebuah rumah panggung di kawasan perkemahan Pulau Tareba Danau Tolire Kota Ternate Barat 20 hingga 23 Agustus 2026 kemarin. Rumah panggung  itu  berada tepat di  punggung danau Tolire. Musim kemarau yang kering diikuti tiupan angin kencang dari […]

  • Menguak Kekayaan Tersembunyi dari Ternate (1)

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 895
    • 1Komentar

    Seri Tulisan Mengungkap Kehidupan Liar Gamalama    Cerita tentang Ternate dengan segala keunikannya, sudah banyak diulas. Tidak hanya dalam tulisan dan gambar bergerak (video dan film,red). Perjalanan waktu pulau dan isinya juga banyak dikisahkan melalui buku sejarah, novel hingga cerita lisan  turun- temurun. Jika diselami lebih dalam, di pulau ini akan ditemukan  begitu banyak kekayaan […]

  • Obi Kaya Keanekaragaman Hayati

    • calendar_month Sen, 7 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Ditemukan Cecak Jarilengkung  Jenis  Baru  Diberi Nama Papeda Pulau-pulau di Maluku Utara ternyata kaya berbagai  keanekaragaman hayati. Di hutan- hutan pulau tersebut ditemukan beragam jenis flora dan fauna. Terbaru  ditemukannya cicak jarilengkung yang diberi nama cicak papeda. Cecak ini ditemukan di Pulau Obi  di  daerah Kawasi yang saat ini hutannya gencar dieksploitasi  tambang nikel. Cerita […]

  • Kuso Endemik Ternate, Terus Diburu untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 1.362
    • 2Komentar

    Perburuan kuso mata biru yang juga salah satu hewan endemic pulau Ternate,  benar- benar massive. Akibatnya  hewan bermata unik ini semakin sulit ditemukan. Pengakuan sejumlah warga di Pulau Ternate yang bertempat tinggal di kawasan barat  pulau, menjelaskan bahwa kuso  ini sudah jarang terlihat sekarang. Jaib Sadek warga Sulamadaha Kota Ternate mengaku, dulu  hamper setiap saat […]

  • Ini Optimisme Anak Muda Tentang Indonesia

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 776
    • 1Komentar

    Yakin Kebutuhan Dasar Terpenuhi, Sangat Prihatin Kondisi Politik dan Hukum Survei Optimisme 2022 yang digelar oleh GoodNews From Indonesia (GNFI) bekerjasama  dengan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), dirilis  hasilnya  dan didiskusikan Rabu (10/8/2022) lalu. Peluncuran dan diskusi secara online itu memaparkan hasil   survei itu  yang menyimpulkan  ada optimisme  dan keprihatinan di kalangan […]

  • Mulai Dirintis Pembentukan Jejaring Kawasan Konservasi Perairan

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2017
    • account_circle
    • visibility 2.237
    • 0Komentar

    Hingga Desember 2018  sudah diresmikan 177 Kawasan Konservasi Perairan. Dari jumlah itu , 35 KKP yang menjadi prioritas sudah dimasukkan ke Bappenas. Hal ini terungkap  dalam Lokakarya Petunjuk Teknis Jejaring Kawasan Konservasi Perairan Rabu (13/6) lalu di Jakarta. Lokakarya ini oleh  pemerintah Indonesia (Kementerian Kelautan dan Perikanan), Kementerian Lembaga Terkait, USAID Indonesia dan USAID SEA […]

expand_less