Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ini Model Mitigasi Gempabumi Siswa SD

Ini Model Mitigasi Gempabumi Siswa SD

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
  • visibility 814

Ternate merupakan salah satu  pulau vulkanik di Indonesia. Pulau ini tidak hanya memiliki kerawanan karena ada gunungapi aktif. Daerah ini juga menjadi salah satu jalur ring of fire atau cincin api pasifik yang sangat aktif.  Karena itu setiap saat selalu mendapatkan dampak dari aktivitas kegempaan.   

Bencana gempbumi dan letusan gunung api yang terjadi sering kali menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Karena itu maka perlu diberi kesadaran sejak dini kepada  semua elemen terutama anak-anak yang masih berada di jenjang pendidikan dasar. Tujuannya, paling tidak mengenalkan sejak dini berbagai bencana ini sebagai bentuk mitigasi.

Atas dasar itu kemudian  dalam  Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilakukan Dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan  Universitas Khairun (Unkhair) Ternate,  memberikan pengetahuan dasar kepada anak-anak yang berada di beberapa sekolah dasar  di Kota Ternate,  karena  sangat rawan  kebencanaan gempabumi dan gunung api. Seperti yang dilaksanakan di SD Negeri 4 di Jalan Mononutu Kota Ternate Rabu (6/10). Dalam kegiatan tersebut para siswa diberikan pemahaman mulai dari penjelasan secara teori, pengenalan alat sederhana deteksi gempa hingga menonton video  yang menceritakan dampak dari gempabumi.  

Risky Nur Amelia Nirmala  koordinator kegiatan PKM menjelasakan, kegiatan ini tujuannya adalah  ingin  meningkatkan literasi dengan memperkenalkan mitigasi bencana, dan membangun sikap sadar bencana gempabumi.

“Melalui kegiatan ini kita kemudian memperkenalkan alat peraga alarm gempabumi sebagai media pembelajaran kepada mereka,” jelasnya.  

Dia bilang, sosialisasi seperti ini sangat penting dilaksanakan sejak dini. Apalagi Kota Ternate termasuk kota yang nyaris hamper setiap saat dilanda  bencana gempa.

Melalui program ini, Risky bersama  tim yang terdiri Rohima Wahyu Ningrum  dan Suryani Thaib itu,   mengajak peserta didik agar bisa lebih memahami risiko  dan bahaya gempa bumi serta mengerti apa saja yang harus dilakukan   sebelum, saat, dan setelah gempabumi terjadi. Hal ini diperlukan supaya peserta didik tidak takut saat gempa bumi benar-benar terjadi.

Siswa diberi pemahaman kebencanaan dengan alat peraga. foto tim PKM

Pertanyaan dasar kepada para siswa  dalam  pelaksanaan PKM  adalah  apakah yang dimaksud dengan  gempabumi. Selanjutnya dengan pertanyaan itu,  mereka diberikan  penjelasan mengenai pengertian dasar gempa bumi. Tidak itu saja, mereka juga ditunjukan alat peraga dan diberikan tontonan  video mengenai  gempa bumi serta mitigasi bencana yang dilakukan.  Alat alat   itu mampu mendeteksi gempa bumi dan lagu yang berhubungan dengan gempa bumi.  

“Kita sangat mengapresiasi respon positif dari sekolah yang memberi dukungan terhadap kegiatan PKM ini.  Harapan Kami agar peserta didik mempunyai pengetahuan tentang gempa bumi dan mitigasi bencana,” kata WahyuNingrum anggota tim PKM.

Untuk mengetahui    pemahaman mitigasi bencana    para siswa diminta mengisi daftar isian  untuk mengetahui seberapa  paham para peserta didik akan hal ini. Juga merupaka   bentuk literasi  bencana gempa bumi.(*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miris, RPJMD Kabupaten Ini Tanpa KLHS

    • calendar_month Rab, 5 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 712
    • 1Komentar

    Peta Kabupaten Pulau Taliabu

  • BMKG: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 684
    • 2Komentar

    ilustrasi: kondisi gelombang besar yang menghantam pantai sulamadaha.foto wawan ilyas

  • Pulau Kecil  Masalah Besar, “Dijual hingga Diperebutkan” 

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 1.276
    • 0Komentar

    Sebuah Catatan dari  Kisruh Pulau di  Maluku Utara The Jakarta Post  media berbahasa Inggris terbitan 9 Juli 2025,  menurunkan artikel berjudul Pulau  Kecil, Masalah Besar. Dalam artikel itu diungkap sejumlah persoalan yang dihadapi  pulau-pulau kecil saat ini. Salah satu yang diangkat adalah munculnya penjualan pulau-pulau kecil secara illegal,  di berbagai situs internasional. Bagi The Jakarta […]

  • Ini Dampaknya Bagi Malut, Jika Judicial Review UU Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Diakomodir   

    • calendar_month Sab, 20 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Jumlah pulau di Maluku Utara sesuai data terbaru dari pemerintah provinsi Maluku Utara berjumlah 1008 pulau. Termasuk  Halmahera, Morotai, Obi dan Taliabu yang tidak tergolong pulau kecil. Selebihnya masuk kriteria pulau kecil yang terbilang rentan. Saat ini saja, dari pulau yang ada sebagian sudah ditambang bahkan ada yang telah dikeluarkan izin untuk ditambang. Sebut saja […]

  • Ini Cara Bangun Kesadaran Isu Climate Change

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 679
    • 1Komentar

    Membangun kesadaran siswa soal isyu sampah plastik dan dampaknya bagi laut dan ancaman perubahan iklim, foto PakaTiva

  • Sungai Sagea Nasibmu Kini, Keruh Belum Usai   

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 2.566
    • 2Komentar

    6 September 2023 “Emas Coklat” Mengalir Sampai Jauh Kuning kecoklatan air sungai Sagea dan kawasan sungai Boki Moruru di Desa Sagea Weda Halmahera Tengah Maluku Utara, yang ditengarai terjadi sejak April 2023 lalu belum juga usai. Informasi yang dihimpun kabarpulau.co.id/ dari lapangan  Selasa pagi, air sungai Sagea kembali keruh setelah sempat bersih beberapa hari.   […]

expand_less