Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Ruas Jalan Botonam–Saketa Halmahera Selatan Hancur

Ruas Jalan Botonam–Saketa Halmahera Selatan Hancur

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
  • visibility 927

Salah satu sarana membuka keterisolasian akses dan ekonomi masyarakat adalah tersedianya infrastruktur jalan yang memadai. Ternyata, infrstruktur dan sarana ini   masih sangat memprihatinkan di sejumlah tempat terutama di Halmahera dan pulau  kecil lainnya di Maluku Utara.

Di Halmahera terutama di bagian selatan, akses jalan daratnya belum terbuka secara keseluruhan. Tidak itu saja wilayah yang sudah dibuka aksesnya  juga  sudah mulai hancur.     

Saat kabarpulau.co.id/ menyusuri jalan di selatan Halmahera dari   Gane Timur sampai Saketa di Gane Barat, Minggu  (29/1/2023)  baru baru ini  merasakan sensasi  jalanan rusak parah di kawasan itu.

Kondisi jalan rusak parah  bisa disaksikan dari Desa Batonam Gane Timur sampai Saketa di Gane Barat. Bahkan di satu titik  tak jauh dari desa Tanjong Jere    Gane Timur jalanan menjadi seperti kubangan. Saat mobil melewati   kubangan di tengan jalan itu, berjalan sangat lambat.

Kondisi ruas Jalan Gane Timur Saketa yang sudah mulai hancur foto M Ichi

Sensasi jalan rusak tidak di situ saja. Perjalanan akan melambat sampai masuk ke desa-desa  di Gane Barat karena kerusakan badan jalan  yang menganga.  Beberapa pengendara yang berpapasan di area jalan rusak itu terpaksa harus memberi kesempatan kendaraan lain  lewat lebih dulu karena  jalan yang berbecek dan bagian  yang baik  semakin sempit.

Seorang pengendara motor saat melewati jalanan rusak tak jauh dari Tanjung Jere dan melihat kabarpulau.co.id/   mengabadikan foto, mengatakan jalan rusak ini perlu diperhatikan pemerintah. Pasalnya jika semakin lama dibiarkan, jalan yang sudah hancur ini semakin parah. 

Ruas jalan Gane Timur Saketa ini jika diperhatikan secara seksama dari warna cat marka jalannya kuning,  mengindikaskan  bahwa ruas   ini merupakan jalan negara atau jalan nasional  yang dibangun belum cukup 10 tahun ini. Meski begitu jalan sudah mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa pengendara  yang ditemui  di sepanjang   jalan rusak ini berharap ada perhatian dari pemerintah terkait ruas jalan yang sudah mulai rusak ini. “Tolong difoto dan disebarkan agar jalan ini segera diperbaki,” teriak Ibu Masria salah satu warga Gane Timur saat melintasi jalan rusak tak jauh dari desa Botonam.(*)    

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • PIT Diklaim Mampu Berantas IUU Fishing

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 637
    • 3Komentar

    Seekor ikan tuna yang didaratkan di Perlabuhan Perikanan Dufa dufa Ternate Maluku Utara foto M Ichi

  • Stadion Gelora Kie Raha

    Stadion Gelora Kie Raha

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 705
    • 0Komentar

    Stadion Gelora Kie Raha yang telah direnovasi di Ternate, Maluku Utara, Minggu (24/11/2024).Stadion yang berkapasitas 15 ribu penonton itu sudah mulai digunakan Klub Malut United FC untuk latihan dan pertandingan liga satu, menyusul telah rampungnya renovasi stadion pada akhir Oktober 2024 oleh PT. Mineral Trobos.FOtO/ADEX  

  • Menjaga Tradisi Perempuan Pesisir Patani Utara Lewat Lomba VAUF

    Menjaga Tradisi Perempuan Pesisir Patani Utara Lewat Lomba VAUF

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Di masyarakat pesisir kecamatan Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara, memiliki  satu  tradisi  menangkap ikan.  Namanya  Vauf.  Vauf adalah nama jorang yang dipakai dari batang bambu atau batang pelepah sagu. Orang Maluku Utara umumnya mengenal dengan huhati. Vauf dimakani sebagai memancing ikan menggunakan jorang dari bambu atau pelepah sagu. Hal ini  dilakukan mama-mama saat […]

  • Widi, Sepotong Surga di Negeri Giman

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 1.106
    • 2Komentar

    Pemandangan yang menwan di pulau Widi foto M Ichi

  • Safri Bubu, Pahlawan Konservasi Mamua dari Galela Halmahera

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 967
    • 1Komentar

    “Saya hanya ingin suatu saat generasi  dari Galela, Maluku Utara bahkan dunia,  pada 50 atau 100 tahun mendatang masih bisa menyaksikan burung mamua/ bertelur dan berkembang biak di pantai Simau. Ini jadi dasar saya memperjuangkan dengan segala upaya konservasi burung Mamua ini. Konservasi ini saya gagas meski awalnya  dicemooh. Akhirnya semua orang di kampong ini  […]

  • Kayanya KKP Kepulauan Sula di Maluku Utara

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Pantai dan kawasan laut pulau Pagama Kepulauan Sula yang masuk KKP Kepsul

expand_less