Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » Nelayan Kecil Belajar Standar Keselamatan di Laut

Nelayan Kecil Belajar Standar Keselamatan di Laut

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
  • visibility 899

Setiap hari para nelayan melakukan aktivitas menangkap ikan di laut. Meski begitu, tidak semua dari mereka memahami  standar dasar keselamatan ketika di laut. Karena itu pula para nelayan kecil di Kota Ternate, khususnya nelayan ikan tuna Kelurahan Kampung Makassar Timur Kota Ternate Maluku Utara, diberi pemahaman tentang standar  keselamatan di laut oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate yang difasilitasi oleh lembaga Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) yang selama ini melakukan pendampingan terhadap nelayan kecil di sejumlah tempat di Maluku Utara.

Para nelayan yang tergabung dalam program nelayan fair trade dan non fair trade itu, antusias mengikuti pelatihan Keselamatan di Laut Nelayan Tuna Fair Trade Ternate yang dipusatkan di aula Kantor Lurah Makassar Timur. Sementara  prakteknya di langsungkan di pantai  Lelong Makassar Timur Sabtu (24/2/2023).

Field Implementer MDPI Hidayat D Muhammad menjelaskan, dalam program nelayan fair trade yang dijalankan MDPI, salah satu standar persyaratannya itu adalah mengikuti dan memahami pelatihan keselamatan untuk nelayan kecil. Melalui pelatihan ini para nelayan diharapkan mendapatkan ilmu mengenai tekhnik bertahan hidup di laut saat menghadapi keadaan darurat, mendapatkan pelatihan dasar P3K serta memahami teknik navigasi. “Ini syarat  bagi nelayan fair trade  karena sangat bermanfaat ketika mereka menjalankan aktivitas melaut,” jelas Hidayat.   

Para nelayan melakukan warming up sebelum turun praktek penyelamatan di laut foto MDPI

Program MDPI  terkait training  atau pelatihan SAR    adalah persyaratan  latihan keselamatan  yang masuk dalam program.  Karena itu tiap nelayan wajib mengikuti.

“Kalau tidak ikut berarti  tidak bisa bergabung.   Kali ini  pesertanya  38 orang. Ada  28 orang anggota nelayan fair trade. Sisanya adalah nelayan  yang tertarik  dengan  pelatihan ini  dan ingin paham proses  pelatihan standar penyelamatannya seperti  apa,”jelas Hidayat lagi.   

Sementara   dari 38 peserta,  baik nelayan fair trade dan bukan fair trade,   mendapatkan  lima materi  belajar yang diberikan dua pelatih dari Kantor Pencarian  dan Pertolongan (SAR) Ternate. Dari lima materi  ada  dua trainer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, masing masing Michael Janis dan Syarif Hidayat.  

Praktek pemberian pertolongan pertama ketika ada kejadian di laut, foto MDPI

Materi  yang diterima para nelayan masing-masing terkait dasar dasar navigasi laut,  survival at sea  atau bertahan hidup di laut, basic first aid atau pertolongan pertama, water rescue  pertolongan atau penyelamatan di air  dan terakhir  masalah  dehidrasi.

Saat disampaikan materi penyelamatan diri  dan cara bertahan di laut,  para peserta dilatih teknik penyelamatan  diri tanpa life jacket   dan menggunakan life jacket.  Termasuk cara mengambang atau survival self rescue menggunakan pakaian. Caranya dengan menjebak udara di bahu untuk membantu mengambang.

Selain itu, yang  menarik juga adalah materi mengenai  survival di laut. Dalam materi ini para nelayan diberikan pengetahuan dasar mengenai teknik mempertahankan diri dari keadaan darurat di laut.

“Ketika seseorang  sudah survival di laut 50 persen total keselamatan sudah ada,” kata Maikel Janis. Dalam hal ini kasus utamaya  seperti  dehidrasi, udara dingin, minum air laut dan bahaya terbesarnya adalah ketakutan dan panik. Ada juga beberapa bahaya dihadapi korban karena kondisi dingin. Misalnya hypothermia atau kehilangan panas tubuh akibat udara dingin, frostbite  yang disebabkan oleh angin dingin  yang membekukan tubuh  dan kaki yang kaku karena tidak digerakan dalam waktu yang lama di dalam air yang dingin.

Para nelayan mendapatkan bekal materi dari para trainer sebelum dilakukan praktek foto MDPI

Selain itu ada juga bahaya lain seperti mabuk laut diare, minum air laut dan bahaya lainnya.

Dalam pelatihan ini banyak pertanyaan diajukan para peserta terutama menyangkut upaya penyelamatan kawan nelayan atau yang lainnya saat ada kejadian.

Iskanda  Dano Dasim salah satu nelayan dari Kelurahan Kampung Makassar Timur mempertanyakan tata cara   menyelamatkan  teman  atau korban panik  apa yang harus dilakukan. Usai para peserta menerima materi dalam ruangan, para peserta dibekai dengan materi di dalam ruangan Bersama pelampung yang dimiliki melakukan praktek di laut pantai Kelurahan Makassar Timur. (*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • PakaTiva Kumpul Kaum Muda Belajar Climate Change  

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 749
    • 0Komentar

    Puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas  aktivis lingkungan Maluku Utara akan dikumpulkan untuk diberi pemahaman menyangkut dampak perubahan iklim  (climate change,red)  yang saat ini melanda dunia. Pertemuan dalam bentuk  Kelas Camp Kaum Muda Estuaria   ini  akan dilaksanakan selama 3 hari. Mereka   akan diberi penyadaran dan pengetahuan  terkait penyelamatan  hutan tersisa di Maluku Utara.Sebagai bagian […]

  • 153 Pulau Kecil Ditambang, 6  Ada di Maluku Utara   

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 2.081
    • 0Komentar

    Berapa jumlah pasti pulau kecil dan sangat kecil di Indonesia yang saat ini dieksploitasi terutama kandungan tambangnya?  Jawaban pemerintah,   ternyata mencapai ratusan pulau. Dikutip dari Liputan6.com,   Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan ada 370 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tersebar di 153 pulau-pulau kecil di Indonesia. Dari jumlah izin di pulau kecil itu  ada yang […]

  • Muslimat NU Morotai Diharapkan Bantu Pemda

    • calendar_month Sen, 21 Feb 2022
    • account_circle
    • visibility 632
    • 1Komentar

    Organisasi Perempuan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU  resmi hadir di Kabupaten Pulau Morotai. Pengurus organisasi ini dilantik pada  Kamis (10/2/2022) malam lalu. Pelantikanya dipusatkan di Islamic Center  Morota,  dirangkai  dengan  dzikir dan doa bersama keluarga besar NU Pulau Morotai, pemerintah daerah, tokoh agama   serta tokoh masyarakat setempat.  Sementara Pengurus Muslimat NU Morotai yang dilantik adalah […]

  • Peringati Kemerdekaan dengan Tanam Pohon

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 2.253
    • 0Komentar

    Warga Buat Komitmen Jaga Alam dan Kali Bersih Beragam cara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia  RI ke 75 17 Agustus 1945. Salah satunya dengan menanam pohon di sempadan sungai.  Sementara   warga di mana lokasi penanaman berada,  membuat  komitmen tertulis bersama dengan pemerintah desa   menjaga alam desa termasuk  kali agar airnya tetap bersih. Diinisiasi […]

  • Ada Apa, Kemarau tapi Hujan hingga Banjir?

    • calendar_month Sab, 15 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 864
    • 1Komentar

    Sepekan Tiga Wilayah di Malut Dihantam Banjir Meski saat ini masih dalam periode musim kemarau, kenyataanya hamper semua wilayah di Maluku Utara dilanda hujan lebat. Bahkan dampak hujan tersebut, dalam sepekan ini sejumlah daerah dilanda banjir besar hingga menimbulkan korban harta dan rusaknya fasilitas umum. Hingga Sabtu (15/7/2023), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun […]

  • Berburu Kesempatan Kerja di UI Career

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 755
    • 1Komentar

    Ini  jadi kesempatan emas bagi mahasiswa semester akhir maupun mereka yang kategori fresh graduate yang ada di Maluku Utara danIndonesia umumnya . Peluang kerja tersedia di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Bisa  berburu berbagai peluang itu  dalam UI CAREER, INTERNSHIP, SCHOLARSHIP  dan ENTREPENEURSHIP (CISE) EXPO MARET 2023 ini Melalui Career Development Center Universitas Indonesia (CDC […]

expand_less