Breaking News
light_mode
Beranda » Telusur Pulau » Jalan Pendek

Jalan Pendek

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
  • visibility 754

Sketsa Kehidupan di Pulau Hiri

Siang itu saya dan dua kawan jalan-jalan ke Pulau Hiri. Pulau kecil yang letaknya dekat dengan pulau Ternate. Hanya 20 menit menyeberangi pulau itu menggunakan perahu motor. Pulau Hiri masih terjaga, tradisi dan budayanya. Meskipun struktur geografis di pulau tersebut tidak jauh beda dengan pulau-pulau lain di Maluku Utara, namun tetap saja menyenangkan saat menyusuri jalanan yang berjarak dekat dengan bibir pantai.

Ada enam desa di pulau Hiri, yaitu desa Dorari Isa, Faudu, Mado, Tafraka, Togolobe dan Toma Jiko. Desa-desa tersebut letaknya mengelilingi pulau. Namun sayang sebagian jalan masih dalam perbaiakan. Cukup beresiko jika melintas saat penghujan.

Perjalanan singkat ini saya rekam lewat sketsa, seperti aktivitas yang terlihat di dermaga, orang-orang di atas perahu motor dan interaksi masyarakat setempat. Gambaran penuh ekspresi ini saya sebut sebagai “Jalan Pendek”.

Setiap pagi hingga sore beginilah aktivitasnya, entah di pelabuhan Ternate atau pun di Hiri, kesibukkannya selalu sama. Saat hendak berangkat, tampak tiba kapal perahu dari pulau Hiri yang berlabuh di dermaga Sulamadaha-Ternate.

Sejumlah penumpang mulai mempersiapkan barang bawaanya untuk turun, termasuk sepeda motor.

Perahu motor yang kami tumpangi tidak terlalu besar. Ada ruang duduk di dalam dan di luar (bagian atas). Penumpang bisa memilih dengan sesuka hati, bahkan di samping juru mudi juga boleh. Kebanyakan mereka (para penumpang) punya alasan tersendiri menikmati hal itu, seperti menghindari mual atau menghirup angin segar. Sekalipun cuaca panas atau hujan, mereka tetap saja merasa senang hingga sampai tujuan.

Sesekali yang dirasakan adalah sensasi air laut yang wangi asinnya di sepanjang air laut. Tampak juga gunung yang seolah-olah turut mendekat dari satu dan menjauh pelan dari arah yang berbeda. Air laut dan wangi khasnya terasa begitu dekat menjejal karang dan ikan-ikan kecil melompat-lompat.

Saat tiba di pulau Hiri, hal menarik yang saya jumpai yaitu tentang tukang ojek. Para tukang ojek menawarkan jasanya dengan cara yang sangat santai. Bahkan penampilan mereka pun tak meyakinkan untuk bisa tahu bahwa mereka adalah tukang ojek. Berbeda dengan Ojol (ojek online) penumpang tidak perlu sibuk mengorder pakai aplikasi, cukup dengan mendengar teriakan dari tukang ojek sendiri,  “Ojek?,” maka, penumpang siap diantar hingga ke tujuan.

Setelah selesai beraktivitas, kami kembali ke Ternate. Saya merekam kondisi di pelabuhan Hiri saat para penumpang sedang menunggu perahu motor datang. Di koridor dermaga, orang-orang menunggu sambil duduk di tembok koridor. Ruangnya sangat terbuka. Bisa melihat pemandangan yang indah dari kejauhan. Gunung Ternate dan birunya laut disertai perahu-perahu nelayan yang sedang memancing, berjejeran bagai garis-garis pendek kecil.

Saya tidak membayangkan jika kondisi cuaca buruk, seperti hujan atau angin kencang. Para penumpang yang sedang menunggu di ruang tunggu pelabuhan itu akan merasa tidak aman dan nyaman. Sungguh kondisi ini sangat memprihatinkan.

Dermaga di kedua pulau ini hampir sama kondisinya, tidak memberi rasa nyaman dan aman bagi para penumpang karena infrastruktur yang kurang layak.

Padahal, setiap hari para penumpang harus melakukan aktivitas, sementara jalur transportasi dan kondisi dermaga mengungkap sisi lain yang berbeda. Para penumpang harus saling mengulur tangan, membantu melewati tangga-tangga darurat hasil bikinan warga setempat.

Saya merekamannya dalam garis-garis sketsa yang haptik.

Pada kondisi yang berbeda, roda kehidupan harus terus bergerak walaupun masih banyak yang harus dibenahi. Sebuah kesadaran bersama, bahwa prioritas dan tanggung jawab merupakan bentuk kemanusiaan untuk mendukung roda kehidupan. Pandangan saya tertuju pada seorang juru mudi, keteguhan dan tak pernah goyah karena ombak, tak lantas membuatnya patah harapan karena badai. Baginya itu hanya musim, musim pasti berganti. Sementara Tuhan punya cara sendiri menanggulangi itu. Waktu terus berjalan dalam segala harapan baik, asal tidak sampai kelaparan. Sebab ada orang-orang terkasih yang disebut keluarga patut diperjuangkan dan alam tetap diperlakukan dengan baik.(*)

Profil

Fadriah adalah seniman asal Ternate yang saat ini aktif dalam kerja-kerja seni rupa di Maluku Utara. Karya-karya seni yang ia hadirkan selalu mengangkat tema-tema sosial, budaya berdasarkan argumen artistik penuh simbolik. Di sela-sela waktunya setiap momen dilewatinya dengan karya sketsa dan menulis. Kali ini beberapa sketsanya diungkapkan melalui aktivitas kehidupan masyarakat kepulauan dengan catatan sketsa yang disebut Jalan Pendek.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Didukung AMSI  Redaksi Kabarpulau.co.id Belajar Manfaatkan Teknologi AI

    Didukung AMSI Redaksi Kabarpulau.co.id Belajar Manfaatkan Teknologi AI

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Asosiasi  Media Siber Indonesia (AMSI) mendorong media -media yang  menjadi anggotanya untuk  menggunakan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses produksi jurnalistiknya. Kabarpulau.co.id sebagai sebagai salah satu media konstituen AMSI turut melaksaksanakan pelatihan yang didukung oleh AMSI pada Selasa (11/2/2026) malam yang digelar di kafe Kofia kawasan Sabia Ternate Utara. Dalam pelatihan ini  para […]

  • WALHI  Bersama Warga  Lapor Harita  ke Lima Lembaga Negara

    WALHI  Bersama Warga Lapor Harita ke Lima Lembaga Negara

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Gugat Predikat  Hijau  Kawasan  PSN PT. Harita  Nickel    Pada 22 dan 23 Mei 2026, WALHI Nasional, WALHI Maluku Utara, bersama Koalisi Pengacara Lingkungan (KAPAL) Maluku Utara dan  perwakilan masyarakat Desa Kawasi, Pulau Obi, mendatangi lima lembaga negara sekaligus. Dalam rilis resmi yang disampaikan WALHI, mereka mendatangi  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), Kominsi […]

  • Tubagus Soleh Ahmadi Calon Direktur Eksekutif Nasional WALHI

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 817
    • 18Komentar

    Keputusan ini Karena Amanah Perjuangan Kolektif Tubagus Soleh Ahmadi atau yang biasa disapa Bagus resmi ditetapkan sebagai salah satu Calon Direktur Eksekutif Nasional WALHI periode 2025–2029. Penetapan ini  melalui Surat Keputusan Panitia Pengarah PNLH XIV WALHI Nomor: 07/PP/PNLH-XIV/VIII/2025 tertanggal 15 Agustus 2025. Setelah lolos seluruh tahapan seleksi, termasuk verifikasi administrasi, uji publik, dan uji kompetensi. […]

  • Produksi Sagu Melimpah, Butuh Bantuan Pemasaran

    • calendar_month Sab, 13 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 813
    • 2Komentar

    Tepung sagu yang telah diisi kedalam tumang atau wadah tepung sagu foto Rusdiyanti/KPH Tidore

  •  “Nagari Beta Yang Gulana”

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 564
    • 1Komentar

    mendung terus sepanjang hari.. mentari seakan enggan beranjak, tegar bersembunyi dibalik awan.. seiring hujan kian merintik bagai menandai duka anak bangsa yang terlilit nasib diantara antrian nan panjang untuk sebutir nasi demi sesuap dan.. disudut sana di kotaraja prawira nagara ketawa ketiwi berdecak kagum berbagi bintang dipundak, dalam jejak penuh tetesan darah.. darah anak negeri […]

  • Tak Ada Zonasi Wilayah jadi Problem Ekowisata

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 612
    • 0Komentar

    Kawasan ekowisata Taman Love di puncak Moya dikuatirkan memunculkan masalah baru soal keterbukaan akses yang bisa memicu ikutya pemukiman ke kawasan ini yang masuk kawasan rawan bencana III.

expand_less