Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Nama Pejabat Ada pada Burung dan Tanaman

Nama Pejabat Ada pada Burung dan Tanaman

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
  • visibility 365

Ada hal yang unik dari perkembangan ilmu pengetahuan bidang lingkungan di Indonesia belakangan ini. Ada temuan spesies baru dari tumbuhan atau tanaman  serta hewan  misalnya, untuk mengingat namanya  kemudian diabadikan nama pejabat atau istri pejabat.

Ini berbeda dari sebelum sebelumnya,  Jika kita  perhatikan berbagai penamaan tumbuhan serta hewan yang baru ditemukan dan belum memiliki nama, kebanyakan diambil dari nama tempat atau juga mengabadikan nama penemunya. Nama nama besar seperti Wallacea, misalnya kebanyakan memberi nama  namanya serta berdasarkan tempat di mana hewan atau tanaman itu ditemukan.  

Ada nama Menteri KLHK Siti Nurbaya  Bakar dan nama  Istri Presiden Iriana Joko Widodo diabadikan pada burung dan tanaman. Nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar  dijadikan nama ilmiah tanaman baru yang ditemukan di Cagar Alam Gunung Nyiut, Kalimantan Barat.  Tak hanya itu, nama istri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Iriana Jokowi, juga dijadikan nama burung endemik Pulau Rote.
“Sebagaimana dilaporkan, pada 2022, telah ditemukan flora endemik  dari spesies Hanguana sitinurbayai  yang merupakan satu-satunya spesies Hanguana yang tumbuh di rawa yang sulit dijangkau,” kata Siti di Kementerian LHK, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2023). Dia lantas mengapresiasi tim BKSDA Kalimantan Barat  khususnya kepada penemu flora tersebut yang bernama  Agusti Randi.

“Secara pribadi dan institusi saya sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras kepada penemu spesies Hanguana sitinurbayai, yaitu Saudara Agusti Randi dan Tim Balai KSDA Kalimantan Barat atas penemuan dimaksud yang tentunya penemuan jenis baru tersebut memberikan kontribusi pada dunia konservasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, tumbuhan Hanguana sitinurbayai ini merupakan flora endemik Kalimantan Barat. Tanaman ini ditemukan tumbuh di vegetasi hutan pegunungan yang berlumut dekat rawa-rawa pada ketinggian 1.200-1.640 mdpl.

Selain spesies tersebut, Siti mengatakan berbagai spesies juga telah banyak ditemukan, baik di dalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan hutan. Selain itu, lebih dari 90 jenis spesies baru telah ditemukan dalam kurun 2021-2023 berdasarkan hasil eksplorasi BRIN dan KLHK.

Jenis satwa burung baru di Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  turut memperkaya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Jenis baru yang ditemukan   Pusat Penelitian Biologi LIPI ini diberi nama Myzomela irianawidodoae, yang berasal dari nama Ibu Negara Indonesia, yaitu Iriana Widodo.
“Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae,”ucap Siti.
 Terungkap alasan penamaan tersebut karena istri Presiden Joko Widodo (Jokowi)  itu menyukai hewan burung.  “Karena saya tahu Ibu Iriana suka burung, jadi saya menaruh harapan agar Ibu Iriana membantu kami dalam menjaga kelestarian burung yang ada di Indonesia,” ujar Peneliti BRIN, Prof. Dewi Melia Prawiradilaga, dalam acara diskusi Penemuan Tumbuhan dan Satwa Liar Baru, Senin (21/8/2023).seperti dikutip  dari (https://www.pantau.com/nasional/173554/ini-alasan-nama-iriana-jokowi-diabadikan-untuk-burung-dari-pulau-rote).

Burung-Iriana

Diketahui, burung spesies baru dari Pulau Rote ini  ditemukan oleh Pusat Penelitian Biologi LIPI.  

“Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. “Masih banyak lagi jenis tumbuhan dan satwa liar serta mikroba yang belum teridentifikasi dan belum tereskplor yang tersebar di seluruh penjuru nusantara baik di darat dan di laut,” imbuhnya.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • 47 Korporasi Perusak Lingkungan dan Indikasi Korupsi Dilapor ke Kejagung

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • account_circle
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Potensi Rugikan Negara 437 Triliun WALHI  Eksekutif   Nasional dan WALHI Aceh, WALHI Sumatera Utara, WALHI Riau, WALHI Sumatera Selatan, WALHI Jambi, WALHI Bengkulu, WALHI Lampung, WALHI Babel, WALHI Sumatera Barat, WALHI Kalimantan Tengah, WALHI Kalimantan Timur, WALHI Kalimantan Selatan, WALHI Bali, WALHI NTT, WALHI NTB, WALHI Maluku Utara, dan WALHI Papua melaporkan 47 korporasi perusak […]

  • Tambang Hadir, Burung di Kawasan Goa Bokimoruru Terancam

    • calendar_month Kam, 15 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 491
    • 2Komentar

    Penulis Sofyan A Togubu Berbagai jenis burung beterbangan, juga cuitan mereka, pernah menjadi pemandangan lumrah bagi warga di Desa Sagea. Namun suasana yang indah tersebut kini berubah, seiring hadirnya industri pertambangan nikel di kawasan tersebut. Desa yang terletak di Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara itu sesungguhnya berada dalam koridor Key Biodiversity Area (KBA)–lokasi […]

  • Cerita Miris Warga Pulau Terluar Kota Ternate (2) Habis

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 488
    • 1Komentar

    Dari Ibu Hamil Melahirkan di Perjalanan hingga Menelpon Harus Jalan 9 Kilometer    Terlalu banyak yang mesti direkam dari perjalanan jurnalistik 4 hari di Pulau Mayau Kecamatan Batang Dua akhir Agustus 2023 lalu. “Sebagai kecamatan yang berada di pulau terluar memiliki banyak masalah. Soal air, jalan sarana komunikasi sarana kesehatan dan banyak lagi,” kata Plt […]

  • Alokasi PS- TORA dan Pelepasan HPK-TP Perlu Kajian Mendalam

    • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Aktivitas menanam KTH Ake Guraci yang memperoleh Izin seluas 100 hektar foto Juliaty penyuluh Ps

  • Legu Tara No Ate 2025: Kolaborasi Budaya, Edukasi  dan Kampanye Lingkungan

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Ketua Panitia: Semua Kesiapan  Sudah Maksimal, Siap  Digelar Oktober   Pihak  Kesultanan Ternate  akan   menyelenggarakan Festival Legu Tara No Ate 2025. Kegiatan ini rencana dilaksanakan  pada  16  hingga 18 Oktober 2025. Acara ini akan dipusatkan di Lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate. Legu Tara No Ate 2025 ini sendiri merupakan Iven festival […]

  • Malut Masuk 10 Provinsi yang Terus Alami Deforesfasi

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 490
    • 2Komentar

    Hutan yang berada di sejumlah pulau di Maluku Utara    terus alami deforestasi. Walau lajunya cenderung turun, faktanya hingga kini masih banyak  pulau  yang kehilangan tutupan hutannya. Data Yayasan Auriga Nusantara, menunjukan tutupan hutan alam nasional di Indonesia mencapai 88 juta hektare. Dari angka tersebut, 80% berada di 10 provinsi kaya-hutan, seperti Papua, Papua Barat, Kalimantan […]

expand_less