Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Nama Pejabat Ada pada Burung dan Tanaman

Nama Pejabat Ada pada Burung dan Tanaman

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
  • visibility 669

Ada hal yang unik dari perkembangan ilmu pengetahuan bidang lingkungan di Indonesia belakangan ini. Ada temuan spesies baru dari tumbuhan atau tanaman  serta hewan  misalnya, untuk mengingat namanya  kemudian diabadikan nama pejabat atau istri pejabat.

Ini berbeda dari sebelum sebelumnya,  Jika kita  perhatikan berbagai penamaan tumbuhan serta hewan yang baru ditemukan dan belum memiliki nama, kebanyakan diambil dari nama tempat atau juga mengabadikan nama penemunya. Nama nama besar seperti Wallacea, misalnya kebanyakan memberi nama  namanya serta berdasarkan tempat di mana hewan atau tanaman itu ditemukan.  

Ada nama Menteri KLHK Siti Nurbaya  Bakar dan nama  Istri Presiden Iriana Joko Widodo diabadikan pada burung dan tanaman. Nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar  dijadikan nama ilmiah tanaman baru yang ditemukan di Cagar Alam Gunung Nyiut, Kalimantan Barat.  Tak hanya itu, nama istri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Iriana Jokowi, juga dijadikan nama burung endemik Pulau Rote.
“Sebagaimana dilaporkan, pada 2022, telah ditemukan flora endemik  dari spesies Hanguana sitinurbayai  yang merupakan satu-satunya spesies Hanguana yang tumbuh di rawa yang sulit dijangkau,” kata Siti di Kementerian LHK, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2023). Dia lantas mengapresiasi tim BKSDA Kalimantan Barat  khususnya kepada penemu flora tersebut yang bernama  Agusti Randi.

“Secara pribadi dan institusi saya sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras kepada penemu spesies Hanguana sitinurbayai, yaitu Saudara Agusti Randi dan Tim Balai KSDA Kalimantan Barat atas penemuan dimaksud yang tentunya penemuan jenis baru tersebut memberikan kontribusi pada dunia konservasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, tumbuhan Hanguana sitinurbayai ini merupakan flora endemik Kalimantan Barat. Tanaman ini ditemukan tumbuh di vegetasi hutan pegunungan yang berlumut dekat rawa-rawa pada ketinggian 1.200-1.640 mdpl.

Selain spesies tersebut, Siti mengatakan berbagai spesies juga telah banyak ditemukan, baik di dalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan hutan. Selain itu, lebih dari 90 jenis spesies baru telah ditemukan dalam kurun 2021-2023 berdasarkan hasil eksplorasi BRIN dan KLHK.

Jenis satwa burung baru di Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  turut memperkaya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Jenis baru yang ditemukan   Pusat Penelitian Biologi LIPI ini diberi nama Myzomela irianawidodoae, yang berasal dari nama Ibu Negara Indonesia, yaitu Iriana Widodo.
“Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae,”ucap Siti.
 Terungkap alasan penamaan tersebut karena istri Presiden Joko Widodo (Jokowi)  itu menyukai hewan burung.  “Karena saya tahu Ibu Iriana suka burung, jadi saya menaruh harapan agar Ibu Iriana membantu kami dalam menjaga kelestarian burung yang ada di Indonesia,” ujar Peneliti BRIN, Prof. Dewi Melia Prawiradilaga, dalam acara diskusi Penemuan Tumbuhan dan Satwa Liar Baru, Senin (21/8/2023).seperti dikutip  dari (https://www.pantau.com/nasional/173554/ini-alasan-nama-iriana-jokowi-diabadikan-untuk-burung-dari-pulau-rote).

Burung-Iriana

Diketahui, burung spesies baru dari Pulau Rote ini  ditemukan oleh Pusat Penelitian Biologi LIPI.  

“Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. “Masih banyak lagi jenis tumbuhan dan satwa liar serta mikroba yang belum teridentifikasi dan belum tereskplor yang tersebar di seluruh penjuru nusantara baik di darat dan di laut,” imbuhnya.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Penulis: Djul Fikram Isra Malayu & Mahmud Ici   Suasana mendung pagi hingga siang. Memasuki pukul 14.13 WIT matahari mulai menampakkan cahaya. Sinarnya  terasa agak terik.  Di akhir  bulan, tepatnya  Senin 29 Oktober 2025, di  Halmahera Tengah  dan sekitarnya sedang musim  hujan. Meski begitu, kadang ada sela cerah  dengan cahaya terik. Hari itu ketika cuaca agak […]

  • Di Mare akan Dikembangkan Jambu Mente

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Pulau Mare Tidore Kepulauan  yang  menjadi pusat gerabah di Maluku Utara,   segera dikembangkan menjadi pusat produksi jambu mente di  Maluku Utara. Pihak Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ternate- Tidore    berencana mengembangkan lahan hutan lindung  di  Pulau Mare ini dengan tanaman jambu mente.  Data  Kesatuan Pengelolaan   Hutan (KPH) Ternate-Tidore  menunjukan dari luas hutan lindung Pulau Mare […]

  • KLHK Diminta Seriusi Dugaan Cemaran Nikel di Halmahera 

    • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 731
    • 1Komentar

    Kondisi sungai Wale yang tercemar kerukan tambang pada 2019 lalu foto M Ichi

  • Legu Tara No Ate 2025: Kolaborasi Budaya, Edukasi  dan Kampanye Lingkungan

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Ketua Panitia: Semua Kesiapan  Sudah Maksimal, Siap  Digelar Oktober   Pihak  Kesultanan Ternate  akan   menyelenggarakan Festival Legu Tara No Ate 2025. Kegiatan ini rencana dilaksanakan  pada  16  hingga 18 Oktober 2025. Acara ini akan dipusatkan di Lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate. Legu Tara No Ate 2025 ini sendiri merupakan Iven festival […]

  • Nelayan Pulau Bisa Obi, Kantongi  SIPR

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Rumpon yang pernah dibersihkan di laut Obi karena tak berizin foto DKP Malut

  • 153 Pulau Kecil Ditambang, 6  Ada di Maluku Utara   

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 1.888
    • 0Komentar

    Berapa jumlah pasti pulau kecil dan sangat kecil di Indonesia yang saat ini dieksploitasi terutama kandungan tambangnya?  Jawaban pemerintah,   ternyata mencapai ratusan pulau. Dikutip dari Liputan6.com,   Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan ada 370 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tersebar di 153 pulau-pulau kecil di Indonesia. Dari jumlah izin di pulau kecil itu  ada yang […]

expand_less