Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » KLHK dan Warga Tanam Mangrove di Desa Toseho Tidore Kepulauan

KLHK dan Warga Tanam Mangrove di Desa Toseho Tidore Kepulauan

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
  • visibility 1.046

Penanaman pohon secara serentak seluruh Indonesia    dilakukan juga di Maluku Utara pada Rabu 7/2/2024). Kegiatan  Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) itu, dihadiri Staf Khusus Menteri LHK, Kelik Wirawan Wahyu Widodo mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya. Hadir juga  pejabat dan pegawai  instansi di bawah KLHK, Dinas Kehutanan provinsi polisi dan TNI serta beberapa instansi pemerintah kota Tidore Kepulauan, dipusatkan di kawasan hutan mangrove pantai Desa Toseho Kecamatan Oba Tidore Kepulauan.

Ada  kurang lebih  4.122 batang bibit mangrove  ditanam secara simbolis oleh  KLHK dan dilanjutkan penanamanya oleh  warga  dan pemuda di atas lahan  kurang lebih 1 hektar.  Kawasan yang ditanami mangrove ini dulunya adalah wilayah pemukiman warga desa Toseho yang dihantam abrasi parah hingga mereka pindah sejauh kurang lebih 2 kilometer dari desa tersebut sejak akhir tahun 90 an lalu  dan terahir pada 2019 lalu.

 Karena  itu  juga penanamaan ini memiliki arti penting bagi warga. Selain secara ekologi dan pariwisata  juga akan menjadi pelindung bagi kampung ini ke depan. Karena itu warga menyambut baik dan antusias melakukan penananman tersebut. Orang tua,  anak muda  hingga siswa SD turun  lakukan penanaman.

Tanam mangrove  ini sangat berarti bagi warga dan kampung ini. Selain berfungsi melindungi kampung juga  fungsi lainnya jika pohonya sudah besar bisa dimanfaatkan  untuk wisata mangrove di kampung ini,”kata M Nur  Ketua BPD Desa Toseho di sela sela acara penanaman.  

Para siswa antusias ikut menanam mangrove di Toseho Rabu (7/2/2024) foto M ichi

Sekadar diketahui di Desa Toseho ini   jadi focus kementerian KLHK melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BDAS)  Ake Malamo   melakukan penanaman  dan perbaikan   karena selain memiliki lahan mangrove cukup luas juga dijadikan kawasan wisata mangrove. Dalam pemanfaatan mangrove di desa ini sedang didorong sebagai salah satu desa wisata mangrove yang terintegrasi. Baik untuk fungsi wisata, ekologi, pendidikan dan sejarah. Hal ini karena mangrove di Toseho ini memiliki sejarah penting.  Di bagian belakang  hutan mangrove desa ini terdapat benteng spanyol yang puing puingnya masih ada. “Kita berencana mengembangkan kawasan ini ke depan sebagai salah satu destinasi wisata mangrove yang lengkap baik dari darat hingga lautnya,” kata Kepala Desa Toseho Taufiq Halik

Sementara Staf Khusus Menteri LHK Bidang Konstitusi, Kelik Wirawan Wahyu Widodo mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan sejumlah hal terkait menanam pohon ini.

Menurutnya,  penanaman pohon merupakan upaya konkrit dan strategis dalam mengatasi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati. Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. 

Pohon memiliki manfaat multiguna untuk manusia dan makhluk hidup. Bukan hanya menyediakan oksigen, tetapi juga  jadi tempat penyimpanan karbon yang tidak dimiliki makhluk hidup lainnya di bumi. 

“Keberadaan pohon itu untuk   hidup manusia dan alam semesta. Berperan penting mengurangi emisi gas rumah kaca, sumber kehidupan mahluk hidup, menyimpan air, menjaga suhu udara, meredam kebisingan, dan mengurangi kekuatan angin,”ujarnya membacakan sambutan Menteri LHK. 

Dia  bilang gerakan penanaman pohon menunjukkan pentingnya pohon sebagai sentral bagi kehidupan di bumi.

Menanam pohon tidaklah berat, merawat dan menjaga pohon untuk tetap tumbuh akan menuai kebaikan. Minimal  menanam sebanyak 25 pohon seumur hidup untuk setiap individu.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • UU CK Digugat WALHI, Pemerintah Bersikukuh Lindungi Lingkungan Hidup

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) ajukan permohonan uji materiil klaster lingkungan Undang-Undang nomor 6/2023 tentang Cipta Kerja pada  5 Juni 2025  lalu.  Mereka minta Mahkamah Konstitusi (MK) mencabut 13 pasal yang lemahkan keberlanjutan dan perlindungan lingkungan hidup di Indonesia. Mulya Sarmono, kuasa hukum Walhi, menjelaskan, secara umum terdapat dua aspek yang mereka mohon. Pertama, pemaknaan ulang atau pengubahan beberapa […]

  • Nelayan Pulau Bisa Obi, Kantongi  SIPR

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle
    • visibility 780
    • 0Komentar

    Rumpon yang pernah dibersihkan di laut Obi karena tak berizin foto DKP Malut

  • Krisis Iklim Berdampak Serius bagi Anak Indonesia

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Save The Children-KLHK-AJI Usung Aksi  Generasi  Iklim Laporan global Save the Children “Born into the Climate Crisis” dan dirilis  September 2021 menjelaskan, krisis iklim di Indonesia membawa dampak nyata dan dirasakan oleh anak-anak saat ini. Anak-anak di Indonesia yang lahir tahun 2020 berisiko menghadapi 3 kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, 2 kali […]

  • Maluku Utara Kaya Rempah, Minim Pangan Fungsional

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 3.048
    • 0Komentar

    Maluku Utara yang terhampar pulau-pulaunya,memiliki kekayaan pangan local dan rempah  Terutama  pala dan cengkih. Kekayaan ini bahkan tercatat dalam sejarah sebagai barang buruan bangsa Eropa di masa lalu.  Sejarawan Maluku Utara (alm) M Adnan Amal Tomagola dalam risetnya berjudul Portugis dan Spanyol di Maluku (2009) mengupas tentang kehadiran dua bangsa ini  berebut rempah. Mereka  datang […]

  • Kuso Endemik Ternate, Terus Diburu untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 1.362
    • 2Komentar

    Perburuan kuso mata biru yang juga salah satu hewan endemic pulau Ternate,  benar- benar massive. Akibatnya  hewan bermata unik ini semakin sulit ditemukan. Pengakuan sejumlah warga di Pulau Ternate yang bertempat tinggal di kawasan barat  pulau, menjelaskan bahwa kuso  ini sudah jarang terlihat sekarang. Jaib Sadek warga Sulamadaha Kota Ternate mengaku, dulu  hamper setiap saat […]

  • Ini Kondisi Jalan Sayoang -Yaba Pulau Bacan

    • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Kondisi Kiometer 07 Jalan Sayoang Yaba Pulau Bacan Tak cukup dua meter lagi jalan ini akan putus dihantam banjir di Sungai kawasan Ake Rica. Jalan yang ambrol ini panjangnya sekira 20 meter. Foto Nahrawi Rabul warga Bacan Timur

expand_less