Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Gelar Program Save The Small Island, Warga dan Walhi Malut Tanam Mangrove

Gelar Program Save The Small Island, Warga dan Walhi Malut Tanam Mangrove

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
  • visibility 131

LABUHA – Masyarakat Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan Halmahera Selatan, melakukan gerakan menanam 20  ribu anakan pohon mangrove. Aksi menanam di lahan-lahan mangrove yang rusak akibat perambahan orang tidak bertanggungjawab itu,  dilakukan selama  dua hari Rabu (5/11) dan Kamis (6/11) lalu. Program selamatkan lingkungan dengan menanam mangrove ini,  dilakukan bersama  LSM Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Maluku Utara.

Manager Kampanye WALHI Maluku Utara Abd Haris Doa  menjelaskan program menanam mangrove ini dilakukan oleh masyarakat, tua muda, laki-laki perempuan, anak-anak juga ikut terlibat langsung. Proses penanamannya dilaksanakan di teluk Gane Desa Gane Dalam. Warga  turun tangan melakukan penamaman  ulang  mangorve. Lokasi yang dipilih untuk proses penanaman itu adalah Lahan-lahan mangrove yang habis karena eksploitasi. Penanaman kembali ini  dilakukan  di  lahan  seluas kurang libuh 10 hektar yang tersebar di sejumlah tempat di Gane Dalam. “Masyarakat Gane Dalam yang dilibatkan dalam kegaiatan ini ada kurang lebih 100 orang,” ujar Abdulharis. 

Dikatakan langkah ini adalah sebuah upaya sadar yang dilakukan WALHI bersama warga di Teluk Gane Dalam untuk melakukan perbaikan lahan sekaligus mengkampanyekan melindungi mangrove dari penjarahan orang tak bertanggungjawab.  “Ini adalah upaya perbaikan lahan mangrovie di daerah Gane Dalam yang rusak akibat illegal logging hutan mangrove,” kegiatan ini juga   bagian dari program yang dicanangkan WALHI Maluku Utara Save the Small  Islands save Our Future. Sementara Faisal Ratuela yang memimpin langsung  aksi menanam itu  mengatakan, kegiatan ini adalah partisipasi penuh masyarakat terutama penyediaan bibit dan proses penanamannya.(ici)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 350
    • 1Komentar

    DPRD: RPJPD dan RPJMD Harus Akomodir Masalah Sumberdaya Air Komunita Besa ma Cahaya Kota Ternate Kamis (1/9/2023) malam, menggelar  Focus Group Discussion (FGD) membahas tema Cinta Tanah Air? Konservasi AirTanah, Selamatkan Airtanah Ternate.  FGD  ini sebgai bagian dari tindaklanjut kegiatan sedekah air hujan yang dilaksanakan komunitas Besa ma Cahaya baik di Kota Ternate maupun Pulau […]

  • Kampus Wajib Implementasikan Pendidikan Antikorupsi

    • calendar_month Jum, 11 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 261
    • 1Komentar

    Kegiatan seminar antikorupsi oleh KPK dan kampus di Bali, foto KPK

  • TNAL Miliki Aset Wisata Gua Menakjubkan

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 344
    • 1Komentar

    Lebatnya hutan Taman Nasional AkeTajawe Lolobata. Di dalam hutan ini tersimpan kekayaan flora dan fauna serta goa karst yang menakjubkan. Foto Sofyan Ansar TNAL

  • HAM untuk Nelayan Kecil dan Awak Kapal Perikanan Lemah

    • calendar_month Kam, 3 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Upaya pemerintah dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) kepada nelayan kecil dan awak kapal perikanan sebagaimana diamanahkan di dalam UndangUndang No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam  terbilang lemah. Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan dalam rilisnya  Selasa (1/8/2023), menegaskan,  Pemenuhan HAM  kepada nelayan kecil dan awak kapal perikanan […]

  • Cerita Warga Mengolah Aren, Melindungi Hutan Halmahera

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 674
    • 0Komentar

    Hari masih gelap di akhir  Februari lalu, ketika Fadli  Hafel (34) sudah harus berjalan sekira tiga kilometer dari rumah di kampung Samo  Gane Barat Utara Halmahera Selatan, menuju hutan desa itu mengambil air nira dari pohon aren.  Sejak pagi sekira pukul 06.00 WIT, dia sudah keluar dari rumah mengambil   air nira yang  ditadah menggunakan ruas […]

  • Maluku Utara Alami Kemarau yang Tetap Basah

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Republik Indonesia,  pada  April  hingga September biasanya terjadi musim kemarau. Meskipun  saat ini Indonesia  memasuki musim kemarau, namun hamper setiap hari diwarnai oleh hujan  ringan sampai lebat. BMKG Stasiun Meteorologi  Ternate misalnya,   bahkan memberi warning  kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Maluku Utara untuk tetap waspada dengan adanya […]

expand_less