Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Bekali Aktivis Mahasiswa dan NGO dengan Pengorganisasian Masyarakat

Bekali Aktivis Mahasiswa dan NGO dengan Pengorganisasian Masyarakat

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
  • visibility 635

Forum Studi Halmahera (Foshal) Maluku Utara menggelar Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di kantor Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku utara  yang digelar  Sabtu (18/10/2025)  dan Jumat (19/10/2025). Pelatihan ini melibatkan  mahasiswa dan anggota lembaga   Walhi.

Pelatihan   ini bertujuan memberikan penguatan kepada para aktivis mahasiswa dan anggota lembaga WALHI  memahami lebih mendalam tentang pengorganisasian masyarakat dan isyu-isyu  yang berhubungan dengan pendampingan masyarakat. Selain itu   setelah pelatihan tersebut pesertanya    diharapkan bisa menjadi relawan  bagi NGO  di daerah ini.

Foshal sebgai salah satu organisasi Non-Pemerintah yang didirikan dengan visi mendorong terwujudnya masyarakat lokal yang berdaulat dalam pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan,  demokratis sesuai prinsip hak azasi manusia yang universal,  berkeadilan gender, dan yang sejahtera ekonominya, berkomitmen kuat  menjadi lembaga ‘penggemblengan’ karakter dan kompetensi generasi muda Maluku Utara dalam bidang pengelolaan berkelanjutan sumberdaya alam wilayah kepulauan.

“Untuk itu, Foshal secara proaktif mengembangkan program penguatan kapasitas staf dan relawan Foshal,   melalui: pelatihan internal dan eksternal, aktif berpartisipasi dalam forum pertemuan (lokakarya atau simposium) regional dan nasional, dan kegiatan pengembangan SDM lainnya,” jelas Zulkifli Idris fasilitator pelatihan CO FOSHAL .

Menurutnya, kegiatan pengembangan kapasitas Foshal dilakukan untuk mendukung program kerja tematrik yang sudah dilakukan Foshal sejak berdiri  tahun 1999.

Program kerja tematik Foshal yakni dimaksud adalah antara lain Pengkajian Dan Advokasi Pengelolaan Berkelanjutan Sumberdaya Alam Wilayah Kepulauan; Pendampingan Pemberdayaan masyarakat Lokal;  Pengembangan jaringan kerjasama.

“Program kerja tematik ini merupakan Program Kerja Strategis Foshal yang dibangun untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan wilayah Kepulauan Maluku Utara dan sekitarnya,” jelas Zulkifli.

Tantangan yang dimaksud meliputi faktor internal yang disebabkan kebijakan dan praktek pembangunan perekonomian daerah maupun faktor eksternal dari variabilitas alam semisal perubahan iklim global. Menyadari tantangan besar dalam upaya mewujudkan visi, misi melalui program kerja tematik ini.

Foshal meyakini diperlukannya aktifis di kalangan mahasiswa  maupun Ornop yang memiliki kapasitas dasar dalam kerja-kerja advokasi dan pengorganisasian masyarakat di tingkat lokal.

Peserta spesial, Lily Pays salah satu mahasiswa Belanda berkewarganegaraan Jerman yang magang di kantor WaLHI Malut ikut terlibat dalam pelatihan CO ini

Direktur Eksekutif Foshal Malut Mahmud Ici menyampaikan, kegiatan pengorhanisasian masyarakat (CO) merupakan langkah Foshal memberikan pengetahuan bagi para mahasiswa mengenai strategi  pengorganisasian masyarakat. Selain itu CO ini juga memberikan pemahaman bagi mahasiswa mengenai masalah sosial dan kerusakan lingkungan akibat industri pertambangan di Malut. “Karena itu dalam kegiatan ini kami hadirkan berbagai narasumber yang kompeten soal pengorganisasian dan pernah secara langsung terlibat dalam pengorganisasian masyarakat maupun  advokasi masalah yang dihadapi warga lokal,” tuturnya.

Ia berharap  Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat ini memberikan manfaat bagi mahasiswa, terutama dalam pengorganisasian warga yang menghadapi  perampasan ruang hidup yang massive saat ini.

“Melalui pelatihan ini para peserta  sudah punya modal besar dan bekal terkait pengorganisasian. Kami juga memberikan sertifikat bagi peserta, semoga bisa bermanfaat bagi  peserta setelah keluar dari kampus,” pesannya.

Untuk diketahui pelatihan pengorganisasian ini para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan belajar menulis dan belajar banyak hal dengan para narasumber yang kompeten.

Maharani Carolina dari LBH Marimoi yang memberikan materi untuk  peserta pelatihan menjelaskan, pengorganisasi masayarkat adalah kunci bagi kawan kawan aktivis melihat kondisi sumberdaya alam Maluku Utara yang  massive dieksploitasi  korporasi dan para pemilik modal saat ini.

Dampaknya kemudian, tidak hanya lingkungan dan sumber-sumber kehidupan masyarakat menjadi hancur. Masyarakat di wilayah yang dieksploitasi juga mendapatkan dampak  cukup serius dan terancam oleh kerusakan yang ada. Bahkan ada  juga  kriminalilasi yang dialami  masyarakat adat.

Rani yang juga menjadi pengacara public di Maluku Utara itu mengungkapkan, ditangkapnya 11 warga hingga diproses dan divonsi bersalah hari ini adalah contoh pengorganisasian yang tidak dilakukan di awal oleh para aktivis maupun masyarakat sipil di daeah ini.

Itu kemudian menyebabkan, warga juga tidak terorganisir secara baik. Saat ini katanya  masyarakat perlu diperkuat dan diorganisir untuk menghadapi proses eksploitasi dan penghancuran ruang  hidup yang semakin massive.

Sementara Nurdewa Safar dari LSM Daulat Perempuan (DAURMALA) Maluku Utara yang berbicara tentang bagaimana melakukan advokasi  perempuan dan anak di daerah lingkar tambang seperti di Maluku Utara memang tidak mudah. Pasalnya,  industry pertambagan saat ini memberi dampak cukup serius terhadap kondisi perempaun dan anak di Halmahera. Dewa contohkan, saat ini kekerasan seksual dan pemerkosaan sangat tinggi di daerah lingkar tambang. Begitu juga dengan      munculnya penyakit HIV dan AIDS di daerah lingkar industry  tidak terbendung.

Data-data yang ditemukan di lapangan juga sangat mencengangkan.  Sementara  anak-anak tingkat trafficking  atau perdagangan perempuan yang berusia di bawah 15 tahun juga begitu tinggi. “Kasus kasus ini melibatkan masyarakat local terutama  korbannya. Ini yang sangat memiriskan,” imbuhnya.

Karena itu dia bilang, untuk mengadvokasi perempuan dan anak   terutama di daerah lingkar industry tambang butuh  model dan cara yang berbeda dari biasanya. Dia contohkan kasus trafficking  perlu cara dan strategi karena  bisa sulit diungkap jika tidak melalui sebuah proses yang terencana degan baik.

Di hari pertama Dr Asis  Hasyim memberikan materi advokasi anggaran daerah (APBD).Dia bilang dalam advokasi anggaran daerah, Asis mengungkap   praktek penyusuan APBD hingga bicara menyangkut sumber-sumber pembiayaan dalam APBD.

Asis mengingatkan, advokasi anggaran ini juga penting karena berhubungan dengan pembangunan masyarakat secara umum yang perlu dikawal  aktivis dan kelompok masyarakat sipil.

Dalam pelatihan ini juga para peserta pelatihan mendapatkan contoh praktis menulis dan menyusun laporan.Baik untuk advokasi maupun kepentingan kampanya. Terakhir para peserta juga diberikan sertifikat sebagai pertanda mereka telah mengikuti kegiatan pelatihan  pengorganasasian. Harapannya  apa yang telah diterima dapat bermafaat bagi diri aktivis dan masyarakat yang akan diorganisir. (adil)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wetub: Korporasi dan Negara Bungkam Suara Kritis Warga Adat

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Jaksa Pakai UU Minerba Tuntut 11 Warga Maba Sangaji Jalan panjang 11 warga adat Maba Sangaji Kabupaten Halmahera Timur mencari keadilan  belum juga usai.  Proses  tersebut semakin menunjukan bentuk ketidakadilan Negara terhadap warganya. Di saat  tidak ditemukan bukti- bukti yang kuat dalam keterlibatan warga melakukan  perbuatan pidana,  penegak hukum menggunakan  berbagai regulasi  untuk menjerat warga […]

  • Ekowisata di Punggung Gamalama

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 804
    • 0Komentar

    Menikmati  Keindahan  Ternate dari  Puncak Hutan Pala dan Cengkih  Pagi jelang siang di pertengahan Juli lalu, ketika udara hutan pala dan cengkih masih  segar, saya  coba menyusuri  punggung Gunung Gamalama. Lokasi ini berada tepat di kawasan puncak Kelurahan Moya Kota Ternate Tengah Maluku Utara. Lokasi ini dalam beberapa  bulan belakangan  menjadi salah satu spot paling […]

  • Doho-doho Kemerdekaan  

    • calendar_month Kam, 17 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    Ironi Negeri El Dorado dan El Picente Setelah menemukannya, saya berani mengatakan bahwa Hindia adalah wilayah terkaya di dunia ini. Saya bicara tentang emas, mutiara, batu berharga dan rempah rempah berikut perdagangan dan pasar yang mereka miliki, karena semuanya tidak muncul begitu saja. Saya menahan diri untuk tidak mengeksploitasinya, (Cristopher Columbus  surat dari perjalanan  ketiga […]

  • Bank dan Investor Besar Ikut Dorong Deforestasi Hutan Tropis

    • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Setidaknya ada 50 bank dan investor terbesar di dunia ikut mendorong terjadinya deforestasi, melalui investasi besar dan kebijakan yang lemah pada komoditas..  Menurut penelitian   Forests & Finance –– sebuah koalisi riset yang terdiri dari organisasi masyarakat sipil Amerika Serikat, Indonesia, Belanda, Brazil dan Malaysia menemukan bahwa bank bank dan para investor besar memiliki andil besar […]

  • Halmahera Kaya Jenis Anggrek,  Belum Ada Riset Khusus

    Halmahera Kaya Jenis Anggrek, Belum Ada Riset Khusus

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.206
    • 0Komentar

    Kekayaan keanekaragaman hayati di Halmahera dan pulau-pulau  sekitarnya tidak tepermanai.  Tak hanya satwa, jenis tumbuhan terutama yang endemic juga masih butuh riset untuk menemukan lebih banyak jenisnya.  Salah satu jenis flora yang  belum juga mendapatkan perhatian dalam bentuk riset adalah jenis anggrek atau  Orchidaceae.  Dosen Jurusan Biologi Universiteras Khairun Ternate Dr Naser Tamalene yang banyak […]

  • Nelayan Tidore Bakar Sate Tuna Terbanyak di Dunia  

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 723
    • 3Komentar

    Peringatan Hari Nusantara (Harnus) yang jatuh pada  13 Desember 2023 ini dipusatkan di Kota Tidore Provinsi Maluku Utara. Acara ini diisi berbagai kegiatan.  Salah satunya  Bakar Sate Ikan Tuna terbanyak.Kegiatan ini termasuk salah satu agenda yang masuk  catatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Bakar sate ikan tuna yang dilaksanakan Senin (11/12/2023) itu dipusatkan di  Kelurahan […]

expand_less