Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » TFFF Dorong Pembiayaan Skala Besar untuk Konservasi Hutan Tropis

TFFF Dorong Pembiayaan Skala Besar untuk Konservasi Hutan Tropis

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
  • visibility 289

Pemerintah Brasil dan United Nations Development Programme (UNDP)  bersama-sama menyelenggarakan lokakarya regional tentang Tropical Forest Forever Facility (TFFF) bersama Negara-negara Anggota ASEAN dan para pemangku kepentingan di Jakarta Senin (20/10/2025).

Lokakarya ini adalah milestone penting untuk memperkuat kerja sama multilateral dan membangun momentum menjelang peluncuran resmi TFFF pada Leaders’ Summit COP30 di Belém, Brasil, pada   6 November 2025 mendatang.

Sesi ini mempertemukan perwakilan utama dari berbagai pemerintah, misi diplomatik, akademisi, masyarakat sipil, lembaga penelitian, dan organisasi internasional di seluruh Asia Tenggara. Para peserta membahas bagaimana negara-negara ASEAN—rumah bagi beberapa hutan tropis dengan keanekaragaman hayati dan cadangan karbon tertinggi di dunia— dapat mendapatkan manfaat dari upaya menjaga hutan tropis yang berperan penting bagi dunia, termasuk dalam menjaga kestabilan iklim.

Henrique Ferraro, Duta Besar Brasil untuk ASEAN menegaskan visi bersama untuk kolaborasi global ini. “TFFF sejalan dengan aspirasi ASEAN untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif menuju masa depan yang netral karbon. Bulan lalu, dalam sebuah acara di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva mengumumkan bahwa Brasil akan berkontribusi sebesar 1 miliar dolar AS untuk TFFF, hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Brasil, baik sebagai penerima manfaat maupun negara donor yang berinvestasi dalam TFFF,” ujarnya.

Dipimpin oleh Brasil dan dirancang bersama oleh komite pengarah interim yang terdiri dari negara-negara tropis (Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Indonesia, dan Malaysia), bersama lima negara sponsor (Perancis, Jerman, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Inggris), serta didukung partisipasi aktif organisasi masyarakat sipil, masyarakat adat dan komunitas lokal, dan sektor swasta.

Henrique Ferraro, Duta Besar Brasil untuk ASEAN menegaskan visi bersama kolaborasi global ini

Diketahui TFFF adalah mekanisme pembiayaan inovatif untuk memberi penghargaan kepada negara-negara tropis untuk pelestarian hutan. Mekanisme ini akan memberikan insentif jangka panjang dan berkesinambungan bagi negara-negara berhutan tropis, memastikan sumber daya yang signifikan menjangkau mereka yang melindungi dan memulihkan hutan di lapangan, terutama masyarakat adat dan komunitas lokal.

“TFFF merupakan contoh nyata bagaimana negara-negara di kawasan Global South merancang solusi yang menjawab tantangan bersama mereka. Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, memiliki peran penting dalam membentuk kerangka inovatif ini agar pendanaan iklim dan kehutanan dikelola secara transparan, menjangkau masyarakat lokal, serta mendorong pembangunan manusia dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Sara Ferrer Olivella, Resident Representative UNDP Indonesia. Ia menambahkan, “UNDP siap mendukung negara-negara dalam memperkuat sistem tata kelola dan kapasitas kelembagaan yang diperlukan agar mekanisme ini benar-benar bermanfaat bagi manusia dan bagi planet ini.”

Menekankan pentingnya upaya tersebut, Ida Bagus Made Bimantara, Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN, Kementerian Luar Negeri, menyatakan, “Indonesia dan Brasil, bersama dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan, merupakan rumah bagi hutan tropis yang berperan penting dalam mengatur iklim global, melestarikan keanekaragaman hayati, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. TFFF menghadirkan kerangka kerja pembiayaan inovatif untuk mengatasi kesenjangan ini. Dukungan terhadap inisiatif seperti ini sangat penting agar hutan tropis tetap lestari dan terus berkontribusi pada stabilitas iklim global serta pelestarian keanekaragaman hayati.”

“TFFF merupakan inisiatif baru yang berani yang bertujuan untuk memberikan nilai terhadap hutan tropis yang berperan penting dalam mengatur iklim, menjaga siklus hidrologi, serta menjadi habitat bagi sebagian besar keanekaragaman hayati dunia. TFFF akan menyediakan pendanaan berskala besar dan berkelanjutan untuk konservasi hutan tropis, sehingga negara-negara dapat menerapkan kebijakan pelestarian jangka panjang, termasuk memberikan insentif kepada komunitas yang menjaga hutan tersebut. Model pembiayaan ini juga dirancang untuk menarik pendanaan dari sektor swasta dan memaksimalkan penggunaan dana publik yang terbatas, sehingga menjadi contoh nyata dari mekanisme blended finance,” ujar André Aquino, Penasihat Bidang Ekonomi pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Brasil.

Lokakarya tersebut menegaskan kembali peran penting Asia Tenggara dalam tata kelola hutan global dan menggarisbawahi solidaritas yang semakin kuat di antara negara-negara berhutan tropis. Pemerintah Brasil dan UNDP menekankan komitmen mereka untuk memperkuat kolaborasi dengan negara-negara anggota ASEAN menjelang COP30, memastikan bahwa suara negara-negara Global Selatan, dan para penjaga hutan dunia, tetap menjadi pusat agenda iklim global.(aji/rilis)

 

 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerusakan Hutan di Obi Cukup Serius

    • calendar_month Sen, 2 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 820
    • 0Komentar

    Temuan FWI 90 Persen Lahan Dikuasai Perusahaan Suara Muhammad  Risman terdengar lantang di pagi  menjelang siang pada Kamis (20/4) lalu. Dia bersuara  memprotes penderitaan  warga Pulau Obi yang hingga kini tak mendapatkan perhatian. Protes  ini cukup  beralasan karena  di Obi  saat ini  sedang terjadi eksploitasi  besaran- besaran oleh perusahaan tambang dan HPH. Sementara kondisi warganya […]

  • Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 550
    • 1Komentar

    DPRD: RPJPD dan RPJMD Harus Akomodir Masalah Sumberdaya Air Komunita Besa ma Cahaya Kota Ternate Kamis (1/9/2023) malam, menggelar  Focus Group Discussion (FGD) membahas tema Cinta Tanah Air? Konservasi AirTanah, Selamatkan Airtanah Ternate.  FGD  ini sebgai bagian dari tindaklanjut kegiatan sedekah air hujan yang dilaksanakan komunitas Besa ma Cahaya baik di Kota Ternate maupun Pulau […]

  • Perkici dada-merah Sangat Terancam

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 571
    • 0Komentar

    Nuri Ternate yang dilepasliarkan setelah di tempatkan di kandang transit Ternte

  • Obi Kaya Keanekaragaman Hayati

    • calendar_month Sen, 7 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Ditemukan Cecak Jarilengkung  Jenis  Baru  Diberi Nama Papeda Pulau-pulau di Maluku Utara ternyata kaya berbagai  keanekaragaman hayati. Di hutan- hutan pulau tersebut ditemukan beragam jenis flora dan fauna. Terbaru  ditemukannya cicak jarilengkung yang diberi nama cicak papeda. Cecak ini ditemukan di Pulau Obi  di  daerah Kawasi yang saat ini hutannya gencar dieksploitasi  tambang nikel. Cerita […]

  • Air Laut Coklat Kemerahan, Ikan Mati dan Warga Was-was

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2020
    • account_circle
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Warga Desa Sangapati  dinstruksikan  menghindari mengomsumsi ikan  mati massal karena dicurigai beracun. Sementara anak- anak  dan  orang dewasa, diminta  menghindari sementara waktu mandi di laut.   Warna air laut yang biasanya  bening menjadi coklat pekat kemerah- merahan  itu  ikut menyebabkan matinya berbagai jenis biota   di kawasan laut pulau Makeang  Halmahera Selatan  Maluku Utara. Peristiwa ini membuat […]

  • Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 748
    • 0Komentar

    Penulis: Djul Fikram Isra Malayu & Mahmud Ici   Suasana mendung pagi hingga siang. Memasuki pukul 14.13 WIT matahari mulai menampakkan cahaya. Sinarnya  terasa agak terik.  Di akhir  bulan, tepatnya  Senin 29 Oktober 2025, di  Halmahera Tengah  dan sekitarnya sedang musim  hujan. Meski begitu, kadang ada sela cerah  dengan cahaya terik. Hari itu ketika cuaca agak […]

expand_less