Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
  • visibility 364

Di Malut Fokus di Tidore Kepulauan dan Halsel 

Halmaherapedia– Proyek Global Environment Facilities (GEF)-7 CropBio yang merupakan  hibah  dari pendanaan multilateral, masuk ke Indonesia salah satunya ke Maluku Utara. Kegiatan  yang  berhubungan dengan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetika  ini  focus pada 5  komoditas yaitu padi, talas, umbi, pala, dan cengkeh.  Untuk Maluku Utara  berfokus pada cengkih dan pala.

Dikutip dari https://tanamanpangan.brmp.pertanian.go.id/berita/psi-tanaman-pangan-terlibat-aktif-pada-inception-workshop-gef-7-cdcsuicropbio).

Proyek GEF-7 CropBio ini akan dilaksanakan di tiga provinsi yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Maluku Utara. Dibagi dalam 4 komponen kegiatan yang saling terkait.

“Tujuannya melindungi dan memanfaatkan keanekaragaman genetik tanaman di Indonesia, baik di alam liar maupun di lahan pertanian (ras lokal),”jelas Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi mewakili

Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) di Jakarta.

Melalui pembelajaran ini akan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan lingkungan atau penguatan terhadap pertanian melalui berbagai kebijakan pendukung dan praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan berdasarkan kearifan lokal.

Proyek ini  berupaya mengatasi tiga isu penting. Yaitu dukungan kebijakan yang tidak terkoordinasi, kapasitas yang terbatas untuk konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik tanaman secara berkelanjutan, serta akses  terbatas terhadap materi genetik tanaman dan informasi terkait.

“Ini  proyek konservasi  sumber daya genetik  di Indonesia sehingga perlu dirancang mekanisme terkait bagaimana  mampu mengoptimalkan pendanaan yang diperoleh dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu  Maluku Utara  menyambut baik proyek pendanaan ini.  Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen)  bertemu Pemprov Maluku Utara pada Kamis (21/5/2026).

Tim BRMP Biogen Kementan RI menggelar pertemuan dengan Pemrov Malut di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Malut eks-Crisan.  Pertemuan tersebut  membahas  Rencana  Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI),  yang berfokus  pada konservasi keanekaragaman hayati tanaman pangan dan perkebunan.

Buah pala foto M Ichi

Usai pertemua  Sekprov Malut Samsudin Abdul Kadir  bilang, proyek CDCSUI ini sebagai upaya mengembalikan kelestarian dan menegaskan  sejarah serta keaslian komoditas  cengkih dan pala, sebagai tanaman asli bumi Moloku Kie Raha.

” Ini upaya menjaga keaslian cengkih dan pala  yang memang berasal dari daerah ini,”katanya. Mungkin  cengkih yang terkenal adalah varietas Zanzibar, tetapi hasil penelitian menunjukkan asal-usul sejatinya dari Maluku Utara.

Proyek ini tidak hanya mengangkat nama baik  tapi  juga meningkatkan produktivitas dan ekonomi petani.

Kepala BRMP Biogen Kementan RI, Dr. Atekan, menjelaskan, CDCSUI ini menitikberatkan pada upaya konservasi berbasis sumber daya genetik agar kekayaan hayati Nusantara tidak punah.

“Khusus di Maluku Utara, fokus  cengkih dan pala. Daerah ini  sumber daya genetiknya luar biasa untuk kedua komoditas tersebut. Patut  kita angkat bersama,” katanya.

Proyek ini  rencana hingga  2027 dengan peluang perpanjangan hingga 2028 akan dipusatkan di dua wilayah, yaitu Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan. Proyek ini tidak hanya  fokus pada aspek perlindungan di laboratorium, melainkan  menyentuh  petani di lapangan melalui pola pembinaan dan pendampingan.

“Kami akan  dampingi dan  bina  petani lokal   bagaimana menjaga kelestarian cengkih dan pala mereka, sekaligus  memberikan nilai tambah (value added) agar pendapatan mereka meningkat,”katanya.

Target akhirnya, di ujung proyek ini bisa mengenalkan identitas dan kualitas unggul rempah Maluku Utara ini ke tingkat global. Memasuki  pelaksanaan  BRMP Biogen   gencar  bangun penyamaan persepsi dan sinergi regulasi antara pemerintah pusat, provinsi, serta   kabupaten/kota agar implementasi CDCSUI berjalan optimal dan berkelanjutan.(aji.edit)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita dari Laigoma Setelah Ada Solar Cell (1)

    • calendar_month Sab, 12 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 772
    • 2Komentar

    Rumah milik Safa Kamari (67 tahun) berada di ujung selatan Dusun I Desa Laigoma Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara.   Berdinding beton beratap seng, di halamannya berdiri satu buah panel surya yang berfungsi mengubah tenaga surya menjadi energi listrik. Dari panel ini tersambung dengan empat bola lampu yang dipasang di teras, ruang tamu, dapur […]

  • ESDM Hanya Beri Teguran 21 IUP

    • calendar_month Jum, 7 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 654
    • 0Komentar

    IPT BPN di Halmahera Tengah yang terhenti produksinya karena aktivitasnya menyebabkan tercemarnya sunga Wale di Weda Utara, foto M Ichi

  • Ini Kajian AEER Soal Rencana HPAL Obi dan Morowali

    • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 775
    • 0Komentar

    Suasana laut dan pantai desa Kawasi Obi Halmahera Selatan/foto Ata Fatah

  • Pohon di Tepi Jalan Ternate Jadi Korban Pemilu

    • calendar_month Kam, 18 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 710
    • 2Komentar

    Bawaslu Lalai APK Dipaku dan Diikat Kawat di Batang Pohon?    Pohon dengan ragam tinggi dan diameter berderet di sepanjang jalan kota Ternate dari Utara sampai ke selatan di sepanjang jalan protokol. Batang pohon  angsana atau  nama ilmiahnya Pterocarpus indicus Willd dan  pohon trembesi atau  samanea saman terlihat ditempeli  spanduk kampanye partai maupun calon kontestan pemilihan […]

  • Jaring Nusa: Visi Indonesia Emas 2045, Wajib Pastikan Hak Masyarakat Pesisir dan Pulau Kecil  

    • calendar_month Sen, 11 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 589
    • 2Komentar

    Jaring Nusa  sebuah konsorsium   masyarakat sipil yang dideklarasikan pada 19 Agustus 2021 lalu mendesak pemerintah dalam menetapkan visi Indonesia Emas 2045 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional RPJPN 2025 2045 memberi kepastian dan perlindungan  Hak Masyarakat Pesisir dan Pulau Kecil. Peryataan Jaring Nusa  yang di dalamnya  ada 18 lembaga dan 1 komunitas  itu, […]

  • Nestapa Orang Obi di Atas Kekayaan Alam Berlimpah

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 2.496
    • 1Komentar

    Hutan dan Bumi Dikuras, Jalan Keliling Pulau pun Tak Punya  Perjalanan menuju Obi awal Mei 2025 lalu lumayan melelahkan. Setelah semalam atau kurang lebih 7 jam   perjalanan dengan kapal laut dari Ternate, sekira pukul 06.30 WIT, kapal  lego sauh di pelabuhan Kupal Pulau Bacan Halmahera Selatan Maluku Utara.  Etape pertama perjalanan telah dilewati, sekaligus menandai  […]

expand_less