Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
  • visibility 528

Di Malut Fokus di Tidore Kepulauan dan Halsel 

Halmaherapedia– Proyek Global Environment Facilities (GEF)-7 CropBio yang merupakan  hibah  dari pendanaan multilateral, masuk ke Indonesia salah satunya ke Maluku Utara. Kegiatan  yang  berhubungan dengan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetika  ini  focus pada 5  komoditas yaitu padi, talas, umbi, pala, dan cengkeh.  Untuk Maluku Utara  berfokus pada cengkih dan pala.

Dikutip dari https://tanamanpangan.brmp.pertanian.go.id/berita/psi-tanaman-pangan-terlibat-aktif-pada-inception-workshop-gef-7-cdcsuicropbio).

Proyek GEF-7 CropBio ini akan dilaksanakan di tiga provinsi yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Maluku Utara. Dibagi dalam 4 komponen kegiatan yang saling terkait.

“Tujuannya melindungi dan memanfaatkan keanekaragaman genetik tanaman di Indonesia, baik di alam liar maupun di lahan pertanian (ras lokal),”jelas Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi mewakili

Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) di Jakarta.

Melalui pembelajaran ini akan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan lingkungan atau penguatan terhadap pertanian melalui berbagai kebijakan pendukung dan praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan berdasarkan kearifan lokal.

Proyek ini  berupaya mengatasi tiga isu penting. Yaitu dukungan kebijakan yang tidak terkoordinasi, kapasitas yang terbatas untuk konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik tanaman secara berkelanjutan, serta akses  terbatas terhadap materi genetik tanaman dan informasi terkait.

“Ini  proyek konservasi  sumber daya genetik  di Indonesia sehingga perlu dirancang mekanisme terkait bagaimana  mampu mengoptimalkan pendanaan yang diperoleh dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu  Maluku Utara  menyambut baik proyek pendanaan ini.  Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen)  bertemu Pemprov Maluku Utara pada Kamis (21/5/2026).

Tim BRMP Biogen Kementan RI menggelar pertemuan dengan Pemrov Malut di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Malut eks-Crisan.  Pertemuan tersebut  membahas  Rencana  Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI),  yang berfokus  pada konservasi keanekaragaman hayati tanaman pangan dan perkebunan.

Buah pala foto M Ichi

Usai pertemua  Sekprov Malut Samsudin Abdul Kadir  bilang, proyek CDCSUI ini sebagai upaya mengembalikan kelestarian dan menegaskan  sejarah serta keaslian komoditas  cengkih dan pala, sebagai tanaman asli bumi Moloku Kie Raha.

” Ini upaya menjaga keaslian cengkih dan pala  yang memang berasal dari daerah ini,”katanya. Mungkin  cengkih yang terkenal adalah varietas Zanzibar, tetapi hasil penelitian menunjukkan asal-usul sejatinya dari Maluku Utara.

Proyek ini tidak hanya mengangkat nama baik  tapi  juga meningkatkan produktivitas dan ekonomi petani.

Kepala BRMP Biogen Kementan RI, Dr. Atekan, menjelaskan, CDCSUI ini menitikberatkan pada upaya konservasi berbasis sumber daya genetik agar kekayaan hayati Nusantara tidak punah.

“Khusus di Maluku Utara, fokus  cengkih dan pala. Daerah ini  sumber daya genetiknya luar biasa untuk kedua komoditas tersebut. Patut  kita angkat bersama,” katanya.

Proyek ini  rencana hingga  2027 dengan peluang perpanjangan hingga 2028 akan dipusatkan di dua wilayah, yaitu Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan. Proyek ini tidak hanya  fokus pada aspek perlindungan di laboratorium, melainkan  menyentuh  petani di lapangan melalui pola pembinaan dan pendampingan.

“Kami akan  dampingi dan  bina  petani lokal   bagaimana menjaga kelestarian cengkih dan pala mereka, sekaligus  memberikan nilai tambah (value added) agar pendapatan mereka meningkat,”katanya.

Target akhirnya, di ujung proyek ini bisa mengenalkan identitas dan kualitas unggul rempah Maluku Utara ini ke tingkat global. Memasuki  pelaksanaan  BRMP Biogen   gencar  bangun penyamaan persepsi dan sinergi regulasi antara pemerintah pusat, provinsi, serta   kabupaten/kota agar implementasi CDCSUI berjalan optimal dan berkelanjutan.(aji.edit)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 7 Mitigasi Awal Perubahan Iklim di Malut

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 661
    • 1Komentar

    Sebagai Upaya Mendukung Program FOLU Net Sink 2030 Setelah melalui proses panjang selama  dua hari Rabu (22/2/2023) dan Kamis (23/2/2023)  menggelar seminar dan diskus, i para pihak yang terlibat dalam workshop Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di Provinsi Maluku Utara menetapkan sejumlah  poin simpulan  yang akan ditindaklanjuti. Salah satunya […]

  • Cara Menyiapkan Warga Adaptif Ketika Bencana (2 habis)

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 2.127
    • 0Komentar

    Bagaimana Melakukannya di Komunitas? Bencana baik alam maupun non alam berdampak cukup serius bagi warga.  Pandemi Covid-19 misalnya, membuat hampir semua orang menjadi kurang produktif.  Pemenuhan kebutuhan hidup di masa pandemi pun  jadi tantangan.   Warga menjadi sangat rentan terutama  dalam memenuhi kebutuhan pangan. Karena itu perlu membangun  ketangguhan. Menata kembali kehidupan sosial dan lingkungan, yang […]

  • Multiusaha Kehutanan, Konsep Berbasis Lanskap

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 785
    • 0Komentar

    Sungai dan hutan di Bokimoruru ii tidak bisa menjadi sarana wisata masyarakat Halmahera Tengah foto M Ichi

  • Negara Dibutuhkan Hadir di Tengah Warga Pesisir

    • calendar_month Sab, 21 Apr 2018
    • account_circle
    • visibility 681
    • 0Komentar

    Masyarakat pesisir yang mendiami seluruh pulau di Indonesia termasuk Maluku Utara, sangat membutuhkan perlindungan dari Negara. Tujuannya untuk menghalau berbagai ancaman yang datang silih berganti kepada masyarakat. Ancaman tersebut, bisa berupa kriminal, kesejahteraan, sosial, dan lainnya. Yang paling mendasar, masyarakat pesisir saat ini banyak yang terancam akan kehilangan ruang penghidupannya di laut. Fakta itu menurut […]

  • Petani Dapat Penguatan Usaha Kelapa dan Hortikultura

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 763
    • 0Komentar

    Hasil Kolaborasi Pakativa – Disperindag dan Distan Provinsi Turunan hasil kelapa yang  mencapai 50 jenis produk hingga kini belum dimanfaatkan  oleh petani  di Maluku Utara.  Mereka hanya mengandalkan kopra sebagai sumber pendapatan utama. Karena itu ketika harga kopra anjlok petani menjadi  terpuruk. Sementara, hasil lain dari kelapa  seperti tempurung, air dan sabuk kelapa  hanya dibuang […]

  • Kayu Besi di Hutan Halmahera yang Terancam  

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 1.368
    • 0Komentar

    Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena kekerasannya, di wilayah Maluku, Maluku Utara  dan Papua barat  juga dinamai  kayu besi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan peraturan yang dikhawatirkan mengancam keanekaragaman hayati dan ekologi hutan. Melalui Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 […]

expand_less