Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Kaya Tambang, Malut Primadona Investasi Asing

Kaya Tambang, Malut Primadona Investasi Asing

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
  • visibility 597

Bumi Maluku Utara benar- benar menjadi buruan investor asing menanamkan modalnya. Provinsi ini memiliki kekayaan  di darat  terutama bahan mineral serta  hasil hutannya. Sementara  di laut daerah ini punya potensi perikanan dan kelautanya yang benar benar membuat mata para investor tetuju ke  daerah ini.

Tak hanya kaya bahan mineral dan hasil hutan,  negeri dengan 805 pulau ini juga kaya akan sumber keaneragaman hayati. Karena kekayaan itu investasi asing juga masuk menyasar  berbagai potensi  yang dimiliki.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Samsudin Abd.Kadir dalam seminar perikanan yang digelar Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate di Kota Ternate, Sabtu (23/1/20) belum lama ini, menyampaikan bahwa Maluku Utara sangat diminati investor asing untuk berinvestasi. Masuknya investasi asing  itu karena adanya kekayaan alam yang dimiliki terutama dari bidang  pertambangan.

Kawasan Tambang PT WBN dan kawasan industri PT IWIP Halmahera Tengah

“Maluku Utara saat ini untuk penanaman modal asing  terbesar nomor tiga di Indonesia. Dua provinsi di atas Maluku Utara itu adalah Jawa Barat  dan DKI Jakarta,” jelas Sekprov. Dia bilang  investasi yang masuk ke Maluku Utara telah mencapai Rp100 triliun.  Investasi sebesar itu ada di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah.  

Menurut Samsudin  Jawa Barat dan DKI menempati posisi pertama tetapi  investasi yang dilakukan perusahaan  ke Maluku Utara menjadi daerah dengan investasi   terbesar  bidang tambang. Besarnya investasi yang masuk ke Malut itu maka pemerintah punya proyeksi ke depan untuk melakukan kolaborasi menghidupkan sector lain. Karena  puluhan ribu karyawan yang bekerja di sector ini  butuh berbagai bahan makanan dan ikan misalnya harus disiapkan.

Potensi ini yang akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.  

Apa yang  sampaikan Sekprov pernah dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia pada 30April2020. Kala itu, BKPM merilis bahwa  Maluku Utara  menjadi Primadona Baru Investasi Asing di Wilayah Indonesia Timur.

Peta Investasi: sumber AMAN Maluku Utara

Plt.Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Farah Indriani memaparkan, daerah luar Jawa yang menjadi daya tarik bagi PMA pada periodeTriwulan I tahun 2020 adalah Maluku Utara. Peningkatan realisasi investasi asing di Provinsi Maluku Utara cukup signifikan dari tahun ketahun.Pada tahun 2017, realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) di Provinsi Maluku Utara mencapai US$0,2 miliar dan berada pada peringkat 22 dibandingkan provinsi lainnya.

Kemudian tahun 2018 realisasi investasinya meningkat menjadi US$0,36 miliar dan naik keperingkat 18. Di tahun 2019 terjadi lonjakan tajam realisasi investasi di Provinsi Maluku Utara dengan nilai US$1,0 miliar yang menjadikannya berada di peringkat 8 lokasi PMA terbesar.  Pada periode triwulan I 2020, Provinsi Maluku Utara yang menempati peringkat ke-3 dengan nilai mencapai US$ 0,77 miliar.

Posisi ini menarik karena nomor 1 dan 2 PMA di periode ini ditempati oleh dua provinsi besar di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta (US$0,92 miliar) dan Jawa Barat (US$0, 91miliar). Sedangkan peringkat ke-4 dan ke-5 adalah Kepulauan Riau (US$ 0,40 miliar) dan Sulawesi Tenggara (US$0,38miliar). Ini artinya peningkatan realisasi investasi di luar Jawa pada periode ini banyak disumbang dari Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah Indonesia bagian Timur.

“Daerah luar Jawa yang menjadi daya tarik bagi PMA pada periode Triwulan I tahun 2020. Data ini menunjukkan bahwa investor asing sudah mulai melirik daerah di luarJawa, di mana banyak potensi investasi yang masih bisa dikembangkan dan tentunya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Maluku Utara ini bisa menjadi primadona baru di wilayah Indonesia Timur,” kata Farah.

Berdasarkan data dari Pusat Koordinasi dan Pengawalan Investasi (PusatKOPI), realisasi investasi PMA diProvinsi Maluku Utara pada tahun 2019 lalu didominasi oleh sector Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin,dan Peralatannya (US$754,07juta); Pertambangan (US$100,87juta); Listrik, Gas, dan Air (US$76,62juta); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (US$67,98juta); dan Konstruksi (US$6,33 juta). Investasi di Indonesia saat ini tidak hanya terfokus di Pulau Jawa saja, akan tetapi juga terdistribusi keluar Jawa.

Hutan Halmahera kaya berbagai potensi hasil hutan mineral dan keanekaragaman hayati (foto Opan Jacky)

Hal tersebut terlihat dari 19% kenaikan porsi realisasi investasi di luar Jawa di triwulan I 2020.Pada periode yang sama tahun 2019,realisasi investasi luarJawa sebesar 44% dengan nilai Rp85,8triliun dan Jawa 56% dengan nilai Rp109,3triliun. Realisasi investasi luar Jawa meningkat porsinya menjadi 48,6% sebesar Rp102,4 trliiun dan Jawa 51,4% dengan nilai Rp108,3 triliun.

Berdasarkan data  peta investasi yang disusun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara  dari luas daratan  Maluku Utara mencapai 3.152941,19 hektar izin usaha pertambangannya  mencapai 123.403,73 hektar atau 313 IUP. Izin Perkebunan Sawit  seluas 34.682 hektar atau 4 izin. Di Maluku Utara ada tiga kawasan yang benar benar mendapat perhatian pemerintah pusat. Daerah ini mulai dikeruk oleh PT Harita Group di Obi, WBN dan IWIP di Weda Halmahera Tengah serta Antam di Halmahera Buli Halmahera Timur. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dulu Tebang, Sekarang Tanam

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Cerita Warga Desa Kao Mulai Rehabilitasi Mangrove  Selasa (28/8) sore sekira pukul pukul 16.00 WIT, dua orang ibu, Iswati Mabang (45 tahun) dan Suparni Sulan (44 tahun) menyulam kebun bibit rakyaat yang berisi  anakan mangrove yang mati. Kebun bibit mangrove ini dibangun  kelompok Green  Kai Dati desa Kao Kecamatan Kao Halmahera Utara. Dua perempuan dari […]

  • Menjaga Mangrove di Titik Nol Khatulistiwa

    • calendar_month Sel, 19 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 767
    • 0Komentar

    Membangun Asa dari Kampung Tawabi     Senin (11/2/2024) sekira pukul 12.00 siang itu terasa  menyengat. Matahari tegak lurus di atas ubun-ubun. Cuaca panas  itu begitu terasa karena  sedang berada di titik nol khatulistiwa.  Tepatnya di desa Tawabi Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan. Sebuah patok   menjadi penanda  titik nol khatulistiwa  berada di  hutan mangrove tepi pantai […]

  • Wetub: Korporasi dan Negara Bungkam Suara Kritis Warga Adat

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Jaksa Pakai UU Minerba Tuntut 11 Warga Maba Sangaji Jalan panjang 11 warga adat Maba Sangaji Kabupaten Halmahera Timur mencari keadilan  belum juga usai.  Proses  tersebut semakin menunjukan bentuk ketidakadilan Negara terhadap warganya. Di saat  tidak ditemukan bukti- bukti yang kuat dalam keterlibatan warga melakukan  perbuatan pidana,  penegak hukum menggunakan  berbagai regulasi  untuk menjerat warga […]

  • Tanya Izin Perusahaan, DPRD Haltim Datangi Dishut Malut

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Rapat Komisi III dengan Dinas Kehutnan Provinsi Maluku Utara

  • Halua Kenari, Sumber Pendapatan Ibu-ibu Suma

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Ibu Ainun (jilbab hijau) melepas tempurung kenari dari isinya dengan cara dipukul dengan batu

  • BMKG: Awas Banjir dan Angin Kencang Mengintai

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi (Stamet) Ternate mengingatkan warga di Provinsi Maluku Utara untuk mewaspadai perkembangan La Nina dengan   terjadinya hujan deras dan angin kencang beberapa hari ini. Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasdatin) Stamet Ternate Setyawan  menjelaskan,  sejak Kamis (26/11) lalu Stamet Ternate telah mengingatkan adanya perkembangan cuaca yang terjadi akibat dampak […]

expand_less