Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » 326 Peserta Ramaikan Mancing Mania Dies Natalis Unkhair

326 Peserta Ramaikan Mancing Mania Dies Natalis Unkhair

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 4 Jun 2021
  • visibility 352

Sebanyak 326 peserta Open Turnamen Mancing Mania Maluku Utara,  akan ramaikan lomba sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis Universitas Khairun Ternate ke 57. Peserta saat ini telah stand by dan sebagian menuju Kayoa Halmahera Selatan untuk mengikuti lomba.   Hingga Sabtu sore peserta masih bertambah dengan adanya registrasi peserta baru.

Ketua Panitia Dies Natalis Thamrin Ali Ibrahim  menjelaskan, sejak Sabtu (4/6/2021) siang  panitia telah dimobilisasi menuju Kayoa sebagai spot utama lomba mancing mania.  Dia bilang, lomba ini adalah bagian dari 19 item kegiatan dalam rangka dies natalis Unkhair. 

“Kami sementara menuju Kayoa  tepatnya di Desa Modayama sebagai titik star pembukaan Open Turnamen Mancing Mania  tersebut,” jelasnya saat dihubungi kabarpulau.co.id/  Jumat siang.

Dia bilang, para  pemancing juga saat ini telah berada di perairan Kepulauan Kayoa untuk  final registrasi  persiapan  pembukaan lomba  Sabtu (5/6/ 2021)  sekira  pukul 07.30  WIT akan di buka dan di lepas oleh Bupati Halmahera Selatan  Usman Sidk dan Rektor Unkhair  Profesor Dr Husen Alting.

 Thamrin jelaskan,  beragam peserta  mengikuti lomba ini. Dari nelayan, akademisi bahkan kepala daerah.

“Walikota Tidore adalah satu peserta mancing mania yang akan berkompetisi bersama 326 peserta mancing mania,”katanya.  Dia bilang lagi seluruh rangkaian kegiatan spektakuler ini  dipusatkan di Desa Modayama, Kecamatan Kayoa.

Kawasan laut Kayoa Halmahera Selatan

Dikatakan pelaksanaan open tournament mancing mania ini terbuka untuk umum. Semua masyarakat Maluku Utara atau di luar Maluku Utara terlibat dalam kegiatan  ini.  Lomba mancing ini  dipusatkan di spot mancing  dua kecamatan yakni Kayoa Utara dan Kayoa, Di  Halmahera Selatan, terdapat banyak  sebaran area atau spot mancing  dari Pulau Gunange, Pulau Laigoma, Pulau Siko, Pulau Gafi, Pulau Miskin, Pasi Karanjang, Spot Silai, Spot Gudang dan Spot Naneri Ake Jailolo Batu Atas

Menurutnya, hajatan ini akan direkomendasikan ke Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemda Halmahera Selatan untuk dijadikan event tahunan. Ini juga sebagai manifestasi dari upaya mempromosikan destinasi wisata bahari dan wisata mancing di Maluku Utara.

Mancing mania Maluku Utara ini akan menyediakan  bonus bagi pemenang dengan total nilai Rp 57 juta sebagai simbol usia Universitas Khairun.

Selain lomba mancing, panitia   juga akan melaksanakan   penyuluhan dan diskusi terfokus tentang pelestarian dan konservasi ekosistem mangrove dan terumbu karang.

“Kegiatan ini    hasil  kerja sama   Pemerintah Desa Modayama dan pemuda  untuk melaksanakan malam pagelaran seni dan budaya saat malam penerimaan hadiah dan bonus.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atasi Sampah, Malut Butuh PLTSa?

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 779
    • 1Komentar

    Sampah menjadi masalah paling serius. Tidak hanya di kota tetapi juga di  desa- desa di seluruh Indonesia. Dia menjadi masalah dan  sangat mengancam lingkungan dan manusia  terutama sampah plastic. Sampah  jenis ini   sulit terurai  sehingga dilakukan berbagai riset  untuk mengatasi  makin banyaknya sebaran di lingkungan darat maupun laut.   Ada sejumlah cara  mengatasi sampah ini […]

  • Akademisi: Ancaman Ekosistem Halmahera Serius

    • calendar_month Sel, 9 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Maluku Utara sebagai daerah kaya bahan mineral,   menjadi incaran investor asing. Baru baru ini pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Samsudin Abd Kadir menyampaikan bahwa investasi asing masuk ke Maluku Utara yang mengelola tambang, sudah menginvestasikan modalnya di atas 100 triliun. Angka ini dianggap sebagai sebuah keberhasilan menggenjot perekonomian Maluku Utara. Termasuk […]

  • Tanam Mangrove agar “Merdeka” dari Abrasi

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Cerita Aksi Komunitas Pencinta Mangrove Khatulistiwa Kawasan taman pemakaman umum (TPU) Desa Guruapin Kecamatan Kayoa Halmahera Selatan saat ini berada dalam  kondisi terancam. TPU yang berada di pantai  bagian barat desa itu, terancam abrasi cukup serius yang membuat pemakaman itu habis tersapu air. Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan itu, Komunitas Pecinta Mangrove Khatulistiwa  (KPMK) yang […]

  • Menelisik Implementasi Kota Jasa berbasis Agro-marine Kota Tidore Kepulauan

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Penulis M. Faizal Banapon, ST., MT Konsultan Perencanaan, Pengembangan Wilayah dan Kota Jum’at sore (15/02/19,) digelar diskusi publik  yang buat saya sebagai praktisi Perencanaan, dan Pengembangan Wilayah dan Kota cukup menarik perhatian. Diskusi itu memancing saya  memberikan opini ini. Poin dari diskusi tersebut mempertanyakan kinerja pencapaian Visi Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) Periode 2016 – […]

  • Bekali Aktivis Mahasiswa dan NGO dengan Pengorganisasian Masyarakat

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Forum Studi Halmahera (Foshal) Maluku Utara menggelar Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di kantor Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku utara  yang digelar  Sabtu (18/10/2025)  dan Jumat (19/10/2025). Pelatihan ini melibatkan  mahasiswa dan anggota lembaga   Walhi. Pelatihan   ini bertujuan memberikan penguatan kepada para aktivis mahasiswa dan anggota lembaga WALHI  memahami […]

  • Regenerasi Nelayan Terancam

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Nelayan Ikan Tuna Madapolo Pulau Bisa
    foto MDPI

expand_less