Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Tiga Isu Fokus ICMI untuk Masa Depan Malut

Tiga Isu Fokus ICMI untuk Masa Depan Malut

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
  • visibility 625

Ada banyak persoalan di bidang lingkungan yang menghantui dunia saat ini. Beberapa di antaranya  adalah dampak perubahan iklim (climate change) dan problem pangan. Sementara kepedulian public terhadap dua persoalan ini masih masih terbilang minim. Karena itulah  Organisasi Wilayah (ORWIL) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maluku Utara menjadikan dua isyu ini    didorong  ke tengah masyarakat dan pemerintah  agar diperhatian sekaligus menjadi core ketika membuat kebijakan.  Setidaknya hal ini, menjadi tema pembicaraan ketika Pengurus ICMI Malut bertandang ke Kedaton Kesultanan Tidore  dan bertemu langsung Sultan Tidore Husain Sjah pada Selasa (17/10/2023) lalu.

Ketua Orwil ICMI Malut Dr Kasman Ahmad bersama sekretaris Dr Herman Oesman dan beberapa pengurus saat  diskusi terbatas dengan Sultan di pendopo kedaton kesultanan Tidore, sebelum menghadiri pelantikan ICMI Kota Tidore Kepulauan,  menyampaikan bahwa  ada  sejumlah soal besar  terutama di bidang lingkungan sepertinya luput dari perhatian  para pihak. Karena itu ICMI  menjadikan masalah  tersebut sebagai konsen penting.

Bertepatan dengan kegiatan  ICMI Annual Meeting yang rencana dilaksanakan di Ternate  pada  26 sampai 28 November  nanti  dan dihadiri Orwil ICMI di seluruh Indonesia hal ini menjadi tema utama.   “Ada sejumlah isu besar tetapi kami fokuskan pada isyu lingkungan secara umum, isu perbahan iklim dan persoalan pangan. Ini  menjadi isyu utama didorong untuk dibahas dalam ICMI Annual Meeting nanti,” jelas Kasman.

Menurut dia, persoalan ini begitu serius terutama di Maluku Utara yang mayoritas berada di pulau pulau kecil. Sejumlah persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat di Halmahera, Obi dan pulau lainnya karena adanya eksploitasi tambang. Ini mesti menjadi perhatian serius semua pihak terutama ICMI yang berisikan insane intelektual.

Dia bilang, ada ancaman serius yang dihadapi masyarakat terutama soal air, kesehatan maupun social ekonomi yang akan semakin dirasakan.  Hal ini di masa depan akan semakin berat.  Karena itu perlu mendapat perhatian.  

Tidak itu saja, persoalan lain yang tidak kalah penting adalah dampak perubahan iklim yang begitu nyata terjadi. Bahkan sudah dirasakan masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. “Masalah  ini nyata di tengah tengah kita,” ujarnya.  

Masalah perubahan iklim yang dihadapi masyarakat di Pulau kecil cukup nyata. Gelombang yang menghantam berbulan bulan menyulitkan warga di Pulau Mayau Kecamatan Batang Dua ini kadang sulit bepergian dengan kapal. foto M Ichi

Ketiga yang tidak kalah penting dihadapi Indonesia dan dunia saat adalah persoalan pangan. Hari hari ini karena persoalan pangan, misalnya  beras mahal lalu pemerintah meminta masyarakat mengkonsumsi pisang, sagu maupun pangan lainnya.

“Ini adalah fakta yang hari ini tidak bisa  kita nafikan. Karena itulah sudah saatnya semua pihak perlu didorong agar lebih peduli pada soal ini.  Maluku Utara yang wilayahnya berada di pulau pulau kecil menghadapi tiga problem itu sekaligus.  Keterancamannya cukup serius,” jelasnya.

Soal pangan misalnya, pulau pulau tidak punya cadangan pangan cukup saat menghadapi peristiwa ekstrem. Harapannya Halmahera tetapi ketika lahan lahan produktif petani sudah dikuasai tambang   maka harapan agar petani bisa menanam tidak bisa lagi.

Di tempat yang sama Sultan  Husain Sjah, berbicara soal penyelamatan lingkungan di Maluku Utara. Dia sedikit menyentil soal nasib Halmahera di masa depan. Terutama dampak tambang terhadap masyarakat dan lingkungan  yang mereka tinggali. Dia bilang, ada masalah strategis terkait lingkungan di Halmahera dan beberapa pulau lainnya yang perlu diberi perhatian. Dia juga  menyentil soal suara suara untuk kembali memekarkan Halmahera menjadi provinsi. “Silakan itu hak semua orang tetapi perlu memperhatikan persoalan stratagis lingkungan di Pulau Halmahera. Per hari hari ini persoalan tanah, air dan banyak masalah social dihadapi masyarakat. Saya tantang mereka yang teriak teriak itu apa tidak punya izin-izin tambang,” katanya.

Diskusi yang berlangsung kurang lebih satu jam itu turut membahas politik electoral terutama Pemilu 2024  yang semakin dekat. Usai diskusi tersebut kegiatan ICMI dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus ICMI Kota Tidore Kepulauan yang dipimpin Orwil ICMI Maluku Utara. ICMI Kota Tidore Kepulauan dinakhodai oleh Yusuf Kamis yang juga dosen ISIPOL di Unversitas Nuku Tidore. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Mana Kenari Makean Berasal ?

    • calendar_month Kam, 3 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    Isi kenari yang ditelah dipisahka dari cankangnya/ foto mahmud Ichi

  • Wilayah Kelola Hutan Oleh KPH Bertambah

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 942
    • 1Komentar

    BPHP- KPH  Bahas Update  Peta Arahan HP-HL di Malut  Arahan pemanfaatan hutan produksi- hutan lindung mulai dibahas. Pembahasan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah XIV Ambon itu, dilaksanakan di hotel Muara Ternate, Kamis (24/3/2022). BPHP yang membawahi wilayah Maluku dan Maluku Utara membahasnya  dengan  gelar Focus Discussion Group […]

  • Mtu Mya Halteng, Destinasi Eksotis yang Terancam Abrasi

    • calendar_month Ming, 17 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 872
    • 0Komentar

    Hamparan pasir putih menghiasi pulau kecil berukuran sekira 70  meter  persegi itu. Di kiri kanannya terlihat  laut biru tosque dan terumbu karang yang sebagian sudah mulai mulai mati. Pulau tersebut tak lagi berpohon. Pohon yang dulu rindang dan tumbuh lebat di ekosistem pantai ini, telah mati. Baru ada beberapa pohon ditanam kembali oleh warga dan […]

  • Waspada Bahaya Di Balik Curah Hujan Ekstrim

    Waspada Bahaya Di Balik Curah Hujan Ekstrim

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Penulis: Mohamamd Ridwan Lessy (Dosen Ilmu kelautan dan Plt Ketua Forum PRB Kota Ternate) Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur Kota Ternate sepanjang beberapa hari belakangn ini, dengan potensi peningkatan curah hujan pada sore hingga malam hari yang disertai petir dan angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah […]

  • Krisis Iklim Berdampak Serius bagi Anak Indonesia

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Save The Children-KLHK-AJI Usung Aksi  Generasi  Iklim Laporan global Save the Children “Born into the Climate Crisis” dan dirilis  September 2021 menjelaskan, krisis iklim di Indonesia membawa dampak nyata dan dirasakan oleh anak-anak saat ini. Anak-anak di Indonesia yang lahir tahun 2020 berisiko menghadapi 3 kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, 2 kali […]

  • Ini Rekomendasi untuk Selamatkan Pulau Hiri

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Embung Hiri Perlu Dievaluasi Sebelum Muncul Masalah Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Moloku Kie Raha (FKDAS-MKR) Provinsi Maluku Utara merekomendasikan kepada pemerintah daerah Kota Ternate  dan pihak terkait perlu mengevaluasi embung air hujan yang  sudah dibangun di Pulau Hiri. Embung Hiri adalah salah satu poin penting dari 10 rekomendasi yang dikeluarkan FORDAS MKR untuk […]

expand_less