Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BMKG: Potensi Cuaca Laut  Ekstrem Terjadi  Desember hingga Februari

BMKG: Potensi Cuaca Laut  Ekstrem Terjadi  Desember hingga Februari

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 5 Des 2025
  • visibility 639

Terjadi Merata, Termasuk di Laut Halmahera dan Laut Maluku   

Laut Halmahera dan laut Maluku yang berada di wilayah laut Maluku Utara masuk dalam potensi cuaca laut ekstrem yang terjadi Desember ini,Januari hingga Februari mendatang.

Setidaknya peringatan  kondisi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kamis (4/11/2025). Dalam rilisnya  BMKG mengeluarkan peringatan cuaca laut ekstrem di periaran Indonesia termasuk di wilayah laut Maluku Utara. BMKG mengingatkan bahwa periode Desember, Januari, hingga Februari (DJF), gelombang tinggi akan lebih intens di wilayah Indonesia.

Berbagai fenomena atmosfer diperkirakan membuat gelombang laut meningkat dan kondisi perairan menjadi lebih bergejolak.

BMKG menyampaikan, selain curah hujan tinggi, secara klimatologis gelombang tinggi pada periode Desember-Februari cenderung lebih besar dibandingkan bulan lainnya.

Kondisi ini mempengaruhi perubahan pola angin muson dan interaksi berbagai fenomena atmosfer.

Pada bulan Desember, menurut BMKG monsun Asia akan mulai “pemanasan”.

Pola angin dari Laut China Selatan hingga perairan Kepulauan Natuna menunjukkan peningkatan dengan kecepatan lebih dari 18 km/jam (>10 knot). Namun, di wilayah perairan seperti Selat Karimata, Laut Jawa, dan Laut Banda, kecepatan angin masih relatif lemah di kisaran 11–18 km/jam (6–10 knot).

Dorongan angin yang belum maksimal membuat gelombang tinggi di area ini tetap rendah, umumnya di bawah 1 meter. Lalu, pada bulan Januari menjadi fase puncak monsun Asia.

Masih menurut BMKG, embusan angin tidak hanya lebih kuat. Tetapi juga merata di hampir seluruh wilayah perairan seperti Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Maluku, Laut Halmahera, dan Laut Banda.

Adapun kecepatan angin meningkat hingga lebih dari 18,5 km/jam (>10 knot). Kondisi ini berdampak pada:

– Tinggi gelombang naik hingga lebih dari 1 meter

– Laut menjadi lebih bergejolak dan potensi bahaya pelayaran meningkat

BMKG juga mengimbau pelaku kegiatan laut. Termasuk nelayan dan operator transportasi laut, untuk lebih waspada pada periode ini.

Memasuki Februari, monsun Asia mulai melemah. Kecepatan angin di perairan dalam kembali turun ke kisaran 7–18 km/jam (4–10 knot). Penurunan itu menyebabkan gelombang di banyak wilayah menurun.

Namun perairan yang berhubungan langsung dengan samudra terbuka, seperti Laut Sulawesi, Laut Halmahera, Laut Sawu, serta perairan Kepulauan Tanimbar masih mengalami gelombang di atas 0,75 meter. Gelombang di wilayah tersebut belum sepenuhnya mereda.

BMKG menjelaskan bahwa dinamika cuaca dan laut Indonesia mempengaruhi kombinasi fenomena atmosfer dalam skala besar hingga lokal. Diantaranya:

– ENSO (El Niño–Southern Oscillation)

– Indian Ocean Dipole (IOD)

– Madden Julian Oscillation (MJO)

– Gelombang Kelvin dan Rossby

– Angin darat–laut (harian)

– Cold surge, Borneo pusaran, dan siklon tropis

Kondisi geografis Indonesia, dengan ribuan pulau serta ratusan gunung dan lembah juga membuat arah angin sering berbelok. Lalu menciptakan pola angin lokal yang kompleks dan berpengaruh pada karakter gelombang.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut, termasuk nelayan, operator transportasi, dan wisata bahari, agar selalu memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini. Cuaca laut yang lebih aktif pada periode Desember-Februari perlu diantisipasi untuk mencegah risiko kecelakaan dan kerugian.(*)

Sumber:RRI online

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abnaulkhairaat Buka Posko Bantuan Bencana

    • calendar_month Sen, 18 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Harap Para Donatur Salurkan Bantuan Lewat Posko Ini Menyikapi kondisi bencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Halmahera Utara, para alumni lembaga pendidikan Alkahiraat atau lebih dikenal dengan Abnaulkhairaat Maluku Utara langsung mengambil langkah cepat. Para abnaulkhairaat  langsung  gerak cepat membuat posko penggalangan dana bantuan untuk korban bencana  banjir itu. Pembentukan Posko  itu […]

  • BMKG: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 750
    • 2Komentar

    ilustrasi: kondisi gelombang besar yang menghantam pantai sulamadaha.foto wawan ilyas

  • Kelola Hutan Bersama Masyarakat Bermanfaat Bagi Kelestarian

    • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Sumber daya hutan telah terbukti memberikan kehidupan dan sumber penghidupan bagi semua. Selain manfaat jangka pendek berupa kayu, hutan juga memberikan manfaat jangka panjang yang sangat beragam, seperti sumber tanaman obat-obatan, jasa lingkungan air, iklim mikro, mikroba, jamur, penjaga keseimbangan air permukaan-air tanah, menjaga kesuburan lahan, pencegahan banjir, tanah longsor, habitat satwa liar, yang mewakili […]

  • Kebun Sagu Dijual, Cadangan Pangan Warga Sagea Hilang (1)

    • calendar_month Ming, 7 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 985
    • 0Komentar

    Rintik hujan pada Minggu (26/11/2023) sekira pukul 17.00 WIT itu, tak menyurutkan semangat Abdurahman Jabir (50) dan Anwar Ismail (67). Keduanya bahu membahu dengan kedua tangan, mengangkat tepung sagu yang telah mengendap di dalam perahu–wadah penampung perasan pokok sagu.  Tepung terisi dalam tiga karung besar hasil perasan  empulur setengah batang pohon sagu, yang panjangnya kurang […]

  • Isu Kelautan dan Perikanan Tak Disentuh Saat Debat Cawapres

    Isu Kelautan dan Perikanan Tak Disentuh Saat Debat Cawapres

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 839
    • 0Komentar

    WALHI: Regulasi Abaikan Wilayah Tangkap Nelayan Tradisional   Putaran empat debat Calon Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029  telah berakhir Minggu (21/1/2024) lalu. Banyak persoalan lingkungan diungkap ketiga Cawapres  dalam debat. Sayang, tidak ada satu pun  menyinggung langsung masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Padahal  tempat tinggalnya rentan tenggelam karena kenaikan muka air laut. Perspektif para […]

  • Tubagus Soleh Ahmadi Calon Direktur Eksekutif Nasional WALHI

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 1.028
    • 18Komentar

    Keputusan ini Karena Amanah Perjuangan Kolektif Tubagus Soleh Ahmadi atau yang biasa disapa Bagus resmi ditetapkan sebagai salah satu Calon Direktur Eksekutif Nasional WALHI periode 2025–2029. Penetapan ini  melalui Surat Keputusan Panitia Pengarah PNLH XIV WALHI Nomor: 07/PP/PNLH-XIV/VIII/2025 tertanggal 15 Agustus 2025. Setelah lolos seluruh tahapan seleksi, termasuk verifikasi administrasi, uji publik, dan uji kompetensi. […]

expand_less