Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Peringati Kemerdekaan dengan Tanam Pohon

Peringati Kemerdekaan dengan Tanam Pohon

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 15 Agu 2020
  • visibility 282

Warga Buat Komitmen Jaga Alam dan Kali Bersih

Beragam cara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia  RI ke 75 17 Agustus 1945. Salah satunya dengan menanam pohon di sempadan sungai.  Sementara   warga di mana lokasi penanaman berada,  membuat  komitmen tertulis bersama dengan pemerintah desa   menjaga alam desa termasuk  kali agar airnya tetap bersih.

Diinisiasi  Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (ForDAS)   Dukono Kabupaten Halmahera Utara,   bekerja sama dengan Pemerintah  Kabupaten Halmahera Utara dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung  (BPDASHL)  Maluku Utara Ake Malamo Jumat (14/8).

Mereka melakukan  kegiatan penanaman pohon bersama di Sempadan Sungai Desa Kali Upa, Tobelo Selatan tepi jalan dan pekarangan warga.  Asisten I Sekda Halut mewakili Bupati Halut turut serta dan diramaikan  pemerintah daerah,  akademisi bersama warga desa setampat. Sekretaris Fordas Dukono Radios Simanjutak menjelaskan  tujuan penanaman ini  adalah merawat  fungsi ekologis bantaran sungai Kali Upa  melalui penanaman pohon. Kedua membangun  kemitraan dan sinergitas  para pihak  untuk mewujudkan role model  desa dan sungai perkotaan yang ramah lingkungan. Sementara  pohon yang ditanam secara keseluruhan ada 3000 anakanterdiri dari matoa dan  rambutan  serta mangga dan tebubaya.500 pohon hias tebubaya ditanam di jalan-jalan  desa kali upa  dan 500 pohon  mangga dan rambutan okulasi  ditanam di pekarangan  rumah.  1000 pohon ditanam di sempadan sungai

Sebelumnya Forum DAS Dukono bersama Pemkab Halut juga menyelenggarakan FGD Penyusunan Rencana Pengelolaan Danau (RPD) Galela. RPD ini digelar karena Danau Galela  telah diajukan oleh Bupati Halmahera Utara sebagai Danau Prioritas Nasional II ke Kementerian LHK untuk dikembangkan ke program Pengendalian Kerusakan Perairan Darat (PKPD). Bupati juga telah menyusun Pokja Pengelolaan Danau Galela di akhir 2019.

Sekadar informasiKali Upa merupakan desa yang berada di Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara. Penduduk Desa Kali Upa berjumlah 684 jiwa atau 184 kepala keluarga dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Desa ini memiliki sejumlah kekayaan keanekaragaman ekosistem alam, meliputi ekosistem hutan dataran rendah, sungai, mangrove, terumbu karang dan padang lamun. Berada dalam lokasi pinggiran kota Tobelo, potensi keanekaragaman ekosistem yang ada menghadapi tantangan saat ini dan kedepannya. Pertambahan jumlah penduduk yang akan diikuti dengan perluasan pemukiman serta pembangunan sejumlah infrastruktur pengembangan wilayah akan rentan menyebabkan degradasi terhadap ekosistem alam yang ada. Bentuk-bentuk degradasi ekosistem yang ada telah terjadi seperti penyempitan badan sungai dan kerusakan hutan mangrove. Oleh karenanya, penting dibangun kesadaran masyarakat Desa Kali Upa untuk menjaga lingkungan dan ekosistem yang ada dengan dukungan kemitraan para pihak.” Berangkat dari pemikiran tersebut di atas, Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FORDAS) ‘Dukono  Halmahera Utara bersama Pemerintah Desa Kali Upa, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Ake Malamo dan Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera melaksanakan Penanaman Bantaran Sungai/Kali Upa. Selain itu ada juga   Dialog dengan tema “Membangun Kali Upa Sebagai Desa Yang Ramah Lingkungan,” jelas Radios . Kegiatan ini   juga  bagian dari menyambut  HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun.

Sebelumnya,  pemerintah dan masyarakat desa Kali Upa membuat komitmen bersama secara tertulis yang isinya mewujudkan desa yang ramah lingkungan,  membangun perkampungan yang asri, sungai yang jernih dan pantai yang bersih. Mereka juga berkomitmen bekerjasama satu sama lain dilandasi keskhlasan untuk merawat alam secara baik. Komitmen diserahkan dan dibacakan bersama oleh warga. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikan dan Manusia di Teluk  Weda Tercemar Logam  Berbahaya      1:24 Play Button

    Ikan dan Manusia di Teluk Weda Tercemar Logam Berbahaya     

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2.269
    • 0Komentar

    Ini Hasil Riset Nexus3 Foundation dan Universitas Tadulako       Nexus3 Foundation bersama Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah merilis laporan penelitian mengenai status lingkungan dan human biomonitoring  di daerah Teluk Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Wilayah ini menjadi tempat pengambilan sampel karena   menjadi salah satu sentra industri nikel di Indonesia.    Nexus3  Foundation Nexus for […]

  • BMKG: Potensi Cuaca Laut  Ekstrem Terjadi  Desember hingga Februari

    BMKG: Potensi Cuaca Laut  Ekstrem Terjadi  Desember hingga Februari

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Terjadi Merata, Termasuk di Laut Halmahera dan Laut Maluku    Laut Halmahera dan laut Maluku yang berada di wilayah laut Maluku Utara masuk dalam potensi cuaca laut ekstrem yang terjadi Desember ini,Januari hingga Februari mendatang. Setidaknya peringatan  kondisi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kamis (4/11/2025). Dalam rilisnya  BMKG mengeluarkan peringatan cuaca laut […]

  • Potensi Geothermal Idamdehe Halmahera Barat  

    • calendar_month Sen, 3 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 541
    • 1Komentar

    Bisakah Menjawab Masalah Listrik di Malut? Potensi Geothermal Idamdehe Jailolo Halmahera Barat   Menjawab Masalah Listrik  di  Malut? Provinsi Maluku Utara memiliki luas wilayah mencapai 145.801,10 km² terdiri dari lautan 113.796,53 km² (69,08 persen) dan luas daratan 32.004,57 km² (30,92 persen). Provinsi   ini memiliki 10 Kota/Kabupaten yaitu Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, […]

  • Perampasan Ruang Laut Marak, BRIN Ajak Kolaborasi Keilmuan

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 553
    • 1Komentar

    Beberapa dekade terakhir, pesisir dan laut menjadi arena perebutan kepentingan yang tidak seimbang antara pemegang kuasa ekonomi-politik dan komunitas pesisir yang menggantungkan hidupnya dari laut. Fenomena ini dikenal sebagai coastal and marine grabbing – praktik perampasan ruang laut. Berapa besar dampak bagi komunitas tempatan dan ekosistem pesisir dan laut saat ini? Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan […]

  • KPK: Kampus Harusnya Kawal Perusahaan Tambang

    • calendar_month Rab, 17 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 367
    • 2Komentar

    Sungai Wale di Halmahera Tengah yang terkontaminasi lumpur kerukan tambang PT BPN beberapa waktu lalu. foto M Ichi

  • JETP Tak Boleh Abaikan Energi Terbarukan Berbasis Komunitas

    • calendar_month Rab, 16 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Rabu (16/8/2023) pemerintah mengumumkan rencana investasi transisi energi yang dibiayai oleh skema Just Energy Transition Partnership (JETP). Skema ini adalah bentuk Kemitraan Transisi Energi Indonesia yang Adil  melalui kesepakatan senilai 20 miliar dolar untuk mendekarbonisasi ekonomi bertenaga batu bara Indonesia, yang diluncurkan 15 November 2022 di KTT G20.  Seperti diketahui bersama, Indonesia menerima komitmen pendanaan […]

expand_less