Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Sampah Plastik di Laut Malut Menghawatirkan

Sampah Plastik di Laut Malut Menghawatirkan

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 16 Nov 2020
  • visibility 300

Sampah plastik yang masuk ke laut sudah sangat memprihatinkan. Ketika datang musim hujan berton- ton sampah termasuk plastik  masuk ke laut. Sampah  yang berasal dari barangka (kali mati,red) dan saluran drainase menuju laut terbilang sangat banyak.

Jumat (30/10/2020) pagi lalu misalnya, ketika   hujan di daerah hulu  sekira 30 menit, sampah sudah memenuhi kawasan laut Pelabuhan Bastiong. Sampah sampah itu turun ke laut  dibawa banjir, dicurigai berasal dari rumah- rumah warga yang berada tidak jauh dari kali mati dan barangka di daerah hulu. 

Hamparan sampah yang menghiasi laut Halmahera foto/m ichi

Wartawan media ini melihat langsung sampah yang masuk ke laut pagi itu. Saat hendak ke Pulau Makian  Halmahera Selatan  untuk tugas liputan,  dan  saat itu menunggu kapal  berangkat, tiba-tiba  banjir sampah datang  memenuhi   kawasan laut tersebut.  Banyak penumpang  kapal melihat kejadian ini turut prihatin dan angkat bicara. Mereka, menganggap  kesadaran warga kota masih rendah  dalam  penanganan sampah.  “Tidak sadar dorang ini (mereka,rd)  yang tinggal di pinggir barangka (kali mati, red). Mereka buang sampah ke barangka ahirnya ketika datang hujan, sampah dibawa banjir dan mengotori laut,” komentar Mahmud Tawari  penumpang kapal Lola Jaya asal Tahane Makean Pulau. Dia bilang kesadaran yang rendah  membuat laut dan darat dipenuhi sampah.

Selasa (9/11/2020) pekan  lalu ketika dalam perjalanan dari Gane Barat  ke Ternate dengan kapal menyaksikan   laut di depan pulau Tidore dan  Halmahera  sepanjang mata memandang terlihat sampah plastic terhampar menghiasi laut. Sampah-sampah itu terhampar seluas dua kali lapangan sepak bola.  Diduga kuat sampah-sampah ini   kiriman dari Ternate dan Tidore  usai banjir.

Mirisnya, kondisi sampah plastic di laut Ternate dan Tidore ini belum menjadi perhatian semua pihak untuk diperangi. Hingga kini sampah masih bebas dibuang di barangka dan masuk ke saluran drainase.

Pemerintah Kota Ternate melalui Kabid Persampahan Dinas Lingkuhan Hidup Kota Ternate, Yus Karim  mengaku dari 80 ton sampah yang diproduksi  warga kota, setiap hari, sekira 20 ton tidak terangkut. Akhirnya masuk ke  barangka dan saluran air atau drainase.  Produksi sampah tiap saat terus meningkat karena penduduk Kota Ternate  terus bertambah. Volume sampah  2017- 2019 mencapai 60-65 Ton per hari dan pada 2020 meningkat 80  ton per hari.

Sampah di laut kawasan Pelabuhan Bastiong usai banjir

Kategori sampah bervariasi, antara lain sampah rumah tangga, sampah tak terduga, sampah daur ulang dan lainya. Pengangkutan sampah memang dalam satu hari dilakukan rutin dua kali pengangkutan. Dalam satu minggu bisa 12 kali.  Meski demikian tidak bisa teratasi secara keseluruhan.  

Produksi   sampah semakin banyak, sementara dari sisi  armada  terbatas. Mobil angkut yang melayani  hanya ada 6 unit mobil armroll, 18 unit dump truk , dan 6 unit pick up jenis L300.  Artinya  fasilitas yang dibutuhkan masih sangat minim.

Soal sampah yang masuk ke laut ini menjadi masalah tersendiri. Yang paling dirasakan dampaknya adalah alat transportasi laut terutama speedboat dan kapal.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara  Armin Zakaria belum lama ini di Sofifi mengaku, ikut gerah dengan sampah plastic di laut ini. Sebenarnya ini persoalan serius dihadapi Maluku Utara. Dia bilang sampah plastik   tersebar di tepi pantai  dan bantaran kali mati. Sampahnya  sangat banyak. Karena itu ketika turun hujan  dan terjadi banjir, langsung dibawa ke laut sehingga ikut mengancam transportasi laut. “Kita perlu mencontoh daerah lain seperti Labuan Bajo Pulau Komodo, sampah plastik itu didaur ulang. Ada perusahaan air mineral danone  membeli botol botol bekas yang digunakan  para wisatawan untuk minum  langsung diolah kembali,”katanya.

Beragam sampah yang menghiasi laut Halmahera foto/michi

Dia bilang, banyak dampak sampah plastik. Baik terhadap transportasi maupun biota laut.  Sudah banyak sekali kejadian akibat sampah. Misalnya karung plastic yang melingkari mesin speedboat. Ini sangat membahayakan keselamatan.  Masalah ini jika terus dibiarkan  akan mengancam  masa depan laut ini. Masalah ini kata dia bagi orang kebanyakan mungkin dianggap biasa saja. Padahal dampaknya  sangat mengkhawatirkan, terutama untuk transportasi laut dan  biota yang memakan sampah plastik.  Karena masalah ini dia meminta mereka yang bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah agar tidak lupa memasukan isu ini,  sebagai salah satu program yang mesti ikut didorong.  Dia bilang, sampah- sampah ini memang sumber utamanya dari warga Kota di Pulau Ternate  kemudian itu dikirim ke laut  dan terdampar ke mana-mana. Akhirnya  pulau lain di Maluku Utara juga ikut terkena imbas. Dia berharap ada perhatian serius dari pemerintah kota menyangkut persoalan ini. Jika tidak dan dibiarkan terus menerus, maka  sampah plastik dan ancamannya terhadap laut semakin mengkhawatirkan. “Kita perlu gerakan yang massif  mengatasi masalah ini, didukung dengan regulasi berupa Perda mengatur  sampah plastik ini,” katanya.

Maluku Utara yang juga daerah kepulauan didorong pariwisatanya. Sementara banyak wisatwan datang mengeluhkan banyaknya sampah plastic di laut. Karena kondisi ini  dia lantas mengimbau pemilik transportasi kapal  menyiapkan tempat sampah di atas kapal. Terutama  transportasi antar pulau.

 “Kami segera membuat imbauan untuk pemilik speedboat dan kapal antarpulau menyiapkan tempat sampah  di kapal mereka,”jelas Armin. (*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • JETP Tak Boleh Abaikan Energi Terbarukan Berbasis Komunitas

    • calendar_month Rab, 16 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Rabu (16/8/2023) pemerintah mengumumkan rencana investasi transisi energi yang dibiayai oleh skema Just Energy Transition Partnership (JETP). Skema ini adalah bentuk Kemitraan Transisi Energi Indonesia yang Adil  melalui kesepakatan senilai 20 miliar dolar untuk mendekarbonisasi ekonomi bertenaga batu bara Indonesia, yang diluncurkan 15 November 2022 di KTT G20.  Seperti diketahui bersama, Indonesia menerima komitmen pendanaan […]

  • Banjir Sumatera: Krisis Iklim yang Menuntut Aksi Nyata

    Banjir Sumatera: Krisis Iklim yang Menuntut Aksi Nyata

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Krisis iklim menghantam  Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Per 3 Desember 2025: 3,3 juta orang terdampak, 753 tewas, 600 hilang, 2 juta orang mengungsi. Kerugian materiil mencapai Rp 68,67 triliun (CELIOS). Bantuan sulit masuk karena akses logistik terputus. Cyclone Senyar yang terjadi di Selat Malaka pada saat bencana terjadi merupakan fenomena langka di garis katulistiwa dan […]

  • Dua Masalah di Tiga Pulau Halmahera Selatan   

    • calendar_month Jum, 11 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 540
    • 3Komentar

    Transportasi Tak  Aman, Energi Terbarukan Tak Terurus Jika Anda berangkat menuju  bagian Selatan Halmahera Maluku Utara, menuju  gugusan pulau Guraici,  Moari dan Kasiruta maka akan menyinggahi kampong- kampong di pulau tersebut.  Akhir Juli 2023 tepatnya 25 hingga 1 Agustus lalu kabarpulau.co.id/  mendatangi  beberapa pulau di kawasan itu, dalam satu tugas liputan mengenai pemanfaatan sumberdaya energy […]

  • Pulau Mitita Surganya Hiu Sirip Hitam

    • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 457
    • 1Komentar

    Kabupaten Pulau Morotai memiliki 33 pulau kecil yang mengelilinginya. Pulau yang tidak berpenghuni berjumlah 26  dan yang berpenghuni   7 pulau. Pulau  yang berpenghuni adalah pulau Morotai (main island), pulau Kolorai, pulau Ngele-ngele kecil, pulau Ngele-ngele besar pulau Golo-golo, pulau Rao, dan pulau Saminyamau. Tahun 2014, Presiden Jokowi menetapkan Pulau Morotai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata […]

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (2)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (2)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Nelayan Terancam di Laut,  Hasil Tangkapan Makin Menurun Gafur Kaboli (59) tahun sudah dua hari tidak melaut. Ditemui Selasa (25/11/2025) sekira pukul 12.20 WIT di rumahnya di Kelurahan Jambula Kota Ternate Selatan, dia mengaku  istrahat mengingat cuaca tidak menentu. Dia bercerita jika aktivitas melaut para nelayan Kota Ternate saat ini sangat beresiko karena cuaca yang […]

  • Mangrove Mangga Dua Ternate Nasibmu Kini

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Kondisi terakhir mangrove di Mangga Dua yang digusur dan direklamasi untuk kepentingan bisnis

expand_less