Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Kembangkan Kreativitas Anak dan Perkenalkan Sumber Air dengan Mewarnai

Kembangkan Kreativitas Anak dan Perkenalkan Sumber Air dengan Mewarnai

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
  • visibility 662

Memperingati Hari Air Sedunia World Water Day (WWD) yang jatuh pada 22 Maret 2022 nanti, dilakukan berbagai  kegiatan. Salah satunya melalui lomba. Komunitas Save Ake Gaale Kelurahan Sangaji bersama pemuda di lingkungan Ake Gaale bersama PAUD Ake Gaale menggelar lomba mewarnai Sabtu (19/3/2022). Lomba ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Air Sedunia 2022 yang mengangkat Tema Menjaga dan melestarikan Air Tanah.

Kegiatan ini  setiap tahun diperingati warga Ake Gaale sebagai bagian dari upaya  memperkenalkan dan menjaga sumber air tanah yang ada di  Sangaji Kota Ternate Utara. Mereka menggelar lomba ini juga dengan tujuan selain mengembangkan kreatifitas anak, juga  ingin memperkenalkan sejak dini kepada anak anak,   sumber air Ake Gaale dan pentingnya menjaga sumber air bagi kehidupan manusia.  

“Untuk anak-anak, ini cara mengembangkan kreatifitas mereka sekaligus  memperkenalkan   pentingnya air bagi kehidupan. Lomba mewarnai ini diikuti  anak anak  yang berasal dari TK dan PAUD  di Kota Ternate.” kata Ketua Pemuda Ake Gaale Asmit S Abubakar.

Sementara sesaat sebelum lomba dimulai, anak anak ini diperkenalkan  sumber mata air Ake Gaale dan  manfaat air bagi kehidupan manusia. Mulai dari makan mandi mencuci hingga berbagai kebutuhan lain dalam menjalankan kehidupan.  

Lomba  ini  diikuti  72 peserta  dari beberapa PAUD di Kota Ternate. Sementara    untuk hasil  lomba yang berhasil meraih juara 1  adalah anak dari PAUD  Pembina 8, Juara 2  PAUD  Vellya dan juara 3 PAUD  Khalifa. Harapan 1 PAUD  Aisyiyah 1,  Harapan 2 PAUD Alkhaerat Kalumpang, Harapan 3 PAUD  Ake Gaale.  Para juara  lomba mewarnai ini mendapatkan tropi dan hadiah menarik dari  sponsorship.(*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Orang Tobaru Tanam Padi Lokal

    • calendar_month Sab, 6 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    Dua karung gabah teronggok di dapur Yosep Ugu (60). Gabah kering itu rencana diolah menggunakan mesin penggilingan padi di desa setempat.  Gabah padi   telah lama dikeringkan, tersimpan dalam karung dan baru dibawa ke kampung  sehari sebelumnya. “Di dalam gabah padi ini,  ada banyak jenis ikut tercampur. Ini sisa panen tahun lalu dan sampai sekarang belum  […]

  • Kuso Endemik Ternate, Terus Diburu untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 1.245
    • 2Komentar

    Perburuan kuso mata biru yang juga salah satu hewan endemic pulau Ternate,  benar- benar massive. Akibatnya  hewan bermata unik ini semakin sulit ditemukan. Pengakuan sejumlah warga di Pulau Ternate yang bertempat tinggal di kawasan barat  pulau, menjelaskan bahwa kuso  ini sudah jarang terlihat sekarang. Jaib Sadek warga Sulamadaha Kota Ternate mengaku, dulu  hamper setiap saat […]

  • Bangun Desa Harus Dimulai dari Tata Ruang

    • calendar_month Rab, 2 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Membangun sumber sumber pangan desa. jga butuh tata ruang desa. foto mahmud ichi

  • KPK Ingatkan Kepala Daerah di Malut Tak Korupsi

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 588
    • 1Komentar

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengingatkan  seluruh kepala daerah Gubernur dan Bupati serta Wali Kota di Maluku Utara (Malut) untuk  memelihara integritas dan nama baik selama maupun setelah menjabat. Menurut Alex, nama baik dan kebanggaan dalam memelihara integritas akan abadi lintas generasi. Demikian disampaikan Alex dalam Rapat Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Provinsi […]

  • Kayu Besi di Hutan Halmahera yang Terancam  

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 1.320
    • 0Komentar

    Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena kekerasannya, di wilayah Maluku, Maluku Utara  dan Papua barat  juga dinamai  kayu besi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan peraturan yang dikhawatirkan mengancam keanekaragaman hayati dan ekologi hutan. Melalui Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 […]

  • Tak Ada Zonasi Wilayah jadi Problem Ekowisata

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 739
    • 0Komentar

    Kawasan ekowisata Taman Love di puncak Moya dikuatirkan memunculkan masalah baru soal keterbukaan akses yang bisa memicu ikutya pemukiman ke kawasan ini yang masuk kawasan rawan bencana III.

expand_less