Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Riset Kehati dan Lingkungan BRIN–UNIERA Kolaborasi

Riset Kehati dan Lingkungan BRIN–UNIERA Kolaborasi

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
  • visibility 328

Maluku Utara merupakan bagian dari Kawasan Wallacea yang mempunyai keanekaragaman hayati (kehati) dan endemisitas yang tinggi. Karena kekayaan yang dimiliki tersebut   Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) dan Lembaga Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) Universitas Halmahera (UNIRA) sepakat untuk menjalin kolaborasi.

Kerjasama itu dalam bentuk  Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Konservasi dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati, dan Penanganan Permasalahan Lingkungan Hidup serta Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Maluku Utara. Penandatangan kerja sama itu telah dilaksanakan pada Rabu (17/1/2024)  lalu di Cibinong, Bogor. 

Sebagaimana rilis resmi yang dikeluarkan oleh BRIN belum lama ini,  Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN, Anang Setiawan Achmadi mengatakan, penandatangan kerja sama dengan Universitas Halmahera menjadi  titik awal  memulai kolaborasi mengungkap potensi alam Halmahera. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memberi perhatian secara khusus dengan terbitnya Inpres No. 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dalam Pembangunan Berkelanjutan. 

Kerja sama ini menyangkut penelitian dan pengembangan untuk mendukung implementasi kebijakan, khususnya terkait konservasi, pengelolaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang lestari, serta penyelesaian masalah lingkungan hidup di Maluku Utara khususnya Halmahera Utara, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Halmahera memiliki Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang dari sisi keanekaragaman hayati luar biasa, tapi tetap menjaga konservasi. Kami harap seluruh tim dapat mengungkap topik-topik riset yang terkait ruang lingkup dan masih ada beberapa suku asli, jadi banyak aspek riset yang betul-betul digali. Semoga MOU dan PKS berjalan lancar dan menghasilkan kualitas riset yang baik dan berkelanjutan,” jelas Anang.

Di sisi lain, Anang juga melihat dari segi capacity building, mahasiswa UNIRA dapat dibantu pendampingan dari BRIN. Misalnya untuk pembimbingan penelitian skripsi atau tesis. “Kita ada beberapa skema di Direktorat Manajemen Talenta, seperti Research Asistant, Visiting Research, Post Doctoral. Dan juga kalau ada yang ingin melanjutkan S2 dan S3 ada program Degree by Research,” jelas Anang.

Sementara  Bayu Achil Sadjab dari LPPMP UNIRA, mengatakan  kerja sama telah dirintis sekitar 6 bulan. Prosesnya dimulai dari penyusunan KAK bersama, pengajuan PKS sampai penandatanganan MOU 16 November 2023. 

Sebagian hutan Halmahera tepatnya di-kawasan-TNAL-yang-masih-terlindungi menyimpan banyak Kehati, Foto-Opan-Jacky.

“Ini merupakan PKS pertama kali antara BRIN dengan UNIRA. Kerja sama ini merupakan kebanggaan kami. Ke depan, kami berharap BRIN dapat membantu secara SDM, penggunaan laboratorium, pengujian dan lain-lain,” ujar Bayu.

Dia bilang kolaborasi riset ini penting karena di Halmahera Utara, kajian Kehati besar sekali dan belum di-eksplore secara menyeluruh. Hal itu juga berkaitan dengan visi dari UNIRA yaitu menjadi unggulan mandiri dijiwai kearifan lokal, sehingga kolaborasi ini dapat mengkaji kearifan lokal di Halmahera Utara. 

“Tentu ini bisa diaplikasi dengan baik, sehingga masyarakat akan tahu kehati dan sosial budayanya. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini bermanfaat bagi kedua belah pihak,” ucapnya.

Kesempatan yang sama, Koordinator Peneliti PREE BRIN, Mohamad Siarudin, menjelaskan inisiasi ini prosesnya sekitar bulan April 2023. “Kedua belah pihak antusias melakukan kerja sama karena di wilayah Maluku Utara, merupakan bagian dari kawasan Wallacea dan masih sangat terbuka dilakukan riset terkait ekologi dan etnobiologi,” terangnya.

 Siarudin menjelaskan bahwa kerja sama yang disepakati mencakup tiga kelompok kegiatan yang akan dilakukan, yakni:  Peningkatan kapasitas SDM,  Litbang Diseminasi dan publikasi, dan ada delapan program kerja yang dituangkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang menjadi dasar   penyusunan dokumen PKS yang direncanakan sampai tahun 2027. 

“Melalui kerjasama ini BRIN, khususnya PREE, diharapkan bisa berkontribusi dalam mengungkap kearifan lokal dalam pemanfaatan kehati, berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan lokal. Misalnya tata kelola kawasan yang mungkin masih perlu dicari bentuk modelnya, dan berharap publikasi teman-teman di Universitas Halmahera meningkat juga,” tuturnya.

Secara lebih spesifik, rencana kegiatan kerja sama ini mencakup penelitian dan pengembangan tentang pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya keanekaragaman hayati; Penelitian dan pengembangan tentang; konservasi, restorasi, rehabilitasi dan reklamasi ekosistem darat dan air, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, etnobiologi dan etnoekologi, sosial ekonomi masyarakat hutan, pesisir, dan pulau-pulau kecil.(ichi/BRIN)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Hanya dalam waktu satu tahun, Prabowo-Gibran telah mengingkari semua janji kampanye pemberantasan korupsi dan bahkan memukul mundur agenda reformasi. Pola-pola yang dulu menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sekaligus menopang rezim Orde Baru justru semakin dirawat pemerintahan Prabowo-Gibran. Demikian rilis bersama koalisi 22 NGO di Indonesia terkait dengan peringatan Hari Antikorupsi sedunia yang jatuh pada […]

  • Kemandirian Desa Jangan jadi Nyanyian

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Catatan dari Sekolah Transformasi Sosial  (STS) di Desa Samo Halmahera Selatan Desa harus benar– benar mandiri. Mampu menghidupi warganya. Baik pangan  maupun energi. Desa juga harus menjadi basis berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Bahwa kemandirian desa bukan sebuah nyanyian atau slogan. Bukan  nyanyi kepiluan untuk orang kampong. Dia adalah pengejawantahan kerja kerja riil yang  dilakukan […]

  • Wilayah Kelola Hutan Oleh KPH Bertambah

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 582
    • 1Komentar

    BPHP- KPH  Bahas Update  Peta Arahan HP-HL di Malut  Arahan pemanfaatan hutan produksi- hutan lindung mulai dibahas. Pembahasan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah XIV Ambon itu, dilaksanakan di hotel Muara Ternate, Kamis (24/3/2022). BPHP yang membawahi wilayah Maluku dan Maluku Utara membahasnya  dengan  gelar Focus Discussion Group […]

  • WALHI: Jangan “Jual” Halmahera dan Pulau Lainnya

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 352
    • 0Komentar

    AKSI kampanye yang digelar WALHI Malut dan Koalisi Barisan rakyat (KOBAR ) pada Senin 14 November 2022 foto WALHI

  • Warga “Usir” PT Priven Lestari dari Gunung Wato-wato Halmahera Timur?

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Gunung Wato- wato,  yang menyerupai manusia di Halmahera Timur Maluku Utara saat ini menghadapi ancaman serius.  Ancaman itu karena adanya  rencana penambangan nikel oleh salah satu perusahaan  bernama PT PL. Aktivitas perusahaan yang belakangan memunculkan protes warga.    Protes   karena  rencana penambangan itu dikuatirkan berdampak buruk menghancurkan ruang hidup mereka.  Karena itu warga lalu bergabung […]

  • Sampahmu adalah Hartaku

    • calendar_month Rab, 5 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 280
    • 1Komentar

    Ulfa Zainal di antara hasil hasil kreasinya. foto M Ichi

expand_less