Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Malut Punya Potensi Kepiting Kenari Berlebih

Malut Punya Potensi Kepiting Kenari Berlebih

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 5 Jun 2021
  • visibility 946

Setahun Hanya Boleh Ditangkap 15 Ribu Ekor     

Maluku Utara dengan 805 pulau memiliki beragam potensi baik dari laut maupun darat.  Salah satu potensi yang dimiliki adalah pulau pulau yang ada menjadi  tempat  hidup  salah satu hewan liar (wild life) kepiting kenari (Birgus latro ). Hewan  ini sangat diburu untuk dikonsumsi tidak hanya di Maluku Utara tetapi juga   dijual antarpulau hingga ke Jakarta dan Bali. Harganya yang mahal membuat hewan  yang masuk jenis artropoda darat  ini  semakin menurun populasinya. Di  Ternate menu kepiting kenari ini  hanya dihidangkan  di restaurant tertentu saja.

Perburuan kepiting kenari  massive  terjadi di beberapa pulau seperti di Obi, Yoi Gebe Halmahera Tengah  dan beberapa pulau lain di Halmahera Selatan. Hamper semua pulau kecil sebenrnya dihuni hewan ini. Di Pulau Ternate sendiri  ada  beberapa lokasi ditemukan hidup kepiting kenari  meski populasinya terbilang sedikit. 

Data Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Dirjen KSDAE KLHK sesuai hasil riset LIPI 2017 lalu menunjukan bahwa   hamper semua pulau kecil di Malut punya potensi satwa ini. Ambil contoh di Halmahera Selatan ada di Pulau Pisang, Talimau, Pulau Kayoa, Gamumu. Begitu juga  Halmahera Tengah  Pulau Gebe  Halmahera Barat,  Halamhera Utara  Halmahera Timur  dan Halmahera Timur.  

Sementara di Ternate sesuai riset yang dilakukan Supyan dan kawan kawan dari  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate 20015 lalu, menemukan  potensi kepiting kenari  ada di bagian barat pulau Ternate.   Riset   pada Juli – September 2015  yang bertujuan  mengetahui besarnya potensi kepiting kenari (berukuran dewasa) sebagai salah satu upaya pelestarian terhadap hewan yang dilindungi ini, menemukan   potensi hewan ini.  

Pasalnya, selama pengamatan  induk kepiting kenari atau kelapa yang ditemukan di stasiun pengamatan secara total adalah 46 individu per 40.000m2. Jumlah sampel kepiting kelapa yang diperoleh selama penelitian berjumlah 20 ekor  terdiri dari 13 ekor  jantan dan 7 ekor  betina. Hasl riset  itu menunjukan bahwa di Ternate juga ada satwa ini meskipun sangat  sedikit. 

Sufyan menyimpulkan bahwa secara total, kepadatan populasi kepiting  di pesisir pantai barat Pulau ini adalah 0,00114 individu /m2.  Memang katanya  populasi ini sangat kecil, namun masih memungkinkan untuk dikembangkan mengingat rasio kelamin jantan dan betina secara umum masih dalam keadaan seimbang.

“Jika kita menginginkan adanya Kawasan konservasi kepiting kenari di pulau  Ternate   maka perlu penyediaan habitat yang ideal untuk kelangsungan hidup populasi hewan ini,” tulisnya dalam riset tersebut.

Mohdar Hasanat salah satu pengusaha yang  menggeluti bisnis jual beli kepiting kenari   menyebutkan bahwa kepiting jenis ini  banyak hidup di beberapa pulau di Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan. Usahanya menjual dan membeli kepiting kenari  banyak disuplai dari  Pulau Yoi Gebe dan Patani Halmahera Tengah serta pulau pulau di Halmahera Selatan seperti Obi  Kayoa dan Gane.

Kepiting kenari yang baru diambil para penangkap di Pulau Obi Halmahera Selatan

Di Maluku Utara  katanya masih banyak populasi kepiting kenari tetapi yang berukuran kecil.  “Dari LIPI ada standar  yang bisa diambil itu beratnya 1,3 kilogram ke atas  kalua   dihitung cangkang punggung kepiting kenari  atau disebut dengan karapas, yakni   cangkang keras yang melindungi organ dalam pada tubuh crustacea sepanang 9,5 cm. Di bawah itu tidak dperbolehkan,” jelasnya.

Dia bilang populasi ketang kenari di Maluku Utara belum termasuk punah karena populasinya di alam masih banyak. Kalau  ibarat traffic light itu dari hijau menuju kuning. Karena itu pemerintah menetapkan  kapiting kanari ini  termask hewan yang dilindungi. Meski begitu  masih bisa ditangkap  dengan   batasan tertentu.   

“Izin saya di 2019 ada 4000 ribu ekor dalam setahun namun realisasinya  tidak sebanyak itu. Jatah yang tersisa hingga 2021 ini masih ada 2000 ekor lebih yang belum dihabiskan. Dia menambahkan SK Kepiting Kenari   menjadi satwa buru itu dikeluarkan  KLHK pada 8 Agustus 2017 dari semula dilindungi  menjadi bebas  menjadi satwa buru.   

Kepala Seksi BKSDA Maluku Utara  Abas Hurasan bilang  untuk  kepiting kenari yang sebelumnya  masuk hewan yang  terancam  saat ini  sudah jadi satwa buru. Hal ini melalui  hasil riset yang dilakukan LIPI pada   2017 lalu. Dari hasil itu kemudian jadi dasar Kementerian KLHK mengeluarkan SK izin buru kepiting kenari bagi beberapa pengusaha yang mengajukan izin usaha.

Di Maluku Utara  hampir semua pulau memiliki potensi  hidupnya kepiting kenari. Kelebihan populasinya juga menjadi hama. Kepiting kenari ini sebenarnya masuk satwa yang dilindungi karena kondisinya rawan  tetapi sesuai hasil survei populasinya di alam berlebihan akhirnya    LIPI   kemudian merekmondasikan  jadi satwa buru. “Satwa yang diburu mengikuti prosedur  berdasarkan aturan dan ketentuan.  Tidak boleh  melebihi  atau over  penangkapan yang menyebabkan  hewan ini habis. Tentu katanya dengan izin yang diberikan pemerintah.

Maluku Utara diberi jatah penangkapan setahun sebanyak 15 ribu ekor.    Jatah  per tahun ini keluar pada Agustus 2017 dan sampai saat ini belum  dihabiskan.  

 Lembaga Ilmu Pengetahuan  Indonesia (LIPI)  dalam situs resminya (http://lipi.go.id/publikasi/kepiting-kenari-seri-metode-survei-dan-pemantauan-populasi-satwa-buku-viii/28283) menyebutkan,  populasi Kepiting kenari di dunia dianggap telah menurun dengan drastis sehingga Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature = IUCN) telah menetapkan bahwa Kepiting kenari adalah binatang langka dan perlu dilindungi walaupun termasuk dalam kategori “kurang data”.

Artikel yang ditulis oleh Dra. Rianta Pratiwi M.Sc.,Heryanto, Daisy Wowor menjelaskan  Kepiting kenari (Birgus latro) merupakan salah satu binatang liar (wildlife) yang hidup di laut pada saat stadia larva dan juvenil, sedangkan pada saat stadia muda dan dewasa lebih banyak menghabiskan hidupnya di daratan, sehingga binatang ini lebih dikenal sebagai kepiting darat yang aktif mencari makan pada malam hari.

Pusat penagkaran kepiting kenari milik Mohdar Hasanat

Kepiting kenari atau ketam kenari dikenal juga sebagai kepiting pencuri (robber crab) karena sering mencuri kelapa sebagai makanannya. Kepiting ini termasuk kelompok dekapoda darat yang paling besar dan bahkan sebagai Arthropoda daratan terbesar di dunia. Rentangan kakinya dari ujung capit kaki yang satu sampai dengan ujung capit kaki lainnya dapat mencapai 1 (satu) meter dengan berat maksimum 4 (empat) kilogram.   Masyarakat Indonesia dan juga masyarakat internasional belum banyak yang mengetahui mengenai Kepiting kenari (nama ilmiah: Birgus latro). Selain itu Kepiting kenari juga dikenal sebagai hewan yang memiliki kekuatan yang besar dalam mengangkat beban.

Kepiting ini dapat mengangkat beban hingga 29 kg. Lifespan (rentang hidup) kepiting ini juga besar, bila Kepiting kenari dibiarkan hidup maka ia dapat mencapai usia hingga 30 tahun. Hal ini sangat berbeda dengan kepiting-kepiting jenis lainnya yang berusia lebih pendek. Kepiting ini juga memiliki banyak nama yang diberikan  sesuai sebutan daerah masing masing. (*) 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menikmati Ekowisata Bukit Lona Pulau Tidore

    • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Pemandangan yang menawan dari kawasan ekowisata Bukit Lona/foto Andy Taufik

  • Gerakan Tanam Pohon Serentak, 760 Batang Ditanam di Domato Halbar

    • calendar_month Jum, 5 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 677
    • 1Komentar

    Program menanam pohon serentak di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga dilaksanakan di Maluku Utara. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Domato Kecamatan Jailolo Selatan  Kabupaten Halmahera Barat pada Jumat (30/12/2023). Kegiatan  ini dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Subjek Politik Kebangsaan dan Sumber Daya Alam, Bpk. Ariyanto, dihadiri kurang lebih 166 peserta […]

  • Daun Jambulang Berpotensi Jadi Obat Anticovid

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Pandemi Covid-19 saat ini telah menjadi endemi.  Tetapi, infeksi Covid tetap berisiko bagi sebagian mereka yang rentan.  Saat ini  Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Rekayasa Genetika (PRRG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Is Helianti  fokus  melakukan riset rekayasa protein enzim yang dapat dimanfaatkan dalam proses industri hijau, termasuk dalam proses discovery obat anticovid. Untuk menemukan anti […]

  • Nelayan Tuna Morotai Terpukul Covid- 19

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 673
    • 0Komentar

    Penulis: Indah Indriyani Morotai Pandemi covid-19 menghantam hamper semua lini kehidupan. Tidak terkecuali masyarakat bawah seperti nelayan. Pandemic ini juga mengubah banyak hal dalam kehidupan. Termasuk nasib para nelayan. Di Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai,  nelayanikan tuna sangat terpukul akibat jatuhnya harga.  “Dampak pandemic covid-19 yang paling dirasakan nelayan yaitu harga ikan […]

  • Wacana Konsesi Tambang untuk Kampus Harus Ditolak

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2025
    • account_circle
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Wacana konsesi tambang untuk kampus melalui revisi UU 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) mesti ditolak. Lewat wacana itu, pemegang otoritas berupaya menggerus independensi kampus sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada tridarma. Kampus seyogianya menjadi kompas moral dan intelektualitas, bukan jadi alat negara untuk mencuci  Praktik-praktik buruk industri ekstraktif. Ilham Majid, dosen Universitas […]

  • Setahun Prabowo–Gibran: Reformasi Hukum Mandek, Perjalanan Demokrasi Masih Tersendat

    Setahun Prabowo–Gibran: Reformasi Hukum Mandek, Perjalanan Demokrasi Masih Tersendat

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    Setahun perjalanan pemerintahan Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka, diwarnai pasang surut   reformasi huku dan tersendatnya perjalanan demokrasi.  Bagi Kurawal sebuah yayasan yang bekerja untuk memperkuat praktik, lembaga, dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia  dan kawasan Global South,serta mendorong persemaian ide baru dan eksperimentasi bagi terwujudnya tatanan demokrasi yang bermartabat dan bermaslahat bagi seluruh warga Negara, meihat […]

expand_less