Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Hari Air Sedunia Warga Gelar Ritual Sigofi Ake

Hari Air Sedunia Warga Gelar Ritual Sigofi Ake

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
  • visibility 478

Bagian dari Upaya Konservasi Ake Gaale

Selasa 22 Maret 2022 hari ini, menjadi momentum penting memperingati Hari Air Sedunia. Di berbagai belahan bumi, masyarakat  atau komunitas memperingati hari air dengan berbagai kegiatan, baik ceremony maupun aksi nyata.  

Di Ternate Maluku Utara  terutama masyarakat yang bermukim di sekitar sumber mata air Ake Gaale di Kelurahan Sangaji Kota Ternate Utara,   menggelar berbagai  kegiatan untuk memperingatinya. Salah satunya dengan   kegiatan ritual Sigofi Ake   atau membersihkan air. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin 21  Maret pagi. Sebelumnya warga juga telah melaksanakan pembuatan sumur resapan, dan kampanye pentingya air tanah baik di media maupun   kepada siswa siswi di kota Ternate.   Sementara acara puncaknya pada 30 Maret nanti dengan menanam pohon sagu di kawasan Perumda Ake Gaale.    

Proses ritual Sou Ake

Untuk acara ritual sendiri,  sejak pagi  sekira pukul 06.30  WIT,  puluhan orang berbaju putih dan berpeci itu  sudah berkumpul. Mereka duduk di kursi di atas  mulut air  Ake Gaale  Kelurahan Sangaji Kota Ternate. Kehadiran mereka di  tempat tersebut, untuk melaksanakan sebuah acara ritual atau baca doa, sebagai sebuah ikhtiar, permntaan pada sang pencipta untuk melindingi alam di mana warga tinggal dan memanfaatkan apa yang ada di dalamnya termasuk air. Mereka adalah pengurus masjid, tokoh masyarakat  dan tokoh agama. memanjatkan doa doa  bagi sang pencipta,  tujuannya agar kondisi air tanah Ake Gaale kembali seperti sedia kala. Sejumlah doa   dipanjatkan untuk keselamatan  air dan alam serta meminta keridhoan dari sang pencipta. 

Kehadiran mereka  itu, adalah  bagian dari sebuah agenda   ritual yang dikenal dengan Sigofi Ake atau  ritual membersihkan air.

Warga setempat khususnya masyarakat  adat Ternate meyakini ada kekuatan alam yang berada di luar kemampuan manusia yang perlu dimintai pertolongan yakni Allah.  Dalam ritual ini, selain doa doa yang dipanjatkan termasuk juga tahlil  dan puji-pujian kepada Allah, juga ada   prosesi berdasarkan adat dan tradisi yang sudah dilaksanakan turun temurun yakni diawali dengan mendatangi tempat atau menziarahi tempat yang dianggap keramat dan memiliki tuah. Setelah itu dibacakan doa doa. Prosesi doanya tiga kali dilaksanakan di tiga tempat. Pertama  di mulut  air atau hilir mata air ake Gaale, setelah itu di sumber mata air dan terakhir di kolam besar ake gaale saat ini.

Tokoh masyarakat Ake Gaale Abdul Muthalib Ma’bud menjelaskan  ritual ini adalah bagian dari cara masyarakat  meminta pertolongan kepada pemilik alam untuk menjaga dan melindungi alam termasuk  Ake Gaale ini.

“Doa doa yang dipanjatkan itu meminta kepada pemilik  rahmat  dan rezeki  dari alam  baik di darat dan laut. Lalu ada doa selamat pujia-pujian kepada sang pencipta,”kataya.    

Menurutnya untuk menyelamatkan air ini tidak hanya proses secara ilmiah  yakni tanam pohon, buat  sumur resapan dan berbagai kegiatan konservasi lainnya. Tetapi  juga ada kearifan lokal milik masyarakat juga turut dilakukan sehingga ikut menjaga dan melindungi air Ake Gaale yang  menghidupi masyarakat Kota Ternate  ini.   

Ketua  Komunitas Save Ake Gaale Alwan M Arif bilang  soal air ini fokusnya pada bagaimana pemanfaatnya. Jika dimanfaatkan maka akan berdampak.  Maka   ada tiga hal yang dilakukan  berhubungan dengan air bawah tanah. Pertama Pemanfatan Kedua Pelestarian  dan Pengendalian.  Guna air  atau pemanfaatanya yang saat ini dilakukan Perumda Air Minum Ake Gaale, Kedua   masalah pelestarian. Proses pelestarian  lebih banyak dilakukan masyarakat.

“Apa yang dilakukan oleh masyarakat atau warga termasuk ritual ini adalah bagian dari pelestarian atau konservasi. Proses pembuatan sumur resapan biopori dan yang dilakukan oleh warga Ake Gaale dengan ritual Sigofi Ake ini adalah bagian dari pelestarian air,” jelasnya. Sementara untuk pengendalian   terhadap daya rusak air    baik fisik maupun kimia karena ada pencemaran maka ada tugas pemerintah dan ilmuan untuk menyelesaikannya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hilangnya Tradisi Padi Ladang di Halmahera (1)

    Hilangnya Tradisi Padi Ladang di Halmahera (1)

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pukul 10.30 WIT jelang siang itu,  matahari belum begitu terik. Muddin Hasan (69) beristrihat sejenak di sebuah jojaga-rumah kebun, setelah sejak pagi menyiangi  padi yang ditumpangsarikan dengan jagung, cabe, terong dan kangkung. Hari itu meski suasana Idul Fitri belum sepenuhnya berakhir, dia tetap ke kebun merawat tanaman di kebunnya. “Torang pe karja  bakobong ini sudah. […]

  • Pengelolaan Pesisir dan Pulau Kecil Tak Berdasar Saintifik

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Ini Masukan Masyarakat Sipil untuk Capres dan Cawapres   Center of Maritim Reform for Humanity atau Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan mengingatkan semua pihak terutama para calon presiden dan wakil presiden  agar perlu memiliki ikhtiar yang kuat terhadap perbaikan bangsa terutama terkait isyu lingkungan hidup dan pertanahan dalam konteks pengelolaan perikanan dan sumberdaya agraria di […]

  • Stadion Gelora Kie Raha

    Stadion Gelora Kie Raha

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Stadion Gelora Kie Raha yang telah direnovasi di Ternate, Maluku Utara, Minggu (24/11/2024).Stadion yang berkapasitas 15 ribu penonton itu sudah mulai digunakan Klub Malut United FC untuk latihan dan pertandingan liga satu, menyusul telah rampungnya renovasi stadion pada akhir Oktober 2024 oleh PT. Mineral Trobos.FOtO/ADEX  

  • Berapa Banyak Ikan yang Dicuri dari Laut Kita?

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 925
    • 0Komentar

    Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang didominasi oleh lautan, potensi kelautan dan perikanan di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP), pada tahun 2019, nilai hasil ekspor perikanan Indonesia mencapai Rp73.631.883.000 dan termasuk salah satu sektor yang sangat diandalkan untuk pembangunan nasional.   Namun,  kita sering mendengar […]

  • Peringati Hari Primata dengan Mengedukasi Siswa

    Peringati Hari Primata dengan Mengedukasi Siswa

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Hari Primata Indonesia (HPI) yang diperingati setiap  30 Januari   dirayakan juga di Maluku Utara dengan beragam  kegiatan. Seperti yang dilaksanakan ProFauna Indonesia yang bekerjasama dengan pemerintah Kota Tidore dan Ternate dalam dua hari ini. Dalam peringatan itu turut dilaksankaan kampanye  sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terutama siswa  agar bisa paham  tentang upaya perlindungan primate di […]

  • Ini Hasil Riset Scooping Nikel untuk Electric Vehicle (EV)

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 623
    • 1Komentar

    Indonesia Belum  Punya Roadmap Hulu-Hilir Maluku Utara adalah salah satu wilayah di Indonesia  yang dikaruniai kekayaan sumber daya alam melimpah, salah satunya nikel. Hampir seluruh perut bumi  Halmahera dan pulau-pulau kecil lainya menyimpan kekayaan tambang nikel. Karena itu tidak salah terdapat tiga kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijadikan pusat pengolahan nikel, termasuk salah satunya […]

expand_less