Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » 14 Lurah di Ternate Utara Jadi Mahimo Gam   

14 Lurah di Ternate Utara Jadi Mahimo Gam   

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
  • visibility 393

Ternate  dikenal sebagai negeri   adat  se atorang. Karena itu segala sesuatu mestinya berdasar pada ketentuan yang diatur  oleh adat seatorang di Kesultanan Ternate.  Dalam hal perangkat dan struktur pemerintahan baik penamaan dan penyebutannya  sudah saatnya mengikuti   pada adat se-atorang  di kesultanan Terante tersebut. 

Setidaknya,  hal ini   kemudian,   14 lurah di Kota Ternate Utara, dikukuhkan sebagai Mahimo Gam atau Kepala Kampung. Pengukuhannya oleh Camat Kota Ternate Utara atau yang dikenal dengan Sangaji Gam Mahrus Ishak. Sangaji Gam sendiri membawahi wilayah di 14 kelurahan.Kegiatan ini dilaksanakan  di halaman Kantor Camat Kota Ternate Utara Kelurahan Dufa- dufa Senin (15/8/2022) siang.

Pengukuhan ini disaksikan langsung Perangkat Adat Kesultanan Ternate. Baik Bobato Dunia maupun Bobato Akherat.  Kimalaha Labuha Kesultanan Ternate Masud Siraju bersama Imam Raha Kesultanan Ternate ikut  menyakisakan dan  menyematan  tuala wari untuk Mahimo Gam  dilanjutkan pidato pengantar pengukuhan oleh Kimalaha Labuha  dan diakhiri pengukuhan oleh Sangaji Gam.

Ketua Panitia Kegiatan,  To Kahar menjelaskan pengukuhan ini dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian  peringatan  HUT Kemerdekaan RI ke 77.   Ini katanya sebagai bagian dari menyemarakan HUT Proklamasi Kemerdekaan sekaligus menjalankan program pemerintah Kota Ternate untuk bidang kebudayaan  sebagaimana tertuang  dalam program pemerintah kota Ternate.

Para lurah yang dikukuhkan ini  berada dalam wilayah kecamatan Kota Ternate Utara, yakni Lurah Soasio, Soa,  Salero, Kasturian, Koloncucu, Toboleu, Sangaji, Sangaji Utara, Dufa-dufa, Tubo- Akehuda, Tafure,   Tabam,  Sango  dan  Tarau.

Kimalaha Labuha Masu’d Subarjo  saat menyampaikan pidato pengantar  dalam Bahasa Ternate menjelaskan,  dengan  adanya pelantikan Mahimo Gam  ini  nantinya bisa bekerja dengan baik demi untuk daerah dan anak cucu di kemudian hari. “ Hari ini  kita hadir di sini  diawali dengan pengukuhan   Camat sebagai  sebagai Sangaji Gam pada 29 Juli 2022. Pelantikan Mahimo Gam ini adalah kelanjutan dari prosesi sebelumnya,” jelas Masud.  

Pembacaan doa usai pengukuhan oleh pemangku adat kesultanan Ternate foto M Ichi

Sementara  Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate  Syarif Sabatun mengatakan, pengukuhan tersebut tidak terlepas dari Ternate sebagai daerah  kesultanan yang tentunya memiliki adat istiadat  yang perlu dihargai dan dijunjung tinggi. Karena itu pemerintah harus tetap bersama dengan kesultanan  bermitra,   membangun kota  Ternate  di bidang kebudayaan. 

Dia juga berharap, antara pemerintah dan kesultanan  perlu membangun mitra untuk bersama   membangun Ternate  dengan  mengembangkan adat istiadatnya.  Sangat perlu kebersamaan antara pemerintah daerah dan kesultanan  sebagai mitra membangun daerah ini.

“Pengukuhan  ini juga adalah bagian dari menjalankan  program pemerintah   Kota Ternate untuk memajukan kebudayaan di kota ini,”jelasnya. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Hari Bhakti Rimbawan, Diingatkan Jaga Hutan dan Perubahan Iklim

    • calendar_month Kam, 17 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kehutanan M Syukur Lila saat melakukan penanman pohon di pantai Doe doe Guraping sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhakti Rimbawan ke 39 16 Maret 2022

  • UU CK Digugat WALHI, Pemerintah Bersikukuh Lindungi Lingkungan Hidup

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) ajukan permohonan uji materiil klaster lingkungan Undang-Undang nomor 6/2023 tentang Cipta Kerja pada  5 Juni 2025  lalu.  Mereka minta Mahkamah Konstitusi (MK) mencabut 13 pasal yang lemahkan keberlanjutan dan perlindungan lingkungan hidup di Indonesia. Mulya Sarmono, kuasa hukum Walhi, menjelaskan, secara umum terdapat dua aspek yang mereka mohon. Pertama, pemaknaan ulang atau pengubahan beberapa […]

  • Jalan Pendek

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
    • account_circle
    • visibility 442
    • 1Komentar

    Sketsa Kehidupan di Pulau Hiri Siang itu saya dan dua kawan jalan-jalan ke Pulau Hiri. Pulau kecil yang letaknya dekat dengan pulau Ternate. Hanya 20 menit menyeberangi pulau itu menggunakan perahu motor. Pulau Hiri masih terjaga, tradisi dan budayanya. Meskipun struktur geografis di pulau tersebut tidak jauh beda dengan pulau-pulau lain di Maluku Utara, namun […]

  • Tanda-tanda Alam dan Tradisi Orang Pulau yang Tergerus Zaman

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle
    • visibility 763
    • 0Komentar

    Sebuah Doho doho Pendek di Pertengahan Ramadan  Kitab Suci Alquran untuk ummat manusia, secara khusus  telah menerangkan  dengan terang benderang  fenomena alam dengan ayat- ayat kauniyah-nya. Dalam  membaca fenomena alam itu,  para leluhur negeri al-mulk  yang terdiri dari pulau pulau ini telah mempraktekan dalam setiap hidup mereka sejak dulu. Bagi mereka, setiap ada fenomena alam […]

  • Ingatkan Warga Kota Ternate Hemat, Jaga dan Rawat Air

    • calendar_month Sab, 18 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Kampanye Jalanan Komuntas Save Ake Gaale Ternate Hari Air Sedunia atau World Water Day yang diperingati warga dunia pada 23 Maret setiap tahun, selalu diperingati juga kelompok masyarakat di Kelurahan Sangaji Kota Ternate Utara, terutama mereka yang berada di kawasan sumber mata air Ake Gaale.   Ada beragam cara dilakukan. Salah satunya sebelum masuk puncak […]

  • Pegiat Lingkungan Dorong Capres Kaji Ulang Kebijakan Bioenergi Berbasis Hutan

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Pegiat lingkungan Indonesia mendesak para pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan berkontestasi pada Pemilu 2024 untuk mengkaji kembali penggunaan bionergi dalam program transisi energi. Penggunaan dua jenis bioenergi yang mengandalkan bahan baku hasil hutan, yakni biofuel dan biomassa, dinilai dapat menimbulkan dampak negatif yang mengganggu kelestarian alam. Pegiat lingkungan dari Traction Energy Asia, […]

expand_less